Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 34 )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


"Aku tidak menyangka mommy lebih membela orang lain dibandingkan aku yang anaknya sendiri. Dari kecil hingga dewasa yang mommy pedulikan hanyalah aunty Lilis sedangkan aku yang anak mommy sendiri justru malah diabaikan. Bahkan dengan teganya mommy membentak aku hanya untuk membela orang luar."


"Kenapa semua orang selalu menyalahkan aku? Apa aku tidak berhak bahagia? Sakit... Hiks... Hiks... sungguh, hatiku sangat sakit saat melihat ibu kandung aku sendiri lebih membela orang lain dibandingkan aku yang sudah jelas anak kandung nya sendiri. Oh Tuhan... Sungguh malangnya nasibku... Hiks... Hiks..." Ara menepuk dadanya seraya terisak.


"Ck! Dasar wanita licik. Dia lebih licik dan berbahaya dibandingkan siluman ular. Aku tidak ingin sampai masuk ke dalam perangkapnya lagi. Sudah cukup aku dikalahkan olehnya. Aku harus memutar otak agar bisa mengalahkan wanita licik ini," batin Alice.


"Clau, Kenapa kamu harus membentak anak kamu sendiri? Aku tidak menyangka kalau kamu lebih membela orang lain dibandingkan anak kandung kamu sendiri. Bahkan dari kecil dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang kamu. Seharusnya sebagai ibu kandung Ara kamu lebih utamakan anak kandung kamu dibandingkan orang lain," ujar Daffa seraya membela Ara tanpa tahu sifat Ara sebenarnya.


Tentu saja dia tidak tahu dan tidak mengenal bagaimana sifat asli Ara yang sebenarnya. Karena dia sangat jarang berkunjung ke mansion temannya akibat terlalu sibuk dalam bekerja. Berbeda dengan Aluna yang sudah pernah menjadi korban dari kelicikan Ara. Bahkan gara-gara ulah dia Aluna harus diusir dari perusahaan Alex akibat ulah Ara yang memfitnah Aluna mencelakai Ara. Padahal semua yang dikatakan oleh Ara hanya kebohongan belaka. Tapi, karena aktingnya yang sangat bagus dan menyakinkan sehingga orang-orang pada percaya pada perkataannya.


"Kau tidak tahu bagaimana sifat asli anakku Daf. Jadi lebih baik kamu diam dan jangan membela anak ini. Jika kamu tahu bagaimana liciknya anak ini aku sangat yakin kamu akan terkejut dan menyesal karena membela anak ini."


"Kau harus tahu, anak ini tidak hanya mewarisi wajah ayahnya. Tapi dia juga mewarisi sifat buruk ayahnya yang terkenal kejam dan juga licik. Bahkan anak ini jauh lebih licik dibandingkan ayah kandung nya sendiri," balas Claudia.


"Lebih bagus putriku mewarisi sifat aku dari pada anak laki-laki kita yang mewarisi sifat kamu yang bodoh dan juga penakut," sahut Alex seraya membalas perkataan istrinya.


"Kenapa daddy menyebut aku bodoh? Jika aku bodoh kenapa pula daddy menyerahkan perusahaan padaku? Lebih baik daddy memimpin sendiri perusahaan raksasa itu dari pada menyerahkan perusahaan pada anak bodoh seperti aku." Reagan yang sedari tadi mendengarkan perdebatan mereka akhirnya angkat suara saat dirinya dihina oleh ayahnya sendiri. Walaupun dia sadar kalau dia anak yang bodoh dan bahkan sudah sering dimanfaatkan oleh orang lain. Tapi, tetap saja dia tidak suka ayahnya menghina dirinya didepan orang banyak.

__ADS_1


"Ck! Jika kamu tidak bodoh kenapa kamu bisa dimanfaatkan oleh pacar dan juga teman-temanmu? Setiap kau bertemu dengan teman dan pacarmu, kau selalu dimanfaatkan untuk membayar semua barang yang mereka inginkan. Itu sebabnya aku memblokir semua kartu ATM mu agar pacar dan teman-teman mu tidak lagi memanfaatkan uangmu."


"Tidak hanya itu, jika anak buahku tidak mengawasi dirimu pasti sekarang kau sudah dijebak oleh siluman berbisa yang kapan saja akan mengigit dirimu dan juga keluarga kita." Rahasia yang selama ini Ara simpan rapat-rapat akhirnya dia buka di depan semua orang.


Awalnya dia tidak ingin orang tuanya tahu bagaimana kelakuan anak laki-laki mereka saat berada di luar rumah. Tapi, saat dia mendengar perkataan Reagan yang mengatakan dia tidak bodoh akhirnya dia membongkar rahasia itu di depan mereka.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka semua terkejut dan juga shock. Mereka tidak tahu bagaimana kehidupan Reagan saat berada diluar rumah. Mereka pikir kehidupan Reagan baik-baik saja karena berpikir tidak mungkin seorang tuan muda keluarga Lemos akan di perlakukan seperti itu. Jika mereka tahu maka sudah dipastikan akan menghancurkan orang-orang yang sudah berani mencari masalah dengan Reagan.


"Apa benar itu Re? Kenapa kamu jadi orang bodoh sekali? Apa kamu tidak bisa mencari pacar dan teman-teman yang tulus dengan mu?"


"Dan kenapa kamu bisa terlibat dengan wanita ular itu? Untung saja ada kakakmu, jika saja tidak ada kakakmu kau pasti sudah masuk dalam jebakan yang dilakukan oleh wanita ular itu," ujar Alex seraya menatap ke arah Reagan.


"Maaf dad." Hanya itu yang dapat Reagan ucapkan. Dia mengaku salah karena sudah menjadi orang bodoh dan mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Padahal keluarga nya sudah sering mengingatkan dia agar jangan mudah percaya pada orang lain. Tapi dia, malah tidak mengindahkan peringatan orang tuanya dan juga kakaknya sehingga dia hampir saja masuk ke dalam jebakan yang dibuat oleh wanita ular itu.


"Berhenti menyebut Reagan bodoh dad. Bagaimana pun dia pasti sedih disaat daddy menghina dia dengan perkataan menusuk seperti itu. Mommy sangat tahu bagaimana sifat anak mommy, dia tidak bodoh tapi dia anak yang sangat polos sehingga orang-orang malah memanfaatkan kepolosan anak kita untuk kepentingan mereka sendiri." Claudia tidak terima anak kesayangannya dihina oleh suaminya sendiri. Dia bisa melihat anaknya sedang sedih saat suaminya menghina Reagan di depan orang banyak.


"Kenapa kalian malah membahas masalah Reagan sih? Bagaimana dengan perjodohan anak kita? Apa kalian setuju dengan perjodohan ini atau tidak?" Maxim yang sedari tadi mendengar perdebatan mereka akhirnya angkat suara.


"Apa kamu tidak dengar perkataan putriku Max? Dia sudah katakan kalau dia tidak ingin menikah dengan anakmu, kenapa kamu masih saja menanyakan pertanyaan itu lagi?" tanya Alex.

__ADS_1


"Tapi Lex, aku ingin kita bisa menjadi besan. Tolong bujuk lah putrimu agar dia mau menerima lamaran kami." Maxim masih keras membujuk Alex agar anak-anak mereka bisa menikah.


"Kenapa papa Maxim masih saja keras kepala? Aku sudah katakan tidak ingin menikah dengan anak papa Max. Karena aku tidak mau memiliki mertua kejam seperti aunty Lilis," sahut Ara.


"Kau..."


"Apa? Mau berkelahi? Sini, aku tidak takut." Tantang Ara saat melihat Alice yang sedang menahan emosi.


"Jika Ara tidak setuju menikah dengan anak Maxim, bagaimana dengan anak om Daffa?"


"Hah... Maksud Om?" tanya Ara yang terkejut saat mendengar perkataan Daffa.


"Apalagi ini? Kenapa sekarang malah om Daffa malah ikut-ikutan menjodohkan anaknya dengan kak Ara? Aku tidak boleh kecolongan lagi. Bagaimana pun kak Ara harus menjadi milikku seutuhnya," batin Axel seraya mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh emosi.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2