TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bab85


__ADS_3

Tiara pun langsung menatap Sean dengan tatapan enggan


"Tapi tapi, bukan kah kamu berjanji akan menikahiku" ucap Tiara sedikit gelagapan


"Memangnya apa hubungannya menikahimu dengan bunga ini?, menurut ku ini hanya warnanya saja yang berbeda kan, dan bagiku warna tidak mewakili status apa pun" tanya Sean


"Oh,, kupikir kamu mempertahankan bunga itu karena tertarik dengan maknanya,, jadi,, apa kamu akan tetap menikahiku??" tanya Tiara


"Iya" ucap Sean


"Baiklah" ucap Tiara tersenyum


"O yah,, Besok kita temui Ayahmu untuk meminta restunya" ucap Sean


"Sungguh???, apa kamu benar benar akan menemuinya??" tanya Tiara sedikit bersemangat


"Kalau kita mau menikah, mau tidak mau aku harus bertemu dengan Ayahmu kan?" ucap Sean


"Oh,,, Baiklah, aku akan segera memberinya kabar" ucap Tiara


"Ya Sudah, aku akan menjemput mu besok untuk ke lapas Ayahmu" ucap Sean


"Baiklah, aku tunggu kalau gitu" ucap Tiara


Sean pun tidak bisa berlama lama di toko bunga Tiara itu, karena dia harus kembali ke kantor nya, Rania juga harus kembali ke perusahaan nya, jadi setelah melihat lihat toko bunga Tiara sebentar, mereka pun segera kembali ke kantor masing masing


.



Dua hari berikutnya, Sean pun menikahi Rania di kediaman Hendro, dengan acara yang terkesan tertutup untuk umum karena hanya di hadiri kerabat dekat mereka saja, dan setelah itu, barulah dia pergi ke tempat Tiara, dengan di dampingi Rania dan Kartina juga, sementara Lena Tidak ikut bersama mereka, karena alasan yang masih sama, ya itu dia masih merasa mual jika bertemu Sean


.



Di rumah paviliun markas Redbear, di dalam sebuah kamar Tiara pun sudah menunggu Sean dengan penampilan simple dan riasan yang sangat cantik, dia Napak gugup dan memandangi dirinya sendiri di cermin


"Apa aku cantik dengan kebaya ini Bu?" tanya Tiara pada Ratih


"Kamu terlihat sangat cantik Tiara, persis seperti Ibu waktu masih muda dulu,,,, Akhirnya kamu menikah juga dengan pria idaman mu itu Ra,, Maaf, ibu pernah melakukan sesuatu yang salah untuk menyatukan kalian dulu" ucap Ratih


"Sudah lah bu,, Itu sudah berlalu cukup lama, tidak perlu di ungkit lagi" ucap Tiara sambil menatap ibunya dari pantulan cermin


.

__ADS_1



Sementara di luar Paviliun


Sean baru saja memberhentikan mobilnya tepat di depan Paviliun yang di tempati oleh Tiara, Sean pun langsung turun dan melangkahkan kakinya ke depan rumah untuk menjemput Tiara, karena mereka akan menikah di depan Goma yang berada di sel tahanan


Goma tidak dapat izin untuk menikahkan putrinya di tempat lain, jadi mau tidak mau harus mereka yang ke lapasnya


Setelah di beritahu asisten rumahnya, Tiara pun keluar dari kamarnya dengan di dampingi Ratih sang ibu, Tiara terlihat cukup anggun dan elegan dengan kebaya simpel yang melekat di tubuhnya, dengan rambut di sanggul kecil, lengkap dengan hiasan tusuk konde berwarna emas


Ya kalau boleh jujur, Sean juga sedikit terpesona


"Apa kamu sudah Siap?" tanya Sean


"Aku aku agak sedikit gugup" ucap Tiara tersenyum


"Tidak apa, semuanya akan baik baik saja," ucap Sean, diapun menuntun jalan Tiara untuk ke salah satu mobil yang sudah di persiapkan untuk nya, diapun langsung membukakan pintu mobil Sedan putih yang berhiaskan bunga di cup depan mobilnya


Tiara pun melangkahkan kakinya menuju ke mobil itu dengan tetap di gandeng Ratih yang sangat enggan bertatapan dengan Sean, dia masih merasa segan menatap Sean yang akan segera jadi menantunya itu,,


Sejenak Tiara berhenti di depan Sean yang membukakan pintu untuknya, "Terimakasih" ucap Tiara sambil melihat wajah Sean sekilas, dan setelah nya diapun masuk kedalam mobil


Setelah mereka masuk, Sean juga bergegas masuk ke mobil lain, dan kemudian rombongan mobil mereka pun segera berkompoi menuju ke salah satu Rutan tempat Goma di tahan


.



Para petugas lapas juga cukup antusias mengawal jalanya acara,, karena Sean memang sudah mengurus perizinan nya kemarin,


Goma pun Juga sudah menunggu di Ruangan itu, Sean pun langsung melangkah ke hadapan Goma tanpa ada rasa ragu, dia mengesampingkan dendam pribadi dan egonya pada Goma di pernikahannya dengan putrinya ini


Sean duduk di sebrang pria paruh baya yang tidak lain adalah ayah Tiara itu, sekilas mereka saling menatap tajam pada wajah masing-masing, Sean tidak merasa gentar berhadapan dengan pria yang sempat dia kalahkan dalam sebuah pertarungan yang di latar belakangi dendam,, Sean memperhatikan wajah tua yang ada di hadapannya itu,


Wajah goma nampak sedikit berseri melihat putrinya yang Sekarang di rias sebagai pengantin,


"Apa kabarmu pak tua?" celetuk Sean


"Cukup baik anak muda,, aku cukup menikmati hari tuaku di sini" ucap Goma


"Baguslah, itu artinya aku tidak salah mengirimu kemari" ucap Sean


Goma pun hanya tersenyum simpu "Arman, terima kasih,, selama ini kamu telah memperlakukan putriku dengan sangat baik, aku tau semua hal tentang dirimu dari Tiara, setiap dia menjenguku, yang di bicarakanya pasti hanya dirimu" ucap Goma


"Hhm, Aku sedikit tersentuh,, kalau bukan karena Tiara, aku juga sebenarnya malas untuk bertemu dengan mu lagi di sini" ucap Sean

__ADS_1


"Aku sangat paham itu, O yah,, ada hal yang perlu ku bicarakan dulu empat mata dengan mu sebelum Acara ini berlangsung" ucap Goma


"Aku tidak punya banyak waktu di sini, cepat saja selesaikan setelah penghulunya datang, tidak perlu banyak basa basi" ucap Sean


"Ini penting untukmu, dan mungkin penting juga untuk keluargamu" ucap Goma


Sean pun sedikit penasaran apa yang akan di katakan Goma padanya, "Baiklah" ucap Sean


Merekapun beranjak ke salah satu ruangan yang ada di sana hanya berdua saja, karena kebetulan penghulu yang akan menikahkan Sean dan Tiara juga belum hadir di tempat


Sementara Tiara terlihat sedikit cemas soal mereka yang memasuki ruangan


.



Di dalam Ruangan


"Katakan yang ingin kau katakan dengan singkat dan jelas" ucap Sean


"Ini soal Ayahmu, mungkin dia masih hidup di negara T" ucap Goma


"Apa maksudmu dengan kata mungkin??" ucap Sean tenang


"Aku tidak benar-benar melenyapkanya waktu itu, aku hanya melihat anak buahku mendorongnya dari atas jembatan, dan mengambil semua identitas nya waktu di negara T dulu, dan aku pernah mendapatkan kabar beberapa tahun setelah nya, kalau Ayahmu terlihat di salah satu daerah di negara tersebut, jadi mungkin dia hanya terluka saat dia jatuh, dan dia tidak sampai mati" ucap Goma


"Apa kau pikir aku akan percaya dengan bualanmu, aku bukan orang bodoh, kalau ayahku benar-benar masih hidup, dia pasti akan menghubungi ibuku sejak lama" ucap Sean


"Aku Tidak yakin dia bisa melakukannya, bertahan di negara orang lain tanpa memiliki identitas, kurasa itu bukan hal yang mudah" ucap Goma


"Tidak ada jaminan kalau perkataan mu itu bisa di percaya" ucap Sean


"Itu terserah padamu, setidaknya aku sudah memberitahukannya padamu, Aku memberitahukan ini hanya supaya tidak ada dendam sedikit pun di hatimu pada putriku, Aku terlalu menyayangi nya, aku ingin orang yang menikahi nya juga sama menyayanginya tanpa ada celah" ucap Goma


"Baik, ku anggap kau berbicara Jujur sekarang, tapi Meskipun itu benar, tidak berarti kau bisa terlepas dari jerat hukum yang membelitmu, karena tuntutan ku padamu hanya salah satu dari beberpa tuntutan orang lain padamu, tapi kalau itu benar, mungkin hukumanmu sedikit bisa lebih ringan" ucap Sean


"Aku tau itu, jadi kalaupun aku berbohong sekarang, bukan kah tidak ada untungnya bagiku?" ucap Goma


Sean pun hanya menyunggingkan senyum, dia tidak tau harus berekspresi seperti apa mendengar ayahnya mungkin masih hidup, dia memang tidak banyak kenangan denganya, tapi kalau dia masih hidup, tentunya Kartina akan merasa sangat Senang jika mereka bertemu lagi, dia pun berniat untuk segera mencarinya ke negara T,


Sean pun berpaling dari hadapan Goma, dan melangkahkan kaki menuju ke pintu keluar


"Sekarang kita lanjutkan prosesi akad untuk putrimu dulu,,,, ayah mertua" ucap Sean sambil membuka pintunya


"Baiklah,,, menantuku" ucap Goma yang juga langsung beranjak mengikuti Sean untuk keluar dari Ruangan itu, untuk melanjutkan Acara pernikahan sang putri

__ADS_1


__ADS_2