
Di Ruangan Dokter
"Hahahaha... Jangan percaya pada perkataan suami saya dok, karena dia hanya bercanda. Jika benar aku gila pasti sekarang sudah berada di rumah sakit jiwa bukan malah berkeliaran di rumah sakit ini," ujar Ara seraya tertawa.
"Ya, saya juga tahu kalau nona tidak mungkin gila. Jadi, nona bisa ceritakan pada saya kenapa tiba-tiba burung suami nona bisa sakit?" tanya dokter muda itu dengan penasaran.
"Itu karena suami saya mendapatkan karma karena sudah selingkuh dengan wanita lain disaat malam pertama kami... Hiks... Hiks..." jelas Ara seraya terisak.
"Apa yang kau katakan hah?" tanya Axton seraya menahan emosi saat mendengar perkataan Ara.
"Sayang, sebaiknya kamu diam saja biarkan aku yang menjelaskan pada dokter ini bagaimana burung kamu yang tiba-tiba sakit seperti ini," ujar Ara dengan lembut.
"Apa suami nona melakukan hubungan suami istri disaat kalian baru saja menikah?" tanya dokter itu saat melihat mereka masih memakai pakaian pengantin.
Yah, saat di hotel mereka tidak sempat menganti pakaian dikarenakan sedang terburu-buru membawa Axton ke rumah sakit karena Axton tidak bisa menahan sakit akibat ditendang burungnya oleh Ara.
"Iya dok... Hiks... Hiks... karena saya tidak terima di khianati oleh suami saya akhirnya saya menendang burungnya hingga kesakitan seperti ini. Aku mohon dok, cepat periksa burung suami saya aku takut burungnya ngambek hingga tak mau berdiri lagi," ujar Ara dengan wajah tanpa bersalah sedikitpun.
"Bawa suami anda ke brangkar biar saya periksa burung suami nona apa dia bisa berdiri lagi atau akan tidur selamanya," ujar dokter itu seraya menahan tawanya saat mendengar perkataan nya sendiri.
"Kurang ajar, jika saja aku tidak sakit seperti ini pasti sudah aku habisi dokter ini karena sudah menghina burung kebanggaan ku," batin Axton seraya mengepalkan tangannya karena emosi.
"Baik dok," ujar Ara dengan singkat.
Beberapa menit kemudian
"Bagaimana dok? Apa burung suami saya baik-baik saja?" tanya Ara dengan penasaran karena dia tidak mau melihat burung Axton pada saat di periksa oleh dokter.
__ADS_1
"Yah, burung suami nona baik-baik saja. Jadi, nona tidak perlu khawatir. Beberapa hari lagi burung suami nona akan sembuh seperti semula," balas dokter itu.
"Bagaimana dengan telurnya dok? Apa telur suami saya ada yang pecah? Aku takut jika telurnya pecah maka suami saya pasti tidak akan bisa menetas lagi," ujar Ara dengan polos.
Hahahaha
Setelah lama menahan tawanya akhirnya pecah juga. Sungguh, baru kali ini dia memiliki pasien yang tidak waras seperti mereka apalagi wanita ini. Dia tidak menyangka milik suaminya malah disamakan dengan ayam.
"Oh Tuhan... Ini benar-benar lucu," ujar dokter itu seraya tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa dokter ketawa? Emangnya ada yang lucu?" tanya Ara dengan polos.
"Kenapa wanita ini tidak mengerti juga kalau aku ketawa karena mendengar perkataan nya tadi?" batin dokter itu yang masih ketawa.
"Kurang ajar, beraninya kamu samakan milik ku seperti ayam. Apa kau sudah bosan hidup? Jika iya, biar aku membunuh mu agar lebih cepat mati biar kamu tidak menyusahkan orang lain lagi," umpat Axton pada Ara dengan kesal.
"Sayang, aku tahu kamu sedang sedih karena burungmu aku tendang. Makanya kamu bicara kasar seperti ini tapi, kamu harus tahu walaupun kamu sudah mengkhianati aku dimalam pertama kita aku tetap menerima kamu apa adanya. Karena aku sangat mencintai kamu lebih dari apapun," ujar Ara dengan penuh keyakinan.
"Seharusnya anda bersyukur karena memiliki istri yang sangat baik dan setia seperti istri anda. Wanita seperti ini sangat langka karena kebanyakan wanita di luar sana hanya mencintai harta laki-lakinya saja. Dan mereka pasti tidak akan mau menerima laki-laki yang sudah diselingkuhin tepat di malam pertamanya. Lihat istri anda, bukannya dia meninggalkan anda saat mengetahui anda berselingkuh dengan wanita lain tapi dia justru membawa anda ke rumah sakit supaya anda bisa segera mendapatkan penanganan agar cepat sembuh seperti awal lagi," ujar dokter muda itu.
"Lebih baik anda diam karena anda sama sekali tidak tahu bagaimana sifat asli wanita ini. Dia ini sangat pandai membalikkan fakta yang sebenarnya menjadi sebuah kebohongan. Dan perlu anda ketahui wanita ini adalah wanita yang sangat licik dan berbahaya dibandingkan siluman ular," ujar Axton dengan kesal.
Mendengar perkataan Axton membuat dokter itu terdiam seperti patung. Dia benar-benar bingung dengan pasangan pengantin baru ini yang sejak tadi tidak pernah akur. Dan dia bisa simpulkan mungkin saja mereka menikah karena dijodohkan sehingga mereka tidak bisa akur. Bisa saja laki-laki ini selingkuh dari istrinya dikarenakan dia tidak mencintai wanita ini sehingga dia lebih menghabiskan malam pertama nya dengan wanita lain dibandingkan istri sahnya.
"Sudah dok, jangan pedulikan apa yang dikatakan oleh suami saya anggap saja dia tidak ada di sini," sahut Ara tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Kau..."
__ADS_1
"Sayang, lebih baik kamu diam dulu biar aku yang bicara dengan dokter ini oke," potong Ara dengan cepat.
"Jelaskan dok, apa suami saya masih bisa bertelur?" tanya Ara dengan polos.
"Hemmm, nona tenang saja suami nona masih bisa bertelur," jawab dokter muda itu seraya menahan tawanya.
"Dasar dokter kurang ajar," batin Axton dengan kesal.
"Sayang, apa kamu dengar? Kata dokter telur kamu masih utuh, dia tidak pecah itu artinya kamu masih bisa memberikan aku keturunan. Sekarang aku sudah lega karena burung dan telur mu ternyata baik-baik saja," ujar Ara dengan perasaan lega.
"Jika saja ayahnya bukan orang yang berkuasa di California pasti sudah aku bunuh sejak pertama kali aku menikah dengan nya. Dari tadi dia selalu menyebut milik ku burung dan sekarang dia menambahkan dengan adanya telur. Apa dia pikir aku induk ayam yang bisa bertelur seperti ibu ayam yang bisa menetas?" batin Axton seraya menahan emosi.
"Ini resep obat yang harus kalian tebus nanti, sekarang kalian bisa pulang. Jika burung suamimu sakit lagi kalian bisa kembali ke kesini," ujar dokter muda itu seraya memberikan resep obat pada Ara.
"Terima kasih dok, kalau begitu kami pulang dulu permisi," ujar Ara seraya menuntun Axton keluar dari ruangan dokter tersebut.
"Sama-sama nona," jawab dokter muda itu seraya menganggukkan kepala.
"Pasangan yang sangat unik, baru kali ini aku menemukan pasangan yang aneh dan unik seperti mereka. Laki-laki itu benar-benar sangat bodoh, sudah mendapatkan istri yang sangat cantik seperti itu malah di selingkuhin. Coba saja wanita itu menjadi istriku pasti aku akan menjaga dan memperlakukan dia dengan sebaik mungkin dan berjanji tidak akan pernah menyakiti dia seperti yang dilakukan oleh laki-laki itu," ujar dokter muda itu pada dirinya sendiri.
"Ah... Ngapain aku mikirin istri orang, lebih baik aku lanjutkan bekerja," sambung ya lagi seraya melanjutkan pekerjaannya yang sedang menumpuk.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿