Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 27 )


__ADS_3

Flashback On


"Permisi nona, apa kami bisa meminta waktu buat bicara dengan nona sebentar?" tanya anak buah Ara pada pelayan yang bekerja di restoran itu setelah melihat Gisela sudah pergi dari sana sehingga mereka langsung menemui pelayan itu untuk mencegah niat Gisela menjebak Reagan adik kandung dari atasan mereka.


"Tuan mau bicara apa dengan ku?" tanya pelayan itu dengan penasaran.


"Jelaskan pada kami apa yang sedang direncanakan oleh wanita yang tadi bicara dengan mu?" tanya anak buah Ara tanpa basa-basi.


Deg


"A... Apa... Mereka mendengar Percakapan kami? Bagaimana ini, aku tidak mau dipecat dari sini atau lebih parah lagi dilaporkan ke polisi?" batin pelayan itu dengan cemas.


"Maksud tuan apa?" tanya pelayan itu dengan tenang padahal dalam hati sangat takut jika sampai mereka mengetahui niat dia yang ingin menjebak laki-laki yang saat ini duduk dengan Gisela.


"Jangan pura-pura tidak tahu maksud pertanyaan kami nona. Karena kami sudah melihat sendiri interaksi kalian tadi. Jika kamu tidak mau menjawabnya maka kami pastikan kamu akan kehilangan pekerjaan detik ini juga," ujar anak buah Ara seraya mengancam.


Mendengar perkataan anak buah Ara membuat pelayan itu langsung ketakutan dan akhirnya dia mau bicara jujur pada anak buah Ara tentang rencana Gisela yang ingin menjebak Reagan agar jatuh ke tangan nya.


"Ta... Tadi, nona itu menyuruh aku untuk memasukkan obat ini ke dalam makanan laki-laki yang saat ini sedang duduk dengan nya," jawab pelayan itu seraya memperlihatkan obat yang ada di tangannya di hadapan anak buah Ara.


"Obat apa itu?" tanya anak buah Ara lagi dengan penasaran.


"Ini hanya obat tidur tuan," jawab pelayan itu dengan perasaan khawatir.


Mendengar perkataan pelayan itu membuat anak buah Ara saling melihat satu sama lain setelah itu mereka langsung menganggukkan kepala.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada kabar apa?" tanya Ara tanpa basa-basi.


πŸ“ž "Nona Gisela ingin menjebak tuan muda Reagan dengan cara memasukkan obat tidur ke dalam makanan nya agar tuan muda tertidur. Setelah itu, nona Gisela akan membawa tuan muda ke apartemen nya untuk menjalankan rencana yang sudah dia susun bersama dengan ibunya," jelas anak buah Ara.


πŸ“ž "Kurang ajar, apa dia sudah berhasil menjebak adikku?" tanya Ara seraya menahan emosi.


πŸ“ž "Belum nona muda, karena sebelum nona Gisela melakukan rencananya kami lebih dulu mencegahnya dan saat ini pelayan yang disuruh oleh nona Gisela sedang ada bersama kami," jelas anak buah Ara.


πŸ“ž "Bagus, kalian masukan obat itu ke dalam makanan wanita itu setelah itu bawa dia ke hotel yang telah aku pesan untuk nya," titah Ara dengan tegas.


πŸ“ž "Baik nona muda," jawab anak buah Ara seraya mematikan smartphone nya.


Di Tempat Reagan

__ADS_1


Isi Pesan


Ting


"Dasar laki-laki bodoh, sudah berapa kali aku katakan jangan menemui wanita itu lagi tapi kamu masih saja pergi bersama dengan nya. Apa kau tahu, dia saat ini sedang merencanakan untuk menjebak mu. Untung saja anak buah ku segera tahu dan mencegah kamu agar tidak masuk ke dalam jebakan dia. Jika saja tidak ada anak buah ku, pasti saat ini kamu sudah berhasil di jebak oleh wanita murahan itu," umpat Ara dengan wajah kesal.


Ting


"Apa benar wanita ini sedang merencanakan untuk menjebak ku kak?" tanya Reagan yang belum percaya sepenuhnya pada kakaknya.


Ting


"Jika kau tidak percaya pada perkataan ku, lihat saja nanti. Apa perkataan ku benar atau hanya sekedar omong kosong?" Ara benar-benar kesal pada adiknya yang masih saja bodoh dan percaya pada wanita murahan itu.


Ting


"Iya, aku percaya pada kak Ara," balas Reagan.


Ting


"Ini peringatan terakhir untuk mu, jika kamu masih saja bodoh seperti ini. Aku pastikan akan mengusir mu baik dari mansion maupun dari perusahaan. Kau sudah tahu kan, kalau aku yang berkuasa di keluarga Lemos bahkan daddy saja tidak bisa melakukan apapun jika aku sudah bertindak," ujar Ara dengan penuh ancaman.


Glek


Ting


Mana berani dia melawan kakaknya yang terkenal kejam dan licik. Lebih baik dia mengalah dari pada diusir oleh kakaknya sendiri. Benar apa kata Ara kalau Reagan adalah laki-laki yang bodoh dan juga penakut. Makanya orang-orang yang berada disekitarnya pasti akan mudah memanfaatkan Reagan demi kepentingan mereka sendiri.


Setelah tahu kejahatan wanita itu akhirnya Reagan segera pergi dari sana sesuai perintah dari kakaknya Arrabella. Sedangkan wanita itu entah akan di bawakan kemana oleh kakaknya dia pun tidak tahu dan tidak mau tahu yang jelas dia sangat bersyukur karena selamat dari jebakan wanita itu.


Flashback Off


Di Hotel


"Apa yang ingin kamu lakukan pada wanita ini Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Kau akan segera tahu nanti," balas Ara.


"Ck! Selalu begitu, disaat aku tanyakan padamu pasti kamu tidak akan langsung menjawabnya. Bikin orang penasaran saja," ujar Jennifer dengan kesal.


"Apa kau bisa diam?" tanya Ara dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Glek


"Oke, aku diam," jawab Jennifer seraya menelan ludahnya sendiri saat melihat tatapan tajam Ara.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Apa kalian sudah membawa dia kesini?" tanya Ara tanpa basa-basi.


πŸ“ž "Sudah nona, saat ini kami sedang berada di perjalanan menuju ke hotel tempat nona berada saat ini," ujar anak buah Ara yang lain sedangkan anak buah yang bertugas membawa Gisela tadi sudah pergi dari sana.


πŸ“ž "Apa kalian sudah memberitahukan padanya untuk datang ke hotel ini dengan segera?" tanya Ara lagi.


πŸ“ž "Sudah nona muda, dan aku sangat yakin setelah dia melihat pesan yang kami tinggalkan pasti dia akan langsung menyusul kami ke hotel tempat nona muda berada," jawab anak buah Ara.


πŸ“ž "Kerja bagus, tetap hati-hati. Jangan sampai rencanakan kita gagal. Jika rencana ini gagal maka aku pastikan akan melempar kalian ke curang," ujar Ara dengan penuh ancaman.


Glek


πŸ“ž "Nona tenang saja, aku sangat yakin rencanakan kita pasti akan berhasil," ujar anak buah Ara dengan tenang padahal dalam hati sudah ketakutan saat mendengar ancaman dari Ara.


πŸ“ž "Bawa dia ke lantai 4 no kamar 124. Ingat, jangan sampai salah kamar, apa kalian mengerti?" titah Ara dengan tegas.


πŸ“ž "Baik nona muda," jawab anak buah Ara seraya mematikan smartphone nya.


"Huff, ternyata nona muda sangat menakutkan. Bahkan dia lebih menakutkan dari pada tuan Alex," ujar anak buah Ara seraya mengelus dadanya dengan perasaan lega.


"Kau benar sekali, nona muda emang sangat menakutkan. Jangankan kita, tuan muda Reagan saja sangat takut padanya," sahut temannya.


"Lebih baik kita segera menyusul nona muda ke hotel yang sudah dipesan oleh nona muda. Aku tidak mau dia melakukan ancamannya tadi jika sampai rencana ini gagal kita jalankan," ujar anak buah Ara seraya memperingati temannya.


"Oke," jawab temannya dengan singkat seraya melanjutkan perjalanan menuju ke hotel tempat Ara berada.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2