
Malam harinya, Setelah Arfandi dan Kartina beristirahat di kamar mereka masing masing, Sean pun berembung dengan ketiga istrinya untuk merencanakan acara pernikahan untuk ibunya besok, dan Sean memberikan tugas pada masing-masing istri untuk mengatur beberapa hal yang perlu di persiapkan untuk acara nya
Dan setelah semua rencananya sudah tersusun rapih, mereka juga segera melakukan tugas masing-masing, dan beristirahat di kamar masing-masing juga, termasuk Sean yang seharusnya bersama Lena malam ini, tapi dia lebih memilih tidur di kamar pribadinya karena Lena masih belum bisa di dekatinya,
.
…
Keesokan paginya Sean dan Istrinya berembung kembali di kamar Rania untuk membahas kesiapan acara
"Ran bagaimana?" tanya Sean
"Sip, Wedding organizer sudah ku hubungi, dan tempat resepsi akan segera siap Sore ini juga," ucap Rania
"Baguslah, kalau kamu Ra?" tanya Sean
"Undangan sudah ku pesan online semalam, dan mungkin agak siang siapnya, tapi aku tidak tau kalian akan suka atau tidak dengn desain kartu undangan yang ku pilih" ucap Tiara
"Tidak apa, disain tidak terlalu penting, yang penting acaranya bisa terlaksana dengan baik" ucap Sean, "Kalau kamu Len?" tanya Sean pada Lena yang duduk memebelakangi nya
"Beres pokoknya, baju pengantin mamah sudah ku pesan dari butik langganan mamah, kebetulan ada yang sudah jadi dan disain nya lumayan ku suka," ucap Lena
"Baguslah, kalau begitu aku hanya tinggal membeli cincin untuk mereka saja" ucap Sean
Setelah itu mereka semua pun turun untuk sarapan bersama keluarga utuh Sean, dan Sean juga melihat ibunya tidak duduk di tempat biasanya dia duduk, karena dia sekarang memilih duduk di kursi yang bersebelahan dengan Arfandi
Terlihat wajahnya sangat cerah dan penuh senyum, ya meskipun masih tersisa bekas tangisan di matanya
"Ayo mari, duduklah, kita sarapan bersama, Arman, sekarang kamu yang duduk di sana" ucap Kartina menunjuk kursi ujung, tempat biasa dirinya duduk yang tidak ada kursi lain di sebelahnya
"Baiklah" ucap Sean yang tentunya memahami itu
Dan mereka pun segera menyantap sarapan mereka dengan suasana yang sangat berbeda daripada biasanya
.
…
Siang Harinya Sean mengajak Arfandi untuk pergi ke sebuah pusat perawatan wajah dan badan, supaya dia lebih terlihat fresh saat acara nanti, sementara Istri istri Sean meninjau kesiapan acara untuk memastikan semuanya berjalan sesuai harapan, dan mengurus penyebaran kartu undangan juga
Sementara Kartina di tinggal kan begitu saja di Mansion oleh mereka, sendirian,, karena Nayra juga di bawa Rania
"Ini orang orang rumah pada kemana lagi?, apa mereka pergi jalan jalan tanpa aku??, tega sekali mereka, baru saja aku merasa kalau ruamah ini hangat, mereka sudah sibuk masing-masing lagi, benar-benar mereka ini" gerutu Kartina sembari menekuk wajahnya, diapun langsung menelepon mereka satu persatu
Namun tidak ada yang mengangkat telpon darinya itu, karena mereka Sekarang sedang sibuk dengan acara yang mereka persiapkan untuk Kartina
"Kurang ajar mereka, tidak ada yang mau angkat telpon ku,, awas saja kalau mereka pulang nanti" gerutu Kartina lagi
...°°°°...
Di tempat Lain, Sean sedang menemani Arfandi yang sedang treatment Perawatan wajah, meski ayahnya enggan melakukan itu, tapi Sean sedikit memaksanya
__ADS_1
"Apa apaan ini semua?, apa kamu menganggap aku ini ibumu, atau apa?" ucap Arfandi protes
"Diam saja, meskipun kau pria sejati, tapi sekali sekali kamu juga perlu memperhatikan penampilanmu kan, bukan kah kau akan menikahi ibu lagi?" ucap Sean
"Apa ibumu akan bersedia??" tanya Arfandi
"Kau tidak perlu bertanya soal itu, bukan kah jawabanya sudah jelas, kalau ibu begitu bahagia ketika kamu datang, itu artinya dia menerima mu dengan baik" ucap Sean
"Tapi aku tidak punya apa apa sekarang, apa aku masih punya martabat di depan ibumu??" tanya Arfandi
"Apa itu penting??, kau hanya perlu menjalani kehidupan mu yang sekarang, sudah cukup kau menderita di luaran sana, dan yang perlu Anda lakukan sekarang adalah nikmati saja hari tuamu bersama ibu, jangan pikirkan martabat atau kedudukan, dan kalau boleh aku meminta sesuatu, tolong buatkan aku adik," ucap Sean
"Gila kamu, aku sudah setua ini, masih kamu suruh bikin adik juga, bukan masalah aku tidak akan mampu, tapi di usia ibumu yang sudah 50 han, kondisi rahimnya pasti sudah tidak lagi produktif, jadi mending kamu saja yang buat cucu sebanyak banyaknya untuku" ucap Arfandi
"Kalau soal itu kan Tuhan yang tentukan, yang penting Anda usahakan saja dulu, ya,, aku akan berikan jamu istimewa untuk mu nanti sebagai pendukung nya" ucap Sean langsung terkekeh
"Anak kurang ajar," ucap Arfandi sedikit tersenyum,, dia sekarang tidak bisa melihat apa apa, karena matanya tertutup oleh mentimun
Setelah proses itu selesai, Sean tidak membawa Arfandi pulang, dia membawa Arfandi untuk membeli cincin nikah, dan setelan jas bermerek yang di serasikan Sean dengan kebaya Kartina nantinya, dan Setelah Arfandi Siap, barulah Sean langsung bergegas ke tempat Acara, karena hari juga sudah menjelang Sore
...°°°°°...
Di waktu yang sama namun di tempat berbeda, Tiga Srikandi Sean sudah bersiap dengan perias pengantin beserta antek- anteknya, yang sengaja mereka bawa ke Mansion Kartina, mereka semua pun langsung mencari keberadaan Kartina di dalam mansion,
Dan mereka mendapati Kartina sedang menonton televisi di ruang keluarga dengan wajah suntuknya, dia pun langsung menoleh pada tiga menantunya itu "Dari mana saja kalian??" tanya Kartina dengan wajah cemberut
"Mau tau aja, sekarang mamah mending ikut kita, ayo" ucap Lena, dan ketiga wanita itupun segera menggiring Kartina untuk ke kamarnya,
"Bukan kah Hari ini ibu akan menikah, jadi cepatlah mandi dulu" ucap Lena
"Iya, mempelai prianya mungkin sudah menunggu mamah di sana" ucap Rania
"Menikah?, ibu belum di ajak menikah lagi oleh ayahnya Arman, juga kenapa harus ada perias segala, ibu ini sudah tua, walaupun menikah juga tidak perlu di rias segala macam" ucap Kartina
"Sudah,, mamah mandi dulu, cepet ya" ucap Lena sambil sedikit mendorong kartina menuju ke kamar mandinya
"Kalian ini ada ada saja" ucap Kartina
.
Setelah Beberapa waktu Kartina pun sudah bersiap dengan busana pengantin yang di pesan Lena, dan dengan Riasan tipis di wajahnya, semua menantunya pun sedikit tidak habis pikir kalau hasilnya Kartina menjadi seperti berusia lebih muda puluhan tahun daripada usia aslinya
"Mamah??, ini mamah Kartina Deandra kan??" tanya Lena sedikit terkesima
"Memangnya menurutmu siapa, mamah sudah seperti pengantin sungguhan ini, Kalian kira kira dong kalau mau ngerjain mamah" ucap Kartina
Rania dan Tiara juga sedikit pangling melihat Kartina yang di rias Itu
"Kita langsung pergi ketempat acaranya saja, Arman juga sudah menunggu di sana" ucap Rania
"Oh iya mah, ayo cepat" ucap Lena yang langsung menggandeng tangan Kartina, dan mereka pun segera berangkat menuju ke tempat Acara yang sudah mereka persiapkan itu, kebetulan jaraknya juga tidak terlalu jauh dari tempat kediaman Kartina
__ADS_1
.
…
Beberapa saat kemudian, mobil mobil yang membawa sang mempelai wanita pun sudah sampai di tempat Acara, dengan pengawalan yang super ketat dari anak buah Agam dan anggota Redbear yang ikut berpartisipasi juga, karena Tiara yang menyuruh mereka bergabung untuk mengawal jalanya acara
Kartina pun turun dari mobilnya dengan Nayra yang menggunakan gaun putih lucunya, dan Kartina langsung menginjakan kakinya di karpet merah yang sengaja di gelar untuk nya, dan diapun melihat para tamu undangan sudah siap untuk menyambut nya
Tidak lama ketiga menantunya yang mengenakan gaun gaun cantik nan elegan pun menghampirinya juga, dan langsung menggandeng tangan Kartina di sisi kiri dan kanannya
"Ini,, ini, apa ini Kalian yang mepersiapkannya?" tanya Kartina merasa sangat terharu
"Tentu saja mah, kami mempersiapkan acara ini khusus untuk mamah dan ayah mertua" ucap Rania
"Kalian ini,,, memang menantu menatu mamah yang baik" ucap Kartina dengan matanya sedikit berkaca-kaca
Tidak lama Arfandi dan Sean pun segera menjemput Kartina yang masih berdiri di ujung karpet merah itu
Dan akhirnya dua mempelai pun saling berhadapan, dan memperhatiakan dandanan masing-masing
"Mas Imran???" tanya Kartina yang pangling juga melihat Arfandi dengan penampilannya yang sekarang, dia nampak terlihat lebih muda dan gagah dengan stelan jas yang di pilihkan Sean untuknya, dengan wajah yang cerah dan rambut di pangkas rapih
Kenangan pernikahan lampau merekapun langsung tergambar kembali di kepala Kartina
"Kamu masih tampan seperti dulu mas" ucap Kartina
"Ini anak anak yang buat aku jadi seperti ini, kamu juga terlihat sangat cantik Tina" ucap Arfandi, panggilan arfandi pada Kartina memang tidak pernah berubah dari mereka muda dulu, ya itu Tina
Arfandi pun menyerahkan bucket bunga yang di pegang nya pada Kartina,
"Terima kasih" ucap Kartina yang menerima bucket bunga itu
Arfandi pun kemudian mengulurkan tangannya meminta tangan Kartina, dan memposisikan tangan Kartina itu agar menggandeng tanganya, dan merekapun masuk ketempat Acara dengan bergandengan, mereka pun melangkah di antara para tamu yang berdecak kagum pada mereka yang terlihat masih serasi meskipun di usia yang tidak lagi muda
Di ikuti Sean dan juga Istrinya yang mengiringi langkah mereka di belakang
"Kalau melihat pernikahan seperti ini, rasanya jadi ingin nikah Lagi" ucap Sen bercanda
Lena yang di samping Sean pun langsung mencubit perut samping Sean "Iiiiih, apa tidak cukup??, sudah punya tiga juga,, kamu memang laki laki hidung botol, Eh, maksudku hidung belang" ucap Lena sambil terus mencubit perut Sean itu dan sedikit memelintir nya
"Awa Aw, itu sakit Len, Ayolah, itu hanya bercanda,, tunggu tunggu, apa kamu tidak merasa mual lagi melihat ku??" tanya Sean yang baru menyadari hal itu
"Entahlah, tapi Rasanya dari kemarin juga aku sudah tidak merasa mual lagi melihat mu" ucap Lena
"Ya Ampun Len,, Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin??, tau gitu aku akan tidur di kamar mu semalam, tidak harus sendirian tidur di kamar ku, tega sekali" ucap Sean merasa sedikit handeu eul, karena memang dia sudah sangat Rindu pada Lena
Lena pun langsung tersenyum, "Kemarin suasana masih belum kondusif kan, juga aku belum terlalu memastikan nya" ucap Lena
"Mohon bersabar, itu ujian, sekarang kita fokus dulu ke acara mamah,, jangan ngomongin dulu soal tidur, Oke" ucap Rania yang di sisi lain Sean
"Ya baiklah, kau benar-benar tidak memahamiku Len" ucap Sean lemas
__ADS_1