
Di Perusahaan Apple Inc
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berjalan ke dalam perusahaan Apple Inc milik Alexander Lemos. Para karyawan yang melihat ke arah seseorang yang sedang berada di perusahaan Apple Inc teriak histeris karena bisa bertemu dengan seseorang yang selama ini mereka idolakan sekarang ada di hadapan mereka. Dia adalah Arrabella Anastasya Lemos.
"Selamat pagi nona muda," sapa anak buah Ara seraya membungkukkan badannya.
Melihat salah satu orang terpenting di perusahaan tempat mereka bekerja sedang memberikan hormat pada Ara membuat mereka penasaran akan sosok Ara. Walaupun mereka merasa penasaran tetap saja tidak ada yang berani untuk bertanya, itu semua demi kebaikan mereka juga.
"Dimana Reagan?" tanya Ara tanpa basa-basi.
"Ada di ruangan nya nona, mari saya antar anda ke tempat tuan muda Reagan," balas anak buah Ara seraya pergi dari sana yang diikuti oleh Ara.
Ting
"Selamat pagi nona muda," sapa Luna sekretaris Reagan saat melihat Ara yang baru keluar dari dalam lift.
"Hemmm," balas Ara seraya menganggukkan kepalanya.
Cklek
"Kak Ara, sejak kapan kak Ara ada di negara ini?" tanya Reagan dengan penasaran saat melihat kedatangan kakaknya yang tiba-tiba ada di negara ini.
"Dasar laki-laki bodoh," teriak Ara dengan penuh emosi.
Plak
"Aargghtt, kenapa kak Ara menamparku?" tanya Reagan seraya memegang pipinya sehabis di tampar oleh Ara.
"Apa kamu masih belum paham juga kenapa aku menampar mu bodoh? Apa yang kau kerjaan selama ini hah, sampai bisa kecolongan seperti ini?" tanya Ara seraya menatap dengan tatapan tajam.
Glek
"A... Apa maksud kak Ara, aku benar-benar tidak paham?" tanya Reagan dengan terbata-bata.
"Kau tahu, gara-gara kecerobohan mu perusahaan kita mendapatkan kerugian yang sangat besar akibat ulah seseorang yang telah menggelapkan uang perusahaan," jelas Ara yang masih emosi.
"Apa?" teriak Reagan yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada pengkhianat di perusahaan ini kak?" tanya Reagan dengan wajah terkejut.
"Ck! Menyesal aku mempercayakan perusahaan ini padamu karena kau emang benar-benar sangat bodoh yang sangat mudah di manfaatkan oleh orang lain. Mulai sekarang aku akan mengambil ahli perusahaan ini karena aku tidak mau sampai perusahaan yang susah payah daddy bangun hancur di tangan anak bodoh seperti kamu," ujar Ara.
"Maafkan aku kak, karena telah mengecewakan kepercayaan kalian," ujar Reagan seraya menunduk.
"Pindah dari sana," titah Ara seraya menghampiri ke tempat kursi kebesarannya.
"Baik kak," jawab Reagan seraya pergi dari sana.
"Panggil pengkhianat itu ke mari," titah Ara dengan tegas.
"Baik nona muda," jawab anak buah Ara seraya mengikuti perintah Ara.
Cklek
"Ada apa tuan Reagan memanggil saya ke sini?" tanya seseorang yang baru datang ke ruang kerja milik Ara.
"Siapa kamu? Kenapa kamu lancang sekali duduk di tempat atasan kami?" tanya orang itu yang terkejut saat melihat bukan Reagan yang duduk disana melainkan Arrabella.
"Saya adalah Arrabella Anastasya Lemos penerus sah perusahaan ini," jawab Ara dengan tegas.
Hahahaha
"Kau pikir aku sedang bercanda? Asal anda tahu akulah pemilik sah perusahaan ini sedangkan Reagan hanyalah pengganti sementara di perusahaan ini," jelas Ara dengan tatapan tajam.
Glek
"Ke... Kenapa tatapan wanita ini mirip sekali dengan tuan Alexander? Bahkan wajahnya juga sama dengan tuan Alexander. Jangan-jangan dia adalah anak yang selama ini disembunyikan oleh keluarga Lemos," batin orang itu seraya menelan ludahnya sendiri.
"A... Apa anda nona Ara putri tuan Alexander?" tanya orang itu seraya terbata-bata.
"Iya, aku adalah putri Alexander yang akan membalaskan perbuatan yang telah kau lakukan pada perusahaan ini," balas Ara dengan seringai liciknya.
Deg
"A... Apa maksud nona, aku sama sekali tidak mengerti?" tanya orang itu dengan terbata-bata.
Plok
Plok
Plok
__ADS_1
"Waw, ternyata kau sangat pandai berakting, pantas saja adikku itu sangat percaya pada laki-laki pengkhianat seperti mu. Tapi kau salah besar jika mau menipu ku karena aku jauh lebih cerdik dan licik di bandingkan kamu," ujar Ara dengan sinis.
"A... Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud nona muda." Dia masih saja bertingkah bodoh padahal Ara sudah tahu kebusukannya.
Bruuk
"Baca ini setelah itu jelaskan pada saya kenapa kamu menggelapkan uang perusahaan?" tanya Ara seraya melemparkan bukti kejahatan orang itu.
Deg
"Bagaimana bisa wanita ini tahu semua kejahatan ku sedangkan dia tidak pernah ada di perusahaan ini? Apa tuan Reagan yang memberitahukan semua kebusukan ku? Sepertinya bukan dia, jika tuan Reagan tahu kejahatan ku tidak mungkin dia masih mempertahankan aku di perusahaan ini. Sial, ternyata wanita ini jauh lebih pintar di bandingkan adiknya yang mudah di bodohi. Sekarang aku hanya bisa berdoa agar wanita ini tidak menendang ku dari perusahaan ini," batin orang itu dengan cemas.
"Maafkan saya nona saya terpaksa melakukan ini karena sedang membutuhkan uang," ujar orang itu seraya berlutut di bawah kaki Ara.
"Katakan siapa yang menyuruhmu menggelapkan uang perusahaan?" tanya Ara dengan tatapan tajam.
"Saya melakukan itu atas kehendak saya sendiri nona," balas orang itu.
Bruk
"Aarghhtt," teriak orang itu saat di tendang oleh Ara.
"Sudah aku katakan kalau aku ini bukan Reagan yang bisa kamu bodohi tapi kamu masih saja berani menipu ku. Jika dengan cara baik-baik kamu tidak mau mengakui siapa orang yang ada dibelakang mu berarti kamu lebih suka cara kasar."
"Sepertinya wajah mu cukup tampan bagaimana kalau aku gores wajah tampan mu ini dengan pisau kesayangan ku ini hmmm?" tanya Ara seraya menempelkan pisaunya di wajah orang itu.
"Jangan lakukan itu nona, aku sudah katakan kalau aku melakukan itu atas kehendak aku sendiri..."
"Aargghhtt!!
"Sakit," teriak orang itu saat Ara dengan kejamnya menggores wajahnya dengan pisau kesayangannya.
"Apa kamu bilang, sakit? ini belum seberapa dibandingkan penyiksaan lain yang sering di lakukan oleh daddy ku. Jika daddy ku yang berada di sini pasti seluruh anggota mu sudah di cincang habis olehnya. Kau mau katakan sekarang atau menunggu daddy ku yang datang ke sini?" tanya Ara lagi.
"Aku sudah salah mencari masalah dengan keluarga Lemos. Aku pikir selama ini akan aman selama tuan Reagan yang memimpin perusahaan ini. Ternyata aku salah besar karena bukan anak laki-laki tuan Alex yang mengikuti jejaknya melainkan anak perempuan nya. Dia benar-benar duplikat tuan Alex yang sama-sama licik dan kejam. Jika dengan anaknya saja aku ketakutan apalagi jika ada tuan Alex. Bisa-bisa hidupku akan mati detik ini juga," batin orang itu dengan wajah ketakutan.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿