
Di Mansion Maxim Almero
"Ma, pa aku mau menikah," ujar Xavier tanpa basa-basi.
"Huuk... Huuk..."
"Minum dulu pa biar nggak kesedak lagi," ujar Alice seraya mengelus punggung suaminya agar lebih enakan.
"Terima kasih ma," ujar Maxim setelah selesai minum.
"Sama-sama pa," jawab Alice dengan lembut.
"Apa maksud kamu mau menikah Xel? Kau tahu kan umur kamu masih 20 tahun, tapi kau malah ingin menikah," ujar Alice seraya menatap ke arah anaknya dengan tatapan tak percaya.
Bagaimana mungkin anaknya yang masih 20 tahun sudah berencana ingin menikah. Jika anaknya memiliki pacar dia tidak akan masalah. Banyak anak remaja yang sudah pacaran diluar sana. Tapi, ini menikah, dia tidak bisa bayangin anak semata wayangnya tiba-tiba mengatakan ingin menikah. Siapa yang tidak kaget. Siapapun yang ada diposisi nya pasti merasa kaget dan terkejut seperti dirinya.
"Aku tidak bisa menunggu lagi ma. Aku takut wanita yang aku incar menjadi milik orang lain," ujar Xavier dengan tegas.
"Siapa wanita itu?" tanya Maxim dengan penasaran.
"Dia adalah Arrabella pa," jawab Xavier dengan antusias saat menyebut wanita yang selama ini dia cintai.
"Apa?" teriak mereka yang terkejut saat mendengar perkataan anaknya.
Yah, baik Xavier maupun Axel mereka berdua sama-sama menyukai Ara. Mereka tidak berani mengungkapkan perasannya pada Ara lantaran takut di tolak. Tapi, pada saat Xavier mengetahui dari temannya Reagan kalau Ara wanita pujaannya itu sedang dekat dengan laki-laki lain membuat dia ingin bergerak cepat agar Ara bisa menjadi milik dia sepenuhnya. Di tambah Axel sepupunya juga menyukai Ara dengan terpaksa dia mengatakan pada orang tuanya agar mereka mau melamar wanita yang selama ini dia cintai agar tidak jatuh ke tangan laki-laki lain.
"Ma... Maksud kamu Ara anaknya om Alex dan tante Claudia?" tanya Alice dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Iya ma," jawab Xavier seraya menganggukkan kepala.
Mendengar perkataan Xavier membuat Alice terdiam seperti patung. Dia tidak menyangka anaknya bisa jatuh cinta pada anak dari adik angkatnya. Jika anaknya menyukai wanita lain mungkin saja dia akan memberikan izin anaknya menikah dengan wanita itu asal wanita yang di cintai oleh anaknya wanita baik-baik.
Tapi, nyatanya anaknya justru jatuh cinta pada keponakannya yang terkenal kejam dan licik di tambah dengan sifatnya yang matre. Jika sampai anaknya jadi menikah dengan keponakannya pasti nasib anaknya akan menderita karena memiliki seorang istri yang hanya peduli pada uangnya saja. Dia tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan anaknya disaat Ara meninggalkan anaknya lantaran sudah jatuh miskin. Sebelum hal itu terjadi dia harus bisa menghentikan anaknya agar tidak jatuh ke tangan Ara.
"Mama tidak akan izinkan kamu menikah dengan wanita matre itu," ujar Alice dengan tegas menolak keinginan anaknya untuk menikah dengan Ara.
"Kenapa mama melarang aku menikah dengan kak Ara?" tanya Xavier dengan penasaran.
"Apa kamu tidak mendengarkan perkataan mama, dia itu wanita matre yang hanya mencintai uang dan uang saja. Jika kamu jadi menikah dengan nya maka hidupmu pasti akan menderita. Lagian dia itu lebih tua dari pada kamu. Lebih baik kamu pacaran dengan wanita yang seumuran dengan kamu dibandingkan dengan Ara yang lebih pantas menjadi kakak mu," jelas Alice.
"Tapi aku hanya cinta pada kak Ara ma. Jika mama tidak merestui hubungan ku dengan kak Ara maka seumur hidup aku tidak akan menikah," ujar Xavier seraya mengancam.
Mendengar perkataan Xavier baik Alice maupun Maxim merasa sangat terkejut dan juga shock. Mereka tidak menyangka anak semata wayang nya bisa mengatakan perkataan seperti ini.
"Sejak kapan kamu menjadi anak pembangkang? Mama tidak pernah mengajari kamu melawan orang tua apalagi mengancam kami seperti ini," ujar Alice seraya menatap ke arah anaknya dengan tatapan tajam.
"Kau..."
"Sudahlah ma. Biarkan Xavier menikah dengan Ara. Justru papa sangat senang jika Ara bisa menjadi menantu dikeluarga ini. Apalagi Ara sudah papa anggap seperti anak sendiri. Papa sangat yakin jika Ara tidak mungkin memanfaatkan kita, karena Ara sudah menganggap papa seperti ayahnya sendiri," sahut Maxim yang mendukung keputusan anaknya untuk menikah dengan Ara.
"Apa papa lupa bagaimana dulu Ara memanfaatkan papa? Padahal dulu umurnya masih 4 tahun, tapi dia sudah pandai memanfaatkan papa untuk kepentingan dirinya sendiri," ujar Alice seraya mengingatkan suaminya tentang kejadian beberapa tahun lalu.
( Bagi yang penasaran tentang masalah ini kalian bisa baca dulu season pertama dengan judul One Night Stand White Baby Sang Ceo oke, biar tidak penasaran kisah Arrabella saat masih kecil dulu )
"Itu kejadian sudah berlalu. Ara yang sekarang tidak seperti Ara yang dulu. Dia sekarang sudah menjadi anak yang baik dan papa sangat yakin dia akan menjadi istri yang baik untuk anak kita Xavier," ujar Maxim yang tetap kekeh menginginkan Ara menjadi menantunya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Maxim membuat Xavier merasa bahagia. Dia sekarang bisa tenang karena ayahnya mendukung dirinya menikah dengan Ara. Yang perlu dia lakukan sekarang hanya membujuk ibunya agar mengizinkan dia menikah dengan Ara.
"Terima kasih karena papa sudah mengizinkan aku untuk menikah dengan kak Ara. Sekarang mama tidak bisa mencegah aku untuk menikah dengan kak Ara. Karena papa ada di pihak ku sekarang," ujar Xavier merasa bahagia saat melihat ayahnya ada di pihaknya.
"Oh Tuhan, kenapa anak dan suami ku bisa tertipu dengan keponakan licik ku? Apa mereka tidak bisa melihat kalau dia adalah wanita yang sangat berbahaya," batin Alice.
"Apa kamu pikir Ara mau menikah dengan kamu?" tanya Alice seraya menatap anaknya dengan tatapan meremehkan.
"Tentu saja kak Ara pasti mau menikah dengan ku," jawab Xavier dengan penuh keyakinan.
"Ck! Kau tahu Ara itu hanya ingin menikah dengan laki-laki dewasa, mapan, dan kaya raya. Tidak seperti kamu yang masih bocah. Jangankan untuk menghidupi kebutuhan Ara menghidupi diri kamu saja belum becus alias tidak sanggup," ujar Alice seraya menghina anaknya. Dia sengaja bicara seperti ini agar anaknya berubah pikiran dan tidak lagi memaksa untuk dinikahkan dengan Ara.
"Kau tenang saja ma. Jika Ara sudah menjadi menantu kita maka aku akan menyerahkan perusahaan pada Xavier. Biarkan Xavier yang mengelola perusahaan kita. Bagaimana pun dia satu-satunya pewaris kekayaan keluarga Almero. Itu sebabnya dia berhak menjadi Ceo mengantikan aku," sahut Maxim sehingga menyebabkan Xavier tersenyum bahagia. Sekarang dia tidak perlu takut lagi di tolak oleh kak Ara karena dia bisa memenuhi semua kebutuhan yang diinginkan oleh kak Ara nanti.
"Jika benar Ara akan menjadi menantu di keluarga ini aku sangat yakin setiap hari pasti akan terjadi keributan antara aku dan Ara. Karena selama ini baik aku maupun Ara tidak bisa akur satu sama lain. Itu salah satu alasan aku menolak Ara untuk menjadi menantu ku. Dan aku juga takut jika Ara benar-benar menjadi menantu di keluarga ini dia pasti akan mengambil ahli perusahaan yang dipegang oleh Xavier. Karena aku sangat tahu bagaimana sifat Ara yang sangat cerdik dan juga matre," batin Alice dengan cemas.
"Kenapa papa sangat kekeh menginginkan Xavier menikah dengan Ara?" tanya Alice dengan penasaran.
"Karena papa sangat sayang dengan Ara. Dan papa tidak ingin putri yang papa sayangi menikah dengan orang lain," jawab Maxim.
Mendengar perkataan Maxim membuat Alice menghela nafas pasrah. Dia tidak memiliki cara lagi untuk menghentikan niat anaknya yang ingin menikah dengan Ara. Mau tidak mau dia terpaksa menyetujui pernikahan ini dan berharap pernikahan ini batal dilaksanakan.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿