Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 10 )


__ADS_3

Di Hotel Four Seasons, New York


Hotel Four Seasons New York adalah hotel terbesar yang ada di Amerika Serikat. Tak tanggung-tangung hotel ini memiliki kamar TY Warner Penthouse yang dibanderol lebih dari $50,000 (682,2 juta) per malam. Saking mewahnya, berbagai majalah interior asal Amerika Serikat menyebut kamar ini sebagai masterpieces.


TY Warner Penthouse dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti piano, perpustakaan, ruang spa, ruang tamu, hingga lift pribadi yang bisa mengangkut tamu menuju penthouse secara langsung. Hebatnya lagi, seluruh perabotan yang ada di kamar TY Warner Penthouse dipilih langsung oleh arsitektur terbaik seperti I.M Pei, Peter Marino, dan miliarder bernama Ty Warner.


Di bangun di atas ketinggian sekitar 152 meter, dari jendela kamar kita bisa menikmati pemandangan 360 derajat Kota Manhattan. Bila ingin melakukan pemesanan, kita harus menghubungi pihak hotel lewat telepon.


Malam ini adalah malam di mana Arrabella mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke 24 tahun. Dia mengadakan pesta ulang tahun di salah satu hotel milik ayahnya yang sekarang sudah berpindah tangan menjadi miliknya.


Seperti pesta sebelumnya, Ara hanya mengundang beberapa teman nya, keluarga, dan teman ayahnya dan juga ibunya. Dia sengaja mengadakan pesta ulang tahun tertutup agar tidak ada orang luar yang mengenali dirinya sebagai anak pertama Alexander Lemos.


Jujur saja, dia lebih nyaman hidup seperti ini di bandingkan di kenal sebagai anak Alexander Lemos. Karena, jika dia di kenal sebagai anak Alexander Lemos maka orang-orang akan mendekati dan menjilatnya agar bisa menjalin hubungan dengan ayahnya.


"Selamat ulang tahun Ara..."


"Selamat ulang tahun Ara..."


"Selamat ulang tahun Ara..."


Itulah ucapan selamat baik dari temannya, maupun dari teman ayahnya. Mereka berbondong-bondong memberikan ucapan selamat ulang pada Ara dan juga berdoa agar di berikan kesehatan dan juga karirnya di dunia modeling agar bisa lebih sukses di bandingkan sekarang. Sedangkan Ara yang mendengar perkataan mereka hanya mengucapkan terima kasih atas doa dan kehadiran mereka di hari kelahirannya ini.


"Selamat ulang tahun putri cantikku, semoga kamu bisa menjadi anak yang baik dan mommy harap kamu tidak lagi menyakiti perasaan laki-laki yang menyukai dirimu selama ini," ujar Claudia seraya memeluk anaknya dengan sayang.


"Itu bukan salah aku mom, tapi salah mereka sendiri yang menyukai aku. Bahkan aku sudah bilang pada mereka kalau aku tidak menyukai mereka. Tapi, mereka sendiri yang masih mendekati aku. Ya sudah, aku manfaatkan saja mereka untuk kepentingan aku sendiri," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.


Mendengar perkataan Ara membuat Claudia menghela nafas pasrah. Setiap dia mengingatkan anaknya, pasti anaknya selalu membantah, dan lebih parah lagi anaknya tidak mau disalahkan. Padahal yang salah anaknya tapi, dia malah menyalahkan orang lain.

__ADS_1


"Lain kali jangan lakukan itu lagi, mengerti," titah Claudia dengan tegas.


"Sorry mom. Aku tidak bisa janji," balas Ara.


"Tumben kamu tidak mengatakan ihhh, pusing pala Ara lagi? Bukannya setiap kali kamu ingin bicara pasti tidak akan lupa mengatakan kata-kata ihhh, pusing pala Ara?" Claudia baru sadar anaknya sejak tadi tidak mengucapkan kata-kata yang membuat kepalanya pusing.


"Ini semua gara-gara Jenni mom, dia yang menyuruhku agar tidak mengucapkan kata-kata itu lagi. Padahal aku sudah terbiasa mengatakan kata-kata itu. Tapi, dia malah menyuruhku agar jangan mengatakan kata-kata itu lagi."


"Apa perlu aku mengatakan kata-kata itu lagi?" tanya Ara dengan penasaran.


"Tidak perlu. Kamu lebih bagus bicara normal saja dari pada mengucapkan kata-kata aneh itu," ujar Claudia.


"Jadi, menurut mommy aku selama ini tidak normal begitu?" tanya Ara dengan wajah kesal saat mendengar perkataan ibunya.


"Bukan begitu sayang! Hanya saja mommy pusing mendengar kamu bicara seperti itu."


"Hai, ponakan aunty. Selamat ulang tahun ya. Semoga kamu bisa berubah menjadi orang yang baik seperti mommy kamu," ujar Alice seraya mengejek keponakannya.


"Ck! Kenapa kalian selalu bicara seolah-olah aku ini wanita yang buruk? Apapun yang aku lakukan selalu salah dimata kalian. Tega sekali kalian menuduhku melakukan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan," ujar Ara dengan dramatis.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka memutar matanya malas. Mereka sangat tahu bagaimana sifat Ara yang sangat pandai berakting sehingga orang-orang yang tidak mengenal bagaimana sifat asli Ara pasti akan terjebak dengan drama yang di buat olehnya. Berbeda dengan orang-orang yang sudah mengenal bagaimana sifat asli Ara sehingga mereka tidak akan terpengaruh dengan kata-kata yang menurut mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Mereka sangat tahu bagaimana sifat Ara di luar sana yang suka mempermainkan perasaan laki-laki yang menyukai dirinya. Bahkan Ara selalu memanfaatkan uang mereka demi kepentingan dirinya sendiri.


"Ck! Dasar Drama Queen. Pantas saja dia selalu mendapatkan penghargaan sebagai aktris terfavorit. Ternyata dia benar-benar sangat pandai dalam mendalami akting sehingga orang-orang akan percaya setiap perkataan yang dia keluarkan," batin Alice seraya menatap ke arah Ara dengan tatapan kesal.


"Hey Ra! Kita sekarang tidak berada di lokasi syuting. Jadi, kamu tidak perlu berakting seperti itu. Semua orang tahu siapa Arrabella sebenarnya. Jadi, kamu tidak perlu bicara seolah-olah apa yang kamu katakan itu benar. Padahal kenyatannya kamu itu benar-benar seorang wanita yang matre dan suka memanfaatkan laki-laki yang menyukai dirimu," ujar Jennifer.


"Siapa yang kau sebut matre hah? Aku tidak matre, tetapi mereka sendiri yang memberikannya padaku sebagai tanda kalau mereka sangat mencintai diriku," ujar Ara.

__ADS_1


"Jika kau tidak mengancam mereka pasti mereka tidak akan memberikan barang-barang yang kamu inginkan itu," ujar Jennifer.


"Aku sependapat dengan mu Jen. Mana mungkin mereka mau memberikan kamu barang-barang branded setiap hari jika kau tidak mengancam mereka," sahut Alice dengan senyum penuh kemenangan. Karena sekarang dia memiliki teman untuk mengejek keponakannya yang licik dan matre itu.


"Emangnya apa ancamannya sehingga mereka sangat takut dan mau saja menuruti kemaungan Ara?" tanya Maxim dengan penasaran.


"Ara akan memutuskan mereka jika sampai mereka tidak menuruti keinginannya om," jawab Jennifer.


Mendengar perkataan Jennifer membuat Claudia menatap ke arah Ara dengan tatapan tajam. Dia tidak menyangka kelakuan anaknya akan semakin menjadi. Entah apalagi yang harus dia lakukan agar anaknya mau berubah menjadi wanita yang baik dan tidak licik seperti suaminya.


"Lihat dad! Kelakuan anakmu semakin hari semakin menjadi. Dia benar-benar menyerupai sifat burukmu," ujar Claudia seraya menyalahkan Alexander.


"Kenapa mommy malah menyalahkan daddy? Perasaan daddy tidak matre. Mungkin saja Ara mengikuti sifat mama." Alex yang tidak mau di salahkan justru malah melimpahkan kesalahan pada ibunya membuat Angelina kesal pada anaknya.


"Enak saja kamu menyalahkan mama Lex. Itu anak kamu sudah pasti dia menuruni sifat kamu yang licik dan juga suka memanfaatkan orang-orang yang berada di bawahmu," ujar Angelina dengan wajah kesal.


Mereka tidak henti-hentinya saling menyalahkan. Dan tidak ada yang mau mengalah sedangkan Ara yang tidak tahan mendengar pertengkaran mereka lebih memilih pergi dari sana dari pada dia di amuk oleh mereka. Karena bagaimana pun mereka bertengkar gara-gara ulahnya yang sering memanfaatkan orang lain demi kepentingan dirinya sendiri.


Hari ulang tahun yang seharusnya hari di mana dia bersenang-senang menyambut bertambahnya usianya malah menjadi hari pertengkaran keluarganya yang saling menyalahkan dan tidak ada yang mau disalahkan.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2