TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar

TDCWSC 2: Tuan Yang Terdampar
Tidak Merekomendasikan


__ADS_3

Setelah beberapa saat Tiara di ruang istirahat nya, dia pun keluar dengan sudah bersetelan semi formal, Tiara bersetelan blazer abu dan jeans belel,, dia pun menghampiri Sean dengan wajah tetap di tekuk, dia pun duduk di sebelah kursi Aruna


"Tiara, apa kamu ini sedang datang bulan?, wajahmu seperti itu tidak enak di lihat" ucap Sean basa basi, sebenarnya dia tau penyebab Tiara bersikap seperti ini adalah cemburu


"Tidak" ucap Tiara ketus


"Sikap mu seperti ini sama sekali tidak cocok dengan kepribadian mu Ra, jadi tolong berhenti bersikap seperti itu, aku seperti merasa terus bersalah padamu jika kamu seperti ini, juga rasanya aneh jika pemimpin organisasi seperti mu bisa cemburu dan cemberut seperti itu" ucap Sean


Tiara pun hanya diam dan seperti enggan menanggapi perkataan Sean, dia hanya menggerutu di dalam hatinya


Sean pun hanya tersenyum melihat wajah gadis tangguh yang ngambek padanya ini, "Sepertinya aku datang kesini di waktu yang salah, mungkin aku akan kembali lagi nanti" ucap Sean


"Kamu datang kemari hanya untuk duduk dan pergi? Tidak jelas" ucap Tiara


"Tadinya ku pikir aku bisa membantu memecahkan masalah mu di sini, tapi sepertinya aku tidak akan bisa bantu apa apa jika kamu seperti itu" ucap Sean


"Kenapa kamu tidak pernah menghargai perasaan ku, sedikit saja?" ucap Tiara menatap wajah pria di depannya


Sean tersenyum, dan menyandarkan dirinya di sandaran singgasana


"Harusanya aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu kan, kamu juga pasti sudah tau alasannya" ucap Sean


"Bukan kah Rania tidak bersamamu sekarang?" ucap Tiara


"Tiara,,, Rania itu adalah kesalahan indah di masa lalu, dan aku tidak berniat mengulangnya lagi, sekarang aku hanya ingin menjalani hidup dengan hanya satu orang saja, ya itu Lena,, ku harap kamu mengerti maksud ku" ucap Sean


Tiara pun langsung menundukkan pandangan nya dan merenung


"Jika kamu terus berharap lebih dariku, mungkin aku tidak bisa menginjakan kakiku lagi di sini kedepannya" ucap Sean


Sean pun melirik Aruna "Aruna, tugasmu sekarang adalah carikan Nona mu pendamping" ucap Sean asal


"Siap tuan" ucap Aruna


Tiara pun langsung memukul pangkal lengan Aruna sedikit keras "Apaan kalian, aku bukan gadis kecil, aku tidak perlu kalian carikan pasangan" ucap Tiara ketus


Aruna pun hanya mengusap ngusap lenganya itu dengan tersenyum


"Ya Sudah, aku pergi sekarang, kamu boleh mencari ku kalau kamu sudah menemukan pendamping" ucap Sean


Sean pun segera pergi dari hadapan Tiara yang enggan mengiyakan ataupun membantah perkataan Sean itu


Sean pun segera mengendarai mobnya untuk kembali Ke mansion Kartina


.


~


Keesokan paginya Sean sudah bersiap dengan sudah bersetelan jas custom abu metalik, dan Lena juga sudah mengenakan Setelan dokter nya lagi, Sean pun mengantar Lena ke rumah Sakit tempatnya bertugas

__ADS_1


"Sudah sampai, apa perlu aku mengawalmu lagi?" tanya Sean pada Lena


"Tidak perlu sayang, bukan kah Reno juga sudah masuk penjara sekarang?" ucap Lena


"Iya,,, kamu tidak akan melihat Batang hidungnya lagi di sini," ucap Sean


"Baiklah,,, kalau gitu Lena tugas dulu sekarang, doain biar tugas Lena lancar" ucap Lena


"Iya sana, semoga semua tugasmu semuanya lancar" ucap Sean tersenyum


Lena pun memberi salam pada Sean "Amiinn, Kamu juga semoga lancar mengurus tugas kantormu" ucap Lena tersenyum


"Iya Amiiin" ucap Sean sambil mengecup kening Lena "Tuh sobat Cabi mu juga sudah datang" ucap Sean yang melihat Gina juga baru datang


"O iyah, aku turun dulu ya, daaah, assalamualaikum Sayang" ucap Lena


"Waalaikumsalam" ucap Sean dengan tersenyum ke arah dokter imut yang keluar dari mobilnya itu


Dia pun sejenak memperhatikan mereka yang masuk ke rumah Sakit, dan setelah dokter dokter muda itu hilang dari pandangan nya, Sean langsung menugaskan Yuda untuk tetap memantau Istrinya,


Kemudian Sean pun segera pergi ke kantor untuk memulai lagi pekerjaan yang sudah sangat lama dia tinggal


Sesampainya di Kantor Sean pun langsung menyuruh Elisa untuk mengadakan meeting dengan para petinggi kantor, untuk membahas prihal pengambil alihan tanggungjawab kantor yang akan dia handel lagi mulai hari ini, Kartina juga hadir di meeting itu


Dan setelah semua point meeting sudah di sampaikannya, Sean pun segera membubarkan meeting kali ini, diapun keluar dari ruang meeting dan segera bergegas ke ruang Presdir bersama Ifan Intan dan Elisa juga


"Tidak apakan jika kamu jadi wakil?" tanya Sean basa basi pada Ifan


Selagi mereka berjalan, Sean melihat kalau Ada 2 orang wanita yang duduk di kursi ruang tunggu Presdir


"Kak, Sepertinya ada tamu, Elisa tolong persilahkan mereka masuk saja" ucap Ifan


"Tidak perlu, mereka itu temanku, biar aku yang menemuinya langsung" ucap Sean yang langsung berjalan menghampiri mereka


"Apa kamu sudah dapat yang aku sarankan?" tanya Sean


"Aku lebih baik sendiri daripada mengikuti saranmu" ucap Tiara dengan nada datar


"Aruna, apa kamu tidak menjalankan tugas yang ku berikan padmau dengan baik?" tanya Sean


"Aku sudah banyak memberikan rekomendasi pada nona master, tapi tidak ada yang kepakai oleh nona Tiara" ucap Aruna tersenyum


"Jangan bahas lagi masalah itu, Oke" ucap Tiara pada Aruna


Sean pun mendudukan dirinya di sofa singel yang menghadap ke Tiara


"O yah Sean,, aku minta maaf jika kemarin aku sedikit imflusip padamu, aku harusnya bisa mengesampingkan masalahku yang juga tidak ku mengerti itu, aku kesini juga mau meminta bantuan mu lagi untuk membereskan masalah di dalam organisasi, dan aku juga kebetulan dapat tugas resmi yang sedikit sulit untuk ku kerjakan sendiri" ucap Tiara


"Tugas?, tugas dari siapa?" tanya Sean Heran

__ADS_1


"Aku di mintai kerjasama oleh aparatur negara untuk mengungkap sindikat bisnis terlarang yang masuk di jaringan internasional, mereka mencurigai kalau mereka ada yang bersembunyi di organisasi kita, aku sedikit kesulitan untuk menemukan siapa orangnya, entah siapa dan di organisasi mana orang yang sangat di cari oleh mereka itu, Mereka bilang orang ini sangat pandai bermain rapih, dan sangat sulit melacak pergerakan mereka," ucap Tiara


"Apa ada petunjuknya?, anggota Redbear itu sangat banyak, dan juga tersebar di beberapa daerah, kalau tidak ada petunjuk sama sekali, itu sama saja dengan mencari jarum di tumpukan jerami kan" ucap Sean


"Entahlah, mereka hanya memberikan sebuah inisial saja, karena mereka hanya dapat itu dari kurir yang berhasil mereka tangkap, tidak ada foto, apalagi alamat kotanya" ucap Tiara


"Seperti nya ini Sedikit menarik, Baiklah, apa inisial orang itu?" tanya Sean penasaran


"R.R" ucap Tiara


"R.R?, apa itu nama dari dua orang?" Tanya Sean menebak


"Aku tidak tau pasti, tapi hanya itu yang ku dapat" ucap Tiara


"Baiklah, Kapan kita akan bergerak?" Tanya Sean


"Sore ini, aku akan menjemput kamu di sini, aku ingin membereskan masalah internal dulu, dengan begitu mungkin akan dapat petunjuk lain" ucap Tiara


"Baiklah," ucap Sean


"Ya sudah, kalau gitu aku juga kembali dulu ke markas, maaf sudah mengganggu di jam kantor mu," ucap Tiara


"Tidak apa"


Tiara pun segera berdiri pergi dari ruang tunggu Presdir itu, Dan Sean juga langsung masuk ke Ruangan nya, dan mendudukan dirinya di kursi kantor kulit yang sangat nyaman di belakang meja Presdir


"Kak Arman, Siapa wanita tadi?" tanya Ifan yang langsung duduk di kursi depan meja Sean


"Dia Tiara, temanku" ucap Sean


"Dia cantik sekali kak, apa dia sudah menikah?" tanya Ifan penasaran


"Belum,,, kenapa memang?, jangan bilang kalau kamu naksir dia!!" ucap Sean


"Ya sepertinya gitu, apa dia punya pacar?" tanya Ifan


"Kebetulan dia masih sendiri, tapi aku tidak merekomendasikan dia untuk mu, dia itu tidak seperti apa yang kamu lihat" ucap Sean


"Maksud kak Arman apa??" tanya Ifan


"Gimana ya, bingung kalau harus di jelasin" ucap Sean


"Tapi dia sepertinya baik kak" ucap Ifan


"Ya,,, dia memang baik pada orang yang baik, tapi dia juga bisa menakutkan jika dia di usik" ucap Sean


"Menarik sekali,, boleh minta kontak nya kak?" ucap Ifan


"Apa kamu yakin Ingin menghubunginya?, takutnya kamu akan menyesal nanti" ucap Sean

__ADS_1


"Tidak papa, urusan nanti urusan belakangan" ucap Ifan tersenyum


"Baiklah" Sean tersenyum, dan diapun segera memberikan kontak Tiara pada Ifan, Sean menilai kalau Ifan tidak akan cocok dengan Tiara, karena kepribadian Ifan itu cenderung kalem dan terlihat tidak begitu menyukai tantangan, berbeda 180° dengan kepribadian Tiara


__ADS_2