
Sean dan Tiara pun langsung memperhatikan pria muda yang tinggi tegap, dengan perut yang sedikit buncit itu
Dan Sean pun sangat mengenalinya "Bukankah itu saudara tirimu?,, Davin kan??" tanya Sean pada Tiara yang duduk disampingnya
"Tidak salah, apa si anak manja ini biang keladinya, benar benar dia, sepertinya dia sengaja ingin mencoreng nama Redbear lagi, aku susah susah membersihkannya, dia malah ingin mengotorinya lagi, awas saja dia" ucap Tiara, dia pun langsung membuka pintu mobil dan turun,
Sean pun juga langsung mengikuti Tiara dengan beberapa Anggota Redbear juga
.
…
Sementara itu, Davin pun langsung menghampiri pria bertato yang di pukul Sean tadi
"Kelompok mana yang melawan kalian, hah??, apa mereka tidak tau aku ini siapa, akan ku buat mereka menyesal, katakan, siapa Orangnya??" ucap Davin dengan nada marah pada si pria bertato
"Me mereka ada di belakang mu bos" ucap Pria bertao itu
Seketika Davin pun langsung menoleh pada Tiara dan Sean yang sudah melipat kedua tangan mereka di perut di belakangnya
Sean dan Tiara tentu saja bisa berdiri bebas di belakang Davin, Karena semua yang ikut dengan Davin juga adalah anggota Redbear, jadi tentu saja mereka langsung menyingkir tanpa harus repot repot menyingkirkan mereka
Davin pun langsung memutar badannya "Eh, adik Tiara, apa yang sedang kamu lakukan di sini?" Davin yang tadinya berwajah sangar pun kini berubah jadi brwajah manis karena melihat Sean dan Tiara
Tiara pun langsung menjitak kepala kakak tirinya itu, 'Peletak'
"Aw, sakit Ra" ucap Davin sedikit berteriak
"Harusanya aku yang bertanya padamu, sedang apa kau di sini, apa kamu yang menyuruh mereka untuk membuat masalah di sini??, apa kamu tidak tau, ini adalah proyek pembangunan master Sent, berani sekali kau menggangunya, tidak punya otak" Tiara pun langsung memukuli kakak Tirinya itu tanpa Ragu 'Habuk,,habuk, buk, bak' Guprak' hanya dengan menerima beberapa serangan dari Tiara, Davin pun langsung terjerembab ke tanah
"Arrgh, Ampun Ra, mampun, baik aku mengaku salah, jangan pukul lagi" ucap Davin
"Minta maaf pada master Sean, atau akan ku kirim mayatmu dalam bentuk paket ke ibumu" ucap Tiara menggeretak
"Jangan, jangan lakukan itu Ra, ibuku akan sedih" ucap Davin sambil meringis kesakitan
"Baik, suruh semua geng mu untuk minta maaf juga" ucap Tiara tegas
"Bebaiklah" Davin pun segera bangkit dan menghampiri si pria bertato dengan sedikit sempoyongan "Kenapa kau tidak bilang kalau master Sent yang kau lawan??,, bodoh" 'Peletak' Davin menjitak kepala si pria bertato setelah berbisik padanya
"Aw, sakit bos,, Aku tidak tau kalau dia master Sent yang terkenal itu, kau tidak pernah memberi tahuku bagaimana rupanya" ucap pria itu
"Kau memang bodoh,, sekarang cepat suruh semua orang mu untuk minta maaf padanya, dan ikuti apapun maunya, kalau tidak, habis kalian" ucap Davin masih dengan berbisik,
Pria bertato itu pun segera menyuruh semua anak buahnya untuk menghadap Tiara dan Sean untuk meminta maaf, Dan Davin juga berdiri paling depan di antara kerumunan mereka
"Lepaskan baju kalian, kalian tidak pantas mengenakannya,, berani beraninya kalian memakai lambang organisasi Redbear untuk mencari keuntungan pribadi" ucap Tiara
"Beb baik Nona Tiara" ucap Pria bertato
Mereka pun segera melepaskan baju mereka yang terdapat Lambang beruang merah di dadanya, dan mengumpulkan nya di tanah jadi satu
Sementara Davin tidak melakukanya, karena dia hanya mengenakan baju hitam polos,,
"Bakar Semuanya" ucap Tiara sambil merekam semua aksi mereka itu untuk bahan klarifikasi nantinya
Mereka pun menurut dan segera membakar baju mereka itu,
Setelah itu Tiara pun menyuruh mereka memperbaiki kembali apa yang sudah mereka rusak sebelumnya,
Sementara si pria bertato dan Davin langsung di bawa Tiara ke markas untuk di beri pelajaran tambahan di sana
__ADS_1
…
Di markas Redbear
"Biar aku saja yang urus mereka di sini, kamu kembali saja ke kantor," ucap Tiara
"Baiklah, kalau gitu aku kembali ke kantor, pastikan untuk membuat mereka menyesal" ucap Sean
"Tentu saja" ucap Tiara tersenyum
Sean pun segera pergi dari markas Redbear untuk kembali ke kantor KARTIN_corp lagi, dan kembali ke pekerjaan kantornya lagi
.
…
Setelah hari beranjak Sore, Sean pun menyudahi pekerjanya, dia membereskan berkas yang ada di mejanya, dan berniat pulang lebih awal, karena dia akan menjemput sang istri yang sedang hamil di rumah sakit,
"Fan, aku pulang duluan, nanti suruh Elisa untuk menyimpan semua berkas yang ada di mejaku" ucap Sean
"Oh, baik kak" sahut Ifan yang masih di belakang layarnya juga
Sean pun segera meninggalkan Ruangannya dan segera bergegas pergi dari gedung kantor untuk menjemput Lena yang masih melakukan tugasnya di rumah sakit meskipun dia sedang hamil besar
Sesampainya di depan Rumah sakit, Lena dan Gina juga sudah terlihat menunggu di depan Rumah sakit, dan begitu melihat mobil Sean datang, mereka pun segera menghampiri nya, dan Lena pun segerabuka pintu mobil Sean
"Sore sayang, apa tugasmu lancar hari ini" tanya Sean basa basi
Lena pun langsung duduk "Ada sedikit masalah di salah satu operasi, aku sudah sangat khawatir operasi nya akan gagal tadi, tapi untungnya tetap berhasil juga" ucap Lena sedikit curhat, dengan wajahnya yang sedikit ditekuk
"Oh, syukurlah, aku percaya masalah apapun bisa kamu atasi, kamu kan dokter Rawit terbaik di rumah sakit ini" ucap Sean
"Jangan cemberut gitu dong, senyum sedikit, yang penting operasinya tetap berhasil kan" ucap Sean meraih lembut bahu Lena
"Iya" ucap Lena sedikit tersenyum
Sean pun segera memundurkan Mobilnya untuk putar balik
"Dah, sampai jumpa lagi besok Len" ucap Gina
"Iya, sampai jumpa juga" ucap Lena dari jendela mobil
Dan setelah itu barulah Sean melajukan mobilnya untuk membawa pulang dokter imutnya itu untuk kembali ke mansion
…
Sesampainya di Mansion mereka pun masuk berbarengan, dan masih seperti sebelumnya, Sean memapah Lena untuk berjalan
"Sore mah, pah" sapa Lena pada Kartina dan Arfandi yang duduk bersebrangan di ruang keluarga
"Sore Sayang, sinih duduk dulu Len" ucap Kartina menepuk sofa di sebelahnya
"Iya" ucap Lena, dia pun segera duduk di samping Kartina
"Cucu nenek, kamu masih betah ya di dalam sana, nenek sudah merindukan tangisanmu di Rumah ini" ucap Kartina sambil mengelus perut Lena yang buncit
Lena pun hanya tersenyum saja, "O yah mah, Apa Nayra belum kembali juga dari rumah kakeknya??" tanya Lena
"Belum, Nayra mungkin betah di sana,, Hendro juga pasti sangat senang ada teman, tapi mamah rasanya sedikit kesepian juga kalau tidak ada Nayra di Rumah ini" ucap Kartina
"Rania bilang dia akan menjemput nya hari ini, sebentar lagi juga pasti datang" ucap Sean sambil mendudkan dirinya juga di Sofa
__ADS_1
Tidak berselang lama
"Neneeeeeekkkk" tiba-tiba seorang anak perempuan datang dan langsung menghampiri Kartina dengan sedikit berlari
"Nayra," ucap Kartina menyambutnya dan langsung mendudukannya di pangkuannya, "Nenenk kangen, kenapa kamu baru pulang, apa kamu betah di Rumah Kakek mu," ucap Kartina sambil memeluknya
"Iya, Kakek membelikan banyak mainan untuk Nay" ucap Nayra
"Mamah Lena juga kangen tau, 3 hari gak ngelihat kamu, rasanya seperti ada yang kurang di rumah ini" ucap Lena sambil mencubit lembut pipi Cabi Nayra
"Nay juga kangen sama adik Nay" ucap Nayra seraya menyentuh perut Lena dengan tangan mungilnya
"Iya, sebentar lagi juga pasti adikmu lahir Nay" ucap Rania yang juga baru datang, dan kebetulan berbarengan dengan Tiara, mereka pun langsung memberi salam pada Arfandi Sean dan Kartina
"Ibu sudah tidak sabar untuk mendengar tangisan bayi lagi di rumah Ini, Tinggal satu lagi nih yang belum ada tanda-tanda mau kasih mamah cucu" ucap Kartina melirik Tiara
"Iya mah maaf, belum beruntung terus kalau aku," ucap Tiara
"Sabar saja, mungkin memang belum waktunya" ucap Kartina
Mereka pun duduk bercengkrama di sana hingga sampai beberapa saat, Sean pun sedikit memperhatikan raut wajah Rania yang terlihat kurang ceria
Jadi, Setelah mereka bubar, Sean mengantar Lena ke kamarnya terlebih dulu, lalu kemudian mengikuti Rania ke kamarnya, karena dia yakin kalau Rania sedang punya masalah
"Ran, kulihat kamu tidak seperti biasanya, apa ada masalah di kantor mu??" tanya Sean begitu masuk ke kamar
"Kelihatan ya??,,, aku memang sedikit stres hari ini dengan pekerjaan kantor, ada yang menjatuhkan harga property kita di pasaran, sekarang mereka mungkin belum merugikan, tapi kalau kedepannya terus begitu kita akan kalah Saing, dan sangat Tidak mungkin kalau kita juga menurunkan harga" ucap Rania
"Begitukah?" Sean pun sedikit mendorong Rania untuk berjalan dan mendudukkannya di sofa kamarnya, Sean juga duduk di belakang Rania dan memijit lembut pundakanya supaya sedikit meringankan stres nya
"Jangan terlalu di pikirkan, bawa santai saja, kita kan menjual property yang punya standar baik, jadi selain menjual unit, kita juga menjual kualitas, boleh saja perusahaan Lain menawarkan unit serupa dengan harga di bawah kita, tapi apakah kualitasnya akan sama?,. belum tentu kan, jika konsumen kita cerdas, tentunya itu akan jadi pertimbangan,,,, O yah, kalau boleh tau, perusahaan mana yang bersaing dengan mu??" Tanya Sean
"Mmmm, Aku lupa lagi nama Perusahaan nya, tapi yang jelas mereka sedang gencar-gencarnya melakukan promosi sekarang" ucap Rania
"Baiklah, lihat saja kedepannya nanti, jika mereka sampai mengganggu konsumenmu, aku akan bernegosiasi dengan mereka, kalau tidak bisa di ajak kerjasama, ya ambil alih" ucap Sean
"Sungguh??, jadi kamu mau membantu ku?" tanya Rania
"Tentu saja, aku punya saham terbesar di perusahaan Ayahmu kan, jadi masalahmu adalah masalah ku juga, juga kan aku suamimu, kalau bisa bantu, kenapa tidak" ucap Sean
"Baiklah, Terimakasih, tapi ngomong ngomong aku lapar ini, aku tidak makan Siang tadi, terlalu banyak pikiran," ucap Rania
"Kasian, Sampai segitunya, Kalau gitu kita cari makan di luar, ya", ucap Sean
"Boleh jujur tidak??" tanya Rania yang masih di pijit pundaknya oleh Sean
"Jujur soal apa?" tanya Sean
"Aku merindukan rasa masakan mu yang dulu, rasa masakanmu itu tidak bisa ku temukan di tempat Lain, terutama gurame asam manis buatanmu itu, itu sangat Enak, apa boleh aku memintamu memasakannya lagi untukku, itu juga kalau kamu tidak keberatan" ucap Rania
"Begitu ya?,,, itu urusan gampang, kalau gitu,, kita masak sekarang, aku juga sudah lama tidak pernah masak lagi semenjak di sini,, semoga aku tidak lupa caranya memasak" ucap Sean yang langsung menghentikan pijatan nya di bahu Rania
"Tapi Ini beresin dulu, tanggung,, pijatanmu masih enak" ucap Rania
Sean pun malah memeluk Rania dari belakang "Kamu enak, tapi tanganku yang pegal sayang ah,,, tapi kalau memijat sesuatu yang lain aku masih bisa" ucap Sean menggoda Rania
"Kan semalam sudah kalau itu, aku sedikit capek sekarang,,, juga ini kan masih sore," ucap Rania yang paham apa maksud Sean itu
...~°~...
__ADS_1