
Di Ruang Kerja Alexander
"Siapa tadi yang menghubungi mu?" tanya Alex yang tidak mendengarkan dengan jelas karena dia sedang sibuk menandatangani berkas penting perusahaan nya.
"Dari nona muda tuan," jawab Brian dengan sopan.
"Apa yang Ara katakan padamu tadi? Kenapa aku melihat kamu seperti orang yang tertekan? Apa Ara mengancam mu?" Alex sudah tahu bagaimana sifat putrinya yang kerjaan nya suka mengancam orang lain. Dia benar-benar duplikat dirinya tidak hanya wajah yang sama dengannya tetapi, sifatnya pun sama.
"Iya, tuan Alex," jawab Brian dengan singkat.
"Kenapa dia mengancam mu? Aku sangat kenal bagaimana sifat putriku. Dia tidak akan mengancam seseorang apabila orang itu tidak melakukan kesalahan padanya," ujar Alex.
"Nona muda bilang akan memecat ku dari perusahaan ini jika aku tidak menjalankan perintahnya," jelas Brian.
"Apa perintah Ara?" tanya Alex dengan penasaran.
"Nona muda menyuruhku memblokir semua kartu ATM tuan muda Reagan," ujar Brian.
"Kenapa Ara menyuruh mu memblokir kartu ATM Reagan?" tanya Alex yang semakin penasaran.
"Saya tidak tahu tuan," jawab Brian dengan singkat.
"Apa kamu sudah melakukan apa yang di inginkan Ara?" tanya Alex dengan penasaran.
"Sudah tuan."
"Tolong maafkan saya tuan Alex. Saya terpaksa melakukan itu karena takut dengan ancaman nona muda," ujar Brian seraya mengatupkan kedua tangannya.
"Kamu tidak perlu meminta maaf padaku karena aku sangat tahu bagaimana sifat putriku. Dia melakukan itu pasti ada alasannya. Karena tidak mungkin putriku tiba-tiba memblokir kartu ATM Reagan jika anak itu tidak melakukan kesalahan. Jadi, kamu sudah melakukan hal yang benar karena sudah mengikuti perintah Ara."
"Jika saja tadi kamu tidak mau mengikuti perintah Ara, aku bisa pastikan kamu akan kehilangan pekerjaan di perusahaan ini. Tidak hanya itu saja, putriku pasti akan blacklist nama kamu sehingga kamu tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun," ujar Alex.
Mendengar perkataan Alex membuat Brian menghela nafas lega. Untung saja tadi dia mendengarkan perkataan Ara. Jika tidak, maka karirnya akan hancur di tangan Ara.
"Apa benar nona muda bisa memecat ku dari perusahaan ini tuan? Bukannya pewaris tuan Alex hanya tuan muda Reagan? Tapi, kenapa nona muda bisa memecat ku padahal dia tidak bekerja di perusahaan ini," ujar Brian.
__ADS_1
"Sebenarnya pemilik perusahaan ini bukan lagi milikku melainkan sudah sah menjadi milik Arrabella. Dia yang lebih berhak memimpin perusahaan ini dari pada aku maupun Reagan. Tapi, karena dia tidak menyukai dunia bisnis akhirnya dia menyerahkan kepemimpinan padaku."
"Putriku dia lebih menyukai dunia modeling di bandingkan bekerja di perusahaan ini. Karena Ara tidak mau memimpin perusahaan ini, akhirnya aku yang mengambil ahli hingga Ara siap untuk memimpin perusahaan ini. Jika pun Ara tetap tidak mau bekerja di perusahaan ini, maka aku akan mengangkat Reagan sebagai CEO yang baru pengganti diriku," jelas Alex.
"Pantas saja nona muda mengancam ku seperti itu. Ternyata benar, nona muda pemilik perusahaan ini. Untung aku mengikuti perintahnya tadi. Jika tidak, maka habislah aku di tangan nona muda," batin Brian.
"Kembalilah ke ruangan mu sekarang juga," titah Alex dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Brian seraya pergi dari sana.
•
•
•
"Sayang! Bagaimana ini bisa terjadi? Bukannya kamu tuan muda pewaris kekayaan keluarga Lemos? Bagaimana bisa kartumu tidak aktif lagi seperti ini? Kau membuat aku malu saja," ujar wanita itu dengan wajah kesal.
"Maaf sayang! Aku juga tidak tahu, kenapa kartu ATM ku tiba-tiba tidak aktif lagi. Padahal tadi masih aktif," ujar Reagan dengan perasaan bingung.
"Aku juga tidak tahu bagaimana cara membayar nya. Karena aku tidak memiliki uang cash," ujar Reagan yang merasa bingung karena tidak tahu harus membayar belanjaan pacarnya dengan apa.
"Sebaiknya kamu minta sama daddy kamu atau nggak sama kakak kamu. Aku yakin mereka pasti mau mengirim uang padamu," ujar wanita itu seraya membeli solusi.
"Tidak sayang! Aku tidak berani meminta uang pada daddy apalagi sama kakak ku. Kau tidak tahu bagaimana sifat daddy ku maupun kakak ku. Mereka berdua sangat menakutkan," ujar Reagan yang merasa takut dengan ayah dan juga kakaknya.
"Dasar laki-laki tidak berguna. Jika tidak ingat dia pewaris kekayaan keluarga Lemos sudah dari dulu aku tinggalin," batin wanita itu dengan wajah kesal.
"Bagaimana ini nona? Apa kalian jadi membeli tas ini? Jika tidak jadi kami akan kembalikan pada tempatnya," ujar pelayan itu dengan sopan walaupun dalam hati sudah mengumpat mereka karena sudah membuang waktunya dengan percuma.
"Tidak jadi mbak, karena kami tidak memiliki uang buat bayar belanjaan ini," balas Reagan yang di tanggapi anggukan kepala oleh pelayan itu.
"Ayo sayang kita pergi dari sini," ujar Reagan seraya mengajak pacarnya untuk pergi dari sana.
"Aku bisa pulang sendiri," ujar wanita itu yang pergi dari sana meninggalkan Reagan seorang sendiri.
__ADS_1
"Apa itu pacarmu Re?" tanya Ara pura-pura tidak tahu.
"Astaga, kak Ara. Kenapa kak Ara bisa ada di sini?" tanya Reagan yang merasa terkejut saat melihat Ara yang tiba-tiba ada di sampingnya.
"Ohh... Tadi kakak lagi ada pemotretan di sekitar sini. Kenapa tadi pacarmu tiba-tiba pergi meninggalkan kamu sendiri?" tanya Ara seraya memasang wajah bingung.
"Ohe Tuhan... tidak salah jika orang-orang menyebut Arrabella drama Queen. Karena dia benar-benar seorang ratu yang sangat pandai berakting sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya akan terjebak drama queen yang di lakukan olehnya," batin Jennifer.
"Itu karena aku tidak bisa membayar belanjaan dia, sehingga pacarku marah padaku," balas Reagan dengan wajah lesu saat melihat pacarnya marah padanya gara-gara tidak jadi membeli barang kesukaannya.
"Kamu tahu Re! Wanita itu tidak baik untukmu. Jika dia benar-benar mencintai kamu maka dia tidak akan meninggalkan kamu sendiri hanya karena kamu tidak mampu membayar belanjaan nya." Ara sengaja bicara seperti ini agar adiknya bisa sadar kalau wanita yang saat ini dekat dengan adiknya bukanlah wanita yang layak untuk di pertahankan.
"Tapi aku cinta padanya kak. Aku tidak mau kehilangan dia," ujar Reagan.
Mendengar perkataan Reagan membuat Ara kesal setengah mati. Tidak salah dia menyebut adiknya bodoh, karena pada kenyataannya adiknya benar-benar bodoh dan mudah di manfaatkan oleh orang lain.
"Dasar laki-laki bodoh. Jika kau masih berhubungan dengan wanita itu awas saja nanti. Kau tahu bagaimana sifat kakak mu ini kan? Setiap kata yang aku keluarkan maka akan aku lakukan," ujar Ara dengan tatapan tajam.
Glek
Melihat tatapan tajam Ara membuat Reagan menelan ludahnya sendiri. Dia sangat tahu bagaimana sifat kakaknya yang sama persis seperti ayahnya yang terkenal kejam dan juga licik. Lebih baik dia meninggalkan wanita itu dari pada hidupnya tidak tenang gara-gara ulah kakaknya yang kejam dan tanpa perasaan itu.
"Baik kak, aku akan putuskan wanita itu segera," jawab Reagan dengan pasrah.
"Bagus. Sebaiknya kamu pulang saja. Dan aku harap kamu tidak lagi berhubungan dengan wanita itu, jika aku tahu kamu masih berhubungan dengan wanita itu maka itu artinya kamu sudah siap tinggal di jalanan," ujar Ara dengan penuh ancaman.
"Baik kak," jawab Reagan dengan pasrah, setelah itu dia pergi dari sana menuju Mansion nya sendiri.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿