Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 15 )


__ADS_3

"Dasar wanita murahan. Kau sama ibumu sama saja, sama-sama murahan yang bisanya menjerat laki-laki kaya agar bisa mengubah kehidupan mu agar tidak lagi hidup miskin ," ujar seseorang dengan tatapan mencemoh.


Plak


Plak


Plak


"Kurang ajar. Beraninya kamu menghina ibuku. Jika kau hanya menghina ku saja aku tidak akan semarah ini. Tapi, kau sudah berani menghina ibuku. Asal kau tahu, ibumu lah yang pantas di sebut wanita murahan sekaligus pelakor yang tega merebut suami dan memisahkan seorang anak dari ayah kandungnya. Tidak hanya ibumu yang murahan tapi, kau juga sama-sama seperti ibumu yang sama-sama murahan yang sengaja mendekati pemuda kaya agar bisa menguras hartanya," balas orang itu dengan penuh amarah.


"Kenapa ceritanya malah berubah seperti ini? Bukannya seharusnya dia menjadi wanita lemah? Ini kenapa dia malah terlihat kuat dan tidak ada raut wajah ketakutan sedikitpun. Dan kenapa ceritanya seperti kisah dirinya," batin orang itu dengan tatapan bingung.


Cut


"Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tidak membaca naskahnya dengan benar? Dasar wanita bodoh, untung saja aku mengantikan kamu menjadi pemeran antagonis. Jika aku menjadikan kamu pemeran utama bisa rugi aku karena para penonton pasti tidak akan tertarik untuk menonton film yang aku buat." Bentak pak Ardi pada wanita yang tak lain adalah Gisela Arumi.


Yah, saat ini mereka sedang syuting film dengan judul wanita pelakor yang dibintangi oleh Arrabella sebagai pemeran utama wanita sedangkan Gisela sebagai pemeran pendukung sekaligus berperan sebagai wanita jahat yang iri terhadap Arrabella karena dia bisa dekat dengan laki-laki kaya yang sedang di incar olehnya.


Mendengar perkataan pak Ardi membuat Gisela menahan emosi. Dari kemarin hingga sekarang dia ingin sekali meluapkan emosi pada pak Ardi. Karena tiba-tiba perannya malah diganti tanpa pemberitahuan padanya. Padahal seharusnya dia yang menjadi pemeran utama tetapi sekarang dia justru malah dijadikan pemeran antagonis. Dan sekarang dia malah di permalukan didepan semua orang. Siapa yang tidak marah? Siapapun yang ada diposisi dia pasti akan marah dan murka padanya. Tapi, apa yang bisa dia perbuat, karena dia sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhannya.


"Awas saja kau, jika aku berhasil menikah dengan Reagan orang pertama yang aku hancurkan adalah kamu," batin Gisela dengan penuh kemarahan.


"Maafkan aku pak." Hanya itu yang bisa Gisela ucapkan karena dia tidak mungkin melampiaskan kemarahan pada atasannya sendiri.


"Ini belum seberapa wanita rubah. Lihat saja nanti, aku akan menyiksa kamu lebih kejam dari pada ini. Bukannya ini penyiksaan yang sangat menarik? Tanpa dia ketahui kalau aku sengaja menyiksa dirinya karena masalah pribadi," batin Ara dengan penuh kemenangan.


Dia sengaja mengubah naskah dengan ceritanya sendiri agar dia bisa menyiksa wanita ini sesuka hatinya. Sedangkan Gisela sama sekali tidak tahu kalau naskah ceritanya sudah diubah oleh Ara karena dia hanya diberikan naskah lama. Itu sebabnya dia hanya diam saja saat ditampar dan dihina oleh Ara.


"Istirahat sejenak. Dan kau, cepat hafal naskahnya dengan benar. Jika kali ini kamu gagal lagi maka saya akan pecat kamu," ujar pak Ardi dengan penuh ancaman.

__ADS_1


"Baik pak," jawab Gisela dengan wajah ketakutan saat mendengar ancaman pak Ardi.


Beberapa menit kemudian


Saat ini mereka sedang mengulangi adegan tadi yang sempat tertunda gara-gara Gisela yang tidak bisa mengimbangi akting Ara. Sehingga syutingnya di tunda sebentar dan memberikan waktu untuk Gisela agar dia bisa menghafal naskahnya agar tidak salah lagi.


"Cepat ulangi lagi," titah pak Ardi dengan tegas.


"Baik pak," jawab mereka dengan serentak.


"Oke, kamera roll and... Action," ujar pak Ardi sutradara film tersebut dengan tatapan serius.


"Dasar wanita murahan. Kau sama ibumu sama saja, sama-sama murahan yang bisanya menjerat laki-laki kaya agar bisa mengubah kehidupan mu agar tidak lagi hidup miskin," ujar Gisela dengan tatapan mencemoh.


Plak


Plak


Plak


"Dasar wanita sialan. Kenapa dia menamparku beneran sampai aku terluka seperti ini?" batin Gisela dengan penuh kemarahan.


"Kurang ajar. Beraninya kamu menghina ibuku. Jika kau hanya menghina ku saja aku tidak akan semarah ini. Tapi, kau sudah berani menghina ibuku. Asal kau tahu, ibumu lah yang pantas di sebut wanita murahan sekaligus pelakor yang tega merebut suami dan memisahkan seorang anak dari ayah kandungnya. Tidak hanya ibumu yang murahan tapi, kau juga sama-sama seperti ibumu yang sama-sama murahan yang sengaja mendekati pemuda kaya agar bisa menguras hartanya," balas Ara dengan penuh amarah.


"Kau... beraninya kau menampar ku." Saat Gisela ingin membalas tamparan Ara langsung saja tangannya ditahan oleh Ara setelah itu dipelintir tangannya Gisela dibelakangnya.


Dan tanpa orang tahu Ara membisikkan sesuatu pada Gisela sehingga membuat Gisela terkejut dan juga shock. Sehingga membuat Gisela lagi-lagi kenak teguran oleh pak Ardi membuat Ara tertawa puas karena berhasil mengerjai wanita bermuka dua yang sudah berani memanfaatkan adiknya.


"Jauhi Reagan atau kau akan tahu akibatnya," bisik Ara dengan penuh ancaman.

__ADS_1


Deg


"Siapa wanita ini? Kenapa dia menyuruhku menjauhi Reagan?" batin Gisela dengan wajah terkejut saat mendengar perkataan Ara.


Cut


"Dasar wanita bodoh. Apa yang sedang kamu pikirkan hah? Jika kau tidak sanggup berakting lebih baik kamu pergi dari sini. Karena aku tidak butuh artis bodoh seperti kamu."


"Lihat Dia," ujar pak Ardi seraya menunjuk kearah Ara." Dia adalah model dan artis yang sangat hebat dan berbakat tidak seperti kamu artis abal-abalan. Seharusnya kamu bisa menjadi seperti dia yang sangat pandai dalam berakting tanpa perlu mengulang-ulang seperti yang kamu lakukan ini," ujar pak Ardi dengan wajah kesal.


Mendengar perkataan pak Ardi membuat Gisela semakin emosi. Baru kali ini dia dimarahi dan di permalukan didepan semua orang. Ini semua karena wanita ini, jika tidak ada dia. Mungkin saja pak Ardi tidak akan memarahi dirinya seperti ini. Bahkan pak Ardi lebih membela wanita ini dibandingkan dia yang sudah lama bekerjasama dengan nya. Yang lebih membuat dia kesal dan emosi adalah saat pak Ardi dengan terang-terangnya memuji wanita ini tepat di depannya.


"Maafkan saja pak," ujar Gisela seraya mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh emosi. Ini sudah dua kali dia meminta maaf pada atasannya. Padahal selama ini dia tidak pernah meminta maaf pada pak Ardi karena dia selalu melakukan pekerjaan dengan benar. Baru kali ini dia melakukan kesalahan sehingga membuat pak Ardi marah padanya.


"Maaf... Maaf. Hanya itu yang bisa kamu ucapkan. Setelah itu kamu malah mengulangi kesalahan yang sama. Ingat baik-baik perkataan ku. Ini terkahir kalinya aku memberikan kamu kesempatan. Jika kali ini kamu masih saja salah maka, mau tidak mau kamu harus meninggalkan tempat ini yang artinya kamu akan dipecat," ujar pak Ardi dengan tatapan serius.


Mendengar perkataan pak Ardi membuat Gisela seketika langsung panik dan ketakutan. Dia tidak mau sampai dipecat dari pekerjaan ini. Karena jika dia gagal maka reputasinya bisa hancur. Dia tidak mau karir yang selama ini dia pertahankan malah hancur gara-gara ulahnya yang tidak becus dalam mengimbangi akting wanita yang baru dia kenal ini.


"Terima kasih atas kesempatannya pak. Aku berjanji kali ini akan berakting dengan baik," ujar Gisela.


"Oke, ini kesempatan terakhir untukmu," ujar pak Ardi yang masih memberikan kesempatan pada Gisela. Sedangkan Ara yang mendengar perkataan pak Ardi membuat dia kesal setengah mati. Dia pikir dengan menganggu konsentrasi Gisela maka dia akan dipecat dari pekerjaannya. Tetapi, dugaannya malah salah.


"Aku harus melakukan cara lain agar wanita ini dipecat oleh pak Ardi. Jika aku mau saat ini juga bisa membuat wanita ini dipecat apalagi jika aku mengunakan nama daddy. Tapi, bukan itu yang aku mau. Aku ingin dia dipecat karena ulah nya sendiri sehingga orang-orang akan menghina dirinya dan menyebutkan dia sebagai wanita yang tidak berguna," batin Ara dengan kesal saat mendengar pak Ardi memberikan dia kesempatan, padahal dia sudah sangat yakin wanita ini pasti akan dipecat dari sini.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2