TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ada Bencana


__ADS_3

Sean pun segera menghampiri Tiara dan duduk di kursi yang ada di sebrang nya "Kamu dapat informasi apa??" tanya Sean Tampa basa basi


"Aku dapat informasi kalau orang dengan nama R_R itu masih tinggal di koat yang sama dengan kita, tapi untuk selebihnya masih belum ada informasi nya" ucap Rania


"Begitu ya,,,, aku dapat serangan di sini tadi malam, dan menculik putri ku,, dia memang berniat sekali untuk menycelakaiku, o yah, apa kah ada orang yang kamu curigai di kota J??" tanya Sean


"Sejujurnya ada, tapi aku masih belum bisa membuktikan nya" ucap Tiara


"Siapa??" tanya Sean


"Roland, suami Rania" ucap Tiara


"Itu tidak mungkin, bukan kah dia bekerja di bidang ekspor impor?, jadi apa hubungannya dengan Redbear dan aku?" tanya Sean


"Ya memang, dia punya bisnis sendiri sekarang, tapi dulu dia juga adalah bagian dari Redbear, perusahaanya itu tidak terlalu besar, tapi sepertinya penghasilanya tidak kecil, bukan kah itu janggal?, bisa saja itu hanya kedoknya saja kan" ucap Tiara


"Masuk akal juga jika R_R itu inisial Roland dan Rania, Tapi masa iya ada mafia sebucin itu, rasanya tidak mungkin seorang penjahat yang sangat di cari membawa inisial istrinya juga dalam urusanya, kurasa itu terlalu lebay,, kenapa tidak satu R saja kalau itu memang dia" ucap Sean


"Ya kalau di lihat dari sudut itu rasanya memang aneh juga, tapi apa salahnya jika kita selidiki dulu perusahaannya, siapa tau bisa dapat petunjuk juga kan" ucap Tiara


"Entahlah, kalau ketahuan aku menyelidiki suami dari Rania, aku bisa malu, apa yang akan Rania pikirkan nanti, mungkin dia akan mengira aku cari cari kesalahan orang karena cemburu, itu tidak lucu kan?" ucap Sean asal


"Itu terserah padamu, juga kita tidak perlu melakukannya sendiri kan, kita bisa suruh seseorang untuk mencari informasi lebih dalam tentang nya" ucap Tiara


"Baiklah, kurasa tidak ada salahnya juga menyelidiki nya, sekalian aku kepo juga orang seperti apa suami Rania itu" ucap Sean asal


"O yah, aku minta maaf soal masalahmu di sini, giliran kamu yang punya masalah aku malah tidak bisa membantu kemarin, aku baru tau tadi pagi kalau kamu pergi ke sini lagi" ucap Tiara


"Tidak apa, aku bisa mengatasi mereka sendiri, walaupun agak merepotkan juga menghadapi orang orang yang bicaranya aneh itu" ucap Sean


"Di lihat dari bahasa dan rupa mereka, sepertinya mereka berasal dari negara JP, mereka sepertinya mengincar orang hanya untuk imbalan, alias pembuh bayaran" ucap Tiara menebak


"Begitukah?, orang itu benar-benar mengincarku ya, aku yakin Kecelakaan ku sebelumnya juga masih ada sangkut-pautnya dengan RR ini, tapi seingatku, aku tidak pernah menyinggung atau pun punya musuh dengan nama yang awalanya huruf R, karena jika dia mengincar ku, pasti dia mengenalku, dan harusnya aku juga mengenalnya" ucap Sean


"Harusnya begitu" ucap Tiara


"Ya sudah, aku harus segera kembali ke resort lagi,,, kamu urus saja mereka di sini, masukan mereka ke penjara saja" ucap Sean


"Kenapa kamu terburu buru??" tanya Tiara


"Aku tidak tenang jika meninggalkan keluarga ku hanya dengan pengawal di resort , kalau orang itu hanya mengincar aku saja, itu tidak akan jadi beban pikiran untuk ku, tapi kalau dia berniat memancing ku dengan mempertaruhkan keselamatan keluarga ku, aku tidak akan memberikannya peluang itu" ucap Sean


"Kalau gitu aku ikut dengan mu saja, ya setidaknya bisa berjaga juga untuk mereka" ucap Tiara


"Terus yang mengurus di sini siapa??" tanya Sean

__ADS_1


"Kan ada Baron,,,, Baron, apa kau bisa mengurus mereka?" tanya Tiara pada bos Baron yang berdiri tidak jauh dari mereka


"Tentu saja Nona Tiara, biar aku yang urus mereka" ucap Bos Baron dengan suara berat nya


"Urusan di sini beres kan??" ucap Tiara tersenyum


"Ya baiklah, terserah kamu saja,, tapi pastikan kamu tidak menampakkan wajah pada Lena secara langsung, atau akan ada masalah untuku lagi" ucap Sean


"Tentu saja, itu bisa ku atur" ucap Tiara, dia sangat tau kalau Lena memang tidak menyukainya karena dia Putri Goma, orang yang pernah menculik nya dan Kartina dulu,


.


Mereka pun segera beranjak dari markas, dan langsung bergegas ke resort tempat Keluarga kecil Sean menginap, mereka kembali dengan di antar beberapa bawahan lagi tentunya


Sesampainya di Resort mereka pun turun dari mobil dan langsung berjalan ke arah pintu masuk resort dari parkiran


"O yah, apa Rania tidak datang dengan suaminya ??" tanya Tiara basa basi


"Tidak, mereka sepertinya tidak terlalu harmonis, entah apa alasannya, entah karena Rania yang belum membuka hatinya, atau suami nya itu yang tidak pandai merayunya" ucap Sean asal


"Ya,, kasian Rania, dia menangis hebat di hari pernikahannya, aku juga sampai merasa iba, dia terpaksa menikahi Roland karena desakan om Hendro, jahat tuh om Hendro, pake maksa maksa Rania nikah segala" ucap Tiara


"Ya mungkin namanya orang tua tidak ingin melihat anaknya berlarut terus dalam kesedihan" ucap Sean sambil terus melangkah


Dan Saat mereka sudah dekat ke pintu masuk resort, langkah Sean pun terhenti dengan membelalakkan matanya seperti melihat hantu saja, dia berdiri mematung dan tidak bergerak di sana


"Ada bencana" ucap Sean terus menatap lurus ke arah pintu masuk resort itu


"Bencana apa" Tiara pun menoleh ke arah tatapan Sean, dia sedikit terkejut melihat seorang wanita yang sedang berdiri di sana, dan menatap tajam ke arah mereka "Yah, ketahuan" ucap Tiara yang menoleh lagi pada Sean


Sean langsung menepuk jidatnya sendiri dan menghela nafasnya


Sementara wanita itu sekarang sedang berjalan ke arah rombongan Sean "Oh, jadi kamu pergi untuk menemui dia, pantesan saja perasaanku tidak enak" ucap Lena sambil melipat tangannya di depan dada


Sean pun langsung melangkah menghampiri nya "Len, tidak begitu, aku tidak tau Tiara ada di kota ini juga sebelumnya, ini...."


"Ssssst, Telinga Lena terlalu sensitif, Lena tidak mau mendengar kebohongan kakak lagi," ucap Lena sambil mengangkat jari telunjuknya


"Dan untuk Anda nona Tiara, sebaiknya Anda pergi sekarang juga dari sini, dan jangan coba dekat dekat dengan suamiku lagi" ucap Lena sambil melotot pada Tiara tanpa rasa takut, meskipun Lena pernah melihat kalau Tiara itu pernah bertarung melawan Agam yang kuat


Sementara Tiara hanya menundukan pandanganya, dia tidak berani menatap mata Lena secara langsung, dia memang merasa segan pada Lena karena dia tau Lena adalah wanita yang sangat di sayangi Sean sekarang, dan juga memang karena dia punya kesalahan di masa lalu padanya, jadi diapun tidak bisa membuat pembelaan untuk dirinya sendiri, atau bahkan untuk Sean


"Baik nona Lena, saya akan pergi" ucap Tiara sedikit mengangguk, dia juga tidak ingin berlama-lama lagi di sana


Sean sampai terbengong dengan sikap Tiara yang seperti takut pada Lena itu, padahal dia wanita yang kuat,

__ADS_1


"Lebih cepat lebih baik" ucap Lena yang langsung berbalik dan pergi dengan langkah cepat dari sana


"Tunggu Len, aku masih punya penjelasan yang masuk akal" ucap Sean yang langsung mengejar Lena yang melangkah masuk itu


Sementara Tiara juga berbalik untuk pergi dari sana, "Kalian tetap berjaga di sini, pastikan mereka aman" ucap Tiara pada anak buahnya


"Baik" ucap Serempak beberapa anggota Redbear itu


Tiara pun segera melangkah


"Tiara, tunggu" ucap Rania memanggil Sahabatnya itu


Tiara juga langsung menoleh "Rania" ucap Tiara yang langsung berjalan ke arah Rania juga, dan mereka pun berpelukan di tengah


"Ya Ampun kamu di sini juga?, kok bisa sih??" tanya Rania girang


"Kebetulan kantor papah ada yang di sini juga, aku hanya main saja kemari" ucap Tiara


"Iya, tapi kenapa harus kemari dengan Sean, Lena sedikit tidak suka padamu, kamu tau itu kan?" ucap Rania


"Iya sih, ku kira Lena tidak akan ada di luar" ucap Tiara


"Ya dia gelisah saat Sean nya pergi, mungkin dia punya pirasat kalau Sean menemuimu, jadi diapun menantinya di lobi" ucap Rania


"Begitukah,?, sebenarnya aku juga tidak janjian sih Ran, aku juga tidak tau kalau Sean akan datang ke kantor cabang papah" ucap Tiara, dia memang selalu berbicara formal saat Dengan Rania, karena Tiara tau Rania tidak terlalu paham soal organisasi dan markas


"Oh ya sudah, kita cari tempat yang enak dulu untuk lanjutin ngobrol, aku kangen tau, sudah lama kita gak barengan lagi" ucap Rania


"Baiklah, O yah, putrimu mana?" tanya Tiara


"Dia tidur, mungkin dia kecapean krena sudah bermain seharian dengan ayahnya tadi siang" ucap Rania


"Oh" ucap Tiara, mereka pun segera pergi ke Kafe yang masih berada di area Resort itu


...°°°°°...


Sementara di dalam resort, tepatnya di depan pintu masuk kamar Lena, Sean sedang mencoba merayu istrinya


"Len, Ayolah, buka pintunya, jangan marah seperti ini, aku tidak ada janji dengan Tiara sebelumnya, aku berani bersumpah" ucap Sean


"Makan saja sumpah kakak itu, Lena tidak butuh" ucap Lena dari dalam kamar


"Len, aku harus buktikan apa padamu supaya kamu percaya kalau aku tidak bohong, biarkan aku masuk, kita harus bicara" ucap Sean


"Lena tidak mau dengar apapun, jadi jangan pikir Lena akan membukakan pintu" triak Lena lagi

__ADS_1


Sean langsung menggaruk belakang kepalanya dan menghela nafas nya "Pertanda harus tidur di luar seperti nya malam ini" Gumam Sean dengan senyuman yang lebih buruk dari pada menangis


__ADS_2