
Mereka pun kini sudah menempati kamar hotel masing masing, Hotel mereka terletak di kawasan pinggir ibu kota negara T,, Sean tidak memilih Hotel ditengah tengah pusat kota, Karena di kawasan itulah ayahnya di kabarkan pernah terlihat
Lena pun langsung masuk ke kamar milik Rania, padahal dia juga punya kamarnya sendiri,, sementara Sean dan Tiara berada di kamar lain yang tidak jauh dari kamar mereka
"Ra, kulihat Lena mulai bisa akrab dengan mu" ucap Sean yang duduk di sofa
Sementara Tiara sedang melihat lihat barang bawaannya di koper, dan mengeluarkan nya di tempat tidur hotel untuk memastikan tidak ada barang yang lupa dia bawa
"Mungkin itu karena ada Rania, Lena sangat akrab dengannya, aku juga begitu, kalau tidak ada Rania mungkin aku juga akan kebingungan bersikap pada Lena" ucap Tiara
"Kurasa keakraban kalian kuncinya memang ada di Rania" ucap Sean
"Iya, O yah,, aku tadi sempat ngobrol ngobrol dengan mereka soal malam pertama, dan mereka bilang kamu memang tidak melakukan apa-apa pada mereka" ucap Tiara
"Kamu membahas itu Dengan mereka??, yang benar saja, itu harusnya jadi privasi masing masing kan?" ucap Sean merasa tidak habis pikir,
Sean lalu beranjak dari duduknya menuju ke jendela hotel untuk sekedar melihat pemandangan kota Bangkok di luar
"Aku hanya penasaran saja, itu juga karena Rania yang mancing pembicaraan lebih dulu" ucap Tiara
"Kalian ini, Pantasan saja selama di pesawat kuping ku terasa kepanasan, ternyata kalian membicarakan ku juga" ucap Sean sambil melihat pemandangan di bawah hotel
"Aku hanya sedikit penasaran saja dengan perkataan mu yang sebelumnya, benar atau tidak," ucap Tiara
Sean pun menatap ke kejauhan dari jendela hotel, dan ada sesuatu yang menarik perhatian Sean di bawah sana, dia melihat banyak orang yang turun ke jalanan kota dan berkerumun
"Ra, coba kamu kesini" ucap Sean
"Ada apa??" tanya Tiara yang langsung beranjak menghampiri tempat Sean berdiri
"Coba kamu lihat, apa negara ini sedang berdemo??" tanya Sean
Tiara pun mulai memperhatikan ke arah luar jendela, dan perhatian nya juga tertuju ke arah jalanan kota yang terlihat cukup Ramai, dan memang terlihat banyak sekali orang berkerumun hampir di sepanjang jalanan yang terlihat, Tiara pun mencoba menghitung bulan di hatinya, dan dia pun mematstikan itu bukan demo, tapi sebuah perayaan
"Waaah, kita pas sekali datang kemari, hari ini adalah hari taun baru kepercayaan mereka, dimana ada suatu festival yang di rayakan oleh semua masyarakat nya, kalau tidak salah namanya festival Songkran, aku beruntung sekali bisa kemari hari ini, ayo kita turun kebawah, seperti nya akan seru di sana, biasanya mereka akan berperang Air seharian" ucap Tiara sangat bersemangat
__ADS_1
"Kamu sepertinya banyak tau soal negara ini,, Tapi apa menariknya perang Air, lebih seru perang senjata kan" ucap Sean
"Kalau gitu kamu salah negara kalau mau lihat festival seperti itu, harusnya kamu bawa kita honeymoon ke perbatasan negara yang rawan konflik,, baru kamu akan melihat festival perang senjata" ucap Tiara asal
"Iya Iya, aku hanya bercanda, ya sudah aku temani kamu kebawah, tapi kamu ajak juga Rania dan Lena, siapa tau mereka mau ikut" ucap Sean
"Baiklah, aku ganti pakaian dulu kalau gitu, kamu keluar dulu ya" ucap Tiara
"Kita sudah menikah, apa aku harus keluar jika kamu hanya berganti pakaian??" ucap Sean
"Tidak sih, tapi aku malu,, yah, tunggu di luar yah" ucap Tiara membujuk
"Oke oke, baiklah" ucap Sean, diapun segera beranjak keluar dari kamar Tiara, dan menunggu nya di luar pintu kamar hotel
Setelah beberapa Saat Tiara pun sudah siap dengan setelan tomboy nya, dia mengenakan baju kaos panjang dan celana jeans belel, serta tidak lupa kerudung simpel juga terbalut di kepalanya
"Aku siap, ayo" ucap Tiara
"Ya Sudah, kamu yang panggil Rania" ucap Sean
'tok'tok'tok' "Ran, ini aku, Tiara" ucap Tiara memanggil Rania
Tidak lama pintu kamar Rania pun terbuka "Ada apa Ra?" tanya Rania
"Ada festival di bawah, apa kalian mau ikut melihatnya, aku dan Sean akan kesana" ucap Tiara
"Oh, sebentar, aku tanya dulu Lena" ucap Rania, dia pun langsung kembali kedalam, dan kemudian kembali lagi "Kita akan menyusul, jadi kalian duluan saja," ucap Rania
"Oh baiklah, kalau gitu aku tunggu di bawah kalau" ucap Tiara
Tiara dan Sean pun langsung bergegas ke lift untuk turun ke lobi hotel, merekapun menunggu Rania dan Lena turun di sofa lobi,
Tidak berselang lama Rania dan Lena juga terlihat keluar dari pintu lift, dan bergegas ke arah Sean dan Tiara
Dan Saat Lena melihat Sean, lagi lagi mual Lena pun kambuh , 'Wu', Lena pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil menutup mulutnya dengan tangannya
__ADS_1
Sean pun Sada kalau Lena memang masih belum kembali seperti semula, jadi dia tentunya harus mengalah lagi "Kalian duluan saja dengan pengawal, aku akan mengikuti kalian di belakang" ucap Sean
"Baiklah" ucap Tiara, dia beranjak dari duduknya dan bergabung dengan Lena dan Rania, dan kemudian Mereka pun bergegas untuk ke jalanan yang berada paling dekat dari depan area Hotel
Dan setelah merek keluar, baru lah Sean bernajak juga mengikuti mereka ke luar
.
Sesampainya di depan pintu masuk area hotel, jalanan pun terlihat cukup Ramai oleh turis dan penduduk sekitar yang memang sengaja turun ke jalan, mereka masing-masing membawa pistol air besar dan terlihat menembakanya pada siapapun yang ada di dekat mereka
Sean pun hanya berdiri di pinggiran, dia tidak bermaksud untuk ikut serta masuk ke kerumunan, tapi tetap saja dia masih terkena sedikit cipratan air dari orang orang yang sedang merayakanya
Sampai ketika Tembakan Air pun datang dari arah samping Sean, dan tembakan air itu cukup deras karena meamang itu di tujukan padanya
Seketika Sean pun menoleh pada orang yang sengaja menyemprotkan Air padanya itu, dan dia melihat Tiara dan Rania yang berada tidak terlalu jauh darinya itu sudah memegang pistilol air di tangan mereka
"Tiara, apa yang kamu lakukan,? aku tidak mau ikut-ikutan" ucap Sean sedikit berteriak, karena suasana jalanan itu cukup riuh oleh banyaknya orang yang berpartisipasi
"Ayolah, kalau berani ayo perang melawan kita" ucap Tiara juga berteriak, dan diapun langsung menyemprotkan pistol Airnya lagi pada Sean
"Hey Hey, dasar, kalian curang, aku tidak bawa senjata kan" ucap Sean yang memang sengaja tidak menghindari tembakan Air dari Tiara dan Rania
Mereka pun terlihat cukup senang bisa ikut berpartisipasi dalam festival itu, Setelah puas membuat Sean sedikit basah, Tiara mengajak Rania untuk masuk ke kerumunan, supaya mereka bisa berperang dengan yang lainya
Sementara mata Sean mencoba mencari keberadaan Lena, dan diapun melihat kalau Lena hanya diam di pinggiran dengan di kelilingi Yuda dan beberapa pengawal lain yang melindunginya,,
Sean tau kalau sebenarnya Lena tidak terlalu suka keramaian, di tambah dia sedang berbadan dua, jadi sangat wajar dia tidak ikut berpartisipasi juga
Tapi Lena terlihat cukup senang juga melihat Tiara dan Rania yang beraksi di kerumunan dengan menembak siapa saja yang ada di dekat mereka, meskipun itu orang yang tidak mereka kenal, Lena juga terlihat sedikit basah karena terkena cipratan Air di kerudungnya,
Sementara Yuda dan rekan rekan yang melindungi Lena sudah lebih basah dari pada Lena
Sean pun tersenyum simpul melihat Raut wajah senang dari istri istrinya itu "Ya ampun, Rasanay sederhana sekali ingin melihat mereka bahagia, hanya bermain Air saja mereka sudah segirang itu" gumam Sean
Sean pun hanya mengawasi mereka dari pinggiran kerumunan, dia tidak terlalu tertarik untuk masuk ke dalam kerumunan, yang ada pastinya dia akan jadi bulan bulanan Rania dan Tiara, dan di mandi kan oleh mereka dan yang lainnya
__ADS_1