TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Berdebat


__ADS_3

Setelah berbincang sejenak, Sean langsung mengajak Rumi untuk berjalan-jalan, karena tidak memungkinkan jika Sean mengajak Lena dan Rania masuk dulu ke rumah pak Yunus,


Tapi Rumi malah mengajak Sean ke tepi pantai yang banyak terdapat perhu perahu nelayan di tepian nya


"Cabi, kanapa kamu ingin jalan jalan ke sini, kamu biasanya mau ke pasar atau jalan jalan ke kota, kita bisa kesana sekarang kalau kamu mau" ucap Sean


"Rumi merasa rindu saja berjalan jalan di pasir dengan kak Dampar" ucap Rumi yang menggandeng Sean


Sementara di sisi lain, ada Lena juga yang menggandeng tangan satunya karena tidak mau kalah oleh Rumi "Pemandangan nya bagus juga, sayang airnya keruh" ucap Lena yang memperhatikan sekitar


"Di sini memang tempat untuk para nelayan berlabuh, kalau yang Airnya jernih ada di sebelah sana, itu di jadikan objek wisata di Sini, apa kamu mau kesana?" Tanya Sean


"Tidak ah, tempatnya pasti ramai" ucap Lena


"Ya namanya juga obyek wisata, tentunya akan banyak orang, kalau tidak mau ramai, nanti kita cari Resort atau vila yang tenang" ucap Sean


"Baiklah, Lena ikut saja" ucap Lena


"O Iya kak, ada yang mau Rumi tunjukkan di sebelah sana, ayo kita kesana" ucap Rumi menunju ke kejauhan


"Baiklah" ucap Sean


Mereka bertiga pun segera beranjak ke tempat yang di maksud Rumi, sementara Rania dan Nayra memilih kembali ke mobil sebelumnya karena alasan panas, jadi mereka tidak ikut


...°°°°°°...


Di tempat Lain


"Apa???, kamu bilang Rania pergi dengan pria bedebah itu, kenapa kamu tidak mencegahnya dan malah menelpon ku dengan santainya, apa kau punya otak?, aku susah payah memisahkan mereka, dan kamu dengan mudahnya membiarkan mereka pergi bersama, benar benar tidak punya otak kau" ucap Leon marah pada orang yang menelponnya


📱Roland pun berdecak kesal "Cck, Gue paling malas mendengar pidato lu itu, terserah lu saja, gue sudah beri tau, istri lu telpon gue saat dia sudah pergi, jadi gue tidak bisa menahan dia, juga bukanya lu pernah bilang kasih dia kebebasan kan?" ucap Roland


"Baik, jangan bahas itu sekarang, setidaknya kita tau pria itu sekarang berada diluar, dan itu memberi kita peluang untuk menyerang tanpa harus di curigai aparat aparat sialan di sini, Apa pembunuh bayaran dari negeri matahari terbit sudah datang??" tanya Leon


📱"Sudah, mereka sudah di markas, jadi apa kita akan langsung menyuruh mereka bergerak??" tanya Roland


"Tentu saja, buat semuanya sesuai dengan sekenario ku, jadikan putrinya sebagai umpan, dan selebihnya akan ku beritau nanti" ucap Leon


📱"Baiklah, tapi aku heran padamu, Kenapa harus memakai tenaga internasional untuk mencelakai pria seperti dia?, apa dia sehebat ini, kurasa jika aku sendiri yang turun tangan dia bisa ku buat cacat, atau mungkin mati dengan mudah, kenapa harus berbelit-belit?" ucap Roland


"Jadi dengan kata lain kau menganggapku orang bodoh??, Kamu yang bodoh, dia bisa mengalahkan ayahku, dan di mungkin bisa dengan mudah menghabisi lusinan orang kayak lu, dan lu pasti tau kekebalan Tiara kan?, itu dia dapat dari pria itu" ucap Leon

__ADS_1


📱"Sungguh, kupikir dia orang lemah, perwakanya tidak menunjukkan kalau dia itu hebat,, apa pria itu juga mengincar Tiara??, kalau iya awas saja dia" ucap Roland


"Heeehh,, jangan berpikir kalau kamu akan layak dengan adikku, dia tidak pantas untuk bersanding dengan pria penikmat pecun seperti mu, awas saja kalau kau berani mendekati dia" ucap Leon


📱"Heh bajingan, memang lu sendiri gimana?, apa lu merasa kalau lu pria terhormat, lu juga pengecut yang bisanya meniduri istri orang yang tidak sadarkan diri" ucap Roland balas mengolok


"Heh, elu yang bajingan, sudah lah kembali ke topik,,,, intinya sekarang kamu harus ingat baik baik, pastikan anak kecil itu tidak tergores sedikit pun, dia akan berharga jika dia utuh dan mulus, dia atau organnya pasti punya nilai yang tinggi di pasaran, mengerti" ucap Leon


📱"Ya baiklah,, Sebelumnya Lu sendiri yang melarang gue menjualnya, Kenapa sekarang jadi lu yang bernafsu??" ucap Roland


"Sebelumnya gue masih peduli pada Rania, tapi sekarang sepertinya anak itu hanya jadi penghalang bagiku saja, ingat, jangan sampai Rania dan anak itu terluka, yang lainya aku tidak peduli" ucap Leon


📱"Baiklah, gue paham, gue akan memantau nya langsung ke sana" ucap Roland


...°°°°...


Sementara di tempat Sean, Rumi mengajak Sean menghampiri sebuah kubangan air laut yang sedikit jauh dari bibir pantai, di kubangan yang tercipta oleh gelombang air pasang itu terdapat beberapa ikan pipih kecil yang berenang dengan cepat kesana kemari di sana


"Lihatlah, Rumi banyak menyimpan hasil tangkapan Rumi dan Kansa di sini, ada kelomang air nya juga" ucap Rumi yang sudah turun duluan ke kubangan yang luasnya tidak lebih dari 2 Meter itu


"Sungguh, apa kelomang Airnya ada banyak?" tanya Lena penasaran


"Len, sekarang kamu sudah jadi dokter, apa masih suka main kelomang?" ucap Sean


"Tidak perlu malu malu, aku tau kamu mau ikut masuk ke kubangan juga kan?" goda Sean


"Tidak, Lena bukan anak gadis lagi" ucap Lena


"Nah ini dia kelomang nya kak Lena, ada yang besar nih," ucap Rumi


"Mana mana" Lena pun langsung antusias menghampiri Rumi yang di sebrang dengan mengitari kubangan itu, tapi nahas, Lena yang tidak mengenakan alas kaki terpeleset ke kubangan karena menginjak sesuatu yang licin di pasir, dan 'Biurrrr' "Aaaah, Lena jatuh,,, rok Lena jadi basah aaaahh" ucap Lena seperti hendak menangis


Sean pun langsung tertawa kecil sambil menghampirinya "Hahaha, makanya tidak perlu Jaim, jadi kepleset kan, sudah Lanjutkan saja cari kelomang dengan Rumi sana" ucap Sean yang membantu Lena berdiri


"Baiklah kalau kak Sean maksa" ucap Lena yang langsung masuk ke kubangan dengan Rumi, dan mulai mencoba menangkap ikan ikan kecil yang berlarian dengan tangannya sendiri


"Aah, sulit sekali, bantuiiiiin,,, malah cengengesan, ini susah sekali nangkap ikannya" ucap Lena


Sean yang melihat Dokter imutnya main Air pun hanya bisa terkekeh di pinggiran "Buat apa nangkap ikan yang kecil seperti itu, kalau kamu mau aku bisa carikan ikan hiu untukmu" ucap Sean


"Ah tidak mau, aku mau tangkap yang ini, Rumi,,,, bantu kakak dapetin ikan ini nih, Kaka penasaran, ikan apa yang membuatku jengkel ini, aku tidak mungkin di kalahkan oleh ikan ikan kecil seperti ini" ucap Lena

__ADS_1


"Itu ikan sebelah kak Len, dia memang pandai sembunyi di pasir, Rumi akan bantu tangkap kak" ucap Rumi langsung mencari cari keberadaan ikan tersebut


"Kalau yang bulat satu itu ikan apa, lincah juga dia" tanya Lena


"Itu bayi buntal kak, Rumi juga yang pungut dari jaring nelayan yang jatuh" ucap Rumi


"Baiklah, ayo kita tangkap dia" ucap Lena membukukan badan dengan rok yang sedikit di angkatnya


Sean tidak henti hentinya menertawakan Lena yang Sangat serius bermain Air itu, hinga akhirnya Lena pun mendapatkan si bayi buntal incaran nya itu


"Yeeee, sudah ku bilang, aku akan menangkapmu" ucap Lena yang sudah basah kuyup karena bertarung dengan ikan kecil di kubangan


"Iya iya, kamu pemenang nya, ya sudah, kita kembali sekarang, haduhhh kamu ini seperti anak kecil saja, untung Nayra tidak ikut, kalau dia ikut dia pasti tidak mau kalah olehmu," ucap Sean yang tersenyum kaku di pinggiran


"Baiklah"


Mereka pun segera kembali ke rumah pak Yunus, dan Rumi langsung masuk ke rumah, sementara lena yang tadinya hanya ingin melihat lihat pantai pun kini ke mobil dengan keadaan basah kuyup, dan Sean pun segera mengajak Lena Untuk mencari resort untuk mandi dan beristirahat


Saat Lena membuka pintu mobil, Rania yang di dalam pun keheranan melihat pakaian bawah Lena yang sudah basah kuyup, dan baju bagian atasnya pun basah di beberapa bagian, sampai ujung hijab yang di kenakanya juga terlihat basah


"Ya Ampun Len, kamu berenang atau gimana ini, kok sampai basah kuyup begini" tanya Rania


Lena pun hanya tersenyum


"Dia habis berantem Ran" ucap Sean serius


"Berantem??, apa kamu berantem dengan Rumi?, kenapa, ada apa??" tanya Rania serius juga


"Bukan dengan Rumi, tapi dia berantem dengan bayi buntal tadi di kubangan" ucap Sean asal sambil tersenyum


"Ya Ampun Len, itu lebih parah lagi, kamu sudah jadi dokter juga, masih saja sama seperti dulu Len" ucap Rania sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Iya Kak Ran, kak Sean yang memaksa Lena, juga memang ikan itu sedikit ngeselin sih kak Ran" ucap Lena tersenyum canggung karena merasa di marahi kakaknya


"Jangan menyalahkan orang lain, akui saja kesalahan mu Len" ucap Sean menggoda Lena


"Tidak, kakak tadi yang menyuruh Lena masuk ke kubangan kan???" ucap Lena


"Terus kenapa kamu mau??" tanya Sean sambil mendekatkan wajahnya pada Lena


"Kan di suruh" ucap Lena yan mendebat Sean dan menmiringkan sedikit badanya untuk menghindar

__ADS_1


"Sudah sudah jangan malah debat di sini, kita cari tempat untuk mengganti bajumu Len, kalian ini tidak ada berubah berubahnya dari dulu, haduhh" ucap Rania memegang jidatnya dan tersenyum karena merasa jengkel dan lucu dengan perdebatan mereka yang tidak perlu itu


__ADS_2