
Keesokan paginya, Sean terbangun dari tidurnya karena mendengar nada alarm dari ponselanya, Sean langsung mengambil ponsel yang dia letakan di lemari kecil di samping tempat tidur, dan kemudian segera mematikan nya, Sean langsung melirik Tiara yang masih tertidur di sampingnya
Karena merasa ada gerakan dari Sean, Tiara juga terbangun dan perlahan membuka matanya dan mata mereka pun langsung bertatapan
"Ayo bangun, sudah subuh" ucap Sean sambil mencoba untuk bangkit
Namun Tiara malah menahan Sean dengan tangannya dan kemudian memeluknya lagi, tentu saja Sean pun langsung kembali rebahan lagi
"Kamu ini, ayo bangun" ucap Sean sambil tersenyum menatapnya
"Jangan dulu pergi, Satu kali lagi" ucap Tiara sedikit berbisik
"Kamu belum puas kah??, Baiklah" ucap Sean, tanpa basa basi dia pun segera menerkam Tiara lagi yang masih polos, karena dia memang masih belum mengenakan apapun lagi setelah melakukanya semalam, dan mereka pun melakukannya lagi meskipun mereka masih sedikit lelah,
Tiara meminta ronde tambahan sebagai penutup malam mereka, dan tentu saja Sean tidak akan menolak untuk itu
.
…
Sesudahnya, mereka pun segera membersihkan diri mereka masing masing dan segera melakukan kewajiban subuh nya bersama
Setelah itu Sean pun Keluar dari kamar Tiara, dan beranjak ke kamar Lena untuk menjenguk baby Adlan yang masih dia gandrungi
Sean pun langsung mengetuk pintu kamar Lena, 'tok'tok'tok',
Dan Rania lah yang membukakan pintu untuknya, dan Sean pun segera melangkah masuk kedalam
"Apa Adlan sudah bangun??" tanya Sean
"Sudah,, dari tadi dia sudah terbangun" ucap Rania yang berjalan berdampingan dengan Sean
Sean pun menghampiri sang bayi yang masih di susuai oleh Lena "Hallo sayang, kamu sudah bangun ya, semangat sekali kamu untuk nen*n" ucap Sean menyapa baby Adalan yang hanya fokus Meminum asi nya
Kemudian Sean pun melirik Nayra yang masih tertidur di belakang Lena dan menyentuh kakinya
"Ini tumben kakaknya belum bangun" ucap Sean pada Nayra yang masih tertidur
"Dia semalam tidak bisa tidur, setiap Adlan nangis dia juga pasti bangun, makanya dia belum bangun sekarang " ucap Lena
"Oooh, kasian,,, O yah ngomong-ngomong kapan dia ulang tahun, rasanya aku belum pernah merayakan ulang tahu Nayra selama kembali lagi kerumah ini" ucap Sean
Lena dan Rania pun salingenatap dan langsung menghitung dengan jarinya,
"Harusnya 2 hari lalu, ya ampun, kenapa aku sampai melupakannya" ucap Rania
"Iya, biasanya aku juga selalu ingat, tapi kemarin aku benar-benar lupa, mungkin Karena trelalu fokus ke Adlan" ucap Lena
"Kalian ini memang para ibu ibu pelupa, kalau aku memang tidak tau kapan Nayra lahir kan,, jadi bagaimana sekarang?, apa kita akan tetap merayakannya untuk Nay?" tanya Sean
"Ya lebih baik terlambat daripada tidak kan?" ucap Rania
"Baiklah kalau begitu, kita buat pesta kecil untuk Nayra Siang ini, aku kan mencarikan tempat yang nyaman untuk acara nya" ucap Sean
"Apa tidak sebaiknya di adakan di Mansion saja, Lena dan baby Adlan tidak bisa ikut kan?, apa kamu akan meninggalkan mereka di rumah?" tanya Rania
"Iya juga, ya sudah kita buat di rumah ini saja, apa kamu bisa menghubungi orang untuk mempersiapkannya?" tanya Sean pada Rania
"Kalau soal itu aku ada nomor seseorang yang sudah biasa mengurus pesta ulang tahun, jadi gampanglah itu" ucap Rania
__ADS_1
"Baiklah, itu bagus" ucap Sean
"Kamu belum pernah belikan dia hadiah ulang tahun kan, jadi di ulang tahunnya ini kamu harus belikan dia sesuatu" ucap Rania
"Tentu saja, kalau begitu aku akan mencarikan hadiah untuk nya sekarang juga" ucap Sean
"Iya, kalau gitu aku akan mempersiapkan acaranya nya, O yah, siapa yang akan kita undang?", tanya Rania
"Kerabatmu dan kerabat ku saja, undang mereka kemari, jarang jarang kan bisa mengundang meraka kalau tidak ada alasan, dan juga anak anak yatim dari yayasna yang kemarin menyambut kita, aku akan minta ibu untuk mengundangnya lagi" ucap Sean
"Oh baiklah kalau begitu, akan segera ku urus" ucap Rania
"Baiklah, kalau gitu aku pergi dulu" ucap Sean, dia mendekat pada Baby Adlan, dan mengecup pipi lembutnya "Papah keluar dulu yah, jangan nakal," ucap Sean
"Nakal gimana?, orang dia melek aja masih susah, kamu tuh yang jangan nakal" ucap Lena
"Ya kan aku cuma basa basi,, ya sudah aku pergi dulu" ucap Sean
"Iya" ucap Lena
Setelah itu Sean pun segera beranjak pergi dari kamar Lena untuk membelikan hadiah untuk Nayra,
.
Sean pergi untuk mencari sebuah toko mainan dan toko kue, tapi karena itu masih cukup pagi, tentunya dia agak kesulitan mencarinya, dan setelah berkeliling keliling hingga hampir satu jam di kawasan ibu kota, akhirnya Sean pun menemukan toko toko di sekitaran pasar kota J
Dan diapun segera menepikan mobilnya di depan sebuah toko "kenapa tidak dari tadi saja aku ke pasar sini kan,?, Tidak perlu muter-muter" gerutu Sean yang langsung turun dari mobil nya
Sean pun langsung masuk ke sebuah toko mainan dan langsung mencari cari beberapa barang untuk di jadikan kado untuk Nayra
Setelah mencari kado, Sean mencari kue ulang tahun yang besar untuk Nayra, dan setelah nya diapun mencari Kalung Liontin lucu untuk Nayra ke toko perhiasan
Dan Setelah semuanya di dapat, Sean pun segera mengendarai mobilnya lagi untuk pulang ke Mansion
.
Sean melihat kalau keluarganya sekarang sedang berkumpul di ruang keluarga
"Waduh, sudah pada ngumpul ternyata, gimana Ran persiapannya?" tanya Sean
"Sedang di kerjakan, sebentar lagi juga pasti beres" ucap Rania
"Papaaaah, pah" Nayra yang di pangkuan Arfandi pun turun dan langsung menghampiri Sean "Papah Dali mana?, Papah tau tidak kalau sekarang ulang tahunnya Nay?, Nay mau minta papah jadi sesuatu" Ucap Nayra yang kini sudah di pangkuan Sean
"Iya papah tau, memang nya papah harus jadi apa sayang?" tanya Sean
"Papah harus jadi badut, ya pah ya" ucap Nayra dengan menatap Sean dengan penuh harap
"Kenapa papah harus jadi badut?, kan nanti juga akan ada badutnya Sayang" ucap Sean
"Yah,,,, mau dong pah, kan Nay maunya papah yang jadi badutnya" ucap Nayra memelas
Melihat wajah imut Nayra memelas, Sean pun mana bisa menolaknya "Hhhh, Baiklah, papah setuju" ucap Sean
"Yeeeeee, papah mau jadi badut mah" ucap Nayra
"Ya Sudah, kita buat papahmu jadi badut sekarang, ya" ucap Kartina sambil tersenyum
"Ide yang sangat bagus, kamu pintar Nay" ucap Lena tersenyum juga
__ADS_1
Sementara Rania dan Tiara juga tidak berkomentar dan hanya tersenyum saja
Kartina pun segera beranjak ke salah satu ruangan di dekat Area belakang yang akan di jadikan tempat acaranya Nayra, dia pun meminta Beberapa perlengkapan badut dari orang yang bertugas mendekor ruangan
Dan Kartina juga mengabil alat makeup dari kamar nya dan segera mengeksekusi Sean yang kini sudah terduduk di sofa dengan pasrah dengan di bantu Nayra tentunya
"Jangan banyak bergerak, ini demi putrimu" ucap Kartina
"Ya baiklah, terserah" ucap Sean
"Nenek aku mau satu" ucap Nayra mengambil salah satu alat Makeup up
"Ambilah, kita akan buat Ayahmu jadi badut sungguhan" ucap Kartina
Kartina pun langsung memulai dengan memutihkan wajah Sean terlebih dahulu, dengan di bantu Nayra
"Diam pah, jangan bergelak" ucap Nayra yang kini
menempelkan hidung badut berwarna merah ke hidung Sean
"Iya," ucap Sean yang pasrah di dandani oleh ibu dan anaknya itu
Sementara yang lain haya menertawakan saja sambil mengabadikanya di ponsel masing-masing
.
Setelah semuanya Siap, kerabat dekat dari Rania dan Sean pun mulai berdatangan ke Mansion, dan mereka langsung di arahkan ke tempat acara oleh para asisten Rumah, tidak terkecuali Ifan dan Seli yang kini sudah resmi bertunangan, mereka datang menggunakan baju couple lan
"Nah ini dia calon pengantin kita sudah datang" ucap Kartina dari kerumuman
"Iya Tante, sudah lama sekali rasanya tidak berkunjung kemari" ucap Ifan
Sementara Seli hanya plunga plongo melihat lihat ruangan Ruangan mewah yang mereka lewati di Mansion itu
"Hey, Seli, apa kamu tidak mau peluk tante?" tanya Kartina yang melihat Seli tidak fokus
"Oh iya maaf Tante, Rumah tante indah ya" ucap Seli langsung memeluk Kartina sejenak "O Iya, kak Rania mana?, kok tidak kelihatan" tanya Seli
"Dia masih bersiap di atas dengan Nay" ucap Kartina
"Oh, kalau kak Sean??" tanya Seli lagi
"Tuh dia yang duduk di kursi pojok, yang rambutnya warna warni" ucap Kartina sambil tersenyum melihat ke arah Sean yang memakai wig warna-warni ala badut
"Ya ampun, itu beneran kak Sean?, lucu sekali" ucap Seli
"Jangan meledeku, jika bukan karena keponakanmu yang memintanya, aku tidak akan mau dandan seperti ini" ucap Sean bergimik murung dengan menyangga dagu dengan kedua tanganya
"Hahaha, Ya ampun, kasian sekali,, ya sudah, terima nasib" ucap Seli menertawakannya
"Seli ini sepupunya Rania ya?" tanya Arfandi
"Iya Om, saya memang adik sepupu kak Rania" ucap Seli tersenyum pada Arfandi
"Pantesan mirip, tapi kamu kok pendek ya?" ucap Arfandi asal
"Makasih Om, anak om juga sering bilang begitu dulu" ucap Seli
"Tidak apalah, biar pendek juga aku tetap suka, angap saja dia kak Rania versi mini nya" ucap Ifan Asal
__ADS_1
"Ihhhh kamu, jangan ikutan banding bandingkan aku dengan kak Rania, aku ya aku," ucap Seli sedikit ketus pada Ifan
"Iya Iya maaf Sayang, aku hanya bercanda" ucap Ifan sambil meraih pundak Seli