TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Curang


__ADS_3

Rania dan Lena sudah merasa lelah mencari Nayra di pantai, dan mereka juga tidak kunjung menemukan nya, jadi Rania dan Lena pun kembali ke resort dengan harap harap cemas berharap Nayra sudah pulang duluan, tapi mereka tetap tidak melihat Nay di Resort


"Kak, sudah kak, jangan nangis, Lena sudah Telpon kak Sean, dia pasti akan mencari Nay dan bisa menemukannya" ucap Lena menenangkan Rania di kamarnya sambil terisak juga, Lena membujuk Rania, tapi dirinya sendiri juga menangis


"Len, Nay itu masih kecil, bagaiman kalau dia tenggelam, atau di bawa orang jahat, aku tidak mau kehilangan dia" ucap Rania


Lena yang mendengar itu pun tentunya semakin terisak


Tidak lama Sean juga datang dan langsung membuka pintu kamar Rania "Ran, Len, Kenapa Nay bisa hilang?" tanya Sean sambil melangkah ke arah mereka yang terduduk di samping tempat tidur itu


Rania dan Lena tidak langsung menjawab, mereka malah semakin terisak "Tadi kita main ke pantai, dan ada sedikit keributan di sana, kami tidak memperhatikan Nay, dan setelah ribut ribut nya berhenti, kami baru sadar kalau Nay tidak ada bersama kita" ucap Lena sambil terisak menatap suaminya


"Apa sudah melaporkan nya pada penjaga pantai??" tanya Sean


"Sudah, bahkan mereka sudah bantu cari juga, tapi Nay tidak ketemu" ucap Lena tetap terisak


"Ya Sudah, kalian jangan Nangis, Nayra pasti ketemu, tenang saja aku akan menemukannya segera" ucap Sean


Dia pun berbalik keluar, dan langsung menghubungi anggota Redbear untuk mencari Nay ke setia pelosok daerah ini


Dengan Segera puluhan nggota Redbear pun berdatangan ke resort tempat Sean berada


Setelah semuanya berkumpul Sean pun memberi sedikit informasi tentang Nay pada anggota, dan kemudian Sean memimpin mereka keluar dari Area resort untuk mencari Nay di hari yang mulai petang itu


Mereka pun segera melangkah menyusuri jalanan yang menuju ke arah pantai,


Di tengah perjalanan Sean tertarik untuk mengambil sebuah sandal mungil yang tergeletak di pasir,, Sean terdiam sejenak dan memperhatikannya dengan teliti,


"Ada apa Master?" tanya Rio


"Ini sandal putriku yang di pakainya tadi siang, aku sangat yakin" ucap Sean


"Jadi apa kita akan tetap mencarinya ke pantai??" tanya Rio


"Tidak, kalau satu sandal nya ada di sini, kemungkinan dia pergi ke arah Resort, jadi kita kembali saja, aku yakin ada cctv dari Resort yang mengarah kemari, karena di sini masih dekat dengan Area Resort, jadi kamu minta lihat saja rekamannya pada pihak keamanan Resort" ucap Sean


"Baiklah, aku mengerti" ucap Rio


Mereka pun berbalik kembali ke resort, dan tidak jadi mencari Nay ke bibir pantai


Sean pun kembali ke kamar Rania dengan membawa sebelah sandal mungil yang dia temukan


"Bagaiman? Apa nay ketmu" tanya Lena


"Belum, tapi sepertinya Nay tidak ada di pantai, dia pasti ke tempat Lain, aku menemukan sandal ini di jalanan yang menuju pantai, ini sandal Nay kan??" tanya Sean memperlihatkan sandal yang di bawanya


Lena pun mengambilnya dan memperhatikannya "Iya, ini sandalnya Nay, mana sebelahnya lagi??" tanya Lena polos

__ADS_1


"Kamu masih peduli pada sendal sebelahnya?" tanya Sean Sedikit mengernyitkan dahinya


"Bu bukan begitu, maksudku aku berharap yang sebelahnya lagi tidak jauh dari sandal ini, dan di pakai oleh Nay" ucap Lena ngeles


"Ya kuharap begitu, aku sedang menyuruh anak buah ku mencari petunjuk, kit tungu saja kabarnya" ucap Sean,


Dia mendudukan dirinya di kursi yang ada di kamar itu, dia mencoba menenangkan pikirannya meskipun hatinya sangat khawatir pada Nay, karena tidak di pungkiri memang perasaan Sean sedikit tidak enak dengan menghilangnya Nay


Beberapa saat berlalu Rio pun memanggil Sean untuk ke ruangan monitor Cctv Resort itu, dan dia di arahkan untuk melihat tayangan siang tadi yang berhubungan dengan Nay


"Master Lihatlah, apa menurut Anda gadis kecil yang di gendong pria itu putri anda, kami tidak bisa memastikan karena dia dipakaikan masker" ucap Rio


Sean pun memperhatikan penampilan anak yang di gendong oleh seorang pria yang mengenakan masker itu, mereka terlihat berjalan dari arah pantai dan melewati jalanan yang ada di area luar Resort yang kebetulan terpantau Cctv keamanan, pria itu di ikuti oleh beberapa pria Lain dan ada satu wanita juga bersama mereka


Nay terlihat meronta-ronta tapi pria itu bisa menahannya, dan saat itulah sebelah sandal Nay terlepas, dan kemudian merekapun segera berlalu dari pantauan layar


"Ku rasa itu memang Nayra, cari potongan Lainya, apa mereka juga masuk ke resort ini?" tanya Sean


Mereka pun mulai mencari cari lagi di rekaman lainya dan Sean pun dapat kesimpulan kalau Nayra di culik seseorang dan di bawa pergi menggunakan mobil hitam yang terparkir di depan area Resort tadi


"Ku rasa ada yang merencanakan ini, apa bisa di perjelas plat mobil itu," ucap Sean


"Bisa pak Sebentar", ucap salah satu orang yang bertugas memantau itu


Setelah melihat nomor plat itu Sean langsung menulisnya di ponselnya dan mengirimkannya pada (S) untuk Segera di telusuri oleh (S) alias Sandri sang hacker kepercayaan Sean, meskipun platnya terlihat sedikit buram dan menyamping, tapi Sean bisa memastikan bahwa dia tidak salah menulis nomor kendaraan nya


"Ketemu kau, kamu pikir bisa bermain bermain dengan ku, hhh,, jangan harap" gumam Sean yang sudah menemukan Lokasi dimana mobil itu berada dari info pribadi sang pemilik mobil yang berhasil di telusuri (S)


Sean pun segera membawa anggota Redbear itu menuju ke lokasi tempat yang di informasikan oleh (S) itu


Di dalam mobil Sean duduk dengan sedikit melamun, dia bertanya-tanya tentang siapa orang yang menculik putrinya, namun lamunanya itu buyar ketika ponselnya bergetar tanda panggilan masuk


Sean pun langsung melihat ponselnya, namun nomor yang memanggilnya itu di privat, jadi tidak nampak di layar ponselnya, Sean pun segera mengangkat panggilan nya, dan sebelum Sean menanyakan siap penelponnya.....


.📱"Mamaaaaaah, Nay mau pulang" triak seorang gadis kecil dari sebarang telpon


"Nayra!!!, Iya sayang, papah akan segera jemput kamu" ucap Sean


📱"Kalau kamu ingin putrimu baik baik saja, datang ke komplek Kelinci nomor 35, Sendirian, atau terima akibatnya" ucap salah seorang pria dari sebrang telpon itu


"Keparat, Kurasa kau tidak tau sedang bermain main dengan siapa" ucap Sean geram


📱"Turuti saja, dan tidak perlu memperkenalkan dirimu" ucap pria misterius itu


"Lihat saja, jika aku menemukan mu, kupastikan Kepalamu tidak akan ada di lehermu lagi" ucap Sean menggeretak


Namun tidak ada jawaban lagi dari sebrang Telpon karena yang di sebarang sudah mematikan panggilannya

__ADS_1


Sean langsung menyimpan ponselnya tanpa melihatnya lagi, "Komplek kelinci nomor 35" ucap Sean pada anggota Redbear yang mengemudi


"Baik master" ucap si pengemudi


...°°°°°°...


Sementara di tempat Lain


📱"Apa lu yakin pria dungu itu tidak punya kekuatan seperti Tiara??" tanya Leon


"Menurut mata mata yang kita suruh Tempo hari di kota YG, dia sedikit terluka terkena peluru, jadi sudah pasti pria itu tidak seperti Tiara," ucap Roland


📱"Baiklah, kita uji lagi keberuntungan nya kali ini, tapi meskipun tidak kebal, pria itu tetap punya kemampuan di luar nalar, dia bisa menghindari hujanan peluru dan hanya sedikit terluka itu tidak mudah untuk orang biasa, jadi kamu tetap berhati hati meskipun pembunuh bayaran itu juga hebat, Bawa gadis kecil itu menjauh dari tempat itu" ucap Leon


"Baiklah pak bos, lu sudah mengatakan itu lebih dari sepuluh kali, mulut lu itu gaduh seperti mulut tetangga" ucap Roland


📱"Ya ya ya, Baiklah tetanggaku, pastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencana" ucap Leon


.


.


.


...°°°°°°...


Sementara Rombongan Sean pun kini sudah sampai di depan Rumah yang di maksud, Rumah yang berada cukup renggang dari rumah Lainya, Dengan kondisi penerangan yang tidak memadai


"Kurasa ini tempatnya, kalian tunggu dulu di sini, nanti kalian masuk belakangan" ucap Sean


"Baik master," ucap seorang anggota yang duduk di belakang


Seanpun segera turun dari mobil dan melangkah ke pintu masuk, dan pintunya pun tidak di kunci, jadi Sean pun segera melengganng masuk ke dalam


Dia pun memasuki halaman rumah yang cukup luas dengan kondisi yang remang remang, karena hanya ada satu lampu yang menyala dari lantai atas rumah, dengan kondisi rumahnya yang seperti tidak terurus


Di pun mulai mendekati teras, dan seketika instingnya pun mulai bereaksi, dia merasakan ada bahaya yang mendekat cepat tapi dia tidak mendengar suara apapun


Namun Sean tetap bisa meresa ada benda pipih runcing melesat cepat ke arahnya, Sean pun seketika menghentikan langkah dan mengelak sedikit dari benda asing itu dan 'Sreeeeet' suriken itu menyerempet bajunya sedikit hingga membuatnya sobek dan 'tring tring tring' benda itu menabrak tembok dan jatuh ke lantai dengan suara yang nyaring


"Apa ini????" Sean heran dan langsung menoleh ke samping dan memperhatikan kesekeliling, tapi dia tidak melihat apapun atau mendengar sesuatu


Dan benda seperti bintang itu pun mulai melesat lagi ke arahnya dari kegelapan dengan jumlah yang lebih banyak, 'Sret sret sret sret'


Dengan cepat Sean pun menghindari semua benda itu dengan gerakan memutar badan di udara, meskipun dengan penglihatan mata zahir yang minim, tapi dia bisa mengandalkan kepekaan instingnya, dan bukan penglihatan matanya jadi dia tidak tersentuh sedikitpun oleh benda itu


"Curang, beraninya kalian bersembunyi di kegelapan , keluarlah, aku menantang kalian" ucap Sean lantang

__ADS_1


__ADS_2