TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Ujung Tombak


__ADS_3

Sudah beberapa saat mereka mengarungi lautan luas yang tidak ada lampu merah ataupun kemacetan yang menghalangi perjalanan mereka, mereka juga sudah melewati beberapa pulau kecil yang memang terdapat di perairan kota J, dan akhirnya mereka pun melihat sebuah pulau yang lumayan luas ada di depan mereka,


"Apakah itu pulaunya tuan?" tanya Agam ingin memastikan


Sean pun melihat sinyal merah di ponselnya yang memang tepat berada di pulau depanya itu "Iya, kurasa yang itu, ayo Lanjutkan, kita menepi di sisi lain pulau," ucap Sean


"Baik tuan" ucap Sang pengemudi perahu motor mereka


Kota J memang memiliki beberapa pulau pulau kecil yang termasuk kedalam wilayahnya, andai (S) tidak memandu arah perjalanan mereka dari kejauhan , mungkin mereka harus menyinggahi setiap pulau pulau kecil yang mereka lewati terlebih dulu untuk mencari keberadaan Markas Leon


Perahu merekapun perlahan mendekat ke pulau itu tanpa mendapatkan hambatan, Sean menyuruh Sang pengemudi kapal untuk mencari tepian lain selain dermaga, supaya menghindari konflik di awal karena pasti ada penjagaan di sana, yang bisa saja mereka langsung menembak perahu mereka dan menenggelamkanya, karena memang terlihat ada beberapa Speedboat yang menepi di dermaga itu,


Perahu yang di tumpangi Sean dan anak buah Agam pun perlahan menepi ke bibir pantai di salah satu sudut pulau Itu, mereka langsung bergerak ke arah dermaga, karena satu satunya jalan untuk memasuki markas Leon hanya bisa lewat jalan itu


Di pulau yang lumayan cukup luas itu hanya ada satu bangunan yang cukup besar, ya itu markas Leon, dari bibir pantai pun sudah bisa melihat benteng kokoh yang mengelilingi markas Leon itu cukup tinggi, akan sedikit sulit jika mereka harus memanjat untuk masuk diam diam kedalamnya


Jadi mereka pun segera berjalan ke Arah dermaga dengan senjata di masing masing tangan mereka, kecuali Sean yang hanya dengan tangan kosong saja maju paling depan


Dan di dermaga itu memang ada beberapa penjaga yang kebetulan belum menyadari adanya rombongan Sean yang mendekat ke arah mereka


Sampai saat Rombongan Sean begitu dekat, merekapun Barus menyadarinya


"Ada musuh" ucap Salah seorang yang berjaga itu, diapun segera merogoh senapan Laras panjang di dadanya untuk menembak rombongan Sean


Namun Agam sudah lebih dulu menembak mereka berdua dari jarak yang lumayan jauh


'cep,cep' "Aa, aa"


Suara tembakan tidak terlalu terdengar karena Agam menggunakan peredam di moncong senjata apinya,


Merekapun segera bergerak ke Arah gerbang masuk markas Leon, Sean sekilas menatapi bangunan yang hampir menyerupai rumah penangkaran burung walet itu, dan ukuranya lumayan besar, itu mungkin salah satu cara Leon untuk berkamuflase untuk memberi asumsi bagi yang melihatnya kalau markasnya itu memang rumah penangkaran burung walet,


Jika di lihat sekilas tidak akan ada yang menyangka kalau tempat itu bukan penangkaran burung walet, tapi pusat pengendalian bisnis gelap internasional yang di jalani oleh Leon,,


Sean langsung berjalan menuju ke pintu gerbang bangunan itu tanpa ragu ragu, dan di sana pun juga berdiri beberapa penjaga dengan senjata Laras panjang di tangn mereka

__ADS_1


Tentunya mereka pun langsung sadar kalau ada tamu yang tak di undang mendekat ke arah marakas mereka, dan mereka pun langsung mengarahkan senapan mereka itu kepada Rombongan Sean


"Siapa kalian" triak salah satu penjaga


"Berlindung" ucap Sean


Agam dan anak buahnya pun segera menyebar mencari titik aman untuk mereka menembak, mereka berlindung di balik pepohonan dan apapun yang bisa melindungi diri mereka dari serangan peluru musuh


Dan baku Tembak pun langsung terdengar dari masing masing kubu, tidak bisa di hindari baku tembak pun terjadi di depan pintu gerbang itu, Sementara Sean langsung bergerak cepat untuk menerjang dan melumpuhkan penjaga itu, Sean masih belum menunjukan kekebalanya pada musuh, itu juga supaya menghemat kekutan dari cincinnya, dia tidak mau menghamburkan dulu kekutan cincin nya itu selama dia masih bisa mengunakan instingnya


Jadi Sean memilih berlari dan mengelak untuk menghindari beberapa butir peluru yang mengarah padanya,


Dan Tentu saja semua fokus penjaga itu hanya tertuju pada Sean saja, itu pun jadi keuntungan untuk Agam dan anak buahnya untuk fokus membidik mereka


'Duar, duar' 3 Penjaga di gerbang itu pun sudah berhasil di lumpuhkan oleh tembakan


Dan itu pun mempermudah Sean untuk membereskan sisanya,


Sean langsung menerjang kepada mereka dan langsung menghamburkan Pukulanya dengan gerakan yang sangat cepat, dan 'Buk buk buk' "Aaaa, aaa aaa" tidak butuh waktu lama para Penjaga itupun sudah Sean jatuhkan ke tanah,


"Apa anda tidak papa Tuan?" tanya Agam yang sedikit terkesima melihat aksi dari tuanya yang seperti tidak kenal takut meskipun di todong oleh beberapa senjata api,


"Tidak apa apa," ucap Sean


"Kemapuan Anda seperti nya sudah jauh melampaui kemampuan bertarungku Tuan, kemampuan Anda memang hebat" ucap Agam memuji, menurtnya,, kemampuan Sean itu semakin lama semakin Hebat dengan teknik yang dia kembangkan sendiri


Agam masih ingat saat pertama kali dia melihat kemampuan bertarung Sean, dulu dia melawan anak berandalan saja harus sampai terpojok ke tiang listrik, dan tidak bisa melawan,


"Kau terlalu memuji, Aku tidak akan jadi seperti ini jika kau tidak melatihku dulu" ucap Sean, diapun tertegun sejenak "Agam, ku rasa kau akan butuh senjata yang lebih panjang, di dalam pasti masih banyak lagi penjaga Leon, jadi gunakan senjata senjata mereka ini untuk melawan tuannya" ucap Sean yang menyuruh Agam mengambil senjata milik para Penjaga yang sudah mereka lumpuhkan itu


"Baik Tuan" Agam pun langsung mengambil Senjata yang paling dekat dengannya, dan anggota yang lain pun mengambil sisanya


...°°°°...


Sementara di dalam markas, anak buah Leon yang membawa Rania dan Lena sudah membaringkan mereka yang belum sadarkan diri di tempat tidur yang sama,

__ADS_1


Leon pun langsung memperhatikan mereka yang terbaring disana "Pria cupu itu memang terlalu beruntung bisa memiliki wanita wanita cantik seperti kalian ini, tapi ku pikir aku lebih beruntung darinya karena sekarang aku bisa memboyong kalian ke markas ku ini, haha" ucap Leon yang langsung tertawa sangat puas


Namun di sela sela kesenangannya, tiba tiab anak buahnya masuk dengan teregesa "Tuan, tuan, maaf mengganggu mu, aku hanya mau menyampaikan kalau ada serangan mendadak di luar Markas" ucap Anak buah Leon itu


"Apa?, kenapa bisa?, apa pria itu yang sudah datang?, mengesankan, aku bahkan belum mengundangnya mampir, tapi dia sudah datang lebih dulu ke tempatku, kurasa pria itu bisa mencium bau istrinya ini, aku juga jadi penasaran seperti apa wangi istrinya ini, kalau begitu serang dia dengan gempuran penuh" ucap Leon


"Baik tuan" ucap penjaga itu dan segera pergi


"Suamimu itu mengganggu kesenangnaku saja, Baiklah nona nona, aku tinggal dulu sebentar, nanti kita lanjutkan lagi pembahasan kita" ucap Leon, dia pun melirik ke dua penjaga yang masih ada di ruangan itu


"Kalian berdua jaga mereka di sini, jangan sampai lengah,, aku akan melihat bagaimana pria itu bisa masuk ke markas ku ini" ucap Leon


"Baik tuan" ucap serempak dua penjaga itu


.


.


Sementara di luar markas Sean sedang sibuk memutar kaki dan menghantamkan tinjunya pada beberapa anak buah Leon, dia loncat kesana kemari dengan lincahnya seperti tupai untuk menghindar dari butiran peluru yang terus terusan menghujani dirinya, dia sedikit melupakan kalau kekebalanya sudah pulh sekarang, lebih tepatnya dia hanya akan mengguakan itu di kondisi darurat, supaya kekuatanya tidak terbuang sia sia


Sean pun kini menjadi pengalih perhatian dan sekaligus ujung tombak serangan, sementara Agam dan anak buahnya terus fokus untuk baku tembak dengn musuh yang bersembunyi di dekat pintu masuk gedung, dan dia juga sesekali tersembunyi untuk mengindari tembakan musuh


Satu persatu anak buah Leon pun mulai bergelimpangan di tanah karena tertembak peluru dari Agam dan anak buahnya, dan yang lainya tumbang karena di hajar oleh Sean habis habisan


Setelah di rasa kondisi sedikit aman, Agam dan bawahnya pun segera menghampiri tuanya yang beraksi di garda terdepan itu "Tuan, apa anda tidak papah" tanya Agam pada Sean yang terlihat sedikit ngos ngosan


"Tidak apa, aku baik baik saja, aku hanya sedikit haus, kurasa Leon punya air minum di dalam, ayo kita masuk, dan teruslah waspada" ucap Sean dengan tenangnya berjalan melangkah ke arah pintu masuk markas itu


Yang tidak mereka sadari, Leon sudah membidik rombongan mereka dari lantai atas gedung, Diapun langsung melemparkan sebuah granat ke arah anak buah Agam yang di belakang Sean


Seketika Insting danger Sean pun langsung bereaksi, dan sadar kalau Ada bahaya, mata batinya pun melihat benda hitam yang melayang ke arah belakangnya, seketika Dia pun berbalik, dan langsung menepis benda itu agar tidak meledak pada kerumunan anak buah Sean


Dan 'Buuuuuuuuummmm" benda itu meledak di sisi lain kerumunan, seketika mereka pun langsung Tiarap karena masih ada epek ledakan yang sampai pada mereka


Sean yang jatuh saat menepis pun juga langsung Tiarap di tanah "Sialan kau Leon, mainan mu lumayan berbahaya juga ternyata" gumamnya

__ADS_1


__ADS_2