TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ancaman


__ADS_3

Tiara pun menatap kesal pada Leon yang ternyata memang kakaknya itu lah yang terus mebuat masalah dengan Sean


"Kak, aku hanya ingin memperingatkan mu, Sean itu orang yang berbahaya,, jika dia terus di ganggu dia akan mencari mu, dia sudah tau tempat persembunyian mu kak, jadi aku mohon, jangan buat masalah lagi dengannya" ucap Tiara


"Berbahaya??, dia hanya bisa mematahkan kaki atau tangan orang saja, dan memasukan orang lain ke dalam penjara kan??, apa itu yang kau bilang bahaya??, Sayangnya aku tidak pernah takut dengan hal seperti itu, aku akan bisa keluar dengan mudah dari penjara meskipun dia memasukan ku berulang kali," ucap Leon


Tiara pun terdiam sejenak, dia berpikir memang Sean orang yang tidak tegaan, dia tidak pernah mau melenyapkan orang dengan tangannya sendiri


"Aku mohon kak, jangan buat masalah lagi, ini demi aku" ucap Tiara


"O Iya, adiku ini sangat tergila-gila pada pria itu?, Baiklah aku tidak akan terlalu menyakitinya nanti, tapi aku minta kesepakatan dengan mu, kalau kamu bisa membawa istrinya ke padaku, aku berjanji tidak akan sampai melenyapkan pria itu, bagaiman?, apa kamu tertarik bekerja sama dengan ku??, dengan begitu pria itu akan bisa bersamamu kan?" ucap Leon berniat menghasut Tiara


Tiara pun merenung sejenak, "Maaf kak, aku tidak bisa" ucap Tiara lemas


"Hhhhh, kau ini terlalu lemah Ra, Baiklah, aku masih punya banyak cara lain untuk menangkap umpan sekaligus tameng hidup yang bagus untuku" ucap Leon


"Kak, apa kah kau tidak bisa berhenti untuk berbuat sesuatu yang salah, aku takut kau akan celaka nanti, aku ingin kau kembali ke keluarga kita tanpa kekurangan suatu apapun, kita perbaiki organisasi ini sama sama, kita tidak perlu terus bertentangan dengan hukum kak," ucap Tiara


"Kurasa otakmu itu sudah di cuci bersih oleh pria itu, apa untungnya jadi warga negara yang baik Ra??, Tidak ada kan?, yang ada kita hanya di bodohi oleh pelaturan, jika itu jalan yang kau pilih, terserah, kita jalani bisnis kita masing masing Ra,,, tapi kalau kamu suatu saat perlu bantuanku, kamu jangan sungkan sungkan menghubungiku, ini nomorku yang sekarang" ucap Leon sambil menaruh kartu nama di meja Tiara, dan diapun langsung berbalik dan segera melangkah untuk keluar dari ruangan Tiara


"Kak" Tiara mencoba memanggilnya dengan sedikit berteriak


Namun Lein sudah melangkah keluar dan tidak berbalik untuk menggubris Tiara


Tiara pun langsung merenung dalam duduknya, dia merasa tidak akan bisa menghalangi Kakaknya untuk berbuat sesuatu, tapi dia juga merasa malu kalau harus memberitau Sean soal kakaknya itu, dia sudah mati matian membelanya di depan Sean, tapi pada kenyataannya memang Leon lah biang dari semua masalah Sean, dan diapun memikirkan sesuatu yang lain yang bisa dia lakukan


"Ya, Aku harus menemui Lena" gumam Tiara, diapun beranjak untuk menemui Lena di Mansion Kartina


...°°°...


Sementara itu, Sean sudah mulai memimpin rapat bulanan di kantor KARTIN.corp nya


Sedangkan di tempat Lain Rania malah terlihat tidak begitu sibuk di belakang komputernya, dia terlihat santai sambil meminum teh cangkir porselen nya, dia sesekali membolak-balik balik berkas di depannya


Di ruangan itu dia tidak sendirian, dia di temani sekretarisnya yang duduk di depan mejanya

__ADS_1


"Apa laporan yang lain masih belum masuk?" tanya Rania


"Belum kak, mungkin belum di selesaikan para karyawan" ucap Seli


"Lambat sekali kerja mereka, apa aku harus terus menegur mereka" gerutu Rania


"Ya mungkin mereka memang harus terus di beri motivasi untuk pendongkrak performa mereka" ucap Seli


Rania pun segera mengambil telpon kantor nya di meja untuk menghubungi pemimpin karyawan yang dia maksud, namun sebelum panggilannya tersambung, ponselnya bergetar lebih duku tanda panggilan masuk,


Rania pun me letakan kembali telpon kantornya, dan segera melihat ponselnya yang dia taruh di meja di depanya


"Papah??, tumben dia menelpon ku di jam kantor" gumam Rania, diapun segera mengangkat panggilannya itu


"Hallo pah, ada apa?" tanya Rania


📲"Ran, apa kamu bisa ke rumah papah sekarang juga" tanya Hendro


"Memangnya ada apa pah??, Rania kan masih banyak kerjaan di kantor" ucap Rania


"Iya Iya baiklah, Rania kesana sekarang" ucap Rania, diapun segera menutup telponnya tanpa rasa curiga


"Sel, aku harus ke rumah papah dulu, kamu urus dulu urusan di sini ya, kalau ada apa apa segera hubungi aku saja" ucap Rania


"Iya beres kak, tenang saja" ucap Seli


Rania pun segera bergegas keluar dari kantor Hendro's property, dan segera mengendarai mobilnya untuk ke rumah Ayahnya


.


Sesampainya di rumah ayahnya, dia sedikit heran karena ada beberapa mobil yang terparkir di depan rumah ayahnya, Rania pun segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah, dan ketika dia membuka pintu rumah diapun langsung kaget karena ayahnya terlihat duduk di sofa, namun beberapa orang yang ada di belakangnya menodongkan senjata api tepat di kepala ayahnya


"Siapa kalian, apa kalian perampok??,, Tolong" Rania berteriak ke arah luar


"Sekali lagi kau berteriak, maka kepala Ayahmu akan segera meledak Ran, jadi diamlah dan tutup pintunya" ucap Leon

__ADS_1


Rania pun langsung melirik ke arah pria yang duduk di sofa singgel di samping sofa Yang di duduki ayahnya


"Le Leon?, Kau kenapa ada di sini?" tanya Rania sedikit terkejut melihat Leon ada bersama orang orang itu, Rania pun menurut untuk menutup pintu karena takut terjadi apa-apa pada ayahnya


"Harusnya kau tanya apa mauku kan,? istriku sayang" ucap Leon


Rania pun langsung berdecih mendengar Leon menyebutnya istri,,.


"Istri??, aku tidak Sudi jadi istri mu" ucap Rania


"O iya, aku lupa, sebenarnya aku tidak ingin memberitahukan mu soal ini, tapi karena sekarang ada orang yang sudah mengganggu ketenangan ku denganmu, aku lebih baik jujur padamu , pasti kamu tidak akan ingat kalau aku sering menyentuh mu kan?,, Sudi atau tidak, pada kenyataannya kau memang sudah seperti istriku Ran" ucap Leon


"Apa maksud...... mu??" Rania langsung merenung tentang pernikahan nya dengan Roland, dan dia memang merasa kalau pernikahannya dengan Roland itu aneh, dia sempat beberapa kali mendapati dirinya tidak mengenakan apapun saat dia bangun di pagi hari, tapi dia tidak pernah melihat Roland di sisinya, bahkan dia tidak pernah ingat dengan apa yang terjadi di malam harinya, "Apa pernikahanku dengan Roland adalah permainanmu?" tanya Rania sedikit gemetaran


"Ya bisa di bilang begitu, Roland itu hanya boneka ku, maaf sebelumnya tidak pernah izin dulu padamu soal itu" ucap Leon tenang


"Bajingan, jadi kau anggap aku bonekamu?" tanya Rania benar-benar tidak habis pikir


"Tidak Sayang, aku menganggapmu lebih berharga dari apapun juga, aku melakukan ini karena tidak ingin melihat kamu terus terusan di ganggu pria pria cupu yang selalu mendekati mu, dan aku pikir jika aku sendiri yang terang-terangan melamar mu pada Om Hendro, pasti kalian akan menolaku kan?" ucap Leon


"Kau memang benar-benar pria menjijikan Leon, apa sebenarnya maumu?" tanya Rania


"Sip,, Aku sudah menanti pertanyaan itu Ran, Aku punya tiga pilihan untuk mu, dan kau harus memilih salah satunya, pertama, kau bawa putrimu padaku dan biarkan dia ikut Dengan ku, kedua, jika kau keberatan kau bisa menggantikan nya dengan membawa dokter mungil itu, atau ketiga kepala Ayahmu akan meledak, pilihlah" ucap Leon


Mendengar itu Rania pun sampai menggeretakan giginya, dia ingin sekali menampar Leon saat itu juga, tapi dia tidak berani karena takut terjadi sesuatu pada ayahnya


"Jangan Ran, jangan ikuti keinginan dia, dia pasti punya niat buruk pada Nayra, biarkan mereka menembak papah saja, papah pantas mati karena sudah salah menikahkan mu pada Roland" ucap Hendro yang sebenarnya sangat ketakutan merasakn moncong pistol ada di kepalanya


"Diamlah orang tua, maksudku ayah mertua, aku tidak pernah main main dengan ucapanku, aku tidak akan segan menembak kepalamu dan membuangmu ke laut jika perlu, untuk jadi santapan ikan di tengah laut, apa kau menginginkannya??" ucap Leon menggertak Hendro


Hendro pun sedikit takut dengan ancaman Leon itu,


"Jangan jangan kau apa apakan papah, baik aku akan menjemput Lena" ucap Rania


"Bagus, kau memang istri yang baik Ran, anak buahku akan mengantar mu untuk menjemputnya, jika kau bertindak macam macam, kamu tau sendiri akibatnya" ucap Leon

__ADS_1


__ADS_2