
Mereka pun segera keluar dari ruangan Kartina itu, Sean pun terus mengikuti Lena di belakangnya dengan tersenyum 'jadi pengawal istri sendiri ya, konyol juga rasanya' pikir Sean yang menatap punggung Lena
Merekapun segera tiba di pintu ruangan dokter, Lena dan Naira pun langsung masuk kedalam, dan Sean hanya menunggu mereka di luar pintu,
Hingga seharian Sean menunggu Lena dan Naira di kursi tunggu
Hingga Merekapun akhirnya keluar lagi setelah jam makan Siang, Naira langsung saja menghampiri Sean dengan sedikit berlari "Papa Om, Nayla mau makan" ucap Nayra
"Makan sama papa dokter saja yuk," ucap Reno yang tiba-tiba muncul dan menghadang Nayra, dan entah datang dari mana, dia langsung membujuk Naira karena tentunya agar bisa bersama dengan Lena
"Tidak mau, Nayla makan dengan papa om" ucap Nayra sambil menghindar
Reno pun hanya memperhatikan Nayra yang menghindar dan tetap menghampiri Sean , Reno pun bangkit dan langsung menghampiri Gina dan Lena yang baru keluar "Len, makan bareng yuk" ucap Reno
"Kenapa tidak bareng pacarmu, nanti dia marah, lagi" ucap Gina
"Ah males" ucap Reno
"Iya Ren, kamu sudah punya pacar juga kenapa ngajak aku terus" ucap Lena
"Kamu seperti tidak tau saja aku dan dia seperti apa Len" ucap Reno
Mereka pun segera beranjak dari sana, Sean juga tentunya pergi bersama mereka dengan menggendong Naira, dan tentu saja Lena terus dekat dengan Sean sedari mereka berjalan keluar hinga mereka masuk ke mobil, mereka duduk di kursi depan juga bersebelahan,
Hingga mereka pun akhirnya tiba di sebuah Restoran yang tidak jauh dari rumah sakit, dan mereka pun juga langsung keluar dari mobil dan berjalan untuk masuk ke dalam Restoran itu
"Len, bisa tidak pengawal mu ini jalan di belakangmu?" ucap Reno yang iri karena dari tadi Lena selalu bercanda dengan Naira yang di pangkuan Sean
"Memangnya kenapa?, dia bawa putriku, apa masalahnya denganmu jika dia jalan bersebelahan dengan ku?" tanya Lena yang merasa tidak enak karena merasa Reno terlalu banyak aturan padanya
"Ya, ya tidak apa apa Len, tapi kan dia pengawalmu, bukan pacarmu, rasanya tidak pantas saja jika kalian sedekat itu" ucap Reno
"Dia pengawal ku, wajar saja jika dia dekat dengan ku kan?,, kalau dia dekat dengan mu itu berarti dia pengawalmu" ucap Lena
Reno pun tidak tau harus jawab apa lagi, yang dia tau sekarang dia merasa jengkel pada pengawal Lena yang di panggil Man itu
Mereka pun segera menemukan tempat duduk untuk mereka makan, dan Lena tetap saja duduk bersebelahan dengan Sean, karena Naira memang tetap di pangkuan Sean,
Nayra yang duduk di pangkuan Sean pun di suapi Oleh Lena, sementara Sean terus tersenyum melihatnya, meskipun Sean juga di pesankan makan Oleh Lena, tapi dia belum memakannya, dia ingin menikmati dulu momen di mana dia bisa melihat putrinya di suapi makan oleh Lena,
"Yeee makannya habis, Nayra pinter" ucap Lena yang sebenarnya mereka berdua yang menghabiskan porsi nya
Naira pun bertepuk tangan untuk dirinya sendiri, Sean pun terus di buat tersenyum oleh mereka berdua
"Man kamu makan dulu, keburu dingin makanannya, sini Nayra biar aku yang gendong" ucap Lena yang langsung meraih Nayra dan memindahkannya ke pangkuanya
Sementara di sebrang meja ada yang sedang kebakaran jenggot dan menatap iri pada Sean 'Kenapa harus ada orang ini si, mengganggu saja' pikir Reno
Sean pun segera menyantap makanannya
__ADS_1
"O yah Len, siang ini ada berapa pasien yang akan di operasi" tanya Reno
"Jadwal hari ini ada 3 pasien, kenapa memang?, kamu mau bantu?" tanya Lena
"Enggak lah, aku kan dokter orto,, maksudku kalau tugasmu bisa selesai cepat, kita ajak jalan jalan Nayra, sudah lama kan kita tidak ajak dia jalan lagi" ucap Reno
"Aku masih harus buat beberapa laporan setelah operasi, jadi kurasa aku tidak bisa pulang cepat" ucap Lena yang menolak secara halus
"Ayolah, aku bisa bantu kamu izin ke Wakdir untuk kamu pulang cepat" ucap Reno
"Kenapa kamu selalu saja bawa bawa ayahmu untuk memaksaku, aku tidak suka" ucap Lena
"Ya, ya bukan begitu Len, ya sudah kita ke taman setelah kamu selesai tugas saja, gimana?" ucap Reno yang kekeh
Lena pun tidak menggubrisnya lagi
Sementara Sean pun mulai merasa tidak senang dengan Reno yang terus saja memaksa Lena, dia awalnya berpikir kalau Lena dan Reno sudah saling suka, dan tadinya Sean bisa saja mengalah jika Lena memang menyukainya,
Tapi jika melihat begini, Sean juga sepertinya tidak bisa tinggal diam..
Setelah mereka selesai makan, mereka pun kembali ke mobil dan segera kembali ke rumah sakit lagi, Sean pun sekarang tidak menggendong Nayra, tapi menuntunya berjalan dengan Lena yang juga sama menuntun sebelah tangan Nayra yang satunya, sekilas mereka pun memang seperti sebuah keluarga kecil yang utuh, dan memang kenyataannya begitu
"Sayang, kamu ke nenek dulu dengan papa om ya, mamah ada tugas dulu setelah ini, doain mamah juga, supaya operasinya berhasil" ucap Lena
"Iya, Nayla doain, semoga pasien mamah cepat sembuh" ucap Nayra
Sean pun mengangguk pelan
"Gin, data data pasien sudah kamu periksa belum tadi" tanya Lena
"Sudah sudah ku periksa Len" ucap Gina
"Oh baiklah, kalau gitu kita tinggal keruangan operasi saja sekarang" ucap Lena
"Iya, ambil data datanya dulu paling" ucap Gina
"Ya sudah"
Setelah tiba di ruangan dokter Lena dan Gina pun langsung membuka pintu dan masuk, sementara Sean menatapnya sejenak 'Kamu sudah jadi apa yang kamu impikan dulu Len, aku bangga padamu' gumam hati Sean
"Om ayo, kita ke kamar nenek" ucap Nayra
"Oh iya sayang" ucap Sean, dan merekapun segera berlalu dari pintu ruangan Lena itu,
Sesampainya di depan pintu ruangan Kartina, Sean pun sudah di tunggu Tiara yang duduk di kursi tunggu,
Dan Tiara pun lansung menoleh ke arah datangnya Sean "Sean, kamu dari mana?, aku menunggumu dari tadi" ucap Tiara tersenyum
"Aku baru selesai makan dengan Lena" ucap Sean
__ADS_1
"Lena??, Bukan kah dia sudah punya pasangan lain?" tanya Tiara yang melihat dia dengan Reno sebelumnya
"Tidak, dia hanya berteman saja dengan pria yang kamu lihat kemarin" ucap Sean
"Oh" ucap Tiara yang senyumnya perlahan hilang
"Tante siapa nya om?" tanya Naira yang memang tidak begitu mengenal Tiara
"Apa dia........." Tiara ragu menebak gadis kecil yang bersama Sean itu
"Yah,, dia putri Rania, putriku juga" ucap Sean
"Oh" Tiara pun langsung bangkit dan menghampiri Nayra dengan sedikit merendahkan badannya "Sayang, Tante ini teman mamahmu dulu, teman papamu juga,, kamu sudah besar dan cantik juga seperti mamahmu ya sekarang" ucap Tiara
"Mamah yang mana, Nayra punya 2 mamah" ucap Nayra mengacungkan 2 jarinya yang mungil itu
"Tante teman mamah Rania , nama tante Tiara, namamu Nayra kan" ucap Tiara, dia memang tidak banyak tau soal Nayra, dia hanya tau Rania melahirkan seorang putri, dan dia hanya melihatnya pas Nayra masih bayi
"Iya, namaku Nayla" ucap Nayra
"Lucunya, boleh Tante gendong tidak" ucap Tiara
"Tidak mau, Nayla mau di gendong papa om" ucap Nayra sambil mengangkat tanganya pada Sean, karena dia ingin di gendong nya
"Baiklah, Nayra papa Gendong" ucap Sean
Tiara sedikit bingung kenapa panggilan Nayra itu aneh menurut nya, "Kenapa dia memanggilmu papa Om" tanya Tiara
"Dia masih belum paham kalau aku ayahnya, jadi dia masih panggil aku om" ucap Sean
"Begitu ya, terdengar nya aneh" ucap Tiara
"Ya begitulah, O yah, apa kamu melihat kedalam tadi?" tanya Sean
"Sudah, Ibumu tadi sudah di periksa lagi, katanya dia sudah bisa pulang sore ini" ucap Tiara
"Sungguh,, syukurlah, Baiklah aku mau kedalam dulu" ucap Sean
"Ya sudah, aku juga mau masuk" ucap Tiara
Mereka pun segera melangkah untuk masuk ke dalam Ruangan,
Tiara memang selalu menampilkan sisi feminimnya jika berhadapanpan dengan Sean, jadi dia terlihat biasa biasa saja seperti gadis pada umumnya, berbeda jika dia berada di organisasi, sikap nya tegas, dingin, dan sedikit bar bar,
Itu karena didikan dari ayahnya yang sebelumnya pemimpin organisasi, dan ayahnya itu adalah orang yang pernah di kalahkan Sean di dalam sebuah pertarungan dulu, dan Tiara dulu sempat memohon pada Sean dan bersedia jadi budak Sean jika dia tidak mengakhiri hidup ayahnya,
Dan Sean memang tidak melakukanya, walau pun waktu itu dia ingin sekali melenyapkan ayahnya Tiara karena sebuah dendam keluarga
Hingga sampai sekarang, Tiara masih sedikit memegang perkataanya, meskipun Sean tidak pernah mengungkit dan mengingat ingat janji Tiara itu
__ADS_1