TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ekstra part 5


__ADS_3

Agam pun menurunkan puluhan anak buahnya untuk ikut dalam kunjungan Sean itu, hanya untuk sekedar menakuti dan menunjukan sebesar apa kekuatan tuan nya di hadapan orang yang sudah berani mengusik keluarganya


Dan Puluhan mobil anak buah Sean dari markas kecil dan dari gedung Redbear pun segera bergerak ke Perusahaan Hendrik properti


...°°°°...


Sementara itu di depan kantor Hendrik properti kini sudah terparkir beberapa mobil yang baru saja mengikuti Sakti dari persidangan yang baru saja di menangkan mereka


Sakti pun langsung turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke kantornya berdampingan dengan pengacaranya


"Aku sedikit tidak menyangka kalau Rania bisa tau kalau kita yang membuat berita palsu itu, tapi untungnya Ayahku masih punya hubungan baik dengan Hakim Laksono, jadi kita tidak perlu repot-repot mengantisipasinya" ucap Sakti


"Anda memang benar, kalau tidak ada peran dari hakim Laksono, aku tidak yakin bisa memenangkan perkara dari pak Bram pengacara hebat dari Kartin_corp itu,, tapi kenapa bu Rania bisa memangil pak Bram untuk membantunya, apa perusahaan mereka bekerja sama?" tanya Edwin sang pengacara


"Entahlah, aku tidak tau banyak soal Hendro's_properti, yang ku tau Ayahku dan ayah Rania adalah saingan bisnis dari dulu, dan sekarang perkembangan perusahaan itu sudah di luar dugaan, aku tidak mau perusahaan yang di kelola oleh Wanita yang pernah mengecewakan ku itu bisa lebih maju daripada perusahaan ku" ucap Sakti


"Sebentar lagi reputasi mereka akan segera hancur pak Sakti, dan mungkin tidak akan lama lagi perusahaan itu hanya tinggal nama saja" ucap Edwin


"Ya, kamu benar, jangan salahkan aku jika harus melakukan ini untuk membuat mu takluk padaku Rania" ucap Sakti sambil tersenyum


...°°°°...


Sementara di sisi lain, Sean dan anak buahnya kini sudah berbaris di jalanan yang ada di depan kantor Hendrik properti,,, Sean masih belum bergerak masuk karena masih menunggu kabar dari Elisa dulu


Dan tidak lama Elisa pun menghubungi Ponsel Sean


"Bagaiman Elisa" Tanya Sean tanpa basa basi


📲"Perusahaan yang mendukung Hendrik properti memang sebagian besar adalah mitra bisnis kita, Bahkan ada anak perusahaan kita yang memiliki saham besar di perusahaan itu pak Arman, aku sudah menghubungi mereka semua untuk menghentikan kerjasama mereka dengan pihak Hendrik properti sekarang juga pak Arman" ucap Elisa

__ADS_1


"Kerja bagus, terima kasih Lisa" ucap Sean


📲"Sama sama pak, itu sudah tugasku" ucap Elisa


Setelah Mendapatkan kabar pasti dari Elisa, mobil Sean dan rombongannya pun langsung memasukai halaman kantor Hendrik properti itu,


Kemudian mereka pun turun dari mobil masing dan segera bergegas untuk memasuki gedung


Pihak keamanan kantor juga tidak ada yang berani menanyakan apa maksud kedatangan mereka itu, karena mereka melihat lambang beruang merah di baju hitam yang di kenakan oleh anggota Redbear, mereka sangat tau kalau itu lambang dari organisasi orang orang kuat yang pernah menguasai hampir seluruh bisnis ilegal di negara ini, dan sekarang di kenal sebagai mafia yang baru tobat dari bisnis terlarang


Jadi Sean pun masuk ke dalam kantor Hendrik_properti itu tanpa mendapatkan hambatan dari pihak keamanan kantor itu



Sementara Sakti kini sudah duduk di kursi kepemimpinannya di kantor itu, dia belum tau kalau perusahaannya itu sudah di datangi oleh Sean,


Saat dia baru menyalakan komputer di depanya, Tiba tiba sekretarisnya masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu


"Apa kamu tidak bisa mngetuk pintu dulu sebelum masuk keruangan ku?" tanya Sakti sedikit meninggikan nada bicaranya


"Iya maaf pak, saya tidak fokus," ucap Sang sekertaris


"Ada masalah apa?" tanya Sakti


"Beberapa investor di perusahaan kita ingin menarik saham mereka secepatnya pak,, dan mereka ingin menghentikan kerjasamanya dengan Hendrik properti pak" ucap Sang sekertaris


"Apa??, kenapa bisa begitu?, kenapa mereka ingin menarik saham mereka secara bersamaan, itu sama saja dengan menarik seluruh keuangan di perusahaan kita" ucap Sakti


"Tidak hanya itu pak, pihak bank yang bekerjasama dengan perusahaan kita juga ingin menghentikan pendanaan untuk proyek kita" ucap Sang sekertaris

__ADS_1


"Apa??, ini pasti bukan kebetulan, ini pasti ada seseorang yang sengaja ingin menghancurkan perusahan ku," ucap Sakti,,


"Sepertinya memang begitu pak" ucap sang sekretaris


"Apa perusahaan Rania yang melakukan ini?, ini mustahil, bagaimana bisa dia melakukannya?" gumam Sakti


Saat sakti sedang berpikir siapa yang bisa melakukan itu pada perusahaan nya, tiba tiba Sean dan anak buahnya masuk keruangan Sakti


"Aku yang melakukannya" ucap Sean


Sakti pun sontak kaget melihat Sean masuk dengan di kawal oleh puluhan anak buahnya yang semuanya berperawakan kekar, dan mereka langsung menyebar di ruangannya dan memberikan jalan di tengah untuk Sean


"Si siapa kalian?, kenapa masuk ruanganku tanpa izin dariku?" tanya sakti yang kaget


"Aku tidak butuh izin dari siapapun untuk memasuki kantor kecilmu ini" ucap Sean yang terus melangkah mendekati meja Sakti


Sakti memang tidak begitu mengenal Sean, karena dia masih tergolong baru di dalam dunia bisnis, karena dia hanya penerus dari perusahaan Ayahnya itu, tapi meski dia tidak mengenal Sean, dia tetap bisa merasakan tekanan aura yang kuat dari tatapan mata Sean itu


"Se sebenarnya Anda ini siapa??,, kenapa anda tiba tiba datang ke kantor ku?, dan ingin menghancurkan perusahaan ku ini" tanya Sakti sedikit terbata dengan tatapan tidak percaya tergambar di wajahnya


"Aku Arman Arfandi, harusnya kamu pernah mendengar nama itu" ucap Sean sambil melangkah mendekat ke meja Sakti,


"Pak Arman??, aku memang sering mendengar nama anda, Anda pemimpin dari perusahaan Kartin_corp kan,, Tapi kenapa Anda melakukan ini pada perusahaan ku, rasanya aku tidak pernah bersinggungan dengan perusahaan Anda pak Arman" ucap Sakti


Sean pun langsung duduk bertumpang kaki di hadapan meja Sakti "Anda mengenal nama ku, tapi Anda tidak tau wanita siapa yang sudah Anda provokasi itu pak Sakti" ucap Sean


Wajah Sakti pun langsung terlihat pucat pasi mendengarnya, sebab dia yakin kalau wanita yang di maksud oleh pemimpin dari Perusahaan terbesar itu adalah Rania


"Apa maksud anda Rania itu wanitamu?" tanya Sakti

__ADS_1


"Lebih tepatnya Rania itu adalah istri ku, karena Anda sudah berani mengusik Rania dan berniat untuk menggulingkan perusahaan nya, jadi jangan salahkan aku jika aku tidak segan segan untuk menggulingkan perusahaan mu juga" ucap Sean


"Ja jangan lakukan itu pak Arman, perusahaan ini adalah hasil perjuangan Ayahku dari nol, aku mohon jangan menghancurkan nya, aku mengaku salah, aku benar-benar minta maaf, aku tidak tau kalau Rania itu Adalah istri anda,, aku harap kita bicarakan Masalah ini secara kekeluargaan pak Arman, ini hanya salah paham, aku, aku akan meminta maaf pada Rania" ucap Sakti


__ADS_2