TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Fobia


__ADS_3

Reno pun langsung salting mendengar ancaman dari Sean itu "Apa apa maksudmu?" tanya Reno pura pura tidak paham


Sean mengeluarkan ponselnya dan mengklik foto yang di kirim Yuda Tempo hari, dan terlihatlah pemandangan yang menjijikan jeruk makan jeruk di ponsel Sean


"Ini maksudku, apa perlu aku perlihatkan ini kepada dua dokter perempuan di belakangku? kebetulan aku belum memperlihatkan nya pada dokter Lena" ucap Sean memperlihatkan Ponsel nya pada Reno


Reno pun langsung pucat pasi melihat Foto dirinya di posel Sean itu "Brengsek kau,, beb baiklah aku akan pergi, tapi jangan memperlihatkan itu ke Lena, atau kamu akan menyesal" ucap Reno yang merasa akan kehilangan harga diri jika sampai foto dirinya itu di lihat Lena


Jadi Reno pun segera berbalik dan pergi


"Ada apa, kenapa dia sepertinya takut oleh ponselmu?" ucap Gina


"Man, boleh aku lihat apa yang di lihat Reno di ponselmu?" tanya Lena


Sean pun langsung memasukkan ponselnya lagi ke sakunya "Tidak, ini hanya foto makan jeruk, dan tidak penting untuk di lihat" ucap Sean


"Ayolah, kita kan suami i........"


"Apaaaaaahhh?, kalian suami istri?"Gina memotong dengan kagetnya, "Len tolong jelaskan ini, kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya?, Kapan kalian menikah?," tanya Gina nyerocos


'Aduh,, kenapa bisa keceplosan di depan si mulut ember ini sih' pikir Lena


"Ah kamu ngaco saja Gin, aku tidak bermaksud mengatakan itu juga" ucap Lena ngeles,


Masalah nya jika Gina tau, bisa bisa beritanya akan mudah menyebar ke seluruh rumah Sakit, karena tidak sedikit fans panatik Lena yang ada di rumah Sakit ini, dan apa jadinya jika mereka tau kalau Lena menikah dengan pengawalnya sendiri, itu pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan yang akan membuat kuping Lena kepanasan


"Sudahlah ayo Masuk" ucap Lena berbalik dan melanjutkan pergi ke ruangan dokter


"Eh Eh, tungu dong Len" ucap Gina mengejar Lena, meskipun dia masih ingin mengoreksi, tapi tidak ada kesempatan karena Lena sudah kabur


Mereka berdua pun segera masuk ke dalam Ruangan dokter,


Sementara Sean kembali duduk di kursi dan hanya menunggu mereka lagi, tapi tiba tiba Nayra keluar dari ruangan, "Papah" ucap Naira berlari ke arah Sean


"Ada apa sayang?" Sean pun menyambutnya dan mendudukan Nayra di sampingnya


"Nay mau beli esklim" bisik Nayra di telinga Sean


"Hey kenapa bisik bisik ke papah, hayoh ngaku, bisiskin apa kamu ke papah?" tanya Lena yang mengantar Nayra


"Tidak, Nay tidak bisikin apa apa" ucap Nayra


"Dia mau beli sesuatu katanya, kamu temani dia yah" ucap Lena

__ADS_1


"Baiklah" ucap Sean tersenyum


"Tapi ingat, jangan belikan dia eskrim lagi, karena ini masih pagi" ucap Lena


"Iya" ucap Sean tersenyum canggung sambil menggaruk belakang kepalanya, dia sedikit bingung antara berpihak ke putrinya atau berpihak ke Lena


"Ayo pah, ke bawah" ucap Nayra turun dari kursi nya sendiri sambil meraih tangan Sean


"Iya ayo" ucap Sean beranjak mengikuti tangan mungil Nayra yang menarik jarinya


"Ingat ya, jangan beli eskrim" ucap Lena


"Iya mah" ucap Nayra tampa menoleh, dan dia pun menutupi senyum nya dengan tangan mungilnya satunya


Sean yang berjalan di sampingnya pun memperhatikan gelagat Putri kecilnya itu, 'Pasti dia tetap akan meminta eskrim kalau sudah di luar,' pikir Sean


Mereka pun bergegas ke lift dan turun ke lantai dasar, Dan tentunya Nayra menuntun Sean ke toko yang waktu itu membelinya bersama Sean di luar rumah Sakit


"Nay, kamu bohongin mamah Lena ya, kok kecil kecil sudah belajar bohong" ucap Sean mencubit ringan pipi Nayra


"Tapi kan Nayla sukanya esklim" ucap Nayra dengan binar matanya yang memelas


Sean pun selalu saja luluh oleh binar mata bulat gadis mungil yang memelas itu "Baiklah, tapi hanya sekali ini saja, kedepannya tidak boleh lagi jajan eskrim pagi pagi, Ok?" ucap Sean


Sean pun membelikannya, dan menemaninya duduk di kursi toko hingga Nayra menghabiskan eskrimnya sambil sesekali menggisenginya, dan untuk meyakinkan Lena, Sean pun membelikan Nayra kue dan cips


Dan segera lah mereka kembali ke dalam rumah Sakit lagi, dan ketika Sean sudah sampai lorong, diapun melihat Reno di depan pintu ruangan dokter menahan pintu yang akan Lena tutup dengan paksa


"Kamu mau apa lagi, pergi sana, tidak tau malu, sudah ku bilang aku sudah menikah dengan Dampar, kamu jangan ganggu aku lagi, apa kamu tidak paham bahasa manusia" ucap Lena kesal


"Len, Len aku tidak percaya sama sekali ucapanmu, kamu hanya ingin menghindari ku dengan membohongiku kan, aku tidak mungkin tertipu, Ayolah, kita perlu bicara lagi" ucap Reno


"Apa kamu perlu bukti, cncin ini buktinya, lihatlah Baik baik" ucap Lena memperlihatkan jari jemari nya


"Itu omong kosong, bisa saja itu kamu yang beli dan memakainya sendiri kan??" ucap Reno


"Bung" ucap Sean dari belakang menepuk pundak Reno yang memaksa membuka pintu ruangan Lena


"Apa lagi ini" ucap Reno menoleh kesal


"Sebenarnya aku ingin sekali memukulimu hingga babak belur, karena kamu selalu saja mengganggu istri orang lain, tapi sayangnya aku tidak mau Putri ku melihat adegan semacam itu" ucap Sean sambil memperhatikan kepalan tinju besar nya di depan wajahnya


Reno pun sampai menelan ludah melihat tinju dari tangan berotot milik Sean itu, tapi Reno tidak gentar karena merasa ini di wilayahnya, dan ayahnya memiliki kuasa di sini

__ADS_1


"Omong kosong apa lagi yang kamu bicarakan, siapa yang kamu bilang istri, apa kamu tidak ngaca dulu sebelum mengatakan itu, Lena itu terlalu cantik dan tidak mungkim pantas bersanding dengan wajah burukmu itu" ucap Reno yang sengaja memanasi Sean supaya dia berbuat anarkis, dengan begitu dia bisa menuntut nya


Namun Sean masih tenang setenang karang di lautan, dan diapun malah membuka kepalan tanganya dan dengan sengaja mperlihatkan cicin nikah dirinya dan Lena


"O yah, kamu coba perhatikan cincin ini, bagus kan?, kebetulan cincin ini sama dengan yang ada di jari dokter Lena, dan kebetulan juga aku yang memasang cincinnya itu di Jari dokter Lena, jadi apa menurutmu cincin ini omong kosong?" tanya Sean


Reno pun memang meperhatikan nya, dia juga menoleh ke arah tangan Lena dan memang cicin mereka sama persis


"Ini, ini mustahil, ini pasti hanya kebetulan sama, kalian pasti bohong padaku, kalian mengelabuiku kan?" ucap Reno tidak percaya


"Sayang, apa bisa perlihatkan padanya buku nikah kita" ucap Sean so romantis


"Ini gila, Len aku tidak menyangka kamu bisa memilih siburuk rupa ini dari pada aku" ucap Reno prustasi


"Bukan kah kamu sendiri yang menyebabkan ini terjadi, jadi jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri" ucap Lena


Reno pun semakin prustasi lagi mendengar perkataan Lena itu "Jadi, malam itu, kalian melakukanya??,,,,, bresek kau si buruk rupa, harusnya aku yang bersama Lena" ucap Reno geram dan langsung memukulkan tanganya ke arah wajah Sean


Dan tentu saja Sean menangkap kepalan tangan Reno itu dengan Santai nya, dan langsung menggenggamnya kuat kuat sampai terdengar bunyi 'Kreeeekkk'


"Aaaaaaahhh, saaaakiiit" Reno langsung meringis kesakitan karena tanganya di remukan Sean seperti itu


Sean langsung melepasnya, dan Reno pun sampai menangis di buatnya, dia pun melihat wajah Sean seperti melihat hantu, dia mundur dan bergeser di tembok untuk menjauh dari Sean sambil memegang tanganya itu, "Lihat saja, aku akan menuntut mu jelek" ucap Reno,


"Coba saja,, tapi Itu artinya kamu akan malu, karena semua orang di rumah Sakit ini akan tau kelakuanmu di Hotel waktu itu, dan mungkin Ayahmu juga akan tau kalau putranya suka makan jeruk" ucap Sean tersenyum


Reno pun tidak menggybris Sean lagi saat lagi lagi itu yang dia ancamkan Sean, dia pun berbalik dan pergi dengan raut wajah kesakitan


Lena pun tersenyum melihat itu "Syukurin lu" ucap Lena gemas, dia pun mulai Sadar seauatu "O yah Man, memangnya dia di hotel makan jeruk gitu?, tapi kenapa sudah dua kali ini dia takut dengan foto makan jeruk, aneh sekali, memangnya jeruk apaan sih?" tanya Lena penasaran


"Jeruk Mandarin" ucap Sean datar


"Ah masa sih, kenapa bisa takut kalau hanya jeruk Mandarin?, gak ngerti aku" ucap Lena bingung


"Kamu gak perlu ngerti, kalau dia dekat dekat lagi, bilang saja kalau kamu akan sebarin foto dia makan jeruk, karena sebenarnya Reno itu memang fobia terhadap jeruk" ucap Sean asal


"Ah masa sih, kok aku nggak tau ya, padahal aku kenal dia sejak di fakultas dulu" ucap Lena Heran


"Tapi sekarang tau kan?" ucap Sean


"Iya, aku baru tau" ucap Lena polos


Sean pun hanya tersenyum dan merasa sedikit bersalah juga karena sudah membodohi istri polosnya seperti itu, tapi menurutnya itu lebih baik Daripada dia harus melihat foto Reno yang menjijikan

__ADS_1


Setelah itu Lena pun masuk kembali ke ruangannya lagi bersama Nayra, dan Sean pun dengan sabarnya kembali menanti mereka lagi di kursi,


__ADS_2