Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 37 )


__ADS_3

Di Apartemen Jennifer


Ara yang tidak tahu harus kemana setelah kabur dari mansion orang tuanya akhirnya dia pergi ke tempat Jennifer untuk istirahat sejenak.


Tok... Tok... Tok...


Cklek


"Ara? Kenapa kamu tidak kabari aku jika mau kesini?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Biarkan aku masuk dulu," ujar Ara tanpa menjawab pertanyaan Jennifer.


"Masuk saja, siapa juga yang melarang kamu masuk kesini?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Bagaimana aku bisa masuk jika kamu berdiri didepan pintu?" tanya Ara dengan kesal.


Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer langsung bergeser agar temannya bisa masuk ke dalam apartemen nya.


"Maaf lupa," ujar Jennifer seraya terkekeh.


Di Ruang Keluarga


"Kenapa kamu bawa koper ke sini Ra? Apa kamu ingin menginap di apartemen ku?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Aku kabur dari mansion," jawab Ara dengan santai.


"Apa?" teriak Jennifer yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Kenapa kamu kabur dari mansion Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Itu karena ulah mereka sendiri. Jadi, jangan salahkan aku jika kabur dari sana," balas Ara.


"Apa yang dilakukan oleh orang tuamu hingga kamu nekat kabur dari sana?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Mereka ingin menjodohkan aku dengan laki-laki yang tidak aku kenal," balas Ara dengan kesal.


"Apa?" teriak Jennifer lagi dengan wajah terkejut.


"Kata kamu orang tuamu tidak memaksa kamu untuk menikah dengan laki-laki yang tidak kamu cintai," ujar Jennifer.


"Aku pikir juga begitu. Euh.. nggak tahunya mommy malah sedang menyusun rencana untuk menjodohkan aku dengan anak teman rekan bisnisnya," ujar Ara.


"Sebaiknya kamu terima saja perjodohan itu siapa tahu laki-laki yang sedang dijodohkan oleh orang tuamu laki-laki kaya raya sesuai keinginan kamu," ujar Jennifer.


"Sudah aku katakan kalau aku belum siap menikah. Kenapa kamu malah menyuruh ku untuk menerima perjodohan yang diatur oleh orang tuaku? Bukannya tadi kamu sendiri yang katakan, jika orang tuaku menjodohkan aku dengan anak teman rekan bisnisnya maka aku kabur saja dari negara ini agar orang tuaku tidak lagi memaksa aku untuk menikah dengan anak teman rekan bisnis mereka?" tanya Ara dengan kesal.


"Itu karena aku sangat tahu mommy kamu pasti sudah pikirkan baik-baik sebelum dia menjodohkan kamu dengan anak temannya. Dia tidak mungkin menjodohkan kamu dengan laki-laki yang tidak baik," ujar Jennifer.


"Sudahlah. Lupakan saja masalah itu. Aku sudah putuskan akan pergi dari negara ini," ujar Ara.


Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka Ara akan nekat pergi dari negara ini hanya karena tidak ingin menerima perjodohan yang sudah di atur oleh orang tuanya.

__ADS_1


"Kamu yakin Ra?" tanya Jennifer memastikan sekali lagi.


"Iya, aku sudah yakin akan pergi dari negara ini," jawab Ara dengan penuh keyakinan.


"Kamu ingin pergi kemana?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Aku juga belum tahu mau pergi ke mana," ujar Ara dengan bingung.


"Ohe Tuhan Ra. Jika kamu belum tahu mau kemana kenapa kamu malah nekat kabur dari negara ini? Apa kamu sudah siap hidup menderita diluar sana?" Jennifer tidak habis pikir dengan temannya. Dia ingin kabur dari negara ini tanpa ada persiapan apapun.


"Aku sudah persiapkan semuanya. Hanya saja aku belum tahu akan pergi ke negara mana," ujar Ara.


"Kenapa kamu tidak pergi saja ke negara Indonesia tempat tinggal nya Elena asisten pribadi kamu. Aku sangat yakin jika kamu pergi ke negara itu orang tua kamu pasti tidak akan tahu," ujar Jennifer.


"Kau benar juga. Sekarang kamu panggil Elena kesini," ujar Ara yang sudah putuskan akan pergi ke negara Indonesia.


"Oke," jawab Jennifer seraya menelpon Elena.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo?" sahut Elena yang ada disebrang sana.


πŸ“ž "Hallo Elena? Datang ke apartemen aku sekarang juga, dan jangan lupa bawa baju beserta paspor dan visa kamu ke sini," titah Jennifer dengan tegas.


πŸ“ž "Untuk apa nona menyuruh aku membawa itu semua?" tanya Elena dengan penasaran.


πŸ“ž "Nanti aku ceritakan padamu setelah kamu datang ke sini," ujar Jennifer.


πŸ“ž "Baik nona, aku akan datang kesana," jawab Elena seraya mematikan ponselnya.


"Beres Ra," jawab Jennifer dengan cepat.


β€’


β€’


β€’


Setelah menempuh beberapa jam kemudian, akhirnya Elena sampai juga di apartemen milik Jennifer. Setelah itu dia langsung menuju ke tempat Jennifer berada.


Tok... Tok... Tok...


Cklek


"Masuk El," titah Jennifer dengan tegas.


"Baik nona," jawab Elena seraya memasuki apartemen Jennifer.


"Ada masalah apa nona Jenni menyuruh ku datang kesini?" tanya Elena dengan penasaran.


"Bawalah Ara ke negara kamu," ujar Jennifer tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Apa?" teriak Elena yang terkejut saat mendengar perkataan Jennifer.


"Apa maksud nona Jenni menyuruh ku membawa nona muda ke negara ku?" tanya Elena dengan penasaran.


"Karena Ara ingin kabur dari negara ini. Lebih tepatnya dia sedang menghindari orang tuanya," jelas Jennifer.


"Kenapa nona muda ingin pergi dari negara ini?" tanya Elena dengan penasaran.


"Karena aku tidak mau dijodohkan dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku cintai," jawab Ara.


"Jika aku pulang ke negara ku terus bagaimana dengan kuliah aku nona? Aku kuliah di sini dengan jalur beasiswa jika aku pergi dari sini yang ada beasiswa ku akan dicabut oleh pihak kampus," ujar Elena dengan perasaan cemas.


"Biar itu menjadi urusan ku. Nanti kamu akan melanjutkan kuliah di Indonesia dengan jalur beasiswa juga. Dan masalah kebutuhan kamu yang lain biar aku yang tanggung sedangkan gaji yang aku berikan kamu kasih saja untuk keluarga kamu yang ada di kampung," ujar Ara.


"Apa nona muda serius?" tanya Elena dengan tatapan tak percaya.


"Iya, aku sangat serius," jawab Ara.


"Kapan kita berangkat?" tanya Elena dengan penasaran.


"Sekarang," jawab Ara dengan singkat.


"Baik nona muda, sekarang kita siap-siap pergi dari ini," ujar Elena yang ditanggapi anggukan kepala oleh Ara.


"Apa kamu mau ikut dengan ku Jen?" tanya Ara yang berharap temannya mau ikut dengan nya.


"Tidak Ra, aku tidak mungkin meninggalkan orang tua ku," ujar Jennifer.


Mendengar perkataan Jennifer membuat Ara menghela nafas pasrah. Dia sangat ingin temannya bisa ikut pergi bersama dengan nya agar dia memiliki teman selama berada di negara orang lain. Tapi, apa yang bisa dia lakukan selain pasrah.


"Ya sudah kalau begitu aku dan Elena pamit dulu. Doakan kami agar selamat sampai tujuan," ujar Ara seraya memeluk temannya dengan erat.


"Pasti Ra, aku akan selalu berdoa dimana pun kamu berada. Tapi, bagaimana dengan orang tua kamu Ra. Mereka pasti akan menanyakan keberadaan kamu padaku," ujar Jennifer.


"Kamu bilang saja pada mereka kalau kamu tidak tahu keberadaan ku. Aku tidak mau jika mereka menemukan ku dan memaksa aku untuk menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai," ujar Ara.


"Oke, aku janji tidak akan kasih tahu pada mereka dimana keberadaan kamu," ujar Jennifer.


"Terima kasih," ujar Ara dengan tulus.


"Sama-sama," jawab Jennifer.


"Ayo nona muda kita pergi," ujar Elena seraya membawa koper Ara dan juga dirinya.


"Biar aku antar kalian sampai di bandara," sahut Jennifer yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung....


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2