
California
"Ada yang ingin daddy bicarakan pada mommy," ujar Alex.
"Tentang apa dad?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Ini tentang putri kita mom," jawab Alex.
"Apa Ara bikin masalah lagi dad?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Entahlah mom. Daddy juga tidak tahu apa yang terjadi pada putri kita. Karena yang daddy tahu gara-gara masalah yang disebabkan oleh Ara sekarang putri kita terlibat dengan polisi dan katanya cara satu-satunya agar dia bisa bebas dari kantor polisi dengan cara dia harus menikah dengan laki-laki yang sedang terlibat masalah dengan Ara," jelas Alex.
"Apa?" teriak Claudia yang terkejut saat mendengar perkataan suaminya.
"Kenapa daddy malah berada disini? Seharusnya daddy pergi ke kantor polisi dan beritahu pada mereka agar membebaskan anak kita dari sana. Mommy tidak rela anak kita menikah dengan sembarangan orang. Apalagi kita akan menjodohkan anak kita dengan anak teman rekan bisnis daddy," ujar Claudia.
"Masalahnya Ara saat ini tidak ada di negara ini melainkan dia sekarang lagi ada di negara orang lain sehingga daddy tidak memiliki kekuasaan untuk membantu Ara agar segera bebas dari sana," ujar Alex.
"Emangnya Ara sekarang ada dimana dad?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Ara sekarang lagi ada di negara Indonesia mom," jawab Alex.
"Apa?" teriak Claudia lagi.
"Kenapa Ara bisa ada di negara Indonesia dad?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Mungkin ini ada hubungan nya dengan perjodohan yang sedang mommy atur sehingga Ara nekat kabur dari sini untuk menghindari perjodohan itu," jelas Alex.
"Apa Ara mendengar pembicaraan kita dad?" tanya Claudia dengan cemas.
"Mungkin saja Ara tidak sengaja mendengar obrolan kita sehingga dia kabur dari sini tanpa pamit pada kita," balas Alex.
"Oh Tuhan... Jika mommy tahu masalah nya akan terjadi seperti ini maka mommy tidak akan merencanakan perjodohan Ara dengan teman rekan bisnis kita. Mommy benar-benar menyesal karena tidak mendengarkan perkataan daddy," ujar Claudia dengan penuh penyesalan.
"Sudah mom. Untuk menyesal sekarang pun tidak ada gunanya lagi karena anak kita sekarang pasti sudah menikah dengan laki-laki itu," ujar Alex seraya membawa Claudia untuk dia peluk.
"Bagaimana nasib anak kita disana dad? Mommy tidak mau anak kita menderita di negara orang apalagi kita tidak memiliki saudara disana. Jika saja oma dan opa masih hidup aku pasti akan meminta bantuan pada mereka agar menjaga anak kita disana," ujar Claudia.
"Mommy jangan khawatir karena Ara menikah dengan anak teman baik daddy. Daddy sangat yakin anak kita pasti akan bahagia karena memiliki suami seperti anak teman daddy," ujar Alex seraya menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Siapa teman daddy?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Dia adalah Edwin George," jawab Alex.
"Maksud daddy kak Edwin yang dulu pernah meminta anak kita agar dijodohkan dengan anaknya?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Iya mom," jawab Alex dengan singkat.
"Jika benar Ara menikah dengan anak kak Edwin mommy sih tidak masalah dad. Karena kita sudah mengenal bagaimana sifat kak Edwin yang sangat setia pada istrinya dan mungkin saja anaknya pun akan memiliki sifat seperti ayahnya," ujar Claudia yang merasa tenang saat tahu anaknya berada di tangan yang tepat.
"Sebaiknya kita bersiap-siap karena sebentar lagi kita akan pergi ke negara Indonesia. Kita akan mempersiapkan resepsi pernikahan anak kita dengan mewah dan meriah disana. Dan beritahu pada Reagan agar dia bersiap-siap juga agar kita bisa lebih cepat sampai disana," titah Alex dengan tegas.
"Baik dad," jawab Claudia seraya pergi dari sana.
•
•
•
Indonesia
"Ck! Kenapa mami sangat peduli pada wanita licik ini? Sudah aku katakan kalau wanita ini sudah menjebak ku agar mau menikah dengan nya. Tapi, kenapa mami dan papi bukannya membela ku ini kalian malah mendukung agar aku menikah dengan wanita licik ini," ujar Axton dengan kesal.
"Ax, apa kamu lupa siapa Ara? Dia ini teman masa kecil kamu sewaktu kita masih tinggal di California. Dia wanita yang mami dan papi jodohkan dengan mu dulu. Tapi, karena orang tua Ara tidak ingin anaknya tinggal jauh dari mereka akhirnya kami pasrah dan tidak lagi memaksa Alexander agar menjodohkan kalian berdua," ujar Miranda.
Mendengar perkataan Miranda membuat Axton terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka wanita yang dia kira wanita murahan dan licik ternyata adalah teman masa kecilnya sendiri.
"Apa benar kamu Arrabella anak om Alex dan tante Claudia?" tanya Axton pada Ara.
"Iya," jawab Ara seraya menganggukkan kepalanya.
"Sudah cukup bicaranya. Sebaiknya kamu bawa Ara pulang ke mansion mu agar dia bisa istirahat. Kasihan dia belum istirahat sejak sampai ke negara kita," ujar Edwin.
"Apa yang dikatakan oleh papi mu benar Ax. Kasihan menantu kesayangan mami pasti dia capek habis mendarat bukannya istirahat malah dibawa ke kantor polisi," ujar Miranda.
"Biarkan aku tinggal sendiri saja mi, pi. Aku tidak mau tinggal bersama kak Axton karena aku tahu dia pasti tidak suka jika aku tinggal bersama dengan nya," sahut Ara.
"Apa benar Ax, kalau kamu tidak suka jika Ara tinggal bersama dengan mu?" tanya Miranda seraya menatap anaknya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Glek
"Itu tidak benar mi, aku justru malah senang jika Ara tinggal bersama dengan ku," ujar Axton seraya menelan ludahnya sendiri.
"Kau sudah dengar sayang. Axton malah senang jika kamu tinggal bersama dengan nya. Lagian kalian sekarang sudah menjadi suami istri. Jadi, tidak masalah jika kalian tinggal bersama," ujar Miranda dengan lembut pada menantu kesayangannya.
"Kenapa mereka tidak paham juga kalau aku sangat takut tinggal berdua dengan anaknya? Bagaimana kalau dia balas dendam padaku karena sudah membuat dia malu di depan semua orang? Jika saja aku tidak meladeni laki-laki brengsek ini pasti aku tidak akan berakhir di kantor polisi apalagi menikah dengan laki-laki ini," batin Ara dengan cemas.
"Tapi mi..."
"Tidak ada tapi-tapian. Mulai sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Axton suami mu. Jika kamu butuh sesuatu tinggal minta saja pada suami mu, mengerti," titah Miranda seraya memotong pembicaraan Ara.
"Iya mi," jawab Ara dengan pasrah." Apa aku bisa membawa Elena untuk tinggal bersama dengan kami mi?"
"Terserah kamu saja sayang," jawab Miranda.
"Bagaimana El? Apa kamu mau tinggal bersama kami?" tanya Ara dengan penasaran.
"Tidak nona, aku tinggal di rumah orang tuaku saja. Jika nona membutuhkan sesuatu nona bisa hubungi aku segera," jawab Elena.
"Baiklah, kamu kirim alamat rumah mu pada ku nanti aku akan kirimkan mobil untuk mu agar kamu bisa mengantar jemput ku nanti," ujar Ara.
"Baik nona muda," jawab Elena." Kalau begitu aku pamit pulang dulu."
"Iya, hati-hati dijalan," jawab Ara dengan singkat.
"Ayo sayang, kita pulang ke mansion Axton," ujar Miranda dengan lembut.
"Iya, mi," jawab Ara seraya mengikuti Miranda.
"Awas saja kau, aku akan bikin hidupmu menderita," batin Axton dengan seringai liciknya.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼|||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿