Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 91 )


__ADS_3

Di Kamar Arrabella


Saat ini baik Axton maupun Ara masih terlelap tanpa tahu waktu sudah hampir menjelang siang bahkan mereka melewati sarapan pagi.


Bagaimana tidak, setelah menunggu beberapa menit Axton langsung meminta lagi tanpa mendengarkan perkataan istrinya yang menyuruhnya berhenti karena jujur saja, Axton tidak bisa berhenti melakukan nya karena dia sangat kecanduan milik istrinya.


Sedangkan Ara hanya bisa pasrah dan menerima nya saja. Percuma menolak karena suaminya tetap akan melakukan nya sampai dia benar-benar puas.


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan pintu dapat membangunkan Axton yang sedang terlelap. Setelah itu dia langsung turun dari atas ranjang menuju ke arah pintu.


Cklek


"Ada apa bi?" tanya Axton dengan penasaran.


"Ini tuan muda, nyonya berbesan agar tuan muda dan nona muda untuk sarapan," balas asisten rumahnya.


"Ya, nanti aku turun ke bawah," ujar Axton.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi," balas asisten rumah seraya pergi dari sana yang di tanggapi anggukan kepala oleh Axton.


"Sayang, bangun," ujar Axton seraya mengelus pipi chubby Ara.


Eaaggg


"Jam berapa sekarang?" tanya Ara dengan penasaran.


Dia baru saja bangun setelah di bangunkan oleh Axton. Saat ini Ara masih polos belum juga mengunakan bajunya karena setelah melakukan itu dia langsung tertidur sehabis di gempur oleh suaminya. Bahkan sekarang tubuhnya sangat lemas apalagi miliknya sudah lecet akibat milik suaminya yang sangat besar.


"Jam satu siang," jawab Axton.


"Apa?" teriak Ara yang terkejut saat mendengar perkataan Axton tanpa sadar selimut yang dipakai oleh Ara malah melorot sehingga Axton menelan ludahnya saat melihat tubuh polos istrinya. Jika saja istrinya sedang tidak sakit pasti saat ini dia sudah mengempur istrinya lagi.


Ara yang melihat tatapan suaminya mengarah pada tubuhnya langsung teriak, setelah itu dia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut yang tadi dia pakai.


"Dasar mesum," umpat Ara dengan kesal.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton geleng-geleng kepala. Dia tidak habis pikir dengan istrinya, mereka sudah sama-sama sudah melihat tubuh masing-masing tapi masih saja masih malu-malu kucing.


"Kenapa mesti di tutup segala, lagian aku sudah melihat semuanya?" tanya Axton.


"Bisa nggak, jangan bahas itu lagi?" Ara sangat kesal pada Axton saat dia membahas masalah hubungan suami istri.


"Oke, aku tidak akan bahas itu lagi. Jadi, cepat kamu mandi habis itu kita turun ke bawah biar kita bisa sarapan," titah Axton dengan lembut.

__ADS_1


"Tapi tutup dulu mata kamu biar aku nganti pakaian dulu," ujar Ara.


"Baiklah," jawab Axton seraya menutup matanya.


"Jangan buka mata sebelum aku suruh, awas saja jika kamu buka mata nanti," ujar Ara seraya memakai baju milik suaminya karena baju miliknya sudah di robek oleh Axton tadi malam gara-gara tidak tahan menahan nafsunya.


"Oke," jawab Axton.





Di Ruang Makan


Saat ini baik Ara maupun Axton sedang sarapan pagi yang sudah kesiangan. Claudia bisa mengerti kenapa anak dan menantunya tidak sarapan pagi bersama dengan mereka. Dia paham anak dan menantunya pasti sedang membuatkan mereka cucu dilihat ada tanda yang ditinggalkan oleh Axton di leher anaknya.


Ternyata baik suaminya maupun menantunya sama saja. Mereka tidak akan tahan jika sudah merasakan yang namanya surga dunia. Buktinya anaknya sampai di kurung di kamar berjam-jam sampai sarapan saja mereka lupa saking asyik nya bercocok tanam sampai lupa waktu.


"Maaf nyonya, di luar ada seseorang yang ingin menemui kalian," ujar asisten rumah dengan sopan.


"Siapa Bi?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Mereka tamu dari Indonesia nyonya," jawab asisten rumah.


"Ada di ruang tamu nyonya," jawab asisten rumah nya.


"Baiklah, kamu bisa pergi," titah Claudia dengan tegas.


"Baik nyonya besar," jawab asisten rumah seraya pergi dari sana.


Di Ruang Tamu


"Mami, papi..." panggil Axton.


Yah, tamu yang di maksud oleh asisten rumah tadi tak lain dan tak bukan adalah orang tua Axton George. Mereka sengaja datang ke negara ini untuk menemui anak dan menantunya sekaligus mau bertemu dengan teman yang sekarang sudah menjadi besannya.


Orang tua Axton belum tahu apa yang terjadi pada menantunya karena mereka tidak ada yang memberitahukan pada nya. Karena baik Claudia maupun Alex tidak ingin aib anaknya sampai diketahui oleh orang banyak makanya dia sengaja menyimpan rapat-rapat masalah ini agar jangan sampai di dengar oleh orang luar.


"Ax, apa kalian sudah baikan?" tanya Miranda dengan antusias.


Jika benar apa yang di katakan olehnya itu benar, maka Miranda pasti akan merasakan kebahagiaan. Jujur saja, dia lebih suka Ara yang menjadi menantunya dari pada wanita lain.


Karena sudah sejak dulu dia ingin menjodohkan anaknya dengan anak Alexander dan sekarang tanpa di duga mereka malah akhirnya menikah dengan sendirinya. Benar kata orang-orang kalau jodoh tak kan kemana.

__ADS_1


"Sudah mi," jawab Axton dengan singkat.


"Syukurlah, kapan kalian memberikan cucu untuk kami?" tanya Miranda dengan antusias.


Mendengar perkataan Miranda membuat Ara merasa malu bahkan wajahnya sekarang sudah memerah persis seperti kepiting rebus.


Dia tidak menyangka yang di pikirkan mertuanya hanya tentang cucu saja. Bukannya dia menanyakan kabar anaknya karena sudah lama tidak pulang ke Indonesia ini dia malah menanyakan tentang cucu.


"Mami tenang saja sebentar lagi kami akan memberikan kalian cucu," jawab Axton dengan santai sedangkan Ara sangat kesal pada suaminya.


"Itu artinya kalian sudah melakukan itu?" tanya Miranda dengan antusias.


"Astaga, kenapa aku harus memiliki mertua macam seperti ini? Apa dia tidak malu menanyakan pertanyaan sensitif seperti itu? Jika tidak ingat dia mertua ku pasti sudah aku usir dia dari sini," batin Ara dengan kesal.


"Tentu saja sudah," jawab Axton tanpa beban.


Mendengar jawaban suaminya membuat Ara semakin kesal dan tanpa aba-aba langsung saja dia mencubit suaminya hingga membekas.


"Aagghhtt!!! teriak Axton saat Ara mencubit pinggangnya hingga memerah.


"Kenapa kamu cubit aku sih?" tanya Axton seraya mengelus pinggangnya.


"Itu karena kak Axton tidak malu membongkar masalah ranjang kita pada orang tua mu," ujar Ara dengan kesal.


"Ngapain harus malu orang kita sudah menikah juga, kecuali kita belum menikah baru malu melakukan hubungan yang layaknya suami istri," ujar Axton.


"Terserah kau saja," ujar Ara dengan kesal.


Percuma dia ingatkan suaminya karena pada dasarnya suaminya emang tidak memiliki rasa malu sedikitpun berbeda dengan nya yang memiliki perasaan malu saat masalah ranjang di umbar di hadapan banyak orang.


"Kenapa kalian tidak bilang jika mau ke sini, jadi kami bisa menjemput kalian di bandara?" tanya Claudia.


"Biar menjadi kejutan saja," jawab Miranda.


"Apa kalian sudah makan?" tanya Claudia lagi.


"Belum," jawab Miranda.


"Kalau begitu kita makan dulu nanti kita sambung lagi ngobrol nya," ujar Claudia yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.




__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2