
Di Hotel
Setelah menempuh beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di hotel mewah yang sudah dipesan oleh Ara. Setelah itu mereka langsung menyusul ke kamar tempat Ara berada.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada didalam ruangan itu.
Cklek
"Di mana dia?" tanya Ara tanpa basa-basi.
"Ada di luar nona muda," jawab anak buah Ara dengan cepat.
"Bawa dia kemari," titah Ara dengan tegas.
"Baik nona muda," jawab anak buah Ara.
"Baringkan dia disamping wanita ini," titah Ara saat melihat anak buahnya sudah membawa laki-laki yang ingin dia jadikan umpan untuk menjebak Gisela.
Yah, setelah Ara tahu Gisela ingin menjebak adiknya langsung saja dia bertindak lebih cepat dibandingkan Gisela. Dan dia akan mewujudkan keinginan Gisela yang ingin tidur dengan laki-laki. Hanya saja dia mengganti adiknya dengan laki-laki yang menjadi selingkuhan Gisela selama ini.
Tidak hanya itu saja, Ara sengaja meninggalkan jejak di mansion laki-laki itu agar istrinya tahu kalau suami yang selama ini dia percayai ternyata bermain serong dengan wanita lain. Dengan begitu Ara tidak perlu mengotori tangannya demi menyingkirkan hama yang menganggu adiknya lagi. Cukup istri laki-laki ini saja yang akan memberikan pelajaran pada Gisela.
"Baik nona muda," jawab anak buah Ara seraya membaringkan laki-laki paruh baya yang sedang pingsan di samping Gisela.
"Berapa lama mereka akan sadar dari pingsannya?" tanya Ara dengan penasaran.
"Sekitar 5 menit lagi nona muda," jawab anak buah Ara.
"Bagaimana dengan istri laki-laki tua bangka ini? Apa dia sudah sampai disini?" tanya Ara dengan penasaran.
"Aku rasa sebentar lagi dia akan sampai, dan saat dia sampai disini mereka pasti akan tersadar dari pingsannya," jelas anak buah Ara.
"Lepaskan baju mereka," titah Ara dengan tegas.
__ADS_1
"Untuk apa kamu menyuruh anak buahmu melepaskan baju meraka Ra? Bukannya dengan adanya mereka di kamar hotel ini sudah membuktikan kalau mereka sedang selingkuh?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Ck! Kenapa kamu sangat bodoh sekali Jen? Jika aku membiarkan mereka tertidur dengan baju yang melekat ditubuh mereka maka mereka bisa mengarang cerita kalau mereka sedang melakukan pekerjaan atau semacamnya. Tapi, jika mereka ketahuan berdua di kamar hotel dalam keadaan te lan jang maka mereka tidak akan bisa mengelak karena sudah terbukti mereka habis melakukan hubungan suami istri walaupun kenyataannya tidak terjadi apapun," jelas Ara.
Plok
Plok
Plok
"Wow, ternyata kau sangat pintar Ra? Aku sangat yakin kali ini wanita ini pasti akan habis di tangan istri laki-laki tua bangka ini. Ternyata kelicikan kamu tidak bisa ditandingi oleh siapapun," ujar Jennifer dengan tatapan kagum akan kepintaran temannya. Sedangkan Ara hanya diam saja tanpa menyahuti perkataan Jennifer.
"Sekarang kita keluar dari sini, dan kalian setelah melepaskan baju mereka jangan lupa ambil foto mereka sebanyak mungkin untuk dijadikan barang bukti atas perselingkuhan mereka, mengerti," titah Ara dengan tegas.
"Baik nona muda," jawab mereka dengan serentak.
•
•
•
"Berikan saya kunci cadangan kamar nomor 124 sekarang juga," ujar Amelia tanpa basa-basi.
"Baik nyonya," jawab resepsionis itu seraya memberikan kunci cadangan pada Amelia.
"Terima kasih," ujar Amelia seraya pergi dari sana.
"Kerja bagus, ini bonus untuk mu," ujar anak buah Ara seraya memberikan amplop pada resepsionis yang sudah bekerjasama dengan Ara.
"Terima kasih," ujar resepsionis itu dengan antusias.
"Hemmm, dan ingat baik-baik. Jangan sampai masalah ini tersebar. Jika sampai itu terjadi, siap-siaplah meninggalkan dunia ini," ujar anak buah Ara dengan penuh ancaman.
Glek
__ADS_1
"Baik tuan, aku berjanji akan tutup mulutku rapat-rapat," jawab resepsionis itu seraya menelan ludahnya sendiri.
Di Kamar Hotel
Cklek
"Kurang ajar, dasar laki-laki brengsek. Beraninya kamu selingkuh dibelakang ku," ujar Amelia dengan penuh emosi saat melihat suaminya sedang bermain kuda-kudaan dengan Gisela.
Yah, setelah Ara dan anak buahnya keluar dari kamar hotel tempat Gisela dan laki-laki itu tidur. Tak berapa lama mereka berdua tersadar dari pingsannya dan merasa bingung saat terbangun di kamar hotel dalam keadaan tela njang bulat.
Sebelum Gisela menanyakan kenapa mereka bisa berakhir dikamar hotel ini tanpa aba-aba laki-laki itu langsung menyerang Gisela karena tergoda dengan tubuh Gisela yang mulus dan juga seksi. Gisela yang sudah terangsang akhirnya membalas laki-laki yang saat ini sedang menikmati tubuh indahnya. Tapi, kesenangan mereka tidak bertahan lama saat tiba-tiba pintu kamar hotel mereka dibuka paksa hingga membuat mereka terkejut dan langsung menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.
"Ini tidak seperti yang mama pikirkan. Papa bisa jelaskan pada mama kalau papa dijebak oleh wanita ini," ujar laki-laki itu yang melimpahkan kesalahan pada Gisela.
"Dasar laki-laki tua bangka, beraninya kamu melimpahkan kesalahan padaku. Padahal jelas-jelas kamu yang lebih dulu menyerang ku tadi." Gisela tidak terima disalahkan oleh laki-laki paruh baya itu karena pada kenyataan nya laki-laki itu yang lebih dulu menyerang dirinya hingga dia terhanyut dalam gairah yang disebabkan oleh laki-laki itu.
"Dasar pasangan munafik. Disaat seperti ini kalian malah saling menyalakan. Padahal aku sudah lihat dengan mata kapala ku sendiri kalau kalian sama-sama saling menikmati saat melakukan hubungan yang layaknya seperti pasangan suami istri. Dan sekarang kalian malah mengatakan dijebak."
"Mana ada orang dijebak saling menikmati seperti yang kalian lakukan ini. Aku pastikan kalian akan mendapatkan balasan atas perbuatan kalian ini," ujar Amelia dengan tatapan penuh emosi.
Dia tidak menyangka suami yang sangat dia cintai malah menusuk dia dari belakang dengan berselingkuh dengan wanita yang lebih pantas menjadi anaknya. Awalnya dia tidak percaya kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain. Tapi, saat dia melihat isi yang ada di dalam amplop yang dia temukan didepan pintu mansion nya langsung saja membuat dia emosi. Tanpa pikir panjang dia langsung menuju ke alamat yang tertera di amplop itu. Dan lihat sekarang, suaminya sedang melakukan hubungan terlarang dengan wanita muda tanpa merasa bersalah karena sudah menodai pernikahan mereka.
"Maafkan papa ma, papa berjanji tidak akan melakukan ini lagi asal mama mau memaafkan papa," ujar laki-laki itu dengan tatapan memelas.
"Ck! Kau pikir aku percaya dengan mulut busuk mu itu. Dengar pa, aku akan mengurus perceraian kita dengan segera karena aku tidak mau memiliki suami tukang selingkuh seperti kamu," ujar Amelia dengan kesal.
"Tolong beri papa satu kesempatan ma. Papa berjanji tidak akan melakukan kesalahan ini lagi," ujar laki-laki itu dengan perasaan cemas.
"Tidak ada kesempatan untuk laki-laki brengsek seperti mu. Sekali selingkuh selamanya akan selingkuh," ujar Amelia yang tetap kekeh ingin bercerai dengan suaminya. Dia tidak ingin tertipu dengan perkataan suaminya lagi. Dia sudah membulatkan tekat akan melepaskan laki-laki yang telah menyakiti hatinya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿