Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 26 )


__ADS_3

Setelah menempuh beberapa jam kemudian akhirnya Reagan dan Gisela sampai juga di restoran yang sangat mewah nan megah. Gisela sengaja mengajak Reagan pergi ke restoran ini agar dia bisa merencanakan untuk menjebak Reagan agar jatuh ke tangannya.


Tapi, mereka tidak tahu kalau saat ini sedang diikuti oleh anak buah Ara hingga sampai ke restoran tempat Reagan dan Gisela berada. Gisela pikir rencananya sudah berhasil saat melihat Reagan ada di depannya tanpa dia tahu apa yang akan terjadi padanya setelah berani menganggu keluarga Lemos.


Ara yang terkenal kejam dan licik tidak akan tinggal diam saat melihat adiknya ingin di jebak oleh Gisela. Dia akan memberikan pelajaran pada wanita ini yang telah berani menganggu keluarga nya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku?" tanya Reagan tanpa basa-basi.


"Sebaiknya kita pesan makanan dulu baru setelah itu aku akan membahas masalah yang ingin aku sampaikan padamu," ujar Gisela dengan lembut agar Reagan tertarik padanya. Jika dia tidak bisa membuat Reagan jatuh cinta padanya maka dia akan mengunakan cara licik agar Reagan bisa menjadi milik dia seutuhnya tanpa tahu Ara jauh lebih licik dibandingkan dia.


"Oke," jawab Reagan seraya menganggukkan kepala.


"Permisi nona," panggil Gisela pada pelayan restoran itu dengan sopan.


"Iya nona," jawab pelayan itu seraya melangkah ke arah mereka.


"Aku mau pesan steak daging sapi, mashed potato, kacang polong, buah cup, dan kukis cokelat." Bagaimana dengan mu Re?"


"Pasta dengan saus tomat, salad, baguette, dan buah anggur saja," jawab Reagan.


"Apa ada yang lain tuan, nona?" tanya pelayan itu seraya mencatat pesanan mereka.


"Cukup itu saja," sahut Gisela dengan cepat.


"Baik, mohon tunggu sebentar," ujar pelayan itu seraya pergi dari sana.


"Re, tunggu disini dulu, aku mau ke toilet bentar," ujar Gisela seraya pergi dari sana yang ditanggapi anggukan kepala oleh Reagan.


"Hey kamu sini bentar," ujar Gisela seraya memanggil pelayan tadi.


"Iya, ada apa nona?" tanya pelayan itu dengan sopan.


"Sebelum kamu antarkan makanan kami, jangan lupa masukan obat ini ke dalam makanan laki-laki yang tadi duduk dengan ku, apa kau mengerti," titah Gisela seraya memberikan obat pada pelayan itu.


"Maaf nona, aku tidak berani," ujar pelayan itu dengan cemas.


"Kau tenang saja, ini bukan racun melainkan hanya obat tidur. Dan ini imbalan untuk mu," ujar Gisela seraya memberikan amplop pada pelayan itu.


"Baik nona," jawab pelayan itu dengan antusias saat melihat uang yang diberikan oleh Gisela.


"Ingat, jangan sampai tertukar," titah Gisela dengan tegas yang ditanggapi anggukan kepala oleh pelayan itu.


"Aku tidak sabar menjadi bagian dalam keluarga Lemos," ujar Gisela dengan tersenyum saat membayangkan akan menjadi bagian keluarga yang kaya raya seperti keluarga Lemos.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali? Kau tahu, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan aku terlalu lama hanya karena menemani kamu disini," ujar Reagan dengan kesal saat melihat Gisela yang baru kembali ke tempat mereka duduk tadi.


"Maaf jika aku membuat kamu menunggu terlalu lama disini," ujar Gisela seraya memasang wajah pura-pura menyesal sedangkan Reagan hanya diam saja tanpa menyahuti perkataan Gisela.


Beberapa Menit Kemudian


"Permisi, makanannya sudah siap," ujar pelayan itu seraya meletakkan makanan pesanan mereka.


"Terima kasih, ini tips untuk mu," ujar Reagan seraya memberikan uang pada pelayan itu.


"Sama-sama, kalau begitu aku pamit dulu permisi," ujar pelayan itu seraya pergi dari sana.


"Ayo Re, kita makan dulu setelah itu baru aku akan jelaskan maksud kedatangan aku menemui kamu," ujar Gisela dengan lembut yang ditanggapi anggukan kepala oleh Reagan.


"Yes, ayo makan yang banyak Re biar aku bisa membawamu secepatnya dari sini," batin Gisela dengan seringai liciknya.


"Aku sudah selesai, sekarang jelaskan," titah Reagan dengan tegas.


"Kenapa Reagan terlihat baik-baik saja? Bukannya aku sudah menyuruh pelayan itu untuk memasukkan obat ke dalam makanan yang akan dimakan oleh Reagan? Tapi, kenapa dia terlihat sangat segar dan tidak ada tanda-tanda kalau dia akan mengantuk." batin Gisela dengan penasaran, setelah itu dia langsung jatuh tertidur tanpa teringat apapun lagi.


Bruk


Itulah bunyi saat Gisela terjatuh diatas meja dengan mata terpejam. Sedangkan Reagan masih terlihat segar tanpa ada tanda-tanda bahwa dia akan tertidur di restoran mewah ini.


"Ck! Ternyata apa yang dikatakan oleh kak Ara benar terjadi. Hampir saja aku masuk perangkap wanita ular ini," ujar Reagan seraya mengelus dadanya dengan perasaan lega.


πŸ“ž "Hallo? Bagaimana keadaan wanita itu?" tanya Ara tanpa basa-basi.


πŸ“ž "Dia sudah tidur kak," jawab Reagan dengan cepat." Kemana aku harus membawa wanita ini?"


πŸ“ž "Tinggalkan saja dia disana biar anak buah ku yang akan mengurus dia nanti. Sekarang kau tinggalkan tempat itu dan kembali ke kantor sekarang juga. Ingat perkataan ku baik-baik, jika kamu pergi dari kantor disaat masih jam kerja aku pastikan kamu akan ku pecat detik itu juga," ujar Ara seraya mengancam.


πŸ“ž "Baik kak," jawab Reagan dengan singkat, setelah itu dia langsung pergi dari dana meninggalkan Gisela sendiri.


β€’


β€’


β€’


Di Hotel


Setelah menempuh beberapa jam akhirnya mereka sampai juga di hotel yang sangat mewah nan megah.

__ADS_1


"Baringkan dia di ranjang," titah Ara seraya menunjuk ke arah ranjang.


"Baik nona muda," jawab anak buah Ara seraya meletakkan Gisela di atas ranjang yang ada di kamar hotel yang sengaja Ara sewa untuk menjalankan rencana yang sudah dia susun agar bisa menghancurkan Gisela yang telah berani mencari masalah dengan keluarga nya.


"Ini untuk kalian," ujar Ara seraya memberikan amplop berupa uang pada mereka.


"Terima kasih nona muda," ujar anak buah Ara seraya menerima amplop dari tangan Ara setelah itu mereka langsung pergi dari sana setelah berpamitan pada Ara.


"Kenapa tiba-tiba wanita ini bisa tertidur dan berakhir di sini Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Itu karena ulahnya sendiri yang mencari masalah dengan keluarga ku dan akhirnya malah berakhir seperti ini," balas Ara dengan senyum penuh kemenangan.


"Cepat ceritakan padaku bagaimana bisa wanita ini ada di kamar hotel ini?" Jennifer yang sangat penasaran terus mendesak Ara agar menceritakan padanya, kenapa tiba-tiba Gisela yang tertidur dan akhirnya berakhir di kamar hotel mewah ini.


"Ck! Kenapa kamu jadi orang kepo sekali?" tanya Ara.


"Bukan masalah kepo, aku hanya penasaran saja bagaimana bisa wanita ini ada di hotel ini? Bukannya seharusnya Reagan yang berakhir disini?" tanya Jennifer lagi sehingga membuat Ara kesal setengah mati.


"Oke, aku akan ceritakan kejadian yang ada di restoran yang tadi di kunjungi oleh adikku." Ara yang tidak tahan mendengar ocehan temannya, akhirnya menceritakan kejadian yang terjadi di restoran yang dikunjungi mereka tadi.


β€’


β€’


β€’


Bersambung....


Ini visual menurut Author, jika kalian tidak suka kalian bisa membayangkan idola kalian masing-masing. Ini hanya sekedar gambaran saja untuk melengkapi cerita ini oke. Terima kasih banyak sudah mengikuti cerita Author yang masih amatir ini. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan karena author hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa. Dan jangan lupa beri dukungan sebanyak mungkin agar author lebih semangat lagi dalam menulis cerita ini Oke. Salam cinta❀ untuk kalian semuanya.



Reagan Alexander Lemos : Berusia 20 tahun adik kandung Arrabella Anastasya Lemos. Memiliki sifat berbanding terbalik dengan ayah dan kakaknya.



Jennifer teman sekaligus manager Arrabella: Berusia 24 tahun. Memiliki sifat baik dan setia.



Gisela Arumi pemeran antagonis: Berusia 23 tahun. Memiliki sifat licik dan berambisi ingin menjadi bagian keluarga Lemos.


__ADS_1


Elena asisten pribadi Arrabella: Berusia 20 tahun. Memiliki sifat baik dan setia.


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2