TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Hampir Sama


__ADS_3

Beberapa saat kemudian , rombongan Tuktuk yang membawa Mereka pun akhirnya tiba di depan hotel yang mereka tempati, dengan Tuktuk Sean yang berada di urutan kedua, karena dia memang mengikuti Tuktuk yang di tumpangi oleh Tiara


Sean pun langsung menghela nafasnya "Akhirnya sampai juga, cukup menguras konsentrasi juga mengendarai kendaraan ini" ucap Sean


"Ya lumayan, kamua sepertinya memang cocok jadi pengemudi bajai" ucap Rania


Lena pun langsung tertawa kecil mendengar pernyataan Rania itu


"Begitu kah?, kalau begitu nanti pulang ke Indonesia aku akan melamar jadi Abang bajai" ucap Sean Asal


Rania pun juga langsung tertawa kecil "Cocok itu" ucap Rania


Sean pun hanya tersenyum lagi dan lagi


Tidak Lama Tiara menghampiri Tuktuk Sean "Sayang, kita cari cendara mata yuk, mumpung kita lagi di sini kan, kita jalan jalan dulu, gimana Ran, setuju tidak?" tanya Tiara


"Sepertinya itu boleh juga, gimana Len?" ucap Rania


"Baiklah, aku ikut saja" ucap Lena


"Deal, jadi sepakat semuanya" ucap Tiara


"Aku masih belum bilang setuju" ucap Sean


"Sudah, kamu setuju saja, atau kamu akan membiarkan Tiga Srikandi mu ini di goda Abang abang Tuktuk" ucap Rania Asal


"Baiklah baiaklah, kalau begitu kita jalan lagi sekarang" ucap Sean


"Sip kalau gitu," ucap Tiara


Tiara pun segera naik ke Tuktuknya lagi, dan kemudian melaju dengan di ikuti Sean, dan juga dua Tuktuk lain yang membawa pengawalnya


Dan merekapun menyusuri jalanan Kota bangkok yang masih sedikit ramai oleh orang orang, karena masih dalam suasana perayaan tahun baru mereka


Tidak lama merekapun tiba di sebuah jalan yang terdapat banyak toko pernak pernik cenderamata yang khas dari negara tersebut


Mereka pun langsung turun dari Tuktuk mereka dan langsung saja menghampiri toko toko suvenir untuk mencari pernak pernik yang menarik untuk mereka


Sean pun tentunya setia mengikuti mereka yang terlihat cukup girang melihat lihat, mencoba coba barang dan sesekali berfoto dengan barang yang di coba mereka,


Sean juga skilas melihat lihat suvenir suvenir yang khas dari negara tersebut, salah satunya yang paling ikonik dari negara itu adalah gajah, jadi Sean banyak sekali melihat suvenir yang bertema kan gajah di antara suvenir suvenir lainnya, seperti miniaturnya dan kaos yang bergambar gajah


Para wanita pun terus berpindah pindah toko untuk melihat lihat lebih banyak macam cenderamata , dan membeli barang barang yang mereka sukai untuk nanti di bawa pulang ke Indonesia


Sean terus mengikuti istrinya dari belakang, dia juga melihat lihat barang yang terpajang di tiap toko yang dia lewati, sampai tiba tiba dia bersenggolan dengan seorang pria paruh baya yang mengenakan topi pet, atau topi yang sering di gunakan seniman


'Bruuukk' "Ah, I'm sorry, I didn't see the way, Are you okey??" ucap Sean meminta maaf dengan bahasa Inggris, karena dia sadar ini di negara orang dan tidak bisa berbahasa mereka

__ADS_1


"I'm fine, I was wrong too, sorry" ucap pria paruh baya bertopi pet itu, dan kemudian dia pun segera berlalu


Sean pun sekilas melihat ke arah perginya pria itu, Sean pun melihat kalau pria itu berjalan dengan sedikit terpincang-pincang, tapi jalanya masih lumayan cepat seperti orang pada umumnya


"Ada apa?" tanya Tiara yang sadar Sean bersinggungan dengan orang lain, dan menghampirinya


"Tidak, barusan aku hanya menabrak seseorang saja" ucap Sean


"Oh, makanya hati hati, ya sudah aku kembali lagi, aku harus menawar harga barang lagi untuk istrimu" ucap Tiara


"Ya sudah sana" ucap Sean, Sean pun mulai merasa kalau ada yang janggal dengan tabrakan yang terjadi barusan, diapun langsung meraba raba saku celananya, dan benar saja, dompetnya sudah tidak ada di sana, sontak Sean pun menoleh ke arah peginya pria paruh baya yang menabraknya tadi, tapi Sean sudah tidak melihatnya lagi karena terlalu banyak orang di sana


"Sial, sepertinya si tua itu pencopet, hebat sekali dia" gerutu Sean


Tiara yang akan beranjak pun mendengar gerutu Sean itu, namun tidak terlalu jelas "Ada apa?" tanya Tiara memastikanya lagi


"Sepertinya aku kecopetan Ra" ucap Sean


"Lho, bagaimana bisa,?" tanya Tiara heran


"Mungkin pria yang menabraku barusan pelakunya, aku yakin dompetku masih ada sebelum bertabrakan dengan nya,,, kartu indentitas dan kartu lainnya semua ada di dompet itu, bisa bahaya kalau dia salahgunakan" ucap Sean


"Begitukah, kalau begitu ayo kita cari pria itu, kurasa dia belum terlalu jauh" ucap Tiara


"Baiklah, tapi kamu suruh Rania dan Lena pulang duluan ke Hotel, takutnya akan lama kita mencarinya" ucap Sean


Mereka juga menurut untuk pulang lebih dulu ke Hotel, sementara Tiara dan Sean langsung mencari cari pria paruh baya bertopi pet itu di antara banyak nya orang yang berlalu lalang di jalanan itu


"Apa kamu masih ingat ciri cirinya?" tanya Tiara


"Dia memakai topi pelukis kotak kotak, dan mantel abu panjang" ucap Sean


"Begitukah?,, Baiklah, ayo kita cari ke sebelah sana" ucap Tiara mengarahkan pandangannya ke sudut jalan yang lain


"Baiklah" ucap Sean, mereka pun segera mencarinya lagi di antara orang yang berlalu lalang, Sean sedikit berlarian dan terus memperhatikan orang orang yang dilewatinya satu persatu, tapi Sean belum melihat sosok pria itu di antara mereka


Setelah Beberapa saat mencari, dan tak kunjung menemukan nya, mereka pun berhenti sejenak,


"Kurasa susah mencari satu orang di antara banyaknya orang, mungkin saja dia sekarang sudah bersembunyi" ucap Sean


"Ya, kurasa begitu, apa perlu kita lapor polisi?" tanya Tiara


Sean pun berpikir sejenak, dia baru ingat kalau di dalam dompetnya dia menaruh sebuah cip dari (S) untuk berjaga-jaga di kemungkinan seperti itu, jadi diapun langsung kepikiran (S)


"Kurasa tidak perlu, aku akan meminta bantuan orangku saja" ucap Sean


"Orang mu yang mana,?" tanya Tiara

__ADS_1


"Yang berada di kota J, kuharap dia bisa menemukan keberadaan dompetku" ucap Sean


"Apa bisa??, apa dia dukun?" tanya Tiara


"Ada ada saja kamu, mana bisa dukun melacak dompetku" ucap Sean asal, diapun langsung mengeluarkan handphone nya dan langsung menyuruh S untuk menelusuri Cip yang di berikan olehnya itu


Dan ternyata (S) benar benar bisa memberikan Sean informasi tentang keberadaan dompetnya, meskipun Sean ada di negara Lain


"Sip, ketemu" gumam Sean, dia pun langsung menuju ke satu arah dengan sedikit berlari


Tiara pun tentunya langsung mengikuti Sean yang pergi dengan sedikit tidak mengerti


Sean pun terus mengikuti arah sinyal yang perlahan dia dekati, dan sampai lah dia kesebuah gang yang agak sepi, Sean pun melangkah masuk ke gang itu, dan terus mengikuti arah sinyal, dan akhirnya diapun menemukan keberadaan orang tua itu di salah satu sudut bangunan


Pria tua itu nampak menangis sambil melihat ke sebuah Foto kartu identitas dari sebuah dompet yang tidak lain itu adalah dompet Sean, beberapa dompet lain juga terlihat sudah tergeletak di tanah di sekitar pria tua itu


Sean pun mendekatinya perlahan, dan begitu dia sudah sangat dekat, dia langsung mencoba meraih pundak si pria tua yang membelakanginya itu "You can't run anymore" ucap Sean sambil mencengkeram bahu pria itu


Pria tua itu pun cukup kaget dan langsung menoleh ke arah Sean, Yang tidak di sangka oleh Sean, pria itu langsung mencengkeram tangannya dan dia bisa langsung melepaskan diri dari cengkraman tangan Sean, dan malah berbalik memelintirkan tangan Sean


Sean sedikit tidak menyangka kalau malah dirinya yang di tahan pria tua itu, tapi bukan Sean namanya jika dia langsung menyerah begitu saja, Sean memutar badan dan langsung mengarahkan sikut kirinya ke wajah pria tua itu,


Namun lagi lagi serangannya Bisa di tahan pria itu, tapi sekarang tangan kanan nya sudah terlepas dari cengkraman pria tua itu karena dia juga sedikit tidak menyangka dengan gerakan Sean, dan dia pun sampai mundur beberapa langkah saat menahan serangan Sean


Sean yang merasa lawanya bisa bela diri pun sedikit memasang kuda kudanya, dia langsung maju dan melesatkan tinjunya tanpa aba pada pria tua itu,


Dan lagi lagi serangan Sean bisa di hindari pria itu


Sean terus melakukan serangan dengan kecepatan dan gaya bertarung nya yang tidak semua orang bisa mengimbanginya


Tapi nyatanya, pria ini mampu mengimbangi gerakan Sean yang cukup tangkas itu, serangan demi serangan Sean Bisa di hindari atau di tahanya, hingga tidak ada satupun serangan serius dari Sean yang berhasil mengenainya


"Sial, ternyata orang pribumi cukup tangguh juga, aku salah sudah meremehkanmu" ucap Sean, dia tidak berharap pria tua itu mengerti bahasa nya, karena Sean masih menganggap orang itu penduduk lokal


"Kamu salah anak muda, aku berasal dari negara yang sama dengan mu" ucap pria tua itu


"Tidak kusangka, ternyata Anda bisa mengerti juga apa yang ku bicarakan, Harusnya aku bisa bersapa salam dengan Anda karena kita masih satu negara, tapi sepertinya aku tidak bisa ramah padamu sekarang, dan mungkin aku harus memasukanmu kedalam penjara" ucap Sean


"Coba saja," ucap pria itu


"Hhh" Sean pun tidak segan lagi, diapun langsung menyerang pria itu lagi, merakpun bertarung lagi dengan cukup berimbang, dan bahkan gaya bertarung nya Hampir sama persis, ya itu gerakan dari beberapa jenis seni bela diri yang di gabung jadi satu, mereka tidak bertumpu pada satu tehnik bela diri saja


Tiara yang melihatnya pun sedikit tercengang melihat pertarungan mereka yang cukup berimbang, meskipun dari segi usia mereka jauh berbeda, dan dia sangat tau kemampuan Sean itu di atas rata rata


Dan sampai pada suatu ketika, Sean sedikit kehilangan fokus nya, dan satu hantaman keras dari pria tua itu pun melesat masuk ke dadanya, dan 'Habuk' "Aaaah" Sean mundur beberapa langkah, dan dia pun merasakan sangat sakit di dadanya,


Sean pun Sadar kalau sekarang dirinya tidak memakai cincin besi kursani lagi di tangannya, karena cincin cincin itu kini sudah berada di tangan istri istrinya

__ADS_1


__ADS_2