TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Bohong


__ADS_3

Roland pun terlihat meringis kesakitan karena tanganya di pelintir Sean "Baik baik, aku jawab, Dewi yang ingin mencelakimu, aku hanya membantu nya saja" ucap Roland


Sean pun lebih memelintirkan lagi tangan Roland itu,


"Sshhhh Aw Aw, Sakit, sakit, tolong lepaskan" rintih Roland, dia tidak melawan karena bisa saja tangan nya itu patah jika dia mencoba berontak


"Apa kau pikir aku orang yang mudah di bodohi??, aku tidak menyangka Rania menikah dengan orang sepertimu, sangat di sayangkan,, sebuah permata yang indah harus di miliki oleh sampah masyarakat seperti mu, ku pikir Rania mendapatkan jodoh yang lebih baik daripada aku, tapi rasanya kau lebih buruk dari pada sampah, dan kau sangat sangat tidak layak untuk Rania,,. beritau aku!, Siapa orang di belakangmu yang berada di pulau itu?" tanya Sean


"Di pulau mana?,, Aku tidak tau siapa yang kau maksud!!" ucap Roland tetap menyangkalnya


"Kurasa kau harus kehilangan satu tangan mu dulu baru kau bisa berkata jujur," ucap Sean mencoba menggertak nya


"Aku sungguh tidak tau siapa yang kau maksud" ucap Roland yang terus menahan tanganya yang sakit itu,


Sean ragu ragu untuk mematahkan tangan pria di depannya ini, karena dia adalah ayah tiri bagi Nay, tapi dia pun berpikir sangat tidak pantas orang seperti Roland Jadi ayah Nayra, atau jadi suami Rania, karena Rania sangat pantas mendapatkan seorang Laki laki yang baik,


"Ku kira Istrimu berbohong pada ku soal dirimu, kau memang pria yang menyebalkan, dan mugkin kau pria bajingan, entah berapa banyak wanita yang sudah kau perlakukan seperti Dewi,, Iya kan??" ucap Sean, dia pun tidak ragu lagi untuk mematahkan tangan Roland dengan memelintirnya keras hinga terdengar bunyi 'Krekek'


"Aaaaaaaarrrrhgghhhhhhh, sakit,,, tanganku" seketika Roland pun berteriak histeris


Sean pun melepaska tangan Roland sesudah dia memutarnya hingga 360° lebih itu


Roland pun sampai tersujud sujud di lantai Speedboat karena merasakan kesakitan yang teramat sangat di tanganya, dia terus merintih kesakitan dengan terus memegangi tanganya yang sakit dengan tangan lainya


"Kau beritahu atau tidak, aku sudah bisa menebaknya siapa orang di belakangmu, aku hanya menguji kejujuran mu saja, andai kau jujur, mungkin aku tidak perlu mematahkan tangan mu itu,, ternyata kau memang an**ng yang setia pada Leon, tapi kau menyia-nyiakan kesempatan indah yang sudah Tuhan berikan padamu,, dan kurasa Rania perlu tau orang seperti apa dirimu," uacap Sean


Dia pun membiarkan Leon merasakan kesakitannya di sana,


Dia mencari cari keberadaan Dewi yang menceburkan dirinya itu, tapi Sean sulit melihat dengan jelas sekitarnya, karena suasanannya sedikit gelap


Setelah Sean merasa sulit menemukan Dewi, dia pun masuk ke dalam Speedboat untuk melajukan nya kembali ke dekat dermaga, Sean tidak khawatir kalau Roland akan mlaraikan diri seperti Dewi, karena sama saja dia bodoh kalau terjun ke laut dengan tangan yang patah, juga dia masih bisa melihat Roland di tempatnya karena dia berada di bagian depan Speedboat


Sementara Tiara dan anak buahnya kini sudah menunggu mereka di dermaga


Sean pun menyeret Roland yang masih kesakitan untuk naik ke dermaga "Bawa dia ke markas" ucap Sean sambil sedikit membantingnya ke lantai dermaga


Roland pun hanya terus merintih kesakitan


"Roland??" Tiara sedikit terkejut karena tenyata kecurigaanya selama ini memang benar


"Ya,,, kamu tidak salah,, RR memang dia, dan itu sangat di sayangkan sekali, aku salah pernah berharap dia adalah orang yang bisa membahagiakan Rania," ucap Sean dingin

__ADS_1


"Aku juga tidak habis pikir, kenapa bisa dia menikah dengan Rania" ucap Tiara


"Sudahlah, sekarang kita kembali ke markas, soal bagaimana dia nanti, kita putuskan nanti,,, Sadam segera bawa dia ke mobil" ucap Sean pada salah satu senior Redbear yang tidak kalah tinggi besarnya dengan Roland


Mereka pun segera kembali ke markas dengan hasil tangkapan mereka itu, dan langsung memasukan Roland ke jeruji markas


"Untuk sementara biarkan dia di sini, Besok aku ingin meng interogasi dia lagi,,, kamu juga beriIstirahatlah,, aku juga akan pulang dulu" ucap Sean


"Ini sudah malam, apa tidak sebaiknya kamu istirahat saja di ruang istirahat di atas" ucap Tiara


"Tidak, aku pulang saja, Aku takut Lena khawatir kalau aku tidak pulang" ucap Sean


"Oh" ucap Tiara sedikit memurungkan wajah


"Ya Sudah,, aku besok akan kembali kesini, kamu suruh beberapa anggota untuk mengawasi nya saja" ucap Sean


"Baik, tentu saja" ucap Tiara


Sean pun segera beranjak dan keluar dari markas Redbear, diapun segera masuk ke mobilnya lagi untuk kembali ke Mansion, dan sekarang kondisi perasaan sungguh sangat tidak menentu


"Ran, kamu wanita yang sangat baik, tapi kenapa takdirmu tidak sebaik sifatmu, apa yang harus ku katakan padamu tentang ini?, haruskah aku merusak rumah tanggamu???" gumam nya, diapun segera melajukan mobilnya ke luar dari marakas



"Sudah hampir pagi ya" gumamnya, diapun menghela nafas dalam, dan mencoba mengkondisikan pikiran nya yang berkecamuk itu, Sean segera melangkah masuk ke dalam Mansion,


Rumah sudah Sangat sepi karena semua penghuni nya sudah tertidur


Sean berjalan ke arah tangga untuk langsung naik ke kamar Lena, namun sekilas dia Melihat kalau ada seseorang yang tertidur di sofa, jadi Sean pun segera menghampiri nya


"Ya Ampun Len, apa kamu menungguku sampai tertidur di sini?" gumam Sean


Sean merendahkan badanya dan sejenak memperhatikan raut wajah Lena yang tertidur itu, dia pun mengecup lembut bibir tipis istrinya yang tidur itu sekilas, "Len, kamu sedikit lebih beruntung dari pada kakakmu" ucap Sean pelan


Lena pun hanya merespon dengan sedikit mengernyit, dan kemudian kembali tenang lagi di tidurnya


Sean pun segera mengangkat tubuh Lena untuk membopongnya ke lantai Atas, dan segera membawanya mauk ke ke kamar nya,


Sean pun merebahkan tubuh Lena perlahan di kasur empuknya, membenahi selimut nya, dan kemudian mengecup keningnya


Sean tidak langsung ikut tidur Dengan Lena , dia duduk sejenak dan menyandarkan dirinya di sofa yang ada di kamar Lena, dia memandangi wajah Lena yang sangat tenang saat dia tertidur, Sean pun sedikit menyunggingkan senyumnya kala melihat wajah polos nya itu

__ADS_1


"Len,, Apa yang harus aku lakukan sekarang ??,, aku sudah merasa sangat bahagia denganmu,, tapi apakah aku salah jika merasa Iba dengan kehidupan yang di alami kakakmu??,, dia pernah jadi bagian keluarga kita, dan bahkan dia ibu dari anak kita, seandainya dia menemukan kebahagiaan nya dengan orang lain, aku akan merasa bahagia untuk nya,, tapi ku yakin dia memang tidak menemukan kebahagiaannya itu sekarang, karena pria yang menikahinya tidak lebih dari seorang penjahat,, jadi apa kah salah jika aku sedikit berharap Rania bisa hadir lagi di antara kita, agar aku bisa memastikan sendiri kebahagiaan nya,, Ataukah aku yang harus mencarikan pendamping yang benar-benar layak untuk nya??,, semua keputusannya ada padamu Len" gumamnya sambil menghela nafas


Karena merasa sedikit gerah, Sean pun segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dulu sebelum dia tidur


Tanpa Sean sadari, Lena yang masih terpejam pun menyunggingkan senyum di bibirnya, dan entah dia mendengar perkataan Sean itu atau tidak


Selesai membersihkan diri, Sean menenakan piyama tidurnya, kemudian merebahkan dirinya di samping Lena yang tidak merubah posisinya sejak tadi, Sean mengganjalkan kedua telapak tanganya di kepala, dia melihat langit langit kamarnya dengan sedikit melamun tentang kejadian hari ini, dan masih mencoba mencari cara untuk menangkap seorang pria pulau yang dia yakini itu Leon,


Tanpa Sean sadari ada tangan lentik yang perlahan menjalar ke dada bidangnya, dan wajahnya masuk ke pelukanya, sontak Sean pun menoleh pada Lena yang tadinya sudah tertidur itu


"Len, kamu bangun sayang??, apa aku mengganggu tidur mu??" tanya Sean


"Tidak, Lena terbangun sendiri, kamu kenapa melamun??, Apa ada masalah yang sedang mengganggu pikiranmu??" tanya Lena


"Tidak, sebenarnya aku hanya merasa perkataan mu Tempo hari itu memang benar, suami Rania itu bukan pria yang baik, dia adalah orang yang jadi dalang dari penculikan Nay, termasuk pelaku yang juga ada di balik kecelakaan ku dulu" ucap Sean


"Begitukah?, Lena juga berpikir kalau memang kak Ran itu menikahi orang yang salah, meskipun Roland itu berbaik hati membantu perusahaan om Hendro, tapi dia sepertinya mempunyai maksud terselubung di balik bantuannya itu,"


ucap Lena


"Ya,, Mungkin begitu Len, tapi entah apa maksud dari dia menikahi Rania sebenarnya, aku yakin maksudnya itu bukan maksud yang baik" ucap Sean


"Lena juga berpikir hal yang sama, jika memang dia yang merencanakan Semuanya, tentunya dia punya niat yang buruk,, jadi apaka kita akan menyuruh kak Ran berpisah darinya?" tanya Lena


"Entahlah, rasanya tidak enak jika aku yang memintanya untuk berpisah" ucap Sean


"Jika itu untuk kebaikannya, kenapa tidak!!, bukan kah dia masih keluarga kita" ucap Lena


"Ya, harus nya mungkin begitu,, O yah Len, apa kamu tadi dengar apa yang ku katakan saat kamu tidur??" tanya Sean penasaran


"Memangnya kak Sean bilang apa??" tanya Lena


"Tidak, aku tidak bilang apa apa" ucap Sean


"Katanya tidak pernah bohong, kok bohong?" ucap Lena


"Soalnya kamu juga berbohong" ucap Sean


"Darimana kak Sean tau kalau Lena bohong atau tidak,??" tanya Lena


"Buktinya kamu tau aku bohong kan? berarti kamu dengar tadi" ucap Sean

__ADS_1


"Ya ya ya, Baiklah, Lena mengaku, Lena memang dengar semua yang di bilang kakak tadi" ucap Lena yang semakin erat memeluk Sean itu


...~°~...


__ADS_2