TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Sentuhan Akhir


__ADS_3

Lukas yang kondisinya masih mencium lantai karena tekanan dari Sean pun tidak bisa berbuat banyak, dia tidak punya keberanian untuk berontak, karena dia takut itu akan memperparah kondisinya


"Beb baik, aku akan panggil ketua yang lain untuk datang ke mari," ucap Lukas sambil menahan kesaiktannya


"Lakukanlah" ucap Sean yang langsung melepaskan cengkraman tangannya


Lukas pun segera bangkit dan menyandarkan dirinya di bawah sofa, dan segera menghubungi rekan pembelot Yang lainnya


Sementara Sean bergegas ke meja ketua yang ada di ruangan itu, dan duduk di kursi yang ada di belakang meja


Tiara juga mendekat dan duduk di kursi depan meja Sean


"Apa iya kamu tidak bisa membereskan orang orang seperti mereka ini" tanya Sean, dia merasa kalau orang seperti Lukas ini sangat mudah untuk di bereskan, bahkan oleh Tiara


"Ada salah satu dari ketua mereka yang sedikit menakutiku, meskipun tidak kebal tapi keahliannya mungkin sebanding dengan ku, dan kalau 4 pembelot itu bergabung, aku mungkin akan sedikit kesulitan jika harus melawan mereka bersamaan, dan satu lagi, mereka semuanya berwajah mesum, dan aku hanya Seorang gadis, aku bisa saja bertahan kalau itu hanya pertarngan biasa, tapi bagaimana kalau mereka melumpuhkan ku, lalu mengikatku, lalu........, ah gak berani aku bayanginnya, itu pokonya yang aku takutkan dari mereka, kamu pasti ngerti lah maksudku" ucap Tiara


"Ngerti apa?, aku tidak paham penjelasan mu, kamu tidak menyebutkan ketakutan mu itu" ucap Sean pura pura polos


"Ya itu,, masa kamu gak ngerti, seperti yang menjijikan tadi" ucap Tiara


"Iya Iya, aku hanya bercanda" ucap Sean tersenyum


"Kamu,,,, selalu saja menjebak,, iih" ucap Tiara gereget


Beberapa saat berlalu dan tiba tiba "Aaaaa" 'Bruuukk' ada seseorang yang menendang anak buah Tiara yang berjaga di luar hingga memasuki Ruangan,, dan di susul masuknya tiga pria kekar yang jadi ketua dari masing masing markas kecil di kota ini


"Selamat malam Master Sent, gua tidak sangka anda ternyata masih hidup" ucap Salah satu dari mereka dengan suaranya yang berat


Sean langsung menoleh ke pria yang baru saja masuk itu


Sean pun melihat seorang pria tinggi tegap dengan mantel hitam, dan topi koboi di kepalanya, perutnya sedikit buncit, dan rambutnya sedikit panjang dengan wajah yang cukup garang


"Hhh, kamu ternyata punya keberanian juga memenuhi panggilan ku Gatot" ucap Tiara


"Nona Tiara terlalu percaya diri, gua tidak pernah takut oleh Anda meskipun Anda ini putri kesayangan Goma" ucap Gatot yang langsung berjalan ke arah lukas yang duduk di lantai dekat kursi sofa, dan di ikuti rekan lainnya,


"Dan itu kesalahan yang besar," ucap Tiara tetap terlihat tenang meskipun dia merasakan kalau aura Gatot itu sedikit menakutinya


"Memangnya Anda mau apa kalau kita salah? profesi kita memang sedari awal salah kan?, Anda tentu Sangat tau itu karena Anda lahir dan besar di organisasi ini, jadi Gua pikir, tidak ada yang salah dengan bisnis yang Gua lakuin" ucap Gatot yang sekarang terduduk sembari memegang wajah Lukas yang di hajar Sean itu


"Memang, Tapi aku ingin meneruskan Redbear ini dengan caraku sendiri, dan aturan ku, jika kamu keberatan dengan itu, sebaiknya kamu hengkang dari organisasi ini, atau kau harus terima hukuman karena membangkang" ucap Tiara

__ADS_1


"Cih,, dari awal Gua memang tidak setuju jika organisasi ini di pimpin oleh orang-orang lemah seperti kalian, yang tidak tau caranya berbisnis yang menyenangkan" ucap Gatot sambil meludah


Gatot memang orang yang jadi biang dari pembelot ini, jika dulu organisasi hanya bergerak di bisnis dunia malam, penjagaan, pemerasan, dan Obat terlarang, tapi sekarang dia lebih menggila dengan perdagangan manusia, dan berkontribusi di penjualan organ tubuh di pasar gelap


"Yang kamu bilang bisnis itu hanya merugikan orang saja, jika kamu tidak berhenti, aku akan memaksamu berhenti dengan caraku" ucap Tiara sedikit geram


Sementara Sean hanya menyimak obrolan dan tidak ikut bicara, karena Sean memang tidak tau akar masalahnya


Gatot langsung tertawa mendengar pernyataan Tiara itu "Ha ha ha, Nona mau memaksa gua berhenti??, coba saja, orang yang terakhir kali mengatakan itu dia berakhir di kolam markas, dan jadi santapan peliharaan ayah nona di sana, dan itu membuat mereka bertambah gemuk sekarang, apa Nona juga ingin membuat peliharaan ayah Nona itu bertambah gemuk lagi?" ucap Gatot


"Tentu saja, dan kita buktikan siapa yang akan berakhir di kolam buaya nanti" ucap Tiara langsung berdiri dari duduknya


Gatot juga segera berdiri dan langsung menatap tajam pada Tiara "Gua tidak akan keberatan jika harus memasukan Anda ke kolam markas Nona" ucap Gatot


Tiara pun segera melangkah, tapi Sean berdiri dan menahan pundak Tiara yang akan beranjak itu "Tiara, Boleh kah aku belorah raga sedikit, jika hanya jdi penonton bayaran itu rasanya membosankan" ucap Sean


"Tapi kamu Sekarang tidak....."


"Aku tidak perlu itu untuk menghadapi pembelot seperti mereka" ucap Sean yang langsung melangkah ke arah Gatot


Tiara sedikit khawatir karena sekarang dia tau Sean tidak kebal seperti dulu


Kedua mata mereka pun sama sama memancarkan Aura yang menakutkan, dan memercikan api persaingan yang tidak terlihat, jika itu orang biasa yang beradu pandang dengan mata mereka, mungkin saja dia sudah menggelepar takut dengan hanya melihat sorot matanya saja


Tidak menunggu lama Gatot pun langsung melayangkan tendangan ke arah Sean


Sean pun sedikit menghindarinya, dan ingn melihat dulu gaya bertarung yang di miliki Gatot, serangan demi serangan Gatot pun bisa dengan mudah di mentahkan Sean, Sean melihat kalau gaya bertarung Gatot itu tidak terlalu cepat tapi mempunyai tenaga yang lumayan, dan Sean menilai kalau kemampuannya dalam bertarung itu tidak semenakutkan tampang nya itu


Aura menakutkannya itu hanya mempan pada orang biasa saja, tapi tidak dengan Sean yang sudah sering berhadapan dengan orang orang yang lebih menakutkan darinya


Setelah Sean bosan mengimbangi gaya bertarung Gatot Sean pun segera menyerang dengan tinju andalanya dan, 'Buk buk, Habbuuuuuuk' "Argggahh" Tubuh Gatot pun mental beberapa meter, tapi dia masih bisa mendarat dengan berdiri


"Kuat sekali pukulan mu, jujur, Gua baru ngerasain pukulan sekeras ini" ucap Gatot


"Itu belum apa apa" ucap Sean Yang langsung melesat ke arah Gatot dan melakukan serangan beruntun, satu dua serangan masih bisa di hindari Gatot, namun kecepatan menyerang Sean itu memang bukan tandingannya, dan tentu saja, pukulan dan tendangan Sean itu banyak yang mengenai target dan itu cukup menyakitkan untuk Gatot dan 'Braaaaakk' tubuh Gatot terlempar ke lantai saat Sean menendang keras wajahnya


"Aaaaaaaaarghh, a ampun Master saya menyerah", ucap Gatot sambil mencoba bangkit, namun tangannya mengambil sesuatu dari balik mantelnya, dan 'Duarrr' Duarrr', Gatot mengeluarkan 2 sejata api di tanganya dan tampa aba aba langsung menembakannya pada Sean


Sean sedikit kaget karena belum ada persiapan, dia mengira Gatot sudah benar benar menyerah, dan Saat Sean akan menghindari peluru Sean sadar kalau ada tubuh lain yang bergerak cepat ke tengah tengah pertarungan


Dan sebelum Sean breaksi tubuh itu sudah menghalangi peluru yang menuju ke Arahnya itu dan 'tak,,, tak ,,, tak' butiran peluru itu langsung terjatuh ke lantai saat tubuh Tiara menghalaunya "Membosankan" ucap Tiara

__ADS_1


Di pun langsung melesat ke arah Gatot dan langsung meloncat dengan mendengkul wajah Gatot yang belum berdiri sempurna itu hingga membuat kepalanya itu terdorong ke tembok di belakang nya, dan 'Baaaak'


Topi yang di kenakan Gatot pun langsung terpelanting dari kepalanya, dan perlahan senjata yang di pegangnya juga jatuh ke lantai, Gatot pun langsung ambruk ke bawah dengan darah yang mengalir dari belakang kepalanya


"Tiara, kamu ini mengaggu saja, aku yang memberinya banyak demage, kenapa kamu yang menyelesaikan," ucap Sean dari belakang Tiara


Tiara pun menoleh, "Tidak seru jika hanya jadi penonton bayaran kan, ya setidaknya memberi sentuhan akhir yang indah" ucap Tiara


Sean pun hanya tersenyum "Baiklah, kamu yang dapat poinnya" ucap Sean


Tiara pun tersenyum, "Giliran kalian" ucap Tiara menatap tajam pada ketua pembelot lain yang tidak bergerak melihat tertua mereka di kalahkan


Seketika mereka pun menurunkan lutut mereka ke lantai dengan sadar "A ampun master Tiara, kami hanya terpaksa mengikuti bos Gatot untuk membelot, kami hanya takut dia akan membuat kami cacat seumur hidup kami, Nona Tiara kami mohon, tolong ampuni kami, kami akan setia pada Anda kedepannya, kami bersumpah" ucap Salah satu dari mereka bergantian


"Alasan" Tiara pun langsung melesat ke arah mereka dan langsung menghajar mereka bergiliran, Tiara tidak segan pada mereka karena Gatot yang membuatnya takut itu sudah kalah


Tiara pun langsung menghajar mereka sampai mereka babak belur,


Sementara Sean hanya jadi penonton setia saja


Setelah Tiara puas menghajar mereka, dia pun segera menghampiri Sean lagi


"Sudah puas?" tanya Sean


"Lumayan,,,, huuh melelahkan juga" ucap Tiara sedikit ngos ngosan, dan menyeka keringat di keningnya


"Ya Sudah kita pulang kalau sudah selesai, mau kamu apakan Gatot?" tanya Sean


"Aku akan membiarkannya berenang di dalam kolam buaya yang ada di markas, biar semua anggota tau apa yang akan terjadi jika mereka berani membelot dari aturan organisasi" ucap Tiara


"Apa itu tidak keterlaluan?" tanya Sean


"Ini sudah jadi tradisi organisasi di sini, dan jika kita tidak tegas, maka mereka akan selalu menganggap remeh kita sebagai pemimpin" ucap Tiara


"Baiklah, terserah kamu, aku tidak ikut campur untuk itu" ucap Sean


"Baiklah, terimakasih" ucap Tiara


Tiara pun membawa Gatot yang belum Sadarkan diri itu kembali ke markas, dan langsung melemparkannya ke dalam kolam yang penuh dengan buaya peliharaan organisasi


Sementara Sean kembali ke hotel untuk beristirahat di sana, Tiara juga mengikuti Sean dan membuka kamar hotel untuk dirinya di hotel yang sama dengan Sean

__ADS_1


__ADS_2