Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 36 )


__ADS_3

Di Kamar Arrabella



Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo Ra? Kenapa kamu tiba-tiba minta cuti? Apa keluarga mu baik-baik saja?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Hari ini aku benar-benar pusing. Apa kamu tahu, ternyata mommy menyuruh aku pulang ke mansion karena aku mau dilamar oleh anak teman daddy dan juga mommy," ujar Ara.


πŸ“ž "What?" teriak Jennifer yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


πŸ“ž "Kau serius Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Kau pikir aku sedang bercanda," balas Ara dengan kesal.


πŸ“ž "Terus bagaimana tanggapan kamu? Apa kamu terima lamaran mereka?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Bagaimana aku bisa terima lamaran mereka orang mereka datangnya berbarengan," balas Ara.


πŸ“ž "Apa maksud kamu Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Kau tahu, tadi pagi mereka datang ke mansion aku tidak hanya satu keluarga melainkan empat keluarga. Dan tujuan mereka datang kesini tak lain dan tak bukan mau melamar aku untuk anak mereka," jelas Ara.


πŸ“ž "Apa?" teriak Jennifer yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


πŸ“ž "Kenapa dari tadi kau teriak mulu? Apa kamu mau bikin aku tuli?" tanya Ara dengan kesal.


πŸ“ž "Maaf Ra, habisnya aku shock saat mendengar perkataan kamu tadi. Jadi bagaimana? Apa kamu menerima lamaran mereka?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Apa kamu sudah gila? Mana mungkin aku terima lamaran mereka. Aku sudah menganggap mereka seperti adik aku sendiri," balas Ara.


πŸ“ž "Aku pikir salah satu dari mereka ada yang kamu suka," ujar Jennifer.

__ADS_1


πŸ“ž "Mana mungkin aku suka sama anak kecil. Aku hanya suka dengan laki-laki dewasa yang pasti sudah mapan dan kaya raya," ujar Ara.


πŸ“ž "Iya, kau emang wanita yang sangat matre. Tentu saja menginginkan laki-laki mapan dan kaya raya," ujar Jennifer seraya menyindir Ara.


πŸ“ž "Sekarang aku tanya sama kamu apa kamu bisa hidup jika tidak makan?" tanya Ara.


πŸ“ž "Mana mungkin kita bisa hidup jika tidak makan," ujar Jennifer.


πŸ“ž "Nah, itu kamu tahu. Jika kita menikah dengan laki-laki pengangguran, apa yang harus kita makan? Cinta saja tidak cukup, kita perlu uang buat bertahan hidup. Jadi, aku tidak salah kan jika menginginkan suami yang mapan dan kaya raya. Karena jika kita memiliki suami mapan dan kaya raya maka kita tidak perlu takut kelaparan karena suami kita akan mencukupi semua kebutuhan kita," ujar Ara.


Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer terdiam seperti patung. Dia tidak tahu lagi harus menjawab apa. Karena apa yang dikatakan oleh Ara semuanya benar.


πŸ“ž "Bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka marah sama kamu karena tidak menerima satupun laki-laki yang dijodohkan oleh orang tua kamu?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Mana mungkin mereka marah padaku hanya karena aku tidak menerima perjodohan itu. Pernikahan itu tidak bisa dipaksakan, karena itu tidak akan bisa bertahan lama. Orang yang saling mencintai saja bisa bercerai apalagi dengan pernikahan yang dipaksakan yang ada satu bulan pernikahan mereka langsung cekcok dan akhirnya bercerai," ujar Ara.


πŸ“ž "Kau benar Ra! Jika orang tuamu menjodohkan kamu dengan anak temannya kamu langsung tolak saja. Jika mereka tetap memaksa kamu untuk menerima perjodohan itu, kamu kabur saja dari negara ini. Dengan begitu mereka tidak akan lagi memiliki keinginan untuk menjodohkan kamu." Jennifer tidak sadar sudah mengajarkan temannya agar melawan orang tuanya.


πŸ“ž "Ya, semoga saja orang tua kamu tidak ada keinginan menjodohkan kamu dengan anak teman mereka," ujar Jennifer.


πŸ“ž "Iya, semoga saja," jawab Ara dengan singkat." Kalau begitu aku tutup telponnya dulu," sambung Ara seraya mematikan smartphone nya.


β€’


β€’


β€’


Di Ruang Kerja Pribadi Alexander


Saat Ara ingin pamit kepada kedua orang tuanya. Dia tidak sengaja mendengar obrolan mereka yang menyangkut tentang masalah dirinya sehingga dia tidak jadi masuk ke dalam ruang kerja ayahnya. Dia ingin mendengar apa yang ingin orang tuanya lakukan terhadap dirinya.


"Kapan daddy membahas masalah perjodohan anak kita dengan teman rekan bisnis daddy?" tanya Claudia.

__ADS_1


Deg


"A... Apa maksud mommy? Apa mereka ingin menjodohkan aku dengan anak teman mereka? Bukannya tadi mereka sudah tahu kalau aku tidak ingin menikah dulu? Tapi, kenapa mereka masih saja merencanakan perjodohan ini?" batin Ara dengan perasaan cemas.


"Bukannya mommy sudah dengar apa kata anak kita? Dia sudah katakan kalau dia tidak mau menikah muda. Kenapa mommy masih saja membahas masalah perjodohan anak kita?" tanya Alex.


"Itu karena mereka masih kecil makanya Ara tidak mau menerima mereka. Sedangkan laki-laki yang ingin mommy kenalkan pada Ara adalah laki-laki dewasa dan mapan. Mommy sangat yakin Ara pasti mau menerima perjodohan ini," ujar Claudia.


Mendengar perkataan Claudia membuat Alex menghela nafas pasrah. Percuma dia berdebat dengan istrinya, karena pada akhirnya dia tetap ingin menjodohkan anaknya dengan laki-laki pilihannya. Sebenarnya Alex tidak ingin memaksa anaknya menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak dia cintai.


Karena itu bisa saja berdampak pada kehidupan putrinya. Dia hanya takut pernikahan anaknya tidak akan bertahan lama karena mereka menikah bukan karena saling mencintai melainkan karena terpaksa. Tapi, untuk membantah istrinya pun dia tidak bisa. Mau tidak mau akhirnya dia menyetujui keinginan istrinya untuk menjodohkan Ara dengan laki-laki pilihan Claudia.


"Terserah mommy mau melakukan apa. Berdoa saja agar Ara tidak berontak dan membenci pada kita karena sudah memaksa dia untuk menikah dengan laki-laki pilihan mommy" ujar Alex.


"Mommy sangat yakin Ara pasti mau menerima perjodohan ini." Claudia sangat yakin anaknya mau menerima perjodohan yang telah dia atur tanpa tahu itu sumber pemicu Ara pergi meninggalkan negaranya.


"Kau salah mom. Aku tidak mau menerima perjodohan yang telah mommy atur itu. Jika mommy masih bersikeras ingin menjodohkan aku maka dengan terpaksa aku akan pergi dari negara ini," batin Ara.


Setelah itu, Ara langsung pergi dari sana menuju kamarnya berada. Saat Ara berada di kamarnya dia langsung berpikir apa yang harus dia lakukan agar ibunya berhenti menjodohkan dia dengan laki-laki yang tidak dia cintai.


"Kenapa mommy tidak mengerti juga kalau aku tidak suka dijodohkan dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku cintai. Aku sudah katakan pada mereka kalau aku hanya ingin merintis karierku dulu. Tapi, kenapa juga mommy masih bersikeras ingin menjodohkan aku dengan anak temannya itu. Lebih baik aku kabur saja dari sini sebelum mommy menjodohkan aku dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal," ujar Ara seraya memasukkan pakaian ke dalam kopernya.


Dia sudah bertekat akan pergi dari negaranya hanya untuk menghindari perjodohan yang akan dilakukan oleh orang tuanya. Sedangkan orang tuanya sama sekali tidak tahu, kalau anaknya sekarang sudah pergi dari mansion mereka.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2