Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 81 )


__ADS_3

Di Rumah Sakit X


Terdengar langkah kaki beberapa orang yang sedang berlari di koridor rumah sakit. Setelah itu mereka langsung menanyakan pada resepsionis ruangan Arrabella dirawat. Setelah tahu langsung saja mereka melangkah ke tempat Ara saat ini dirawat.


Yah, mereka adalah Alex dan juga Claudia. Saat ini mereka sudah sampai di rumah sakit dimana Ara dirawat.


"Bagaimana keadaan Ara?" tanya Claudia dengan cemas.


Claudia sangat takut terjadi sesuatu pada anaknya. Dia tidak bisa bayangkan jika apa yang dia pikirkan akan terjadi. Bagaimana nasib anaknya jika sampai cacat pasti anaknya akan berteriak histeris karena tidak terima saat mendengar kabar jika kedua kakinya di nyatakan lumpuh.


"Tidak tahu mom," jawab Axton dengan wajah frustasi.


Niat hati ingin memberikan kejutan pada istrinya dan dia sudah bertekat akan mengatakan perasaannya pada Ara tetapi malah dia yang mendapatkan kejutan yang sangat mengejutkan.


Baru kali ini Axton jatuh cinta dan dia sudah bertekat akan menjalani pernikahan seperti orang lain tapi sebelum dia mewujudkan keinginan nya dia malah mendapatkan musibah seberat ini.


Beberapa menit kemudian


Cklek


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Claudia dengan perasaan cemas.


Mendengar perkataan Claudia membuat dokter yang baru saja memeriksa Ara menarik nafas. Setelah itu baru dia menjawab pertanyaan Claudia.


"Maaf nyonya saya sudah berusaha menyembuhkan anak anda tapi sayangnya saya tidak bisa menolong anak anda karena anak anda mendapatkan racun yang sangat mematikan hanya orang-orang ahli yang dapat menyelamatkan anak anda," jelas dokter itu dengan perasaan bersalah.


Pasalnya racun yang diberikan pada Ara adalah sejenis racun yang sangat berbahaya. Sekelas dokter saja tidak dapat menyembuhkan Ara kecuali orang-orang tertentu yang sudah pandai meracik penawar racun yang saat ini diderita oleh Ara.


Mereka sangat terkejut dan juga shock saat mendengar perkataan dokter. Mereka sangat takut jika tidak bisa menemukan orang-orang yang dimaksud oleh dokter itu maka nyawa Ara dalam bahaya.


"Tidak," teriak Claudia setelah itu dia hampir terjatuh di atas lantai jika saja tidak disambut oleh Alex suaminya.


"Sabar mom, daddy akan carikan orang-orang yang dimaksud oleh dokter itu demi bisa menyelamatkan anak kita," ujar Alex seraya memeluk tubuh istrinya untuk menenangkan istrinya agar tidak stres memikirkan anak mereka. Dia tidak ingin istrinya ikutan sakit akibat memikirkan anak mereka. Sedangkan Axton terdiam seperti patung hanya air mata yang keluar dari matanya.


Axton tidak tahu harus melakukan apa apalagi dia tidak mengenal orang-orang yang ada di negara ini. Dia hanya bisa mengandalkan ayah mertuanya saja. Sungguh, dia merasa malu baik pada istrinya maupun pada mertuanya. Seharusnya dia yang yang membantu dan menyelamatkan istrinya karena Ara sekarang sudah menjadi tanggung jawabnya. Tapi, dia justru malah menjadi orang yang tidak berguna karena disaat istrinya mendapatkan musibah seperti ini dia malah tidak bisa berbuat apa-apa.


"Dimana kita mencari orang yang di maksud oleh dokter itu dad?" tanya Claudia seraya terisak.


"Biar itu menjadi urusan daddy," balas Alex yang masih memeluk istrinya.


"Antonio," ujar Claudia seraya melepaskan pelukan suaminya dan itu justru malah membuat Alex emosi karena berpikir istrinya memiliki selingkuhan.


Alex tidak akan mengampuni istrinya maupun selingkuhan istrinya. Dia akan menghancurkan mereka karena sudah berani bermain api di belakang nya.

__ADS_1


"Siapa Antonio? Apa mommy selingkuh dengan laki-laki itu?" tanya Alex dengan penuh emosi.


Deg


Saat melihat tatapan Alex membuat Claudia menelan ludahnya sendiri. Dia sangat takut saat melihat suaminya dengan tatapan seperti itu karena itu benar-benar sangat menakutkan.


Claudia lupa jika suaminya sosok laki-laki pencemburu. Mana berani Claudia selingkuh dibelakang suaminya, dia tahu jika suaminya pasti akan membunuh baik dia maupun laki-laki yang akan menjadi selingkuhan nya.


"Tidak dad," jawab Claudia dengan wajah ketakutan.


"Jangan bohong kamu," bentak Alex dengan penuh emosi.


Mendengar bentakan Alex membuat Claudia Semakin ketakutan. Sudah lama dia tidak melihat suaminya emosi dan sekarang dia malah melihat lagi suaminya emosi gara-gara salah paham.


"Benar dad, mommy tidak berani selingkuh dari daddy," balas Claudia dengan penuh keyakinan.


Alex meneliti wajah istrinya dan dia bisa simpulkan kalau istrinya sudah bicara dengan jujur. Dia tahu istrinya tidak mungkin berani selingkuhin dirinya karena selama ini dia selalu menyuruh anak buahnya untuk mengawasi kemanapun istrinya pergi hanya kemarin dia kecolongan karena mau mendengarkan istrinya agar tidak membiarkan anak buahnya menjaga keamanan istrinya sehingga istrinya berhasil di culik oleh orang-orang yang memiliki dendam dengan istrinya.


"Lalu siapa itu Antonio?" tanya Alex dengan kening mengkerut.


"Dia adalah Profesor Antonio yang dulu pernah menyelamatkan daddy saat terkenak racun mematikan yang disebabkan oleh Barbara ibu tiriku," jelas Claudia dengan tenang padahal dalam hati sangat ketakutan.


( Jika kalian penasaran dengan sosok profesor Antonio kalian bisa membaca season 1 dulu karena cerita ini lanjutkan dari kisah season 1 dengan judul One Night Stand With Baby Sang Ceo setelah itu baru melanjutkan season kedua dengan judul Terjebak Drama Queen )


Axton yang tadi sedang frustasi saat memikirkan keadaan istrinya yang sekarat tetapi sekarang dia terlihat antusias saat mendengarkan perkataan ibu mertuanya. Dia berharap ibu mertuanya bisa membawa profesor Antonio ke rumah sakit secepat mungkin sebelum istrinya semakin memburuk.


"Dia ada di kota X," jawab Claudia dengan singkat.


"Biar aku yang jemput dia mom," ujar Axton seraya meminta izin.


"Tidak perlu Ax, lebih baik kita telpon dia saja dan menyuruh dia agar datang ke rumah sakit ini." Larang Claudia, dia tahu menantunya pasti sedang tidak baik-baik saja sekarang. Dia takut gara-gara menjemput profesor Antonio malah dia yang celaka akibat tidak fokus dalam menyetir.


"Sekarang mommy hubungi Profesor Antonio," titah Axton.


"Baik," jawab Claudia seraya menelepon profesor Antonio.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada apa Clau, tumben kamu hubungi aku?" tanya profesor Antonio dengan penasaran.


πŸ“ž "Tolong aku An," ujar Claudia dengan perasaan cemas.


πŸ“ž "Apa yang terjadi padamu Clau?" tanya Antonio dengan wajah panik.

__ADS_1


πŸ“ž "Aku tidak apa-apa tapi anakku yang tidak baik-baik saja dan hanya kamu yang bisa membantu anakku," jelas Claudia.


πŸ“ž "Apa yang terjadi pada anakmu Clau?" tanya Antonio lagi.


πŸ“ž "Kau ingat dengan Audrey kakak tiriku?" Claudia bukannya menjawab pertanyaan Antonio tetapi dia malah bertanya balik.


πŸ“ž "Iya, aku ingat. Tapi apa hubungan nya dengan anakmu? Bukannya dia sudah meninggal saat ada dipenjara?" tanya Antonio dengan kening mengkerut.


πŸ“ž "Ternyata selama ini dia tidak meninggal hanya ibunya saja yang meninggal dan sekarang dia kembali lagi ke dalam kehidupan keluarga ku hingga dia menculik aku dan anakku demi mendapatkan harta kami dan saat anakku tidak mau menyerahkan harta itu suami dari perempuan ular itu malah menyuntikkan racun yang sangat mematikan pada tubuh anakku," jelas Claudia.


πŸ“ž "Astaga, ternyata dia tidak berubah juga." Antonio tidak habis pikir dengan kakak tiri Claudia dari dulu hingga sekarang masih saja mencari masalah dengan Claudia.


πŸ“ž Orang serakah seperti itu mana mungkin bisa berubah."


πŸ“ž "Bagaimana An? Apa kamu bisa datang kesini?" tanya Claudia dengan harap-harap cemas takut Antonio tidak bisa datang ke sini.


πŸ“ž "Kamu sekarang ada di mana?" tanya Antonio dengan penasaran.


πŸ“ž "Di rumah sakit X," jawab Claudia dengan singkat.


πŸ“ž "Apa nama racun yang disuntikkan pada anakmu?" tanya Antonio.


πŸ“ž "Aku tidak tahu An, lebih baik kamu tanyakan sendiri pada dokter berhubung dokter masih ada bersama kami," jawab Claudia.


πŸ“ž "Oke, berikan ponselmu pada nya," titah Antonio.


πŸ“ž "Oke," jawab Claudia seraya menyerahkan ponselnya pada dokter yang saat ini masih ada bersama dengan mereka.


Tak lama kemudian


πŸ“ž "Bagaimana An?" tanya Claudia setelah menerima ponselnya kembali.


πŸ“ž "Baik, aku akan datang kesana. Tapi, aku akan datang sedikit terlambat karena aku harus membuat penawarnya dulu dan kamu tidak perlu takut karena aku sudah menyuruh dokter agar bisa menghentikan racun itu agar tidak menyebar di seluruh tubuh anakmu," jawab Antonio.


πŸ“ž "Oke, aku tunggu kamu," jawab Claudia seraya mematikan ponselnya.


β€’>>


β€’>>


β€’>>


Bersambung...

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2