
Setelah Mereka masuk kedalam mobil, Sopir yang sekaligus anggota Redbear itu pun segera melajukan mobilnya untuk mencari Sebuah Resort terdekat untuk beristirahat sang pemimpin,
Dan setelah beberapa saat perjalanan, mobil mereka pun berhenti di sebuah resort yang terlihat cukup nyaman, namun letak nya agak sedikit jauh dari bibir pantai, tapi masih tetap bisa melihat garis pantai dan birunya Air laut yang seperti tak berujung itu dari Resort atas
"Len, kamu dan Rania istirahat lah dulu di sini, masih ada yang harus ku urus untuk pak Yunus, tidak apa kan?" tanya Sean
"Iya, pergi saja, tapi kalau nanti Lena ingin main ke pantai lagi boleh kan?" tanya Lena
"Boleh, tapi kamu ajak Rania dan pengawal juga nanti, jangan pergi sendirian" ucap Sean
"Iya tentu saja" ucap Lena
Sean pun menoleh pada Rania yang juga sudah berada di depan pintu sebuah kamar "Ran, aku titip Lena sebentar ya, tolong jaga dia, jangan biarkan dia berantem lagi dengan ikan" ucap Sean
Rania pun langsung tersenyum "Iya tentu saja, aku pastikan itu tidak akan terjadi lagi" ucap Rania juga asal
"Apaan si kalian, memangnya Lena ini ikan ****** aduan apa, pake berantem dengan ikan segala" ucap Lena manyun
"Iya Iya, becanda" ucap Sean
"Len, Ran, kalau gitu aku pergi dulu, Nay, kamu jangan nakal ya" ucap Sean mengecup pipi Nayra
"Iya" ucap Nayra yang di pangkuan Rania
Sean pun segera beranjak dari depan kamar mereka, dia berniat mengurus rumah dan beberapa hal untuk pak Yunus dan keluarga nya
Sementara Lena segera masuk ke kamarnya untuk segera berganti pakaian, dan Rania juga ikut masuk ke kamary Lena
"Akhirnya kita bisa liburan ke pantai lagi bersama kak Ran," ucap Lena sambil sekilas melihat ke luar jendela
"Ya, ini memang kesempatan yang Jarang sih, O yah, kalau hari sudah tidak terlalu panas, kita ke pantai sana yuk Len, sepertinya Nay bakal suka main di pantai" ucap Rania juga mengarahkan pandangannya ke arah lautan yang memang terlihat dari jendela kamar Itu
"Iya tentu saja, mumpung kita lagi di sini kan, jadi kita puas puasin mengajak main Nayra" ucap Lena tersenyum
.
.
Sementara itu, Sean kini sudah sampai di depan sebuah Rumah yang Bos Baron dapatkan, dia pun segera melunasi transaksi kepada sang pemilik sebelumnya, dan segera mendapatkan sertifikat rumah tersebut beserta kuncinya
Sean juga membeli sebuah perahu untuk pak Yunus dan 3 unit motor untuk di pakai sehari hari Pak Yunus Rumi dan Bu Ratna
"Bu pak, kalian boleh tinggal di Rumah ini sekarang" ucap Sean yang Langsung mengajak semua keluarga Rumi melihat rumah yang baru di belinya itu
"Tapi ini Rumah siapa Dampar???" tanya bu Ratna
"Ini adalah Rumah kalian sekarang, ini kunci da sertifikat kempemilikan rumah ini, aku serahkan ke ibu, semoga ibu suka dengan Rumah nya" ucap Sean sambil menyerahkan kunci dan berkas di tangannya pada bu Ratna
__ADS_1
Bu Ratna dan pak Yunus pun saling berpandangan sejenak, hingga tampa sadar mata bu Ratna pun memerah dan mulai terlihat berair dan meneteskanya
"Dampar, rumah ini terlalu bagus untuk kami, ibu merasa tidak pantas menerima ini dari kamu, ibu malu, ibu suka memarahimu dulu, ibu.........."
"Ssssssstttt, jangan bilang begitu, justru kalian sangat pantas menerima ini, kalau tidak ada kalain, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini dari dulu" ucap Sean sambil meraih bahu bu Ratna
Bu Ratna pun langsung memeluk Sean dan menangis "Terimakasih Dampar, kau memang orang yang baik, maaf ibu sering berlaku buruk padamu sebelumnya" ucap bu Ratna
"Tidak apa, o yah, aku juga beliakn sepeda motor untuk mu Rum, apa kamu mau lihat??" tanya Sean
"Sungguh??, di mana Kak??" tanya Rumi yang sangat tertarik
"Sudah ada di dalam" ucap Sean yang langsung membuka pintu besi dan menuntun mereka untuk masuk ke gerbang Rumah 2 lantai itu, rumahnya itu tidak terlalu besar, tapi pasilitasnya cukup memadai, dan untuk keluarga pak Yunus ini sudah termasuk rumah yang mewah karena ini di desa
Mereka pun langsung masuk kedalam Rumah itu dan melihat lihat isinya, setelah itu Sean juga mengajak Rumi untuk mencoba motor matic yang di belikan Sean, dan diapun sedikit mengajarkan Rumi mengendarai motornya di bibir pantai
.
.
Setelah hari menjelang Sore, Rania dan Lena keluar dari Resort dengan sudah berpakaian santai dan topi bulat di kepalanya, mereka keluar untuk menikmati indahnya suasana pantai di kota BK itu, Mereka berjalan kaki sambil menuntun Nayra ditengah-tengah mereka untuk menuju ke bibir pantai yang terlihat sedikit ramai
Mereka juga di kawal oleh 5 orang anak buah Agam yang mengenakan pakaian biasa juga, itu supaya penampilan mereka tidak terlalu mencolok di antara orang orang yang berada di pantai itu
"Yeeee, kita jalan jalan ke pantai" triak Nayra girang
"Mmm,,,, Ya lumayan sudah lama kayaknya, Kak Ran sibuk di kantor sih, tapi aku juga sih sebenarnya, kita memang jarang meluangkan waktu untuk mengajak Nayra bermain di luar" ucap Lena
"Iya sih Len...
'Bruuuuuk' "Aw" lirih Lena yang tiba tiba jatuh Karena di tabrak seseorang dari arah berlawanan,
"Len, kamu tidak papah" Rania langsung menghampiri Lena, dan seorang pengawal juga langsung membatu
"Kalau jalan mata di pake dong mbak, jadi ketabarak kan," ucap Salah seorang wanita berkacamata hitam yang menabrak Lena dengan nada marah
Rania yang sudah membantu Lena berdiri pun sedikit kesal mendengar itu "Anda yang menabrak adik saya kenapa Anda juga yang marah marah, bukanya minta maaf, jelas jelas kami berjalan di pinggir Anda yang tidak punya mata" ucap Rania yang merasa kalau memang Lena tidak salah
"Apa kamu bilang, saya yang salah, enaka saja, kalian tuh yang salah, emangnya ini jalan punya nenenk moyang embak apa, jangan mentang-mentang kalian orang kaya bisa seenaknya di sini" ucap Wanita itu
Rania yang tersulut emosinya pun langsung maju untuk berhadapan dengan wanita tidak di kenal itu, dan cekcok pun tidak bisa di elakan lagi, para pengawal pun tidak bisa berbuat banyak karena itu percekcokan antar perempuan, mereka hanya bisa menahan mereka agar tidak main cakar cakaran saja, karena masing masing dari mereka tidak ada yang mau mengalah,
Semua orang pun hanya terfokus pada pertengkaran mulut antara Rania dan wanita tidak di kenal itu, Lena pun mencoba melerai keduanya
"Kak Ran sudah kak, malu di lihatin orang, biar Lena yang minta maaf saja" ucap Lena
"Tuh lihat kan, adikmu saja mengakui kesalahannya" ucap wanita itu
__ADS_1
"Sudah jelas jelas kamu yang salah......."
"Kak Ran, sudah sudah, jangan di ladeni lagi, ini hanya masalah sepele" ucap Lena sambil menarik tangan Rania
"Tapi Len dia yang salah" ucap Rania
"Sudah tidak penting siapa yang salah, Lena tidak mau melihat Kak Ran berantem di sini, biar Lena minta maaf ya" ucap Lena
"Haaah Baiklah terserah kamu" ucap Rania ketus
Lena pun meminta maaf pada wanita itu, dan wanita itu juga segera berlalu
"Awas saja kalau ketemu lagi dia nanti akan ku acak acak tuh mukanya yang nyebelin itu, kalian pengawal juga tidak ada kerjanya, kenapa malah menghalangi ku, harusnya kalian pegangi dia saja, jangan menahanku juga" ucap Rania kesal
"Sudah sudah kak Ran, jangan marah marah terus, nanti cepat tua loh, sebentar sebentar, bukan kah kita jalan dengan Nayra, kemana dia?? pengawal kemana Nayra????" tanya Lena yang tidak melihat Nayra di sekitarnya
"Ma maaf Nona kami tidak memperhatikan nona kecil" ucap Salah atu pengawal, karena mereka memang hanya fokus melerai pertengkaran Rania barusan
Rania pun juga sedikit panik mendapati putri nya tidak ada di dekatnya sekarang, diapun langsung memutar pandanganya untuk memperhatikan setiap kumpulan orang yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri, karena suasana di pantai itu memnag sedikit Ramai
"Naaay,,,,,, kamu dimana sayang???, Naaaaaayyy" Rania terus berteriak teriak memangil Nayra yang mungkin dia masih ada di sekitar mereka
"Naaaayyy,,,, pengawal, cepat cari Nayra, mungkin dia ada di sekitaran sinih, ayo cepat, mungkin dia ikut seseorang yang dia kira itu aku atau Rania, cepat cari Nay sampai ketemu, Cepatlah" ucap Lena juga gugup, dia juga tidak fokus kepada Nayra tadi, karena perhatiannya tertuju pada pertengkaran Rania dan wanita itu
Dan yang mereka tidak tau, pertengkaran itu memang hal yang di sengaja oleh seseorang untuk mengalihkan perhatian mereka dari Nay, dan beberapa orang lainnya yang sudah merencanakan itu pun sudah mengintai Nay diam diam sejak awal, dan langsung membawa Nay pergi saat mereka dapat kesempatan
.
"Naaaaaayyyy, kamu di mana sayaaang" triak Lena dan Rania silih berganti mencari Nay di antara beberapa rombongan pengunjung di sana,
"Mbak, apa lihat Anak kecil berjalan sendirian di sini??, usianya baru sekitar 3 tahunan mbak, rambutnya di ikat dua, dan dia mengenakan baju kuning" Tanya Rania kepada beberapa pengunjung waniata di sana
"Tidak mbak" jawab mereka dengan menggelengkan kepala mereka
Rania pun terus menanyakan kepada setiap orang yang di temuinya, tapi tidak ada satu pun yang melihat Nay
"Ya Ampun Nay, kamu ini kemana Sih??, kamu kenapa jalan sendirian, apa kamu takut mamah berantem" ucap Rania yang merasa sedikit bersalah, hatinya sangat khawatir karena belum menemukan Nay
"Ini bukan salah kak Ran, ini salah Lena, harusnya Lena tidak melepaskan tangan Nay tadi" ucap Lena juga dengan wajah cemasnya
"Sudahlah kita jangan salah salahan, kita mending cari Nay lagi, dia tidak mungkin jauh dari sini, dia pasti masih ada di sekitaran sini" ucap Rania mencoba menenangkan Dirinya
Mereka dan beberapa pengawal itu pun mencari cari Nay lagi di sepanjang bibir pantai itu.
Sementara itu, Nayra yang mereka cari cari kini sedang menangis di kursi jok sebuah mobil hitam yang sedang melaju,
"Kalian Siapa??, kenapa bawa Nay pergi, Nay mau pulang, Nay mau ke mamah" rengek Nayra yang terus berontak dari dekapan wanita yang membuat maslah tadi, dan seorang laki laki juga duduk bersama Nayra dengan memegangi tangan Nay
__ADS_1
"Kita akan menemui papahmu Sayang, jadi kamu tidak perlu nangis lagi" ucap si Wanita itu