TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Seindah Ini


__ADS_3

Lena pun langsung menatap tajam ke arah Gina "Awas kalau kamu berpikiran yang macam macam" ucap Lena


"Gimana tidak berpikir macam macam, kalian bersama baru beberapa hari, dan lalu tiba tiba menikah diam diam, bukan kah itu aneh" ucpa Gina


"Hhhh, ini lah susahnya kalau punya teman cerewet seperti mu, aku tetap sendiri bawel, aku menikah kamu masih bawel juga" ucap Lena malas


"Iya Iya, sebenernya tidak ada yang salah dengan kamu menikah, yang salah kamu tidak pernah memberitahu ku apapun, kamu itu misterius Len" ucap Gina


"Sudahlah jangan di bahas, kita langsung pulang saja yuk, sudah sore" ucap Lena pada Nayra


"Gini nih, kamu sukanya lari dari topik" ucap Gina


"Males aku jika menceritakan nya padamu, kamu tukang gosip sih, bisa bisa seluruh rumah Sakit ini geger karea gosip mu jika aku cerita ke kamu, dan mereka pasti akan terus bertanya seperti kamu sekarang, aku malas tau" ucap Lena


"Iya baiklah, aku meloloskanmu kali ini, tapi lain kali kamu harus cerita, awas kalau enggak" ucap Gina Sambil menunjuk nakal ke arah Lena


"Iya iya, bawel" ucap Lena


mereka pun segera beranjak untuk sama sama pulang ke rumah masing masing, Gina juga sekarang sudah punya suami dan juga mobil sendiri, jadi dia sekarang jarang main main ke rumah Lena, padahal waktu di universitas mereka tidak terpisahkan


Sean Lena dan Nayra pun sudah sampai lagi ke rumah Lena lagi "Sudah sampai sayang, ayo turun" ucap Lena membukakan pintu belakang mobil untuk Nayra, karena dia memang duduk dengan Sean di belakang


"Papah dulu mah, kasian" ucap Nayra


"Papah tidak apa apa sayang, turunlah, papah bisa buka pintunya sendiri" ucap Sean tersenyum dan merasa hangat karena di khawatir kan oleh putrinya


"Oh, Baiklah" ucap Nayra langsung turun dengan Lena


Sean juga segera turun dan bergegas masuk ke rumah bersama mereka dan langsung duduk di ruang tamu


"Man, aku jadi merasa bersalah pada ibu tentang pernikahan kita, apa sebaiknya aku segera bilang padanya?" ucap Lena

__ADS_1


"Ya Terserah kamu, kalau menurut mu itu perlu, bilang saja" ucap Sean,


"Iya,, tapi aku ragu jika ibu menanyakan alasanya kenapa" ucap Lena


"Iya, aku juga ragu, O Iya Len, aku besok harus temani ibu keluar negeri, mungkin sedikit lama, sekitar 1 atau 2 minguan, atau mungkin lebih, apa boleh?" tanya Sean


"Ya boleh lah, pergi saja, kamu kan memang kerja pada ibu sekarang, bukan padaku, jadi sudah seharusnya kamu mengawal dia kan" ucap Lena


"Ya sudah kalau gitu, mungkin Yuda yang akan menggantikan ku untuk menjagamu" ucap Sean


"Tidak perlu, aku bisa jaga diri baik baik, aku yakin tidak akan di ganggu Reno lagi, aku tinggal bawa jeruk saja kan, itu mudah" ucap Lena polos


"Tidak perlu bawa jeruknya juga bu dokter, cukup bilang foto jeruknya saja, jangan lebih, jangan kurang" ucap Sean


"Begitu kah, baiklah" ucap Lena


Sean pun langsung tersenyum, meskipun Sean tidak memaksa Lena untuk di kawal, tapi dia berniat menyuruh Yuda dan beberapa Rekannya untuk tetap memantau Lena untuk antisipasi


Sementara Sean seperti sebelumnya hanya fokus memperhatikan layar di depanya , Lena pun segera masuk ke kamarnya lagi


Setelah beberapa saat, Sean juga mengikuti Lena untuk masuk ke kamarnya, tapi Sean tidak mendapati Lena di tempat tidurnya, Lena malah terlihat sedang menatapi pemandangan malam dari jendela kamarnya, dan dia terlihat memperhatikan bulan yang bersinar terang di langit malam ini


Sean pun juga mendekati Lena dan berdiri persis di sebelahnya, dia juga mencoba melihat apa yang di lihat Lena


"Apa menurutmu itu indah" tanya Sean


"Ya, memandangi bulan selalu membawa kesejukan pada hatiku, dan selalu mengingatkan ku pada seseorang yang jauh di sana" ucap Lena


"Siapa pun dia yang kamu maksud, aku yakin dia tidak pernah jauh darimu" ucap Sean


"Man, mungkin malam ini aku sudah siap jadi milikmu" ucap Lena yang seketika menundukkan pandanganya

__ADS_1


Sean yang masih fokus melihat bulan pun seketika menoleh ke Lena dengan sedikit terkesima mendengar itu, " Su sungguh" seketika pikiranya pun sedikit ngeblur 'Kenapa aku merasa kalau ini masih belum saatnya' pikir Sean


Lena pun hanya mengangguk manja


'Euh, tapi mana mungkin aku bisa menolak dokter imut seperti Lena' Sean pun langsung memajukan wajahnya untuk mendekat ke wajah Lena


(18+🙏)


Tapi Lena malah sedikit menghindar "Kamu mau apa?" tanya Lena


"Ya mau itu" ucap Sean polos


"Tapi masa di sini" ucap Lena yang wajahnya mulai memerah karena sedikit malu dan gugup


"Tidak, aku hanya mau meminta jaminannya dulu" ucap Sean yang langsung meraih belakang leher Lena untuk menahannya agar tidak menghindar, dan dengan perlahan Sean pun mencium lembut bibir Lena itu


Perlahan tapi pasti merekapun mulai berpagutan satu sama lain di sana, dan mulai memperdalam ciuman di bibir mereka masing-masing


Dan tampa sadar tangan Sean pun mulai sedikit nakal, tampa di suruh tanganya pun mulai menyusuri dan menyentuh apapun yang bisa di sentuhnya dari tubuh Lena


Dan perlahan Sean pun mulai menyingkirkan satu persatu helayan kain penghalang yang ada ada pada diri Lena, meskipun Lena sempat menahan tangan nakal Sean itu, tapi Sean seakan tidak perduli apapun sekarang dan tetap meloloskan semuanya


Sean sedikit meperhatikan Lena yang sangat polos tampa terhalang sehelai benang pun di dirinya sekarang, dia sedikit menelan ludahnya dan dia pun langsung mencumbui Lena di setiap inci bagian atas nya, tidak ada yang ingin Sean lewatkan sedikit pun dari keindahan yang juga sempat ia rasakan dulu, termasuk dua benda kenyal nan ranum milik Lena yang tidak lepas dari permainan Sean


Lena pun sedikit menggeliat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sean, dia yang awalnya setengah hati pun kini sudah di buat seperti melayang oleh perlakuan Sean itu, apa lagi saat Sean menyentuh area paling sensitifnya, hingga tampa sadar dia pun sedikit melenguh pelan 'Sssshh ah'


Sean pun terus melakukan aksinya itu dengan sangat apik, dia memang ingin membuang semua keraguan hati Lena saat mereka melakukannya, jadi sebisa mungkin Sean mencoba menghanyutkan Lena dalam permainannya itu,


Hingga sampai beberapa saat mereka melakukan fourplay di tempat yang sama, hingga Lena pun merasa sudah tidak tahan lagi dengan rangsangan yang di berikan Sean padanya itu, dia pun meraih wajah Sean dan menatapnya dengan tatapan matanya yang sayu "Lakukanlah" ucap Lena pelan


"Baiklah" ucap Sean yang yakin kalau Lena sudah sepenuhnya menyerahkan dirinya, Sean pun langsung mengangkat tubuh mungil Lena yang sudah tidak terhalang sedikit pun itu, dan memboyongnya ke tempat tidurnya

__ADS_1


Dan Perlahan dia pun merebahkan nya di sana, Sean pun menyingkirkan semua penghalang dirinya, kemudian mendekap tubuh Lena yang sudah pasrah itu dan melanjutkan aktivitas mereka lagi, Cinta mereka pun segera berpadu di malam yang sunyi ini, perasaan yang sudah lama tidak mereka rasakan pun seolah mebuat mereka tenggelam dalam nikmatnya cinta mereka itu, dan seakan tidak ada malam yang seindah ini sebelumnya


__ADS_2