TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Rencana


__ADS_3

Reno pun meminta Lena untuk melajukan mobilnya ke arah taman kota, mereka pun hanya berjalan jalan sebentar di sana, Reno sedikit tau kalau Lena tidak terlalu suka keramaian jadi dia memilih tempat tempat yang tenang


Setelah itu mereka mencari sebuah kafe tenang yang enak buat nongkrong


2 dokter muda ini juga berburu jajanan khas dari kota BG, Lena membeli kue untuk oleh oleh Nayra, Lena tau kalau Nayra itu sama seperti Rania yang suka sekali makan, tapi yang aneh menurut nya mereka sama sama tidak gemuk,, tidak seperti dirinya yang selalu sedikit mengkonsumsi asupan karbohidrat harian, dan bahkan Lena cenderung jarang ngemil,,


Lena pun merasa kalau hari sudah sore dia pun berniat untuk menyudahi penjelajahannya di kota ini "Kita habis ini pulang, jangan kemana-mana lagi" ucap Lena, meskipun dia sedikit enggan jalan dengan Reno, tapi dia masih menghargainya karena kadang dia juga membantunya dalam suatu hal


"Pulang??, sebentar lagi dong Len, ada beberapa tempat lagi yang ingin ku datangi di kota ini," ucap Reno


"Aku sudah capek, aku sudah ingin beristirahat tau, ini sudah sore" ucap Lena ketus


"Oh ya sudah, tapi sebentar aku angkat telpon dulu ya" ucap Reno mengeluarkan ponselnya yang sebenarnya tidak ada yang memanggilnya, tapi dia yang memanggil seseorang


Reno sedikit menjauh dari Lena yang duduk di kursi luar sebuah toko oleh oleh, dan Reno berbincang di ponselnya beberapa saat, dan seteah dia selesai dia pun kembali menghampiri Lena lagi


"Ayo" ucap Keno sambil membawakan belanjaan Lena


"Baiklah" ucap Lena


Mereka pun segera kembali ke mobil di parkiran, Lena pun segera duduk di kursi belakang kemudi "Sudah di masukin semuanya Ren??" tanya Lena


"Sudah kayaknya" ucap Reno


"Baguslah" Lena pun segera memutar kunci mobilnya untuk menghidupkan mesin Mobil, namun mesin mobilnya tidak Mau menyala, lena mencobanya lagi dan lagi, beberapa kali di coba mobil masih belum kunjung nyala


"Ini kenapa mobil? perasaan baru Minggu kemarin aku service, masa iya ngadat sih" gumam Lena


"Masa gak nyala Len?, habis bahan bakarnya kali" ucap Reno


"Habis gimana ini masih penuh gini" ucap Lena sambil terus mencoba, "Kamu periksa mesinnya gih" ucap Lena


"Mana ngerti aku soal mesin mobil, kalau jarum suntik aku ngerti Len" ucap Reno


"Terus gimana ini, masa iya kita tinggal di sini mobilnya" ucap Lena


"Mending kita kirim ke bengkel dulu ini mobil," ucap Reno


"Cara nya?" tanya Lena

__ADS_1


"Ya telpon truk derek lah, sebentar aku langsung hubungi sekarang" ucap Reno


Reno pun memanggil truk derek untuk membawa mobil Lena ke bengkel, dan tidak butuh waktu lama truk pesanannya pun segera menjemput, dan mereka juga sekalian di derek di mobil untuk ikut ke bengkel


Mobil Lena pun segera memasuki bengkel untuk pemeriksaan mesin, Lena dan Reno pun keluar dari mobil dan duduk di kursi tunggu


"Bakal lama gak mas kalau mati mesin kayak gini??" tanya Lena kepo


"Belum tau non, kalau kerusakannya parah mungkin baru bisa besok di perbaikinya, tapi kita akan cek dulu saja" ucap salah satu montir yang mengurus perbaikan mobil Lena


"Hhhhh, ada ada saja, tidak biasanya si putih mogok seperti ini, heran aku" keluh Lena


"Ya mungkin karena mobil ini sudah lama kan, mungkin mesinya sudah tua Len, O yah aku cari dulu minum sebentar ya" ucap Reno


"Ya Sudah sana, sekalian buatku juga" ucap Lena yang merasa sedikit haus


"Baiklah, tunggu sebentar," ucap Reno


Lena pun hanya menunggu di kursi sambil terus menatapi mobilnya yang sedang di periksa itu, dia pun mengirim pesan pada Kartina kalau dia akan terlambat pulang karena mobilnya mogok


Setelah beberapa saat Reno pun kembali dengan 2 minuman di tanganya "Ini Len, minumlah" ucap Reno


"Apa mobilnya belum nyala juga?" tanya Reno basa basi


"Belum, baru juga sebentar kan" ucap Lena


Setelah beberapa saat kemudian sang montir pun menghampiri Lena lagi, "Non, mobilnya sudah bisa nyalakan lagi, tidak ada masalah serius pada mesinya, hanya businya terhalang sesuatu" ucap Montir itu


"Oh sukur lah" ucap Lena, dia sekarang tidak bisa diam di duduknya dia terus menggoyangkan kakinya


Dia merasa ada yang aneh pada dirinya, dia merasa kalau hasrat itunya tiba tiba saja naik, dia bingung entah kenapa bisa begitu


"Reno ayo kita pulang sekarang, aku merasa tidak enak badan" ucap Lena dengan wajah yang mulai memerah


"Baiklah" ucap Reno tersenyum


Lena pun segera melakukan pembayaran dan cepat cepat masuk ke mobil di kursi kiri, karena dia merasa tidak akan fokus menyetir dengan perasaan anehnya itu sekarang


Reno pun masuk ke kursi pengemudi "Kamu kenapa Len?" tanya Reno tenang

__ADS_1


"Tidak papa, jalankan saja mobilnya" ucap Lena yang mulai terlihat gelisah


"Oh baiklah" ucap Reno yang langsung menghidupkan mesin mobil dan perlahan melajukan mobilnya keluar dari bengkel itu


Di dalam mobil Lena terus terusan menahan keinginannya yang aneh itu, dan tidak bisa diam di duduknya, meskipun dia sudah lama tidak pernah melakukan itu, tapi Lena merasa tidak pernah seperti ini sebelumnya, pikiranya pun hanya mengarah ke itu saja, tidak ada yang dia pikirkan sekarang kecuali itu


Tiba tiba Lena merasa ada tangan yang dengan lembut menyentuh punggung Lena sejenak, sektika Lena pun seperti tersengat aliran listrik yang langsung menjalar ke seluruh bagian tubuhnya


"Kamu kenapa Len?" tanya Keno


Lena pun hanya menggelengkan kepalanya dengan mata yang sayu, semakin lama rasa itu semakin mendesaknya, hingga dia pun kini tidak bisa mengontrol akal sehatnya, dan tampa sadar diapun meraih pangkal lengan Reno Yang sedang menyetir dan mencengkramnya erat


Reno menoleh dan tersenyum melihat wajah Lena yang sudah memerah itu, 'Sepertinya sudah breaksi' pikir Reno


Reno pun segera menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel yang tidak terlalu besar "Len, jika kamu merasa tidak enak badan, kita beristirahat di sini saja dulu malam ini" ucap Reno


Lena pun hanya mengangguk sambil tetap mencengkeram tangan Reno


Reno pun mencoba melepaskan tangan Lena itu dan turun dari mobilnya, kemudian membuka pintu tempat duduk Lena dan memboyongnya untuk masuk ke dalam hotel itu, setelah mereka mengurus ceck in di meja resepsionis, Reno pun langsung membawa Lena menuju ke salah satu kamar hotel dengan Lena yang tidak mau melepaskan tangan Reno


'Maaf Len, mungkin hanya dengan cara ini aku bisa menaklukanmu' pikir Reno


Dia pun langsung membawa Lena untuk masuk ke dalam kamar hotel Itu "Len, kita sudah sampai, kamu bisa lepaskan tanganku" ucap Reno masih berpura pura polos


Tapi Lena menggelengkan kepalanya lagi dan menatap lurus mata Reno itu, Lena bak gurita yang terus menempel di tubuh Reno dan tidak mau lepas, di sekarang sudah benar benar kehilangan akal sehatnya, dan hanya napsu birahi yang menguasainya sekarang


Reno pun mulai mendudukan Lena di tempat tidur dan mulai menatap tajam mata Lena yang sayu itu, dia pun juaga sudah tidak sanggup menahan godaan Lena yang sudah seperti ini,


dia sudah tidak akan melawan apapun yang akan di perbuat Reno padanya


Memang ini lah yang di rencanakan Reno sedari awal, dia ingin membuat Lena menyerah padanya, tapi bukan dengan mengambil hatinya, melainkan mengambil kehormatannya


Reno pun segera merebahkan Lena di kasurnya, dia tidak ingin melewatkan momen ini tampa adanya cendra mata, jadi dia pun mengeluarkan ponselnya untuk merekam aksinya ini,


Namun saat dia baru mau mulai mengarahkan ponselnya itu ke Lena yang menggelinjang tidak karuan itu, tiba tiba 'Tok tok tok' terdengar Suara ketukan dari pintu kamar hotel


"Haduh, siapa yang mengganggu di saat seperti ini sih" ucap Reno ketus, dia mencoba tidak peduli namun


'Tok tok tok' bunyi ketukan itu terus terdengar

__ADS_1


"Ini orang maunya apa" uca Reno kesal dan penasaran siapa yang mengetuk pintunya terus terusan itu, jadi dia pun segera bangkit dan berjalan ke arah pintu


__ADS_2