Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 58 )


__ADS_3

Di Ruang Kerja Axton


Prang


Brak


Pyar


Terdengar suara pecahan barang yang ada di ruang kerja Axton George. Bagaimana tidak, Axton, sangat emosi saat melihat setengah harta miliknya sekarang sudah menjadi milik Arrabella. Dia tidak menyangka lagi dan lagi dikalahkan oleh Ara sampai dia tidak bisa berkutik saat melawan Ara lantaran dia memiliki pendukung yang sangat berkuasa yaitu ayahnya sendiri. Jika dibandingkan dia dengan Alexander Lemos bagaikan singa melawan semut yang sekali diinjak akan langsung mati saat itu juga.


"Sabar tuan, tahan emosi anda," ujar Marcel seraya menenangkan atasannya.


"Bagaimana bisa aku sabar apa kamu tidak lihat wanita licik itu sudah menguasai setengah harta milik ku aku hanya takut jika dia sampai merebut perusahaan milikku yang aku bangun dengan keringat aku sendiri," ujar Axton dengan kesal.


"Bukannya dia sekarang sudah menjadi istri tuan? Jadi, apa yang tuan takutkan? Lagian dia tidak akan bisa mengambil alih perusahaan ini tanpa persetujuan dari anda yaitu pemilik sah perusahaan ini," ujar Marcel.


"Kau benar juga, kenapa aku tidak pikirkan dari tadi? Walaupun Ara sekarang sudah menguasai setengah harta milikku tetap saja dia tidak bisa mengambil alih perusahaan ini kecuali dia berhasil mengambil tanda tangan ku untuk di ahlihkan menjadi atas nama dia," ujar Axton dengan tenang.


"Makanya tuan jika ada orang yang menasehati tuan didengar. Kali ini tuan masih beruntung lantaran nona muda hanya mengambil setengah harta tuan saja coba jika tadi nona muda mengambil alih seluruh harta milik tuan, pasti sekarang tuan sudah didepak oleh nona muda ke jalanan," ujar Marcel dengan tatapan mengejek.


"Aku menyesal karena tidak mendengarkan perkataan kamu. Coba saja aku mendengar nasehat darimu pasti harta yang aku miliki masih utuh menjadi milikku," ujar Axton penuh penyesalan.


"Sudah, lupakan saja masalah itu yang penting tuan tidak jadi masuk penjara," ujar Marcel yang ditanggapi anggukan kepala oleh Axton.


β€’


β€’


β€’


Di Mansion Axton George


"Kenapa nona muda mengambil alih harta milik tuan muda Axton, padahal nona muda sendiri sudah sangat kaya? Apa harta yang nona miliki belum cukup sehingga nona muda merebut harta tuan muda Axton?" tanya Elena dengan penasaran.


"Ini semua tidak sepenuhnya salahku El tapi, dia yang bersalah karena sudah mencari masalah dengan ku. Apa kamu tahu, kak Axton sengaja menyuruh polisi agar menangkap ku untuk memberikan pelajaran atas apa yang telah aku lakukan padanya. Tapi dia lupa, kalau aku tidak akan bisa dikalahkan oleh siapapun karena aku jauh lebih kejam dan licik dibandingkan dia," ujar Ara dengan seringai liciknya.


"Iya, nona muda emang sangat hebat. Pantas saja nona muda selalu menang melawan siapapun yang mencari masalah dengan nona karena nona jauh lebih pintar dan cerdik dibandingkan musuh nona," ujar Elena.


"Tentu saja," jawab Ara dengan penuh percaya diri.


"Bagaimana dengan wanita itu nona? Apa nona akan membebaskan dia?" tanya Elena dengan penasaran.


"Sebentar lagi dia juga akan dibebaskan dengan uang jaminan. Aku cuma memberikan dia sedikit pelajaran karena sudah berani menampar aku tadi. Jika saja dia tidak lancang menampar wajahku aku tidak mungkin menyiksa dia seperti tadi," ujar Ara.


"Yah, dia belum tahu siapa nona muda sebenarnya makanya dia berani menampar wajah nona. Jika saja dia tahu siapa nona aku yakin dia tidak akan berani mencari masalah dengan nona," ujar Elena.


Dreet... Dreet... Dreet


πŸ“ž "Hallo? Katakan ada berita apa?" tanya Ara tanpa basa-basi.

__ADS_1


πŸ“ž "Hallo nona muda ada masalah besar yang terjadi di perusahaan," jawab anak buah Ara dengan cemas.


πŸ“ž "Masalah apa?" tanya Ara lagi dengan penasaran.


πŸ“ž "Ada pengkhianat di perusahaan anda nona," jawab anak buah Ara.


πŸ“ž "Apa yang dia lakukan pada perusahaan ku?" tanya Ara seraya menahan emosi.


πŸ“ž "Orang itu telah menggelapkan uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya sendiri," jelas anak buah Ara.


πŸ“ž "Katakan, berapa banyak yang dia curi?" tanya Ara lagi.


πŸ“ž "Tiga milyar nona," jawab anak buah Ara.


πŸ“ž "Apa?" teriak Ara yang terkejut saat mendengar perkataan anak buahnya.


πŸ“ž "Bagaimana bisa dia mencuri uang sebanyak itu? Apa yang dilakukan Reagan disana? Kenapa dia bisa kecolongan seperti ini?" tanya Ara dengan seraya menahan emosi.


πŸ“ž "Tuan muda Reagan terlalu polos jadi orang nona sehingga mereka memanfaatkan kepolosan tuan muda Reagan untuk kepentingan mereka sendiri," jelas anak buah Ara.


πŸ“ž "Ck! Ternyata keputusan ku menyerahkan perusahaan pada nya salah besar. Dia tidak pantas memimpin perusahaan apalagi perusahaan raksasa milik daddy," ujar Ara dengan kesal.


πŸ“ž "Apa nona akan kembali ke California?" tanya anak buah Ara dengan penasaran.


πŸ“ž "Ya, mulai sekarang aku akan mengambil alih perusahaan Apple Inc sebelum anak bodoh itu menghancurkan perusahaan yang sudah bersusah payah di bangun oleh daddy," balas Ara.


πŸ“ž "Kapan nona kembali ke sini?" tanya anak buah Ara lagi.


πŸ“ž "Baik nona," jawab anak buah Ara seraya mematikan ponselnya.


"Ada apa nona?" tanya Elena dengan penasaran.


"Aku mau kembali ke California," balas Ara.


"Ada masalah apa sampai nona kembali kesana lagi? Jika nona kembali kesana bagaimana dengan tuan muda Axton?" tanya Elena dengan penasaran.


"Ck! Ngapain aku pedulikan dia," ujar Ara dengan cuek.


"Kapan nona muda pergi ke California?" tanya Elena dengan penasaran.


"Sekarang," jawab Ara dengan singkat.


"Bagaimana dengan aku nona?" tanya Elena dengan penasaran.


"Ikut saja dengan ku lagian kamu belum mendaftarkan kuliah disini jadi kamu masih bisa melanjutkan kuliah disana," ujar Ara.


"Baik nona muda," jawab Elena.


"Siapkan barang-barang ku sekarang juga," titah Ara dengan tegas yang di tanggapi anggukan kepala oleh Elena.

__ADS_1


β€’


β€’


β€’


Setelah menempuh beberapa jam kemudian akhirnya mereka sudah sampai di Los Bandar Udara Internasional Los Angeles (IATA: LAX, ICAO: KLAX, FAA LID: LAX), merupakan sebuah bandar udara yang melayani kota Los Angeles, California, Amerika Serikat. LAX terletak di baratdaya Los Angeles di kota Westchester.


"Sayang, kenapa cuma kamu yang pulang ke sini? Apa suamimu tidak ikut?" tanya Claudia dengan penasaran saat melihat hanya ada anaknya dan Elena saja yang kembali ke California Amerika Serikat.


"Tidak," jawab Ara dengan malas.


"Apa Axton tahu kamu pulang ke sini?" tanya Claudia lagi.


"Ngapain aku beritahu padanya buang-buang waktu saja," balas Ara seraya pergi dari sana.


"Dasar anak Alex," umpat Claudia dengan kesal.


Di Kamar Arrabella


"Akhirnya aku bisa kembali ke sini lagi," ujar Ara dengan antusias.


"Kenapa nona tiba-tiba kembali ke sini?" tanya Elena dengan penasaran.


"Untuk menghukum pengkhianat," balas Ara seraya menahan emosi.


"Apa yang akan nona lakukan pada pengkhianat itu?" tanya Elena dengan penasaran.


"Kau tak perlu tahu apa yang akan aku lakukan pada orang-orang yang telah berani berkhianat pada ku. Hanya satu yang perlu kau tahu jangan sekalipun berani mengkhianati ku jika itu sampai terjadi maka kau akan menyesal," ujar Ara penuh penekanan.


Glek


"Nona tenang saja aku berjanji tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan yang telah nona berikan padaku," balas Elena seraya menelan ludahnya sendiri.


"Ku harap apa yang kau katakan itu bisa dipercaya. Karena aku paling benci pengkhianat," ujar Ara.


"Iya, aku tahu," jawab Elena.


"Istirahatlah di kamar tamu," titah Ara dengan tegas.


"Baik nona muda," jawab Elena seraya pergi dari sana.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2