Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 13 )


__ADS_3

Di lokasi pemotretan


Saat ini Ara sedang melakukan pemotretan kalung berlian yang akan di luncurkan bulan ini. Ara yang menjadi model utamanya mendapatkan giliran terakhir sebagai model penutupan.


Ckilk... Cklik... Cklik...


Itulah bunyi kamera saat pengambilan gambar Ara yang sedang mengenakan kalung berlian sebagai barang termahal yang akan diluncurkan bulan ini.


"Oke, ya seperti itu. Bagus... tahan sebentar."


Cklik


Plok


Plok


Plok


"Luar biasa, tak salah orang-orang menyebutmu sebagai model terkenal dan termahal di negara ini. Karena kau benar-benar sangat bagus dan luar biasa," ujar fotografer seraya menatap Ara dengan tatapan kagum.


Dia sangat senang jika disuruh memotret Ara. Karena Ara salah satu model yang pintar dan berbakat. Jika model lain ia harus mengarahkan dan mengajari harus berpose seperti apa. Sedangkan Ara, sudah bisa berpose sendiri tanpa perlu arahan darinya lagi. Tak salah Ara disebut sebagai model Internasional dengan biaya yang sangat fantasis, karena dia memang sangat pintar dan berbakat sehingga orang-orang pasti akan jatuh hati saat melihat penampilan Ara dalam berpose didepan kamera.


"Terima kasih atas pujiannya," ujar Ara dengan tulus.


"Sama-sama," jawab fotografer itu dengan tersenyum.


"Kau memang sangat hebat Ra! Tak salah aku memilih mu sebagai model utama produk berlian ini, karena aku sangat yakin kali ini barang yang kau promosikan pasti akan habis tak tersisa seperti produk-produk yang sudah kau promosikan dulu," ujar pemilik perusahaan tempat Ara bekerja dengan penuh kebanggaan karena bisa memiliki model berbakat seperti Ara.


"Jangan terlalu banyak memujiku karena aku tidak mau para model lain bertambah iri padaku." Ara tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. Sudah cukup mereka melakukan hal curang, hanya ingin menjatuhkan karirnya agar hancur. Bukan karena dia takut pada mereka, hanya saja dia ingin bekerja dengan tenang tanpa adanya musuh yang berkeliaran di perusahaan ini.


"Kenapa mereka harus iri padamu? Bukannya apa yang aku katakan benar adanya? Kamu adalah model yang sangat berbakat dan patut dipuji. Jika mereka ingin mendapatkan pujian baik dariku maupun dari orang lain maka mereka harus lebih berusaha lagi agar bisa menjadi seperti dirimu," ujar pemilik perusahaan tempat Ara bekerja.


"Ck! Kau tidak tahu saja apa yang sudah aku alami gara-gara ulah mereka," ujar Ara dengan kesal.


"Apa maksud mu?" tanya pemilik perusahaan itu dengan penasaran.


"Sudahlah, lupakan saja masalah itu. Kapan kau memberikan gajiku?" tanya Ara dengan tatapan serius.


"Oh Tuhan Ra! Kita baru saja selesai pemotretan bahkan produknya pun belum kita luncurkan. Bagaimana bisa kamu langsung meminta gaji?" tanya pemilik perusahaan itu yang merasa terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Soal itu kamu tidak perlu khawatir karena aku sangat yakin produk ini pasti akan laris di pasaran. Jadi, tidak masalah kalau kamu memberikan gajiku lebih awal," ujar Ara dengan penuh percaya diri.


Mendengar perkataan Ara membuat pemilik perusahaan itu geleng-geleng kepala. Dia tidak habis pikir dengan model nomor satu di perusahaan nya itu. Dia sangat tahu siapa Ara sebenarnya, walaupun Ara tidak bekerja seumur hidup pun dia tidak akan hidup miskin. Karena harta yang dimiliki oleh orang tuanya tidak akan habis tujuh turunan.

__ADS_1


Tapi, karena Ara memiliki sifat yang sangat matre, maka dia tidak akan pernah puas dengan harta yang di miliki oleh orang tuanya. Itu sebabnya dia ingin bekerja jika gajinya besar. Sehingga perusahaan kecil tidak akan mampu jika ingin menyewa artis Internasional seperti Arrabella.


"Oke, aku akan memberikan gaji kamu lebih awal," jawab pemilik perusahaan itu dengan pasrah.


"Thanks you. Kau memang bos yang sangat baik," ujar Ara dengan antusias. Sedangkan pemilik perusahaan itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ayo Ra! Kita istirahat dulu," ujar Jennifer yang di tanggapi anggukan kepala oleh Ara.


"Aku pergi dulu," ujar Ara pada pemilik perusahaan itu dengan sopan.


"Iya," jawab pemilik perusahaan itu dengan singkat.


β€’


β€’


β€’


Di Ruang Kerja Jennifer


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo! Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang indentitas wanita itu?" tanya Ara pada anak buahnya.


πŸ“ž "Kirimkan data-datanya ke Email ku sekarang juga," titah Ara dengan tegas.


πŸ“ž "Baik nona muda," jawab anak buahnya seraya mematikan smartphone nya.


Ting


Setelah melihat data-data pribadi wanita itu membuat Ara terkejut dan juga shock. Bagaimana tidak, ternyata ibu wanita itu tidak lain adalah seorang pelakor yang tega merebut suami dan ayah dari istri sahnya. Pantas saja anaknya tidak memiliki hati, ternyata sifatnya menurun dari ibunya.


"Dasar wanita rubah. Apa kau pikir bisa mendekati adikku? Ck! Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kamu mendekati adikku apalagi mendekati keluarga ku," ujar Ara seraya menahan emosi.


"Ada apa dengan mu? Kenapa kamu kelihatan emosi?" tanya Jennifer dengan bingung.


"Aku pikir setelah mengancam bocah bodoh itu, adikku akan terhindar dari orang-orang yang memanfaatkan dia. Tapi, nyatanya dia malah menambah masalah," ujar Ara dengan kesal.


"Apa maksud mu Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Kau tahu Jen, ternyata adikku selama ini berteman dengan orang-orang penjilat yang bisanya memanfaatkan kepolosan adikku saja. Tidak hanya itu saja, sekarang adikku sedang dekat dengan siluman ular berbisa yang kapan saja bisa mengigit dirinya dan juga keluarga ku. Sebelum siluman itu mengigit keluarga ku maka aku yang akan lebih dulu memusnahkan dia," ujar Ara dengan tatapan tajam.


Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer bingung dan penasaran. Karena dia sama sekali tidak paham maksud perkataan Ara.

__ADS_1


"Apa kamu bisa menjelaskan dengan bahasa yang bisa aku mengerti?" tanya Jennifer dengan kesal.


"Apa jadwal ku besok?" Bukannya menjawab pertanyaan Jennifer, Ara justru mengalihkan pembicaraan.


"Jawab dulu pertanyaan ku, jangan mengalihkan pembicaraan," ujar Jennifer yang semakin emosi saat pertanyaan nya malah tidak di open oleh Ara.


"Jawab saja pertanyaan ku, nanti kamu akan tahu sendiri kenapa aku menanyakan jadwal ku," ujar Ara dengan santai.


"Besok kamu akan melakukan pemotretan baju branded karya Mis Aqila," jawab Jennifer.


"Batalkan kerjasama dengan Mis Aqila," titah Ara dengan tegas.


"What?" teriak Jennifer yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Apa kau sudah gila? Bagaimana mungkin kita membatalkan kerjasama dengan Mis Aqila? Kau tahu sendiri jika kita sampai membatalkan kerjasama dengan Mis Aqila maka kita harus membayar biaya pinalti karena sudah melanggar kontrak yang sudah disepakati. Dan perlu kau ketahui biaya yang harus kita keluarkan tidaklah sedikit," ujar Jennifer.


"Bayar saja," jawab Ara dengan santai.


Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer terkejut. Karena tidak biasanya temannya mau melepaskan kontrak sebesar ini.


"Apa kamu sakit?" tanya Jennifer seraya meletakkan tangannya di dahi Ara.


"Singkirkan tangan mu dari tubuhku," titah Ara dengan tegas. Sedangkan Jennifer langsung menurunkan tangannya dari dahi Ara saat melihat tatapan menusuk darinya.


"Apa alasan kamu membatalkan kerjasama dengan Mis Aqila?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Karena aku ingin main film. Sudah cukup aku istirahat, sekarang aku ingin kembali memerankan film layar lebar," jawab Ara.


"Apa kamu serius?" tanya Jennifer dengan antusias. Dia sangat bahagia saat mendengar temannya kembali memerankan film. Karena jika Ara main film maka pendapatannya akan semakin bertambah.


"Apa wajahku terlihat seperti sedang bercanda?" tanya Ara dengan kesal.


Hehehehe


"Tidak," jawab Jennifer seraya terkekeh. Padahal dalam hati sudah ketakutan saat melihat wajah Ara yang tidak bersahabat.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2