TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Filing


__ADS_3

Lena pun segera masuk ke mobilnya tampa ada yang mengawalnya, dia memang sudah terbiasa menyendiri, dan suka merasa risih jika ada pria pria tegap yang mengawalnya


Dan mobil Lena pun segera melaju untuk ke luar dari halaman Mansion


Meskipun Sean sebenarnya tidak mau Lena pergi, tapi dia juga sadar kalau dia memang mengemban tugas mulia dari profesinya sekarang yang sebagai dokter, jadi walaupun sekarang dia bisa melarangnya, dia tidak akan melakukannya


"Semoga kamu selamat sampai tujuan dan selalu di beri kelancaran Len" gumam Sean sambil melihat sejenak ke arah perginya mobil Lena


Setelah itu Sean pun kembali masuk ke dalam mansion untuk mencari ibu dan putrinya, dan setelah mencarinya Sean pun melihat mereka sudah berada di area belakang rumah, dan sudah bersiap untuk berenang bersama,


Nayra juga sudah masuk ke pelampung anak berebetuk angsa nya


"Papa Om, ayo sini, kita belenang" triak Nayra yang menyambut kedatangan Sean


Sean pun segera menghampiri mereka "Baiklah Putriku yang cantik, kita berenang bareng ya" ucap Sean


"Sampai kapan kamu membiarkannya memanggilmu dengan sebutan Om?" tanya Kartina tersenyum


"Ya mungkin sampai dia sendiri yang ingin merubahnya bu" ucap Sean yang tidak terlalu mempermasalahkan panggilan putrinya itu


"Tapi ibu merasa aneh mendengar nya" ucap Kartina


"Baiklah akan ku coba beri tau dia,, Nay, kamu bisa tidak panggil om itu papa saja, atau papa Arman?" tanya Sean sambil mengelus kepala putrinya


"Tidak mau, papa Om saja, kata mamah papa Nayla juga masih ada, tapi sedang ada tugas di luar negeli, kata mamah orangnya sangat tampan dan hebat, kata mamah juga papah akan kembali kalau Nayla nya baik dan tidak nakal" ucap Nayra polos


Hati Sean merasa sedikit teriris mendengar perkataan itu, tapi di sisi Lain dia sangat senang mendengarnya "Mamahmu bilang begitu ya?,, mamah Nayra benar, papamu itu memang tampan dan hebat" ucap Sean


"Iya, Nayla mau beltemu papa, Nayla juga sudaj baik dan tidak nakal" ucap Nayra


"Ya mungkin sebentar lagi papamu akan kembali sayang" ucap Sean dengan mata sedikit berkaca-kaca


Sean pun berdiri kembali dari jongkoknya "Bu, ku rasa tidak perlu memaksa Nayra mengakui Arman sekarang, mungkin di hatinya sudah di tananmkan sosok Arman yang dulu oleh Lena, jadi akan Sulit jika aku masih belum seperti dulu" ucap Sean


"Ya, ibu rasa kamu Benar, kalau ibu sudah benar benar pulih, ibu akan temani kamu ke luar negri untuk mengobati wajahmu, ibu tidak mau kalau kamu pergi sendiri kesana, ibu takut kamu tidak akan kembali seperti sebelumnya" ucap Kartina sambil matanya sedikit berkaca kaca


Sean pun langsung tersenyum, "Harusnya tidak akan ada yang ketiga kalinya bu, kalau sampai itu terjadi, mungkin ibu akan dapat hadiah piring cantik sebagai doorprize nya" ucap Sean asal


"Kamu ini, kemana saja kalau bicara, memangnya ibu beli deterjen kemasan besar apa, pake dapat piring cantik segala,,, ibu lagi serius serius juga, sudah ah kamu memang susah kalau di ajak ngomong serius, O yah kamu sekarang dampingi Nayra berenang saja, sudah tidak sabar dia" ucap Kartina sedikit tersenyum


"Baiklah, dengan senang hati bu" ucap Sean, dia memang sengaja ingin membuat suasananya tidak terlalu kaku, karena menurutnya itu tidak seru

__ADS_1


Sean pun segera menanggalkan setelan rapihnya dan menyisakan celana pendek dan kaos dalam hitam, dia pun langsung mengajak Nayra menyeburkan diri perlahan dengan pelampung angsa nya, dia langsung mendorong nayra ketengah Kolam dan terus kesana kemari membawa Nayra di kolam renang,


Nayra pun terlihat sangat girang dengan aktivitas nya itu, dia terus cekikikan sambil sesekali mencipratkan Air ke wajah Sean yang mendampinginya itu, karena Sean juga memang sesekali menggisenginya dengan menyipratkan Aira ke tubuhnya


Setelah beberapa saat menikamati jernihnya Air kolam, merekapun segera naik ke pinggiran lagi dan menghampiri Kartina yang terus tersenyum dari tadi memperhatikan mereka berdua dari kursi gazebo


"Sudah puas main Air nya?" tanya Kartina


"Sudah nek, Nay sudah kedinginan" ucap Nayra


"Oh ya sudah sini, pakai dulu handuk mu, dan minum susu hangatnya juga" ucap Kartina


"Iya nek" ucap Nayra langsung menghampiri Kartina


Sean pun tersenyum, dia juga melangkah ke gazebo dan mengenakan handuk kimononya, dan dia duduk di kursi rotan dekat ibunya "O ya bu, ngomong-ngomong Lena tugas ke kota mana?, apa dia cerita?" tanya Sean


"Lena ke Rumah sakit kota BG, dia dapat tugas kesana" ucap Kartina yang sekarang sudah mendudukan Nayra di pangkuannya


"Oh, apa dengan Gina dan Reno juga, soalnya waktu aku di kota PP juga mereka sepertinya selalu di pasangkan bertiga" ucap Sean


"Benarkah, jadi kamu bertemu Lena waktu dia tugas di kota PP ya?" tanya Kartina


"Iya, tapi waktu itu aku belum mengingat apa pun, dan aku malah pingsan saat mencoba mengingat Lena" ucap Sean


"Berdua saja??" Sean pun langsung punya pirasat buruk tentang ini,


"Ini pasti cuma akal-akalan Reno untuk mendekati Lena bu, entah apa yang di rencanakanny, tapi Arman punya pirasat tidak enak soal ini" ucap Sean mengutarakan kecemasannya


"Iya sih, ibu juga kurang suka padanya, dia memang selalu mendekati Lena dengan caranya yang sedikit memaksa, kalau kamu merasa dia punya niat tidak baik pada Lena, kamu mending susul saja dia, kadang filing orang itu kuat jika menyangkut pasangnya sendiri" ucap Kartina


"Iya bu, Arman juga berpikir begitu" ucap Sean


~


Sementara itu, Lena sekarang sudah memasuki pintu tol untuk ke luar kota


"Memangnya kemana mobilmu, kenapa kamu ingin naik mobilku?" tanya Lena pada Reno


"Mobilku masuk bengkel kemarin, memangnya tidak boleh aku ikut di mobil dokter Lena yang cantik ini?" ucap Keno


"Sebenarnya aku sangat malas harus pergi dengan mu saja, tapi karena ini tugas aku terpaksa, biasanya aku dapat bagian tugas berpasangan dengan Gina, tapi kenapa sekarang tidak ya, membosankan" ucap Lena

__ADS_1


"Kita kan hanya membantu untuk mendiagnosa pasien saja di sana, tidak ada tugas operasi Len" ucap Reno


"Iya, tapi masa iya di rumah Sakit suasta sebesar itu tidak ada yang menangani tugas mudah seperti itu, aneh" ucap Lena


"Mana ku tau, kamu harusnya tanyakan itu ke Wadir" ucap Reno


"Ya kan kamu anaknya, kamu juga pasti tau kan?" ucap Lena sedikit cemberut


"Jangan cemberut gitu dong Dr Cantik, imutnya nanti ilang lho" ucap Reno


"Kamu bawa kantong plastik gak?" tanya Lena datar


"Buat apa dok?" tanya Keno sambil mencari cari di sekitar dengan serius


"Aku rasanya mual mendengar kata-katamu barusan" ucap Lena asal


"Ya elah, aku pikir seriusan" ucap Reno


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di rumah Sakit yang di maksud, mereka pun langsung masuk dan langsung menuju ke ruangan dokter di sana, mereka bertemu dengan dokter penanggung jawab di sana dan memeriksa detail tugas yang akan mereka kerjakan di rumah Sakit itu,


Setelah mereka mengerti barulah mereka langsung mengunjungi pasien pasien yang akan di data oleh Lena, Reno, dan beberapa dokter di rumah Sakit itu juga


Dan setelah semua pendataan dan diagnosa selesai, Mereka pun kembali ke ruangan dokter lagi


"Beres juga, bisa pulang cepat kayaknya" ucap Lena


"Kenapa buru buru, belum terlalu sore juga" ucap Reno yang duduk di kursi lain


"Mau ngapain lagi, kan tidak ada jadwal operasi juga di sini, semua laporan juga sudah beres, Iya kan dok??" ucap Lena


"Iya, sudah" ucap alah satu dokter wania di sana


"Mending kita cari makanan dulu sambil jalan jalan di kota ini, kan Seru Len, jarang jarang kita kesini kan" ucap Reno


"Malas sekali aku jalan jalan tampa Nayra" ucap Lena


"Ayolah", Reno pun akan meraih tangan Lena


Namun Lena segera menarik tangannya untuk menghindar, "Tidak perlu pegang pegang, baiklah, tapi jangan lama lama, aku tidak mau kita pulang kemalaman ke kota J nanati" ucap Lena ketus


"Iya Iya, sebentar saja" ucap Reno membujuk

__ADS_1


Mereka pun segera keluar dari Ruangan dokter dan begegas ke mobil Lena lagi, mereka masuk dan Lena pun segera melajukan mobilnya keluar dari area rumah Sakit dan melaju di jalanan kota BG yang ramai lancar di waktu siang menjelang sore hari ini


__ADS_2