Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 65 )


__ADS_3

Di Aula Perusahaan Apple Inc


"Saya akan panggilkan anak saya yang bernama Arrabella Anastasya Lemos untuk naik ke atas panggung," titah Alex.


Mendengar namanya di sebut langsung saja Ara berjalan untuk menaiki ke atas panggung di mana Alexander berada.


"Selamat pagi semuanya," sapa Ara dengan sopan pada karyawan ayahnya.


"Pagi nona muda," jawab mereka semua dengan serentak.


"Perkenalkan nama saya adalah Arrabella Anastasya Lemos anak pertama tuan Alexander Lemos. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa selama ini saya menyembunyikan jati diri saya. Itu karena saya tidak ingin ada orang-orang yang munafik dan penjilat yang sengaja mendekati saya agar bisa dekat dengan daddy saya. Saya sangat tahu orang-orang seperti itu tidak bisa di percaya karena mereka hanya baik lantaran kita masih berguna untuk dia tapi, disaat kita sudah jatuh maka mereka akan meninggalkan kita lantaran kita tidak berguna lagi untuk dia. Dan orang-orang seperti itu tidak pantas berada di dekat kita karena orang-orang seperti itu lebih pantas berada di tempat sampah," ujar Ara.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka terdiam seperti patung. Mereka berpikir apa yang di katakan oleh Ara semuanya benar. Karena banyak orang-orang yang bermuka dua yang sengaja mendekati orang-orang berpengaruh demi kepentingan mereka sendiri.


"Dan perlu kalian ketahui saya bukanlah orang bodoh yang bisa kalian bodohi atau manfaatin seperti yang kalian lakukan pada adik saya. Seperti yang kalian dengar tadi, kalau saya jauh lebih kejam, dan licik di bandingkan daddy saya bahkan saya tidak segan-segan membunuh kalian detik itu juga jika ketahuan mengkhianati kepercayaan saya," ujar Ara lagi dengan penuh ketegasan sekaligus mengingatkan mereka agar jangan berani mengkhianati kepercayaan yang telah dia berikan pada mereka.


Mereka yang mendengar perkataan Ara menelan ludahnya sendiri. Sungguh, mereka lebih suka Reagan yang menjabat sebagai Ceo dibandingkan dengan Ara. Karena Reagan adalah sosok laki-laki yang sangat baik dan ramah yang pasti tidak menakutkan seperti Ara. Tapi, mereka bisa apa selain menerima Ara sebagai Ceo baru di perusahaan ini.


"Satu lagi yang perlu kalian ingat, tidak ada kata maaf atau kesempatan kedua bagi pembohong dan pengkhianat. Jika ketahuan membohongi dan mengkhianati kepercayaan saya siap-siap hancur di tangan saya. Begitupun sebaliknya, jika ada karyawan yang jujur dan setia pada saya maka saya akan memberikan mereka bonus atau naik jabatan sesuai kemampuan mereka sendiri."


"Oke, cukup sampai disini, sekarang kalian bisa kembali ke tempat kerja kalian masing-masing," titah Ara dengan tegas setelah itu dia langsung pergi dari sana di ikuti oleh Alexander dan juga asisten pribadinya.


Begitupun dengan yang lain pergi meninggalkan tempat itu melanjutkan perkerjaan mereka yang sempat tertunda tadi.


Di Ruang Kerja Arrabella


"Dad, apa aku masih bisa bekerja di perusahaan ini?" tanya Reagan dengan cemas. Dia takut ayahnya akan memecatnya dari perusahaan ini akibat kelalaian yang membiarkan para pengkhianat itu menggelapkan uang perusahaan.


"Tentu saja masih. Emangnya kamu ingin berhenti bekerja di perusahaan ini?" tanya Alex yang bingung dengan pertanyaan anaknya.


"Tidak dad," jawab Reagan.

__ADS_1


"Terus, kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Alex dengan penasaran.


"Itu karena sekarang kak Ara sudah menjadi Ceo di perusahaan ini aku hanya takut kak Ara malah memecat aku gara-gara kejadian kemarin," jelas Reagan.


"Bagaimana Ra?" tanya Alex pada Ara.


"Kau boleh bekerja di perusahaan ini tapi, jika kamu melakukan kesalahan lagi maka terpaksa aku memecat kamu dari perusahaan ini. Aku tidak peduli kamu adik kandung ku sendiri, bagiku siapapun yang menyebabkan perusahaan ini rugi akan aku tendang dia keluar dari perusahaan ini," balas Ara tanpa perasaan.


Mendengar perkataan Ara membuat Reagan kesal setengah mati. Dia tidak menyangka bisa memiliki kakak yang sangat kejam tanpa perasaan seperti Ara. Berbeda dengan Alexander, dia hanya bisa menghela nafas pasrah saat mendengar perkataan anaknya. Dia tidak bisa melakukan apapun karena semua harta yang dia miliki sudah menjadi milik Ara sepenuhnya.


"Aku janji akan bekerja dengan benar agar tidak di tipu oleh orang lain lagi," balas Reagan.


"Bagus, kembalilah ke ruangan mu sendiri karena aku masih ada urusan dengan daddy," titah Ara dengan tegas.


"Baik kak," jawab Reagan seraya pergi dari sana.





Prang


Bruk


Pyar


Itulah bunyi barang-barang yang sengaja di lempar oleh seseorang lantaran sedang di selimuti emosi sehingga benda-benda yang tidak bersalah malah menjadi hancur dan berserakan di mana-mana.


"Sudah cukup ma, kenapa mama malah melampiaskan kemarahan pada benda yang tidak bersalah?" tanya seseorang pada ibunya yang sedang emosi.

__ADS_1


"Bagaimana mama tidak emosi? Uang yang seharusnya masuk ke rekening kita malah lenyap begitu saja gara-gara anak buah bodohmu itu. Ini semua salah kamu karena tidak becus mencari anak buah hingga dia malah ketahuan padahal sedikit lagi kita pasti akan mendapatkan uang itu. Tapi, gara-gara anak buah bodoh mu itu sehingga kita malah gagal mendapatkan uang itu," ujar ibunya dengan penuh kemarahan.


"Mama tenang saja aku sudah memiliki rencana lain yang lebih bagus di bandingkan hanya mengambil uang yang tidak seberapa itu," ujar anaknya dengan seringai liciknya.


Mendengar perkataan anaknya membuat ibunya penasaran." Apa yang sedang kau rencanakan? Mama harap rencana kamu tidak menjadi bumerang untuk kita?" tanya ibunya dengan penasaran.


"Mama tenang saja, aku sangat yakin rencana ini pasti akan berhasil," ujar anaknya dengan penuh keyakinan.


"Oke, mama akan ikuti rencana kamu tapi ingat, tetap hati-hati karena lawan kita bukanlah orang sembarangan mama tidak mau sampai mati di tangan mereka," ujar ibunya.


"Mama jangan takut karena aku pasti akan menjaga mama agar mereka tidak bisa menyentuh mama sedikitpun," ujar anaknya lagi dengan penuh keyakinan.


"Kapan kamu akan melaksanakan rencana kamu itu?" tanya ibunya dengan penasaran.


"Kita tunggu mereka lengah dulu setelah itu baru kita menjalankan rencana kita," balas anaknya.


"Kau emang anak mama yang sangat cerdik dan licik, mama bangga memiliki anak seperti kamu," ujar ibunya dengan penuh kebanggaan.


"Melawan orang-orang licik kita harus bisa lebih licik dari mereka," ujar anaknya dengan seringai liciknya.


"Kau benar, kita masih memiliki banyak waktu untuk menyusun rencana agar tidak gagal. Jika kita berhasil menjalankan rencana ini maka kita akan menjadi orang terkaya di negara ini," ujar ibunya.


"Itu sudah pasti ma, makanya kita jangan terburu-buru. Sebelum kita menjalankan rencana ini. Maka kita perlu berpikir seribu kali agar kita tidak gagal. Karena jika sampai kita gagal maka nyawa kita akan melayang di tangan mereka," balas anaknya.


"Aku tidak sabar menjadi orang terkaya dan berkuasa di negara ini. Aku berharap anak ku berhasil menjalankan rencana ini jika tidak, kami yang akan mati di tangan mereka," batin ibunya.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2