TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bab87


__ADS_3

Keesokan harinya Sean pun terbangun dia kamar pengantin nya, Sean langsung menoleh pada Tiara yang tidur di sampingnya, diapun mengusap kening Tiara sekilas


"Ra, bangun, sudah subuh" ucap Sean


Tiara pun melakukan pergerakan, dan kemudian Diapun terbangun, Diapun langsung melirik jam di dinding kamarnya "Ini masih pagi, mau kemana?" tanya Tiara


"Kita Sholat bareng lagi, ayo" ucap Sean


"Oh, baiklah" ucap Tiara, Diapun segera mendudukan dirinya, kemudian mengikuti Sean untuk ke kamar mandi


Tiara pun menunggu Sean selesai dari kamar mandi dulu, dan Setelah Sean keluar, barulah dia masuk untuk buang air kecil dan ambil wudhu, kalau itu Lena, mereka akan berbarengan ke kamar mandi tanpa harus malu malu, tapi Tiara memang masih belum terbiasa dengan hal semacam itu


Setelah mereka selesai bersuci, merekapun mengenakan atribut sholat masing masing, kemudian sholat berjamaah dengan Sean sebagai Imam tentunya


Mungkin untuk Tiara ini kali pertamanya Solat berjamaah, Diapun merasa itu sangat menenangkan batinya, dan dia berpikir kehidupanya mungkin akan mulai membaik karena Sean bisa sedikit-sedikit membimbingnya, terutama di dalam urusan spiritualnya


Setelah selesai sholat, Sean membalikan badannya dan mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Tiara,


Tiara pun langsung menyambut tangan Sean itu, dan juga langsung menciumnya


Setelahnya Sean juga meraih kepala Tiara dan mencium keningnya sejenak


"Apa seperti ini ya rasanya kalau sudah menikah?" tanya Tiara


"Ya beginilah, apa menurutmu ini sedikit membosankan??" tanya Sean


"Tidak, aku tidak berpikir begitu, justru menurutku ini sangat menenangkan" ucap Tiara


"Syukurlah kalau kamu merasa begitu, ada banyak hal yang harus kamu rubah dari kebiasaan mu setelah jadi seorang istri, contohnya, jika biasanya kamu bebas pergi kemana pun tanpa perlu izin pada siapapun, sekarang kamu harus selalu membuat laporan padaku sebelum kamu pergi kemana pun" ucap Sean


"Siap, di mengerti" ucap Tiara sambil tersenyum


"O yah, apa kamu suka olahraga pagi??" tanya Sean yang memang belum sepenuhnya tau kebiasaan Tiara,


"Tentu, aku melakukannya setiap pagi" ucap Tiara


"Baiklah, kalau begitu kita lakukan" ucap Sean


"Tapi aku harus pulang dulu ke paviliun, soalnya baju bajuku ada di bawah" ucap Tiara


"Baiklah, kita ke paviliun dulu" ucap Sean


Mereka pun segera beranjak dari kamar mereka, kebetulan Rania juga keluar dari kamarnya, dan mereka bertiga pun ke paviliun Tiara bersama, dan segera mengganti piyama mereka dengan stelan olah raga,


Mereka bertiga pun berolahraga di sekitaran Markas Redbear, karena Area markas lumayan cukup Luas, satu kali putaran saja membuat Rania sudah hampir kelekahan, pisiknya memang tidak sekuat Tiara dan Sean


"Sudah dulu ah, cape aku, istirahat ya" ucap Rania dengan nafas l ngos ngosan

__ADS_1


"Cape ya??,, baru juga satu putaran Ran" ucap Sean


"Iya, tapi aku bisanya pakai sepeda kalau olahraga, jarang lari larian seperti ini" ucap Rania


"Ya Sudah, kita sudahi saja, O yah Ran hari ini aku akan terbang ke negara T, apa kamu mau ikut" ucap Sean


"Negara T??, apa Tiara ikut?" tanya Rania


"Iya Ran, kebetulan aku cukup tertarik untuk pergi kesana, aku sedikit banyak tau bahasa atau kebiasaan orang sana,, termasuk mempelajari bela dirinya, dan sangat kebetulan Sean mengajaku kesana" ucap Tiara


"Oh, maksudnya kita honey moon ya?,, kalau begitu aku ikut, aku kan juga pengantin, ya kan?" ucap Rania


"Iya, bebas kamu menyebutnya itu apa, yang jelas aku ada sedikit urusan di sana" ucap Sean


Setelah mereka berolah raga, mereka pun kembali ke rumah paviliun Tiara dan segera merapihkan diri mereka lagi, dan kemudian Sean pun mengajak mereka untuk ke Mansion terlebih dulu


Di tengah perjalanan, Tiara dan Rania menyuruh Sean memberhentikan mobilnya untuk mampir di salah satu toko pakaian


"Kalian mau belanja dulu??" tanya Sean


"Iya lah, ada yang harus kita beli" ucap Rania


"Oh, ya sudah apa perlu aku temani kalian??" tanya Sean


"Tidak perlu, kami tidak akan lama" ucap Rania


Setelah Beberapa saat menunggu, Sean pun mencoba memperhatikan Toko yang di masuki oleh mereka dari dalam mobil, tidak lama mereka pun segera keluar, tapi dengan penampilan Tiara yang sedikit berbeda,


Jika sebelum masuk dia hanya menjepit rambutnya,, tapi sekarang dia menggunakan penutup kepala simpel berwarna hitam di kepalanya, dengan masih bersetelan bawahan Jeans standar dan baju panjang yang di kenakanya tadi


Sean sedikit pangling juga melihat Tiara yang berjilbab itu, ya meskipun dia masih menggunakan kerudung yang praktis, tapi dia terlihat lebih elok di pandangan mata Sean


Tiara dan Rania pun masuk kembali kedalam mobil


"Kamu terlihat lebih cantik menggunakan itu Ra" ucap Sean yang melihat Tiara di kursi belakang dari kaca spion


"Benarkah, aku tidak PD sebenarnya, tapi aku akan usahain kalau kamu memang menyukainya" ucap Tiara


"Ya, aku memang suka" ucap Sean


Sean pun mulai melajukan mobilnya kembali untuk melanjutkan perjalanan ke Mansion Kartina, dan setelah beberapa saat Sean mengendarai mobil, mereka pun akhirnya sampai juga di depan Mansion


Mereka pun langsung turun dari mobil dan segera melangkah masuk ke dalam mansion


Sean menghampiri ibunya yang masih berada di Ruang makan, Lena dan Nayra juga masih ada di sana


"Arman, kamu pulang?, ayo sarapan, ibu baru saja beres sarapan" ucap Kartina

__ADS_1


"Tidak bu, kami sudah sarapan tadi, O yah bu, Arman hari ini akan pergi ke negara T," ucap Sean


"Negara T??, Kamu mau bulan madu kesana?" tanya Kartina


"Ya bisa di bilang begitu" ucap Sean,, dia tidak mau memberi tahukan dulu ke ibunya soal kepergiannya ke negara T yang sebenarnya,, kalau dia bilang pada ibunya dia akan mencari ayahnya kesana, takutnya ibunya akan terlalu berharap nanti , dan akan kecewa kalau Sean tidak membawanya pulang, karena belum tentu ayahnya itu masih ada dan bisa Sean temukan di sana,


"Aku ikut, aku juga istrmu" ucap Lena tanpa menoleh


"Tapi Len, kamu sedang hamil, aku takut terjadi apa apa pada bayimu" ucap Sean


"Enak saja kamu mau berlibur tanpa aku, apa karena aku ini istri tua?, bayiku kuat, jangan jadikan dia alasan untuk tidak mengajaku" ucap Lena sedikit ketus


Sean pun tersenyum kaku mendengar perkataan Lena "Baiklah, kamu juga ikut" ucap Sean,


Setelah itu Sean meminta foto Ayahnya pada Kartina, karena masih ada beberapa foto Ayahnya di album lawas yang di simpan sangat baik oleh Kartina,


Setelah itu Merekapun bersiap siap, dan kemudian pergi bersama ke bandara untuk penerbangan ke negri gajah putih itu,


.


.



Beberapa jam penerbangan Tidak membuat tiga istri Sean terlihat jenuh, mereka malah asik mengobrol di dalam pesawat dengan cukup hangat di sepanjang perjalan,


Sementara Sean mengasingkan diri dari Lena dan istri lainya, karena dia tidak mungkin harus mengansingkan Lena di pesawat itu, jadi dia mengalah dengan tidak menampakkan diri pada Lena, dan dia duduk bersama para pengawal di bagian paling belakang kabin


"Tuan, kenapa Anda malah duduk di sini, kenapa tidak duduk di depan bersama istri istri anda" tanya Yuda yang melihat kalau tuanya hanya memperhatikan obrolan ketiga istrinya saja dari belakang


"Tidak, aku akan kewalahan" ucap Sean asal


"Maksudnya????" tanya Yuda bingung


"Apa selain bertugas mengawal, Agam juga menugaskan mu untuk mencari tau urusan pribadi ku??" tanya Sean


"Ti tidak tuan" ucap Yuda sedikit tergagap


"Kalau begitu jangan banyak bertanya," ucap Sean


"Baik tuan maaf" ucap Yuda


Sean pun melanjutkan lagi memperhatikan istrinya yang berada di kabin depan, dia sedikit khawatir kalau Lena akan berselisih dengan Tiara, tapi selama perjalanan masih aman aman saja, karean ada Rania sebagai penengah mereka, kalau mereka berdua saja mungkin akan ada sedikit canggung dari Tiara pada Lena


Beberapa saat kemudian Jet pribadi Sean pun mendarat dengan mulus di bandara internasional Suvarnabhumi Bangkok, dan mereka pun segera turun dari pesawat itu, tentunya Sean turun belakangan setelah istrinya, kemudian pengawal, dan barulah dirinya mengikuti paling belakang


Dan keadaan itu pun bertahan terus Hingga mereka sampai ke sebuah hotel di kawasan yang di beritahu kan oleh Goma, sebab menurut Goma di daerah itu lah keberadaan ayahnya terlihat terakhir kali

__ADS_1


__ADS_2