
Di Moll Del Amo Fashion Cente
Moll Del Amo Fashion Cente adalah Moll terbesar di California. Moll ini setia produk fashion seperti, H&M, Uniqlo hingga Forever 21. Selain itu kita bisa berkunjung di pusat toko-toko dari brand tersebut. Tak hanya itu saja di mall ini juga tersedia restoran, salon, bioskop hingga tempat fitness. Mall ini terletak di 3525 West Carson Street, Torrance, California.
Saat ini Ara dan yang lain sedang berada di Moll Del Amo Fashion Cente. Mereka sengaja datang ke Moll tersebut untuk merilekskan pikiran dari segala aktivitas yang dijalankan oleh mereka. Pada saat mereka sedang jalan-jalan keliling Moll tanpa sengaja Jennifer melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang berada di Moll yang sama dengan mereka.
"Bukannya itu Reagan adik kamu Ra? Siapa perempuan yang sedang jalan dengan adik kamu itu?" tanya Jennifer seraya menunjuk ke arah Reagan berada.
Ara yang mendengar perkataan Jennifer langsung melihat kearah yang sedang di tunjuk olehnya. Saat dia melihat ke arah tersebut langsung membuat dia bingung dan penasaran. Karena yang dia tahu, adiknya tidak sedang dekat dengan siapapun. Tapi, sekarang dia melihat sendiri kalau adiknya sedang jalan dengan wanita yang sama sekali tidak dia kenal.
"Aku juga tidak tahu siapa wanita yang saat ini jalan bersama dengan bocah manja itu," balas Ara.
"Sampai kapan kamu memanggil adikmu bocah manja? Apa kamu tidak sadar kalau adikmu saat ini bukan lagi bocah, melainkan dia sekarang sudah menjadi laki-laki dewasa yang sangat tampan seperti daddy mu?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Ck! Apa matamu sudah rabun Jen?" tanya Ara dengan tatapan mengejek.
"Enak saja kamu bilang mataku rabun. Orang mataku masih normal malah kamu bilang rabun."
"Dasar teman kurang ajar," umpat Jennifer dengan wajah kesal.
"Jika matamu tidak rabun, kenapa kamu tidak bisa melihat dengan jelas kalau wajah adikku sama sekali tidak mirip dengan daddy melainkan dia lebih mirip wajah mommy? Aku yang lebih mirip dengan daddy dari pada bocah manja itu," ujar Ara yang merasa bangga karena dia mewarisi gen ayahnya.
"Kau benar sekali. Wajahmu memang sangat mirip dengan daddy kamu, bahkan sifatmu pun sama persis seperti daddy mu yang terkenal kejam dan licik," ujar Jennifer seraya menyindir Ara.
"Jika aku tidak kejam dan licik, maka orang lain pasti akan sangat mudah memanfaatkan kita. Dan lihat saja aku."
__ADS_1
"Selama ini, apa pernah ada orang yang berani menipu ataupun memanfaatkan aku?" tanya Ara yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Jennifer.
"Kau tahu alasan mereka tidak berani menipu ataupun memanfaatkan aku?" tanya Ara lagi.
"Tidak," jawab Jennifer seraya menggelengkan kepala.
"Itu karena aku sangat cerdik dan juga licik. Makanya tidak ada seorangpun yang berani menipu ataupun memanfaatkan aku karena mereka takut akan mendapatkan masalah jika berani melawanku," jelas Ara dengan perasaan bangga.
Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer terdiam dan mulai berpikir. Dia baru menyadari apa yang di katakan oleh Ara semuanya benar. Karena sudah banyak para wanita yang mencari masalah dengan temannya dan semuanya berakhir dengan kehancuran. Hingga saat ini tidak ada yang berani melawan ataupun mencari masalah dengan temannya.
"Kau benar. Lalu, bagaimana dengan adikmu? Apa dia memiliki sifat yang sama seperti dirimu dan juga daddy kamu?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Ck! Itu yang sangat disayangkan. Adikku selain memiliki wajah yang sama seperti mommy, dia juga memiliki sifat sama persis seperti mommy. Sama-sama polos dan mudah di manfaatkan oleh orang lain. Dan aku sangat yakin saat ini adikku pasti sedang di manfaatkan oleh wanita itu." Ara merasa yakin adiknya pasti sedang di manfaatkan oleh wanita itu.
"Kenapa kamu bisa yakin kalau adikmu sedang di manfaatkan oleh wanita itu?" tanya Jennifer dengan penasaran.
Karena dia sangat tahu, bagaimana sifat adiknya yang sangat baik dan juga bodoh. Sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya selalu memanfaatkan uangnya untuk kepentingan mereka sendiri.
"Kenapa kamu dari tadi selalu menghina adikmu sendiri? Apa kamu tidak sayang pada adikmu?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Jika aku tidak sayang padanya, pasti aku sudah menendang dia baik dari mansion maupun dari perusahaan. Karena semua harta benda yang di miliki oleh daddy sudah beralih menjadi milikku sepenuhnya," ujar Ara.
Yah, sesuai dengan surat pengalihan yang sudah di tanda tangani oleh Alexander semasa Ara masih kecil dulu. Bahwasanya seluruh harta benda yang di miliki oleh Alexander sekarang sudah sah menjadi miliknya. Walaupun dia sudah menguasai seluruh harta ayahnya, tidak membuat Ara memiliki niat buruk terhadap keluarga nya.
Berbeda dengan Jennifer yang sangat terkejut saat mendengar perkataan Ara yang mengatakan kalau seluruh harta milik om Alexander sekarang jatuh ke tangan Ara. Padahal yang dia tahu om Alexander masih memiliki anak lain selain Ara.
__ADS_1
Tapi, om Alexander malah memberikan harta itu pada Ara sedangkan anaknya yang lain malah tidak mendapatkan apapun. Entah apa yang dilakukan oleh temannya sehingga Ara bisa memiliki seluruh harta itu tanpa memberikan sepersenpun pada adiknya.
"Kenapa om Alex mau memberikan seluruh hartanya padamu? Padahal dia masih memiliki anak lain selain kamu. Seharusnya harta itu di bagi kepada kalian berdua. Tapi ini, justru harta itu malah di miliki oleh mu seorang sedangkan adikmu malah tidak mendapatkan apapun." Jennifer tidak habis pikir dengan temannya. Dia benar-benar mengakui kalau temannya ini sangat cerdik dan licik. Jangankan orang lain, ayahnya sendiri saja bisa dia kendalikan sehingga ayahnya malah memberikan seluruh hartanya pada temannya.
"Rahasia," balas Ara yang tidak mau memberitahukan pada temannya.
"Apa nona Ara jadi mengikuti adiknya?" tanya Elena yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
Mendengar perkataan asisten pribadinya membuat Ara langsung tersadar kalau dia ingin menyelidiki adiknya dengan wanita yang saat ini dekat dengan adiknya. Dia tidak mau jika sampai adiknya di manfaatkan oleh wanita itu. Itu sebabnya dia ingin melihat sendiri bagaimana kelakuan wanita itu. Jika terbukti wanita itu hanya memanfaatkan adiknya, maka dia akan memberikan pelajaran pada wanita itu biar dia tahu siapa sebenarnya Arrabella Anastasya Lemos.
"Tentu saja jadi," jawab Ara dengan singkat." Aku tidak akan membiarkan wanita itu bersenang-senang dengan harta milikku. Lihat saja nanti, aku akan membuat dia malu di depan semua orang karena sudah berani memanfaatkan kepolosan adikku."
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau wanita itu hanya memanfaatkan adikmu? Bukannya kamu belum lihat, bagaimana sifat asli wanita itu?" Jennifer tidak percaya temannya bisa langsung menuduh orang tanpa adanya bukti.
"Kau tahu Jen! Filing ku tidak pernah meleset, dan aku sangat yakin wanita itu tidak tulus mendekati adikku. Jika kamu tidak percaya dengan perkataan ku, ayo kita lihat dan buktikan, apa benar dugaan ku kalau wanita itu mendekati adikku hanya ingin memanfaatkan uangnya saja atau dia benar-benar tulus." Ara sama persis seperti ayahnya yang bisa mengenali mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya sandiwara.
"Baiklah, ayo kita ikuti mereka," balas Jennifer seraya pergi dari sana diikuti oleh yang lain.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿