Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 57 )


__ADS_3

Di Ruang Kerja Axton George


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Selamat siang tuan Axton, ada apa anda menghubungi kami kesini?" tanya salah satu polisi yang saat ini berada di ruang kerja Axton.


"Tangkap kedua wanita ini," titah Axton seraya menunjuk ke arah Ara dan juga Clarissa.


Deg


"Ke... Kenapa aku juga di tangkap Ax? Padahal yang bersalah disini wanita itu karena sudah menyiksa ku," protes Clarissa.


"Apa kesalahan mereka sehingga anda ingin menangkap mereka tuan?" tanya polisi itu dengan penasaran.


"Karena mereka sudah membuat keributan di dalam ruangan ku. Jadi, bawa mereka ke kantor polisi sekarang juga," jelas Axton tanpa memperdulikan perkataan Clarissa.


"Baik tuan," jawab polisi itu dengan singkat.


"Hey, lepaskan aku. Aku tidak mau masuk penjara, aku mohon Ax... suruh mereka melepaskan aku," mohon Clarissa saat tangannya di borgol oleh salah satu polisi yang ada di sana.


"Kau pantas mendapatkan nya," ujar Axton tanpa perasaan.


Tak


Tak


Tak


"Kau ingin menangkap ku? Kau mau pilih yang mana kehilangan semua kekayaan mu atau pergi dari dunia ini untuk selamanya," ujar Ara penuh penekanan saat melihat polisi ingin memborgol tangannya.


Deg


"Si... Siapa wanita ini? Kenapa tatapan wanita ini sangat menakutkan?" batin polisi itu seraya menelan ludahnya sendiri.


"Siapa kau?" tanya polisi itu dengan tegas padahal dalam hati sudah ketakutan.

__ADS_1


"Aku adalah anak sang penguasa yang ada California Amerika Serikat," jawab Ara seraya menatap dengan tatapan tajam.


Deg


"Tamat sudah riwayat ku. Jika aku tahu dia anak tuan Alex aku tidak akan datang kesini. Aku hanya bisa berdoa semoga tuan Alex tidak membunuhku," batin polisi itu dengan wajah pucat pasi.


"Ampun nona muda, tolong maafkan aku. Aku tidak tahu jika nona anak dari tuan Alex, aku hanya di suruh oleh tuan Axton agar menangkap nona," mohon polisi itu seraya berlutut di bawah kaki Ara.


"Kalau begitu kau bawa saja kak Axton sebagai ganti ku," titah Ara dengan tegas.


"Baik nona muda," jawab polisi itu seraya memborgol tangan Axton.


"Hey, kenapa kamu malah menangkap ku? Seharusnya kalian menangkap wanita licik itu bukannya menangkap ku," protes Axton.


"Maaf tuan Axton kami lebih takut pada tuan Alex dibandingkan anda. Jadi, kami mencari aman dari pada nyawa kami melayang di tangan tuan Alexander sang raja iblis," ujar polisi itu.


"Ra, suruh mereka bebaskan aku. Aku tidak mau masuk penjara," ujar Axton dengan wajah memelas.


"Sejak kapan Arrabella memaafkan penjahat? Bagi aku penjahat tempatnya di dalam sel tahanan," ujar Ara penuh penekanan.


"Aku bukan penjahat tapi suami kamu. Tega sekali kamu menjebloskan suami mu sendiri bagaimana keadaan anak kita nanti jika dia tahu ayahnya masuk penjara?" tanya Axton dengan sendu.


"Sial, apa maksud laki-laki brengsek ini berbohong seperti ini padahal dia sudah tahu kalau aku tidak hamil?" batin Ara dengan kesal.


"Oke, aku akan biarkan kak Axton bebas asal dia menyerahkan setengah hartanya untukku. Jika tidak, terpaksa aku biarkan kak Axton menekam di dalam sel tahanan jika perlu untuk seumur hidupnya," ujar Ara dengan seringai liciknya.


"Sial, kenapa aku selalu kalah dengan wanita licik ini? Niat hati ingin memberikan pelajaran pada wanita licik ini malah aku yang terkenak sial. Jika aku tidak menuruti keinginan wanita licik ini maka aku akan masuk penjara. Dia benar-benar keturunan om Alexander mereka sama-sama kejam dan licik. Sekuat apapun aku mencoba mengalahkan wanita licik itu tetap saja aku yang kalah. Aku menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Marcel, jika saja aku mendengarkan perkataan dia maka aku tidak akan kehilangan setengah hartaku," batin Axton dengan penuh penyesalan.


"Bagaimana tuan Axton? Apa anda mau menuruti keinginan nona muda?" tanya polisi itu dengan penasaran.


"Oke, aku akan berikan apa yang diinginkan oleh wanita ini," jawab Axton dengan pasrah.


"Pilihan yang bagus, suruh pengacara kak Axton datang ke sini sekarang juga dan jangan lupa ahli kan setengah harta milik kak Axton menjadi atas namaku," ujar Ara penuh kemenangan.


"Oke," jawab Axton seraya menjalankan perintah Ara.


Beberapa jam kemudian


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Apa anda sudah membawa apa yang aku perintahkan tadi?" tanya Axton tanpa basa-basi.


"Sudah tuan," jawab Brian pengacara keluarga Axton seraya mengeluarkan berkas yang diminta oleh Axton.


"Ini berkas yang kamu minta," ujar Axton seraya menyerahkan berkas pengalihan setengah harta Axton pada Ara.


"Berterima kasih lah padaku karena aku tidak mengambil ahli semua hartamu. Karena aku masih memiliki hati tidak merampas semua harta yang kak Axton miliki. Jangan salahkan aku karena ini murni salah kak Axton sendiri karena sudah memiliki niat buruk untuk ku. Jika aku mau saat ini juga aku bisa masukan kak Axton ke dalam sel tahanan tapi tidak aku lakukan karena merasa kasihan padamu. Apalagi jika kak Axton masuk penjara siapa yang akan memimpin perusahaan ini sedangkan aku sangat malas jika harus memimpin perusahaan kak Axton jadi, keputusan aku membebaskan kak Axton adalah keputusan yang tepat," ujar Ara dengan wajah tanpa bersalah.


" Apa dia bilang? Aku harus berterima kasih padanya? Dasar licik, Aku benar-benar sial menikah dengan wanita matre dan licik ini. Seandainya waktu bisa di ulang aku akan menghindar saat pertama kali bertemu dengan wanita licik ini," batin Axton dengan kesal.


"Sekarang giliran kak Axton yang tanda tangan," ujar Ara seraya menyerahkan berkas pengalihan harta pada Axton.


"Ini," ujar Axton seraya menyerahkan berkas pengalihan harta kembali pada Ara.


"Sekarang kalian bisa kembali ke tempat asal kalian karena urusan aku sama suami tercinta ku sudah selesai benar begitu kan sayang?" tanya Ara dengan manja.


"Iya," balas Axton dengan singkat.


"Oke, kalau begitu kami pulang dulu permisi," ujar polisi itu seraya pergi dari sana di ikuti oleh pengacara keluarga Axton.


"Aku juga mau pulang dulu sekali lagi terima kasih sayang karena kamu sudah memberikan setengah harta kamu untuk ku," ujar Ara dengan wajah tanpa dosa.


"Dasar wanita licik," umpat Axton dengan kesal.


"Licik, bukannya kak Axton yang lebih dulu mencari masalah dengan ku? Jika saja kak Axton tidak meminta polisi agar menangkap ku maka aku tidak akan memiliki niat mengambil setengah harta kak Axton. Ini semua kesalahan kak Axton karena sudah mencari masalah dengan ku. Jika kak Axton ingin tetap hidup tenang maka jangan sekali-kali mencari masalah dengan ku karena sampai kapan pun kak Axton tidak akan pernah bisa menang melawan ku," ujar Ara.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton terdiam seperti patung karena apa yang di katakan oleh Ara semuanya benar. Dia yang lebih dulu mencari masalah dengan nya. Jika saja dia tidak menelpon polisi untuk menangkap Ara pasti Ara tidak akan mengambil ahli harta miliknya.


"Ayo El kita pergi dari sini," sambung Ara lagi yang di tanggapi anggukan kepala oleh Elena.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼|||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2