TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bab90


__ADS_3

Saat hari menjelang malam, Sean keluar dari kamar Tiara,, karena Ini waktunya Sean dengan Rania, jadi dia berencana untuk mengajak Rania diner, diapun sekarang berpenampilan sedikit rapih dengan setelan kemeja hitam polos nya,


Sean pun langsung bergegas ke pintu kamar Rania, sementara Tiara tidak ikut keluar bersamanya karena alasan masih sakit sakit manja di itu nya


Sean pun langsung mengetuk pintu kamar Rania 'Tok'tok'tok'


Tidak lama Rania pun membuka pintunya "Ada apa??" tanya Rania sambil tersenyum


"Aku mau mengajakmu makan malam, apa kamu berminat??" tanya Sean


Rania pun melihat lihat ke belakang Sean "Apa Tiara tidak ikut?" tanya Rania


"Itu, itu, dia katanya sedikit tidak enak badan, mungkin karena tadi dia kedinginan" ucap Sean ngeles,


"Masa?, tapi aku baik baik saja" ucap Rania


"Ya mungkin daya tahan tubuh kalian berbeda" ucap Sean


"Ooh,,, ya sudah, kamu tunggu di dalam saja, aku mau ganti pakaian ku dulu" ucap Rania yang memang sekarang mengenakan setelan piyama panjangnya


"Baiklah" ucap Sean, dia pun segera masuk ke kamar Rania dan langsung duduk di sofa Kamarnya


Rania pun tidak merasa segan berganti pakaian di depan Sean, dia tidak merasa risih meskipun ada Sean yang memperhatikan di belakangnya


"Apa kamu tidak malu?" tanya Sean yang memang sedang memperhatikan Rania


"Kenapa memang?, ini bukan yang pertama kalinya aku berganti pakaian di depanmu??" ucap Rania


"Memang bukan, tapi rasanya itu sudah lama sekali, aku bahkan hampir lupa kapan terakhir kali aku melihatnya" ucap Sean


"Ya memang sudah lama, tapi rasanya semua hal yang terjadi saat kamu tidak ada, itu tidak ada artinya di kehidupan ku, kecuali Nayra,, aku malah merasa kalau kita tidak pernah berpisah sebelumnya" ucap Rania


"Begitukah??" tanya Sean, dia pun beranjak menghampiri Rania yang baru selesai mengenakan gaunnya, dia sedang melihat dirinya di pantulan cermin, Sean pun langsung memeluk pinggangnya dari belakang, dan mencium lembut daun telinganya


"Apa menurutmu begitu?" tanya Sean


"Ya Intinya aku tidak ingin mengenang pernikahanku yang sebelumnya,, semua hal buruk yang sudah ku lewati, aku ingin menganggap itu hanya sebuah mimpi buruk di tidurku saja, karena pada akhirnya aku bangun dari mimpi itu, dan akhirnya kita kembali bersama lagi kan" ucap Rania


"Maaf, semua ini memang salahku" ucap Sean


"Tidaak,,, tidak ada yang salah di antara kita,, ini hanya permainan hidup kan" ucap Rania sambil sedikit menoleh kebelakang


Sean pun mengecup pipi Rania sekilas "Ya, kupikir juga seperti itu" ucap Sean sambil menatap mata Rania di jarak yang begitu dekat


"Jangan menatapku seperti itu, aku sedang berhalangan, jadi jangan coba berpikiran macam macam" ucap Rania


"Iya, aku tau," ucap Sean

__ADS_1


"Baguslah kalau kamu ingat, takutnya kamu nanti minta jatah kalau lupa" ucap Rania


"Tenang saja, aku tidak akan meminta nya, bersama tidak harus selalu melakukannya kan?" ucap Sean tersenyum di bahu Rania, dia menatap wajah Rania di pantulan cermin yang juga sedang menatapnya


"Kalau begitu, lepaskan dulu pelukan mu ini,, aku masih harsus bersiap siap kan" ucap Rania


"Ya, baiklah" ucap Sean, diapun melepaskan pelukannya dari Rania, dan kembali ke tempat duduknya semula


Setelah Rania selesai bersiap, merekapun segera keluar untuk mengajak Lena juga, tapi Lena beralasan sedang malas untuk keluar,


Jadi mereka pun hanya pergi makan berdua saja


Merekapun segera turun ke lantai bawah hotel, dan sesampainya di Restoran, Sean langsung memesan private room di Restoran hotel itu untuk mereka berdua, Dan mereka pun segera memesan menu untuk acara diner mereka


"Ran, aku mau tanya, waktu kamu mengandung Nayra, apa kamu ngidam yang aneh aneh??" tanya Sean penasaran


"Rasanya Tidak,, kenapa?, Kamu sudah rindu Lena ya?" tanya Rania


"Ya begitulah, 3 bulan ini mungkin hari terberatku, rasanya sudah ber tahun tahun aku di musuhi oleh Lena" ucap Sean


"Yang sabar, Lena juga bercerita kalau di juga sudah Sangat merindukan mu, tapi apa dayanya, di memang tidak bisa dekat denganmu kan" ucap Rania


"Ya, kupikir kehamilan Lena ini akan jadi momen momen yang Indah" ucap Sean


"Apa menurutmu ini tidak indah??,, Kamu Sekarang memiliki 2 dari tiga Srikandi sekolah yang pernah kesohor pada jamannya loh, mungkin sekarang Lena lah personil ke tiganya" ucap Sean


"Hus, apa masih belum cukup tiga istri, Karin juga sudah menikah sekarang, jadi jangan berpikir kamu akan menikahinya juga" ucap Rania


"Memangnya siapa yang bilang ingin menikahi Karin, aku hanya bilang cuma gabung kan," Sean pun menghela nafasnya "Sejujurnya, memiliki kalian bertiga saja itu sudah melebihi imajinasi ku, aku sudah seperti kolektor istri cantik saja, dan jujur itu sedikit beban buatku, aku takut tidak bisa adil pada kalian" ucap Sean


"Ya mau bagaimana lagi, mungkin ini sudah garis takdirmu, harus membimbing 3 istri sekaligus" ucap Rania


"Ya, kuharap itu tidak akan sulit, aku juga berharap kamu bisa terus membantuku untuk membuat Tiara dan Lena tetap akrab seperti sekarang" ucap Sean


"Iya, akan ku coba" ucap Rania


Setelah makanan mereka datang, mereka pun segera memulai acara diner mereka, di sebuah meja kecil mereka duduk berhadapan, api dari lilin lilin kecil di tengah tengah mereka sedikit menambah kesan manis suasan, di tambah alunan klasik biola yang di mainkan tidak jauh dari tempat mereka duduk, menambah kesan romantis di makan malam mereka kali ini


Rania pun tidak henti hentinya tersenyum saat beradu pandang dengan Sean saat menyantap makanannya, mungkin dulu mereka jarang punya waktu untuk diner seperti itu,, jadi menurunya itu sangat berkesan


Semua menu pesanan mereka pun sudah mereka coba semuanya, dari makanan pembuka, makanan utama, kemudian makanan penutup, dan akhirnya acara makan mereka pun sudah selesai dengan baik


"Ran, sebenarnya ada yang ingin ku berikan, tapi aku agak ragu untuk memberikannya padamu,, soalnya aku yakin kamu tidak akan menyukainya" ucap Sean


"Memangnya apa?, aku belum melihatnya, jadi kenapa kamu bilang aku tidak akan menyukainya" ucap Rania


Sean pun langsung membuka cincin kursani yang tinggal satu satunya di jarinya, karena yang lain sudah dia berikan pada Tiara sebagai pengganti cincin yang sudah dia berikan pada Lena

__ADS_1


"Cincin Ini, mungkin bentuknya agak kuno, tapi Lena dan Tiara sudah mengenakan cincin seperti ini di jari mereka" ucap Sean


"Bukan kah itu cincin bertuahmu?" tanya Rania


"Kamua sudah tau soal cincin ini ya?" tanya Sean


"Iya, Lena juga pernah memperlihatkan nya padaku, dia bilang cicin itu bisa melindunginya dari tembakan peluru Tempo hari" ucap Rania


"Iya, seperti itulah kira-kira efeknya, tapi mungkin kamu tidak akan mendapatkan kemampuan seperti itu meskipun kamu juga memakainya, ada suatu hal pada dirimu yang menghalangi efek dari cincin ini" ucap Sean sedikit menjelaskan, tapi dia tidak mengungkit soal Leon yang sudah mempermainkannya, dan mungkin efek besi kursani tidak akan di dapat Rania karena hal itu


"Tidak apa, aku akan menerima nya, apapun pemberian darimu, aku akan memakai nya" ucap Rania


"Baiklah" Sean pun meminta tangan Rania untuk memakaiakanya


Rania juga segera mengulurkan jari jemari nya, dan Sean pun segera menyematkan cicinya itu di sana, dan Ketiga cincin nya pun sekarang sudah terpasang di ketiga istrinya,


Menurutnya, mereka lebih butuh perlindungan cincin itu dari pada dirinya sendiri, karena Sean berpikir dia tidak akan bisa melindungi mereka semua dalam satu waktu,


Setelah mereka selesai dengan acaranya, merekapun segera kembali ke kamar Rania, Sean mengikuti Rania masuk di belakangnya,


Setelah Sean menutup pintunya, dia pun mengikuti langkah kaki Rania


"Ran" panggil Sean


Rania pun langsung menoleh, "Apa?" tanya Rania


Sean pun mendekat dan langsung meraih pinggangnya lagi,


"Mau apa sayang,? apa kamu lupa??" tanya Rania


Sean pun tidak menjawab nya, dia malah mendekatkan wajahnya ke wajah Rania, dan langsung mencium bibir tipis Rania itu sekilas


Rania pun langsung merapatkan tubuhnya ke tubuh Sean, dan menyandarkan kepalanya di dada Sean


"Jangan memancingku" ucap Rania


"Tidak, aku hanya merindukan saat-saat kita sedekat ini," ucap Sean, diapun meraih ponsel di sakunya tanpa melepaskan pelukan Rania


Dia pun memutar sebuah musik klasik di ponselnya itu


Rania pun sedikit mendongak, karena tinggi mereka memang tidak jauh berbeda, "Apa Kamu mengajaku berdansa??" tanya Rania


Sean pun tersenyum


"Tidak, Aku tidak bisa melakukannya, aku hanya ingin menghangatkan suasana saja" uacap Sean


"Baiklah, aku juga memang tidak bisa melakukan dansa" ucap Rania merapatkan kepalanya lag pada dada bidang Sean

__ADS_1


Mereka pun mengikuti alunan musik yang menenangkan itu dengan hanya sedikit gerakan kecil dari mereka saja, mereka bergerak ke kanan,, ke kiri,, dengan tetap memeluk satu sama lain


__ADS_2