
Di Mansion Andre Villas
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Hallo? Ada apa kak Maxim Menelpon ku?" tanya Nabila dengan penasaran.
π "Emangnya aku tidak boleh menelpon adikku sendiri?" tanya Maxim.
π "Bukan begitu, hanya saja kak Maxim menelpon ku disaat ada masalah saja. Jika tidak ada masalah mana pernah kak Maxim menghubungi adiknya," ujar Nabila seraya menyindir kakaknya.
π "Lupakan masalah itu karena aku ada masalah lain yang lebih penting untuk aku bahas sama kamu," ujar Maxim.
π "Apa itu?" tanya Nabila dengan kening mengkerut.
π "Aku ingin melamar putri Alexander untuk putraku Xavier Almero," ujar Maxim.
π "Apa?" teriak Nabila yang terkejut saat mendengar perkataan Maxim.
Mendengar teriakan Nabila membuat Maxim langsung menjauhkan ponselnya. Karena sangking kerasnya suara dia hingga membuat telinga Maxim menjadi sakit.
π "Apa kak Maxim serius ingin melamar Ara menjadi istri Xavier?" tanya Nabila untuk memastikan kebenarannya sekali lagi.
π "Tentu saja serius, kau pikir aku sedang bercanda," jawab Maxim dengan kesal.
π "Wah, semoga Ara mau menerima lamaran kalian nanti," ujar Nabila dengan antusias." Jadi, kak Maxim menelpon ku hanya ingin mengatakan ini saja atau ada hal lain?"
π "Aku ingin kalian semua menemani kami ke mansion Alexander," balas Maxim.
π "Kapan kak Maxim pergi ke mansion kak Alexander?" tanya Nabila.
π "Besok," jawab Maxim dengan singkat.
π "Oke, besok kami akan datang ke mansion Kak Alex," balas Nabila seraya mematikan smartphone nya.
"Siapa yang menelpon mama?" tanya Andre yang tiba-tiba berdiri dia depan istrinya.
"Astaga, sejak kapan papa ada didepan mama?" tanya Nabila dengan terkejut seraya mengelus dadanya.
"Baru saja ma. Jawab dulu pertanyaan papa, mama habis bicara dengan siapa tadi?" tanya Andre lagi saat melihat istrinya belum menjawab pertanyaan nya tadi.
"Oh... Ini, dari kak Maxim pa," jawab Nabila.
__ADS_1
"Ada papa kak Maxim menelpon kamu?" tanya Andre dengan penasaran.
"Dia ingin melamar putri kak Alex untuk dijadikan istri anaknya Xavier pa," jawab Nabila.
"Apa?" teriak seseorang yang baru datang dengan tatapan terkejut.
Mendengar teriakan seseorang membuat mereka menoleh ke asal suara. Saat melihat siapa orang berteriak membuat merasa bingung dan penasaran.
"Kenapa kamu kaget begitu Xel?" tanya Nabila dengan penasaran.
"Apa maksud mama tadi? Apa benar Xavier mau melamar kak Ara?" Axel bukannya menjawab pertanyaan ibunya dia justru menanyakan pertanyaan balik pada ibunya dengan wajah cemas. Dia tidak bisa bayangkan akan sesakit apa hatinya saat melihat wanita pujaannya jatuh ke tangan sepupunya sendiri.
"Iya sayang," jawab Nabila dengan singkat.
"Apa kak Ara sudah menerima lamarannya Xavier?" tanya Axel dengan cemas.
"Belum. Besok mereka baru mau datang ke mansion kak Alex untuk melamar Arrabella," balas Nabila.
"Kenapa masalah nya menjadi rumit seperti ini? Apa aku tidak memiliki kesempatan untuk memiliki kak Ara menjadi istri ku? Rasanya aku tidak sanggup jika melihat wanita yang sangat aku cintai menjadi milik sepupuku sendiri," batin Axel dengan perasaan hancur.
"Sejak kapan Xavier jatuh cinta pada Ara?" tanya Andre dengan penasaran.
"Aku tidak percaya kalau Xavier bisa mencintai nona muda apalagi sekarang berniat untuk menikah dengan nya. Padahal dia masih sangat muda tapi sudah berkeinginan untuk berumah tangga dengan nona muda. Dan aku sangat yakin kalau nona muda pasti akan menolak lamaran Xavier. Karena aku sangat mengenal bagaimana sifat nona muda yang sangat menginginkan suami yang dewasa dan kaya raya tidak seperti Xavier yang masih bocah bahkan dia sendiri masih bergantung pada orang tuanya sendiri," ujar Andre.
"Jangan bicara seperti itu pa. Siapa tahu apa yang papa pikirkan semuanya salah. Bisa jadi, tiba-tiba Ara jatuh cinta pada Xavier dan akhirnya mereka menikah," ujar Nabila.
"Kita lihat saja besok, apa nona muda mau menerima lamaran dari Xavier atau malah menolaknya. Apapun jawaban dari nona muda nanti aku berharap Xavier bisa menerima dengan lapang dada," ujar Andre.
"Semoga saja Ara mau menerima Xavier menjadi suaminya," ujar Nabila yang berharap lamarannya lancar tanpa tahu hati anaknya sedang sakit jika sampai mereka jadi menikah.
"Kenapa mama malah mendoakan mereka agar menikah. Apa mama tidak bisa melihat kalau aku sangat mencintai kak Ara? Bagaimana aku bisa menata hatiku saat melihat wanita yang sangat aku cintai menjadi milik orang lain?" Batin Axel dengan sendu.
β’
β’
β’
Di Apartemen Jennifer
Jika di mansion Maxim sedang sibuk mempersiapkan untuk melamar Ara. Sedangkan orang yang sedang bersangkutan malah asyik di apartemen temannya tanpa tahu akan terjadi apa di mansion orang tua nya nanti.
__ADS_1
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Hallo? Ada apa mom?" tanya Ara dengan penasaran.
π "Sayang, apa besok kamu ada pekerjaan?" tanya Claudia.
π "Tentu saja ada mom. Apa mommy lupa, kalau anak mu ini seorang artis dan model terkenal tentu saja banyak perusahaan diluar sana yang mengontrak anak mu ini agar menjadi model di perusahaan mereka?" Ara berucap dengan penuh kesombongannya.
π "Ck! Apa kau tidak bisa mengubah sifatmu itu agar tidak lagi menjadi orang sombong? Mommy tidak pernah mengajari kamu menjadi orang sombong seperti itu. Tapi kamu dari kecil hingga dewasa sifat sombong mu tidak pernah hilang dalam dirimu." Claudia tidak tahu lagi harus mengingatkan anaknya agar tidak lagi menjadi orang sombong. Tapi anaknya tidak pernah mau mendengarkan perkataannya sedikitpun.
π "Tapi benar kan mom, kalau aku model dan artis yang sangat terkenal dengan bayaran yang sangat fantastis," ujar Ara.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia menghela nafas pasrah. Walaupun dia mengingatkan anaknya tetap saja tidak akan berubah. Karena sifat yang dimiliki oleh anaknya turunan dari suaminya.
π "Terserah kau mau bicara apa, mommy capek mengingatkan kamu agar tidak lagi menjadi orang sombong seperti daddy mu," ujar Claudia dengan kesal.
π "Aku bukannya sombong tapi, aku bicara sesuai faktanya," ujar Ara yang tidak mau disalahkan.
π "Sudah, lupakan masalah itu. Mommy ingin besok kamu minta cuti satu hari sama bos perusahaan mu, karena besok di mansion akan ada acara keluarga," ujar Claudia.
π "Tapi besok Ara ada pemotretan jadi tidak bisa diwakilkan oleh orang lain," balas Ara.
π "Ck! Bukannya kamu artis dan model terkenal pasti tidak akan ada masalah jika kamu meminta satu hari cuti dengan bos mu itu?" tanya Claudia seraya mengejek anaknya.
π "Oke, aku akan pulang ke mansion besok," balas Ara.
π "Mommy tunggu kamu besok, awas saja jika kamu tidak menepati janjimu besok," ujar Claudia seraya mengancam akan anaknya.
π "Aku janji akan pulang besok," jawab Ara seraya mematikan smartphone nya.
"Kenapa mommy sangat ngotot menyuruh ku pulang ke mansion besok? Emangnya ada acara apa disana? Ah... sudahlah. Besok saja aku tanyakan pada mommy, lebih baik sekarang aku istirahat saja," ujar Ara.
β’
β’
β’
Bersambung...
πΏπΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌπΏ
__ADS_1