Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 61 )


__ADS_3

California


Di Ruang Kerja Arrabella


Cklek


"Daddy? Kenapa daddy ada di sini?" tanya Ara yang terkejut saat melihat ayahnya tiba-tiba ada di sini.


"Reagan yang menyuruh daddy agar datang ke sini," jelas Alex.


"Ck! Apa yang di katakan oleh anak bodoh itu pada daddy?" tanya Ara dengan kesal.


"Dia hanya bilang kalau kamu sedang menyiksa karyawan daddy makanya dia menyuruh daddy agar datang kesini sebelum kamu membunuhnya," balas Alex.


"Apa daddy tahu, ini semua gara-gara anak laki-laki daddy? Dia benar-benar tidak becus mengurus perusahaan ini. Baru sebentar dia pegang perusahaan ini malah hampir membuat kita mengalami kerugian yang sangat besar," jelas Ara yang sedang kesal pada Reagan.


"Apa yang di lakukan anak itu?" tanya Alex dengan penasaran.


"Anak itu benar-benar sangat bodoh dad, dia tidak sadar ada pengkhianat di perusahaan ini. Jika saja aku tidak menyuruh seseorang untuk mengurus perusahaan ini maka kita pasti akan mengalami kerugian yang sangat besar," jelas Ara.


"Inilah alasan kenapa daddy menyuruh kamu memimpin perusahaan ini karena daddy sudah tahu adikmu pasti tidak akan mampu mengelola perusahaan ini dikarenakan sifatnya yang sangat polos dan mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Tapi kamu malah tidak mau memimpin perusahaan ini lantaran masih mau menjadi model sesuai cita-cita kamu dulu," ujar Alex.


"Maaf dad, aku pikir Reagan mampu memimpin perusahaan ini makanya aku percayakan padanya. Jika aku tahu akan terjadi seperti ini pasti aku akan mengambil alih perusahaan ini sejak dulu," ujar Ara yang menyesal karena pernah menolak keinginan ayahnya untuk mengelola perusahaan ini.


"Sudahlah lupakan masalah itu. Sebelum mengumumkan pada semua orang daddy akan mengadakan rapat pada para pemegang saham yang ada di perusahaan kita untuk memberitahukan pada mereka kalau kamu yang akan menggantikan posisi daddy menjadi Ceo sedangkan Reagan akan menjadi wakil Ceo," ujar Alex.


"Apa mereka akan setuju jika aku yang menjadi Ceo perusahaan ini?" tanya Ara dengan cemas. Dia hanya takut para pemegang saham lebih mempercayakan pada Reagan dari pada dia.


"Daddy sangat yakin mereka pasti lebih memilih kamu dibandingkan Reagan karena mereka sudah tahu kalau Reagan tidak mewarisi sifat daddy sedikitpun berbeda dengan kamu yang mewarisi sifat daddy. Itu sebabnya perusahaan ini lebih aman berada di tangan kamu dibandingkan ada di tangan adikmu yang bodoh itu," ujar Alex.


"Baiklah dad, aku akan mengambil alih perusahaan ini karena aku tidak mau perusahaan yang sudah daddy perjuangkan dengan susah payah hancur di tangan anak bodoh itu," ujar Ara.


"Oke, besok daddy akan mengadakan rapat untuk memberitahukan pada para pemegang saham kalau kamu yang akan menjadi Ceo di perusahaan ini dan daddy sangat berharap mereka akan memilih kamu dari pada Reagan," ujar Alex.


"Semoga saja mereka mempercayai aku untuk memimpin perusahaan ini," ujar Ara dengan penuh harap.


"Iya, tapi bagaimana dengan suami kamu apa dia mengizinkan kamu bekerja di perusahaan ini?" tanya Alex dengan penasaran.


"Daddy tidak udah pedulikan masalah itu biar aku yang meminta izin pada kak Axton agar mengizinkan aku bekerja di perusahaan ini karena ini juga demi perusahaan kita agar tidak bangkrut di tangan Reagan," balas Ara.


"Oke, daddy serahkan padamu," jawab Alex.


"Apa daddy kenal dengan Revan Sanders?" tanya Ara dengan penasaran.

__ADS_1


"Untuk apa kamu menayangkan dia?" tanya Alex balik dengan kening mengkerut.


"Dia adalah dalang yang telah menyuruh bawahan kita untuk menggelapkan uang perusahaan kita bahkan uang yang dia gelapkan tidaklah sedikit," balas Ara.


"Berapa yang dia gelapkan?" tanya Alex dengan penuh emosi.


"Tiga milyar," jawab Ara dengan singkat.


"Apa?" teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Kurang ajar beraninya dia menggelapkan uang perusahaan sebanyak itu," ujar Alex dengan penuh kemarahan.


"Tenang dad, dia tidak berhasil membawa kabur uang perusahaan lantaran lebih dulu ketahuan oleh anak buah aku sehingga aku mengambil kembali uang perusahaan kita. Tidak hanya itu saja, aku bahkan sudah memecat dia dari perusahaan ini dan juga merampas semua harta miliknya sehingga sekarang dia sudah jatuh miskin," balas Ara.


"Bagus, kau sudah pantas menjadi Ceo di perusahaan ini," ujar Alex dengan bangga.


"Terima kasih dad," ujar Ara.


"Sama-sama sayang, kalau begitu daddy pulang dulu," jawab Alex seraya pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala oleh Ara.


β€’


β€’


β€’


Di Mansion Axton


"Bi, bibi," teriak Axton seraya memanggil asisten rumahnya.


"Ada apa tuan muda?" tanya asisten rumah dengan sopan.


"Di mana wanita licik itu?" tanya Axton dengan penasaran.


"Nona muda sekarang sudah kembali ke negaranya tuan," jawab asisten rumah.


"Apa?" teriak Axton yang terkejut saat mendengar perkataan asisten rumah nya.


"Kenapa dia tidak memberitahu ku kalau dia pulang ke negaranya?" tanya Axton dengan kesal.


"Bagaimana nona muda memberitahukan pada tuan muda orang setiap hari kalian selalu bertengkar," ujar asisten rumah.


Mendengar perkataan asisten rumah nya membuat Axton terdiam seperti patung. Dia baru sadar kalau dia tidak pernah akur jadi wajar kalau Ara tidak meminta izin padanya untuk pulang ke negaranya sendiri. Entah kenapa saat mendengar istrinya kembali ke negaranya dia merasa keberatan dan sedih padahal dulu dia merasa senang jika istrinya pulang ke negaranya sendiri.

__ADS_1


"Bibi bisa pergi dari sini," titah Axton tanpa menyahuti perkataan asisten rumah nya lagi.


"Baik tuan muda," jawab asisten rumah seraya pergi dari sana.


Di Kamar Axton


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo suami ku sayang! Ada apa kamu menelpon ku? Apa kamu merindukan aku?" tanya Ara seraya menggoda Axton.


πŸ“ž "Ck! Untuk apa aku merindukan wanita licik seperti kamu. Justru aku merasa sedang melihat kamu sudah kembali ke habitat mu sendiri," balas Axton seraya menahan tawanya.


πŸ“ž "Kurang ajar, apa kamu pikir aku hewan?" tanya Ara dengan kesal.


πŸ“ž "Yang mengatakan kamu hewan siapa? Bukannya kamu yang menyebut diri kamu sendiri hewan?" tanya Axton yang masih menahan tawanya. Awalnya dia sangat membenci pada Ara tapi sekarang, dia merindukan saat-saat mereka bertengkar seperti ini.


πŸ“ž "Dasar laki-laki kurang ajar jika saja kamu ada di depan ku pasti sudah aku bunuh kamu," ujar Ara seraya mengepalkan tangannya karena emosi.


πŸ“ž "Jika kamu mau membunuh ku maka kamu harus kembali ke negara ini," ujar Axton.


πŸ“ž "Ck! Kau pikir aku akan kembali ke negara mu lagi?" tanya Ara.


πŸ“ž "Apa maksud kamu?" tanya Axton dengan penasaran.


πŸ“ž "Aku tidak akan pernah kembali lagi ke negara kamu karena mulai sekarang aku akan menetap di negara ku sendiri untuk selamanya," balas Ara.


πŸ“ž "Bagaimana bisa kamu tinggal disana sedangkan suami mu ada di negara ini?" tanya Axton dengan cemas saat mendengar perkataan Ara.


πŸ“ž "Apa peduliku? Bukannya kata kamu tadi kalau kamu sangat sedang melihat aku kembali ke negara aku sendiri? Maka mulai sekarang anggap saja kita tidak memiliki hubungan apapun lagi dan aku akan bicarakan masalah kita pada mommy dan daddy agar kita bisa secepatnya bercerai," ujar Ara dengan santai.


πŸ“ž "Dengarkan aku baik-baik, sampai matipun aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Awas saja jika sampai kamu melakukan itu akan aku buat kamu hamil anakku detik ini juga," ujar Axton penuh penekanan.


πŸ“ž "Dasar aneh," ujar Ara seraya mematikan ponselnya.


πŸ“ž "Hallo... Hallo...!"


πŸ“ž "Kurang ajar," umpat Axton dengan penuh emosi.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2