TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ekstra part 6


__ADS_3

Di saat Sakti sedang memohon pada Sean, tiba tiba seorang pria paruh baya memasuki ruangan itu, dan dia langsung bergegas menghampiri Sakti dan Sean


"Ayah, kau kemari?" Sakti terbelalak saat melihat ayahnya datang


"Dasar, Kamu ini bikin malu nama ayah saja" ucap Hendrik dengan sorot mata tajam menatap Sakti


"Maaf pah, aku memang salah" ucap Sakti dengan menundukan pandanganya ke meja di depannya


Hendrik pun segera mengalihkan perhatian nya pada Sean yang duduk bertumpang kaki di depannya,


Hendrik sedikit membukukan badan pada Sean sebelum dia mulai bicara "Pak Arman, saya minta maaf atas kesalahan yang di lakukan oleh putraku, dia masih baru di dalam dunia bisnis, mohon Anda bisa memakluminya" ucap Hendrik


"Ini bukan masalah baru atau lamanya berbisnis, aku hanya punya prinsip tidak akan ada toleransi untuk orang yang sudah berani mengusik keluarga ku, aku hanya bisa memberimu dua pilihan untuk perusahaan mu ini, di biarakan hancur, atau kau menyerahkan kepemilikan perusahaan ini pada Hendro's_property," ucap Sean


Hendrik pun terdiam beberapa saat, dia tau Sean tidak main main dengan perkataan nya, dia tau kalau perusahaan KARTIN_corp itu mempunyai Relasi yang cukup luas di dunia bisnis, jika Sean ingin menghancurkan perusahaannya, itu memang bukan hal yang sulit, sekarang saja Sean sudah bisa membuat para investor mencabut saham mereka dari perusahaan nya


Dan juga bisa membuat pihak bank tidak mau bekerja sama lagi dengan perusahaan nya, tentu saja itu akan membuat perusahaannya mengalami krisis finansial, dan bisa hancur dengan sangat mudah, Hendrik tidak ingin kalau itu sampai terjadi pada perusahaan yang sudah susah payah dia dirikan, jadi dia tidak punya pilihan lain selain menyerahkan wewenang perusahaannya itu pada perusahaan Hendro's_prperti, yang sudah jadi saingan bisnisnya sejak dulu


"Baik pak Arman, perusahaan kami akan bernaung di bawah kepemimpinan Hendro's properti, terimakasih atas kemurahan hati anda" ucap Hendrik


"Baiklah, itu pilihan yang bijak, segera lakukan prosedur nya, sebelum perusahaan mu ini benar-benar hancur" ucap Sean


Sean segera berdiri dari duduknya, dan segera pergi keluar dari ruangan itu dengan di ikuti puluhan anak buahnya lagi


Setelah Sean melangkah keluar dari ruangan, dia pun langsung mendengar Hendrik marah besar pada Sakti


"Dasar anak tidak berguna, bisa bisa nya kau malah ingin menghancurkan perusahaan yang sudah susah payah ku dirikan ini, sudah kubilang, jika kamu ingin bersaing, bersainglah secara sehat, lihatkan hasilnya sekarang, aku benar-benar menyesal sudah memercayakan perusahaan ini padamu.........."


Hendrik benar-benar marah besar pada putranya itu, dan dia terus mengomel pada Sakti, hingga Sean sampai di depan lift pun dia masih bisa mendengar suara Hendrik yang terus memarahi Sakti,


Setelah menyelesaikan urusannya di kantor Hendrik, Sean bergegas kembali lagi ke kantornya, dan anak buahnya juga kembali ke tempat mereka masing-masing,


.


__ADS_1


Sore harinya, Sean pulang ke Mansion seperti biasanya, dan langsung bergegas ke kamar Lena untuk menemui sang putra kecilnya


"Hallo Adlan,, seharian tidak melihat mu rasanya sudah rindu lagi" ucap Sean bergegas menghampiri Baby Adlan,


Sean melewati Lena yang duduk di tempat tidur utama,, dan langsung menghampiri tempat tidur kecil milik baby Adlan,,


Sean labg mencium Baby Adlan yang terbaring di tempat tidur mininya itu


Sementara baby Adlan hanya Asik memainkan tanganya sendiri yang terbungkus sarung tangan bayi


"Oh, gitu ya sekarang, ibunya di lewat begitu saja,, kamu sudah tidak merindukan ibunya ya?" ucap Lena yang terduduk di ranjang di belakang Sean


Sean langsung menoleh sejenak, kemudian menggendong Baby Adlan un menghampiri Lena "Iya maaf, tapi sekarang kamu memang kalah lucu dari baby Adlan" ucap Sean tersenyum dan mengulurkan tangan


Lena pun menyambut dan mencium tangan Sean


"Jahat sekali, jadi maksudnya aku sudah tidak ngangenin lagi, gitu??" tanya Lena sedikit cemberut


"Aku bercanda Sayang, O yah Apa dede Adlan rewel hari ini?" tanya Sean sambil memperhatikan Adlan yang berada dalam dekapannya


"Anak pintar, kamu jangan menyusahakan ibumu, Ya" ucap Sean pada baby Adlan


"O yah, apa urusan persidangan kak Rania sudah beres?" tanya Lena


"Tuntutan Rania di pengadilan tidak di anggap sebagai pelanggaran hukum oleh hakim, tapi aku sudah membereskan nya dengan pihak Hendrik properti itu" ucap Sean


"Bagaimana bisa itu di anggap bukan pelanggaran??, berita mereka itu jelas jelas sudah mencemarkan nama baik perusahaan kak Rania" ucap Lena


"Aku juga kurang paham, tapi intinya masalahnya sudah selesai sekarang" ucap Sean


Rania yang baru pulang dari kantornya juga langsung membuka pintu kamar Lena "Apa aku mengganggu?" ucap Rania basa basi


"Masuk saja Kak Ran" ucap Lena


"Oh baiklah" ucap Rania segera masuk ke kamar Lena, dan menghampiri Sean yang menimang baby Adlan

__ADS_1


"Boleh aku bicara masalah kantor di Sini?" tanya Rania menoleh pada Lena dan Sean bergantian


"Memangnya ada apalagi?, baru juga ku bereskan masalahmu" ucap Sean


"Tidak ada apa apa, aku memang ingin membicarakan itu, Hendrik tadi datang secara pribadi ke kantor ku untuk meminta maaf atas masalah yang di buat Sakti, dan yang lebih anehnya lagi dia menyerahkan kepemilikan bisnisnya itu padaku, Aku merasa tidak habis pikir kenapa dia harus sampai menawariku untuk mengakuisisi perusahaannya itu" ucap Rania


"Itu bagus kan?, jadi kamu bisa lebih mengembangkan perusahaan Ayahmu dengan mengakuisi perusahaan Hendrik itu" ucap Sean


"Iya mungkin, tapi aku jadi penasaran, bagaimana caramu bernegosiasi dengan mereka" ucap Rania


"Kamu tidak perlu tau caranya seperti apa, yang penting masalah perusahaan mu sudah beres kan" ucap Sean


"Ya baiklah, terima kasih sudah membantu ku untuk menyelesaikan nya" ucap Rania tidak bertanya lagi


"Sama sama, itu sudah kewajiban ku kan" ucap Sean


"Iya, kalau gitu aku balik ke kamar ku dulu ya" ucap Rania


"Iya" ucap Sean


Rania pun segera keluar lagi dari kamar Lena, dan bergegas ke kamar nya untuk membersihkan diri


"Kamu itu selalu saja menyelesaikan masalah tanpa bisa dimengerti orang lain" ucap Lena


"Ada keuntungan tersendiri saat kamu disegani,, itu yang sebenarnya membantu ku" ucap Sean


"Perusahaan ibu memang punya pengaruh di dunia bisnis ya" ucap Lena


"Begitulah, aku juga ingin mengukir sejarahku sendiri seperti ibu, dan menurunkannya pada Adlan, supaya di kemudian hari dia bisa merasa bangga mempunyai ayah seperti ku" ucap Sean


...~°~...


Mampir juga ke :


__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2