Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 49 )


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang di tunggu oleh kedua keluarga membelai pria dan wanita yaitu keluarga Alexander Lemos dan juga keluarga Edwin George. Malam ini adalah malam resepsi pernikahan Arrabella dan Axton George. Kedua keluarga membelai sengaja mengadakan resepsi pernikahan putra dan putrinya di sebuah hotel bintang lima yang sangat megah nan mewah dengan interior yang sangat indah dan elegan.


Para tamu pun mulai berdatangan hingga ruangan itu benar-benar di penuhi oleh suara. Bahkan alunan musik romantis yang sengaja diputar hampir tak terdengar di pendengaran mereka.


"Kau cantik sekali Ra, aku tidak menyangka teman baik ku sekarang sudah menikah. Aku ikut senang melihat kamu sudah menikah hanya saja aku sedih karena kita sekarang akan tinggal berjauhan," ujar Jennifer yang saat ini sedang melihat temannya yang baru saja selesai dirias.


"Kau pikir aku bahagia menikah dengan laki-laki brengsek itu," ujar Ara dengan kesal.


"Jika kau tidak bahagia menikah dengan tuan Axton, lalu kenapa kamu mau menikah dengan nya?" Jennifer tidak tahu jika temannya menikah karena kesalahan Ara sendiri yang sengaja menjebak Axton agar malu di depan publik tapi sayang, dia malah terjebak dalam dramanya sendiri.


"Itu karena kesalahan aku sendiri yang sengaja menjebak laki-laki itu sehingga orang-orang yang ada di bandara menjadi salah paham dan akhirnya mereka menyuruh laki-laki itu menikah dengan ku," jelas Ara dengan kesal.


"Apa yang kau lakukan pada tuan Axton sehingga kalian bisa menikah seperti ini?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Aku menuduh laki-laki itu telah menghamili aku dan dia tidak mau bertanggung jawab lantaran laki-laki itu sedang dekat dengan perempuan lain," jelas Ara dengan wajah penuh penyesalan.


"Apa?" teriak Jennifer yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Oh my good. Apa benar kau sedang hamil anak tuan Axton Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Apa kau sudah gila? Mana mungkin aku hamil anak laki-laki brengsek itu sedangkan aku baru saja bertemu dengan nya."


"Bukannya aku sudah katakan tadi kalau aku sengaja menjebak laki-laki itu agar dia malu di depan publik. Tapi, nyatanya malah aku terjebak dengan drama aku sendiri hingga berakhir menikah dengan nya," jelas Ara.


"Aku pikir kamu beneran hamil anak tuan Axton," ujar Jennifer dengan tatapan tidak bersalah.


"Iya nggak mungkin aku hamil anak laki-laki itu orang aku baru saja bertemu dengan dia," ujar Ara dengan kesal.


Cklek


"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Claudia seraya menghampiri putrinya.


"Sudah mom," jawab Ara dengan singkat.


"Oh Tuhan... Kamu cantik sekali sayang. Mommy sangat yakin suami kamu pasti akan terpesona melihat kecantikan mu ini," ujar Claudia dengan antusias.


"Mommy mu benar Ra, tuan Axton pasti akan jatuh cinta padamu saat melihat wajah kamu yang sangat cantik ini," sahut Jennifer yang membenarkan perkataan Claudia.


"Aku tidak peduli mau dia suka padaku ataupun tidak. Karena aku menikah dengan nya bukan karena cinta melainkan karena terpaksa," ujar Ara.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu Ra, bagaimana pun Axton sekarang sudah menjadi suami mu. Dan kamu harus bisa menjadi istri yang baik dan juga melayani dia sebaik mungkin karena jika kamu tidak mau melayani suami mu dengan baik maka kamu akan berdosa," ujar Claudia seraya menasehati anaknya.


"Sudah waktunya membelai wanita keluar nyonya," ujar penata rias itu saat melihat sudah waktunya Ara menghampiri suaminya yang saat ini sedang menunggu di atas pelaminan.


"Terima kasih nona karena sudah membantu putri saya hingga menjadi cantik seperti ini," ujar Claudia dengan lembut.


"Sama-sama nyonya," jawab penata rias itu seraya menganggukkan kepalanya.


"Ayo sayang kita keluar," ujar Claudia seraya mengajak anaknya keluar dari ruangan rias.


"Iya mom," jawab Ara dengan singkat.





Di Ballroom Hotel sudah kedatangan tamu baik keluarga, kerabat, teman, dan rekan bisnis dari ke dua keluarga terkaya yang ada di California dan juga Indonesia. Mereka adalah keluarga Alexander Lemos dan juga keluarga Edwin George.



"Apa dia istrinya tuan Axton?" tanya tamu yang hadir di acara resepsi pernikahan Ara dan Axton.


"Tentu saja dia istrinya tuan Axton, lihat saja hanya dia yang memakai pakaian pengantin yang sesuai dengan tuan Axton sudah bisa di pastikan kalau dia istrinya tuan Axton," sahut tamu yang lain pada temannya.


"Wah, dia sangat cantik. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi, cantik dan juga tampan," ujar tamu itu dengan antusias.


"Kau benar. Mereka tidak hanya cantik dan tampan tapi, mereka juga berasal dari kalangan atas," ujar tamu yang lain yang membenarkan perkataan temannya.


"Iya, kau benar sekali," balas tamu yang lain seraya menganggukkan kepalanya.


"Wah, sayang. Kamu cantik sekali," ujar Miranda dengan antusias saat melihat menantunya yang sangat cantik.


"Terima kasih mi," ujar Ara dengan tersenyum manis pada mertuanya.


"Sama-sama sayang," jawab Miranda dengan singkat.


__ADS_1




"Selamat tuan Axton semoga anda secepatnya diberikan anak yang cantik dan juga tampan seperti kalian," ujar rekan bisnisnya seraya mengulurkan tangannya.


"Terima kasih," ujar Axton seraya menyambut tangan dari rekan bisnisnya.


"Kalau begitu saya turun dulu sekali lagi selamat," ujar rekan bisnisnya seraya turun dari atas pelaminan yang di tanggapi anggukan kepala.


"Selamat tuan Axton, sekarang anda sudah bisa tenang karena sekarang anda sudah terbukti kalau anda bukan seorang gay," ujar Marcell seraya terkekeh geli.


"Ck! Kau pikir aku peduli pada pemberitaan itu," ujar Axton yang cuek bebek.


"Anda emang tidak peduli pada pemberitaan itu tapi orang tua anda yang heboh serta sangat malu saat mendengar anaknya disebut seorang gay," ujar Marcell.


"Apa laki-laki ini seorang gay? Jika benar dia seorang gay berarti aku akan aman bila tidur satu kamar dengannya. Tapi, disatu sisi aku sangat takut dan tidak nyaman jika harus tidur dengan seorang gay," batin Ara seraya bergerik geri saat membayangkan harus satu kamar dengan Axton.


"Untuk apa memperdulikan pemberitaan yang sudah jelas fitnah belaka, yang penting aku laki-laki normal yang pasti aku menyukai pasangan yang berbeda jenis bukan sama jenis," ujar Axton dengan tegas.


"Ternyata laki-laki ini bukan seorang gay, sekarang aku harus hati-hati jangan sampai dia mengambil kesucian yang selama ini aku jaga untuk orang yang aku cintai," batin Ara yang masih setia mendengarkan pembicaraan mereka.


"Selamat nona muda, semoga kalian bahagia sampai tua nanti," ujar Marcell seraya mengulurkan tangannya pada Ara.


"Terima kasih," ujar Ara seraya menerima uluran tangan Marcell.


"Kalau begitu aku turun dulu karena masih banyak tamu lain yang sedang mengantri ingin mengucapkan selamat pada kalian," ujar Marcell seraya turun dari atas pelaminan setelah melihat anggukan kepala dari mereka.


Tak jauh dari mereka ada seseorang yang sedang mengepalkan tangannya karena emosi saat melihat kebahagiaan yang sedang ditunjukkan oleh Ara dan juga Axton tanpa dia tahu, kalau mereka bahagia hanya didepan publik saja sedangkan di belakang publik mereka seperti Tom and Jerry yang selalu ribut tanpa ada yang mau mengalah.





Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2