TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bab82


__ADS_3

Lena pun mencoba menoleh ke arah Sean untuk memperlihatkan kalau dia serius dengan perkataannya, namun di malah merasa mual lagi, dan "Wuu" Lena langsung berlari lagi kedalam untuk ke toilet


"Len!!" panggil Sean


"Ibu Rasa sepertinya Lena benar benar tidak keberatan" ucap Kartina


"Bu, ibu ini kenapa selalu mendukungku untuk mempunyai istri lebih dari satu?, Ibu kan perempuan, harusnya ibu lebih paham perasaan mereka kan" tanya Sean heran


"Entahlah, mungkin ibu hanya berpikir sekarang ibu butuh banyak keluarga untuk mengisi kekosongan di Mansion ibu, ibu menyesal kenapa dulu ibu menghalangi kehamilan dan hanya punya satu anak saja, harusanya ibu punya lebih banyak Anak sebelum Ayahmu pergi" ucap Kartina


"Jadi maksudnya aku yang harus bertanggung jawab untuk masalah itu??" tanya Sean


"Kalau bisa, kenapa tidak" ucap Kartina


Sean pun langsung menghela nafasnya


Tidak lama Lena pun sudah kembali ke pintu "Mah, bukan kah kita akan menjenguk Dewi?, Sekarang saja yuk, Lena sudah ingin beristirahat setelah ini" ucap Lena tanpa menoleh pada Sean


"Oh iya sayang,, Arman Ibu ke ruangan Dewi dulu kalau gitu, kamu bujuk Tiara untuk meminum obatnya, Ya" ucap Kartina, dia pun segera beranjak dari duduknya untuk menghampiri Lena


"Iya" ucap Sean sedikit malas


Seperginya Kartina dan Lena dari hadapannya,, Sean pun langsung menghela nafasnya "Bagiku tidak jadi masalah jika harus menikah berulang kali, tapi yang jadi masalah penulisnya yang pasti akan di omeli pembaca perempuan kan?" gumamnya (😅)


Sean pun segera beranjak dari duduknya, dan segera masuk ke ruangan Rawat Tiara,


Sean pun melihat kalau Rania masih duduk di kursi di samping Tiara


"Arman, baguslah kamu kesini" ucap Rania yang melihat Sean masuk


"Kenapa memang Ran?" tanya Sean pura pura tidak tau


"Tolong bujuk Tiara untuk meminum obat, dia tidak mau makan obat semenjak sadar pasca operasi" ucap Rania


"Hhh, seperti anak kecil saja,, Biklah, akan ku bujuk dia" ucap Sean


"Aku juga titip dulu dia sebentar, aku harus keluar dulu untuk beli dulu sesuatu" ucap Rania


"Kamu tinggal suruh orang-orang Tiara di depan kalau kamu perlu sesuatu" ucap Sean


"Tidak, aku mau beli sendiri saja, aku butuh barang yang sedikit pribadi soalnya" ucap Rania


"Pribadi??" tanya Sean


"Iya,,, aku mau beli pelapis anti bocor, gak bawa serep soalnya" ucap Rania


"Pelapis Anti bocor??, waterfroop maksudnya??" ucap Sean bingung


"Iiih kamu, apa aku harus jelaskan sejelas-jelasnya,, Kamu intinya tunggu di sini saja, jaga Tiara" ucap Rania yang sedikit membulatkan matanya pada Sean, dia pun segera beranjak melewati Sean dan kemudian diapun keluar dari Ruangan tiara


"Pelapis anti bocor?, Aneh aneh saja, apa maksudnya dia sedang datang bulan?, tapi emosi Rania Sepertinya cukup stabil" gumam Sean


Sean pun segera mengalihkan pandangannya pada Tiara yang tidur dengan memalingkan wajahnya, Sean pun mendekat dan mencoba memperhatikan Tiara yang tidur itu, meskipun matanya terpejam tapi reaksinya tidak senatural orang yang tidur, jadi Sean pun menebak kalau Tiara hanya pura pura tidur karena ada Sean masuk keruanganya


"Ra, aku tau kamu pura pura tidur kan??" ucap Sean


Tapi Tiara tetap pada Tidak merespon Sean


Sean pun berniat menggisenginya dengan mencubit hidung nya

__ADS_1


"Sssh, aw,, aku sedang sakit, kenapa kamu malah menggangguku?" ucap Tiara lemas, dan tanpa membuka matanya


"Iya maaf, tapi ada hal yang harus ku perjelas dengan mu" ucap Sean


"Bicara saja, aku mendengar kan" ucap Tiara


"Kenapa kamu mencintaiku?" tanya Sean to the point


Suasana pun hening sejenak, karena tiara sedang memproses jawaban dari pertanyaan Sean itu di otaknya


Tiara pun membuka matanya dan mulai berani melirik ke arah Sean "Aku tidak tau, apa aku harus punya alasan?" tanya Tiara


"Tentu, jika tidak ada alasan yang masuk akal, aku mungkin tidak akan mempertimbangkan perasaan mu itu" ucap Sean


"Apa maksudmu??, apa kau akan menerimaku jika aku punya Alasan?" tanya Tiara


"Mungkin" ucap Sean


"benarkah??,, Baiklah,, alasan ku terkesan padamu tentunya karena kamu punya keahlian bela diri yang hebat, alasan kedua, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan kurasa hanya orang sepertimu yang bisa menuntun ku ke arah itu," ucap Tiara


"Ke tiga??" tanya Sean


"Ke tiga??, mungkin karena kamu tampan" ucap Tiara sedikit malu


"Alasan yang ketiga kurasa bohong, aku pernah buruk rupa, dan kau masih berharap padaku, apa ada alasan lain??" tanya Sean terus menelisik


"Mungkin,,,,,, alasan ketiga karena aku merasa nyaman denganmu sedari awal" ucap Tiara


Sean pun mendudukan dirinya di kursi tunggu, "Ra, kau cukup di Kagumi di lingkungan mu, aku rasanya tidak habis pikir kenapa kamu masih menginginkan ku yang jelas jelas sudah menikah ini" ucap Sean


"Aku tau itu tidak wajar, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku" ucap Tiara


"Apa kamu mengintrogasi ku hanya untuk menyuruhku memakan obat saja?" tanya Tiara


"Ya, Tetu saja, kalau kamu sembuh, mungkin kita bisa menikah Ra" ucap Sean


"Sungguh????" tanya Tiara terlihat cukup kaget


"Mungkin" ucap Sean


"Kalau begitu panggilkan dokter, aku mau minum obatku" ucap Tiara bersemangat


"Tidak perlu, obatmu ada di sini, aku bisa membukakanya untuk mu, tapi kamu harus makan dulu" ucap Sean sambil meraih kotak makanan yang ada di atas meja kecil dan membukakanya


"Iya" Tiara pun langsung mencoba mendudukan dirinya dengan susah payah


Sean pun mengambilkan satu bantal Lain untuk menyangga punggung Tiara supaya lebih nyaman


Sean pun memberikan jatah sarapan rumah sakit di wadah khusus itu kepada Tiara "Ini makanlah" ucap Sean


Tiara pun mencoba meraihnya, namun dia sedikit kesulitan untuk menggerakkan tangan kirinya yang terasa tidak bertenaga itu, karena bekas luka tembak yang berada yepat di dada kiri nya itu sedikit mempengaruhi kekutan tanganya,


"Susah ya??" tanya Sean


"Sedikit" ucap Tiara


"Biar ku bantu saja kalau begitu" ucap Sean


Sean pun membantu Tiara untuk memakan makanannya,

__ADS_1


Tiara pun langsung tersenyum senang karena bisa di bantu makan oleh Sean seperti itu, dan dia pun cukup lahap untuk menyantap setiap Suapan dari tangan Sean


Setelah dia menghabiskan makannya, Sean pun memberikan Obat pada Tiara , dan tugasnya pun selesai


"Terimakasih" ucap Tiara


"Sama sama," ucap Sean


"Apa setelah aku sembuh kau akan benar-benar menikahiku?" tanya Tiara dengan tatapan penuh harap


"Ra , aku beri kamu waktu 3 bulan untuk mempertimbangkanya lagi, jika dalam waktu 3 bulan kau bisa akrab dengan Lena, dan kamu juga tetap dengan perasaamu, Aku akan menikahimu" ucap Sean


"Sungguh??, Baiklah, akan ku tunggu waktu itu" ucap Tiara sumringah


"Kalau begitu aku keluar dulu, aku harus menjenguk yang lainya, cepatlah sembuh ya" ucap Sean


"Iya, terimakasih" ucap Tiara dengan terus tersenyum ke arah Sean


Sean pun langsung beranjak keluar dari Ruangan Tiara itu,


Saat dia keluar, Sean mendapati Rania sudah duduk di kursi tunggu di Luar, jadi Sean pun menghampirinya "Kenapa duduk di sini, kenapa tidak Masuk?" tanya Sean


Rania pun mengusap sesuatu di sudut matanya "Tidak apa, aku ingin duduk saja di sini" ucap Rania


"Apa Kamu menangis Ran?, apa ada yang mengganggumu?" tanya Sean


"Tidak, aku tidak papah" ucap Rania


Sean pun langsung melirik pada penjaga yang berdiri di depan pintu "Apa kalian mengawal Nona Rania tadi?" tanya Sean


"Tentu saja tuan" ucap Salah satu dari mereka


"Lalu kenapa nona Rania samapai menangis" tanya Sean


"Tidak tau Tuan, Nona Rania tadi sempat mau masuk ke ruangan, tapi nona malah terdiam setelah membuka pintunya, dan tidak jadi masuk, itu saja" ucap penjaga


Sean pun paham kenapa Rania menangis, dia pasti mendengar pernyataan nya pada Tiara tadi, jadi Sean pun mendudukan dirinya di samping Rania


"Apa kamu begini karena mendengar ucapan ku pada Tiara?," tanya Sean


Rania pun hanya diam dan tidak memberi jawaban, dia hanya tertunduk


"Apa pendapat mu tentang aku, apa menurutmu aku definisi pria hidung belang?" tanya Sean


"Tidak" ucap Rania singkat


"Anggapan orang lain pasti seperti itu kan, jika aku boleh membela diriku, aku hanya ingin membalas orang yang baik padaku dengan kebaikan juga, mungkin kamu juga beranggapan kalau aku pria yang pandai merayu perempuan seperti Tiara,, tapi pada kenyataannya aku tidak begitu pandai kan??,, aku juga kadang bingung, kenapa Tiara bisa menyukaiku tanpa melihat Lena" ucap Sean


"Aku sadar, aku memang tidak sebaik Tiara, aku memang tidak layak untuk mu" ucap Rania


"Ran,, kamu ini bicara apa??,, kamu itu wanita yang teramat baik, kau sangat layak untuk siapapun,, jika kamu bicara kelayakan, akulah yang tidak layak untuk mu,, jujur,, sedari awal aku merasa sungkan untuk memintamu kembali," ucap Sean


"Apa kamu tidak bisa menyediakan satu tempat lagi untuk ibu dari anakmu ini?" tanya Rania


Sean pun langsung terdiam sejenak


"Ran, Untuk sekarang, kamu Selesaikan saja dulu urusanmu dengan Roland, untuk masalah itu, kita bicarakan lagi lain kali, ya," ucap Sean


"Baiklah" ucap Rania

__ADS_1


Sean tidak ingin menjanjikan apa pun pada Rania Sekarang, itu supaya tidak menutup kemungkinan Rania bisa di dekati orang lain setelah dia resmi berpisah dari Roland, intinya Sean menyerahkan urusan Tiara dan Rania itu pada takdir, bukan tidak mungkin dalam waktu tiga bulan Tiara akan berubah pikiran, dan bukan tidak mungkin juga Rania akan bertemu pria tampan dan mapan di masa Iddah nya nanti, dan kalau pun mereka tetap pada pendirian mereka, Sean menganggap kalau takdirnya mungkin memang harus bersama mereka


__ADS_2