
Di Kamar Arrabella
Pukul 02.00 malam Ara terbangun dari tidur indahnya karena merasakan kelaparan yang sejak tadi dia tahan karena takut mengganggu suaminya yang sedang istirahat dia terpaksa menahannya tapi sekarang dia tidak bisa menahannya lagi akhirnya dia terpaksa membangunkan suaminya yang masih tidur.
"Honey... Bangun... " ujar Ara seraya menepuk lengan suaminya agar dia bangun dari tidurnya.
"Ada apa sayang? Aku masih ngantuk banget. Sebaiknya kamu tidur saja, ini masih malam banget," ujar Axton.
"Honey... Aku lapar banget. Apa kamu mau anak kita kelaparan hah?" tanya Ara seraya membentak dengan penuh emosi saat dia melihat suaminya yang masih asyik dalam mimpinya.
Mendengar bentakan istrinya membuat Axton langsung terbangun dari tidurnya." Apa kamu bilang tadi sayang?" tanya Axton seraya duduk di samping istrinya itu.
"Aku lapar. Sepertinya aku lagi ngidam," balas Ara seraya mengelus perutnya dengan lembut.
"Apa yang kamu inginkan sayang?" tanya Axton saat dia mengetahui kalau istrinya mulai merasakan ngidam.
"Aku ingin makan nasi goreng honey," balas Ara dengan antusias saat dia membayangkan memakan nasi goreng buatan suaminya.
"Ya sudah. Aku bangunkan bibi dulu ya. Kamu tunggu saja di sini oke," ujar Axton dengan lembut.
"Aku tidak mau masakan bibi," ujar Ara dengan cepat.
"Baiklah. Aku akan belikan di restoran dulu. Kamu tunggu saja di sini," ujar Axton yang merasa kalau istrinya ingin makanan restoran. Demi istrinya dia akan mencari restoran yang buka 24 jam karena cuma restoran itu yang masih buka jam segini sedangkan restoran lain pasti susah tutup semua.
"Aku bilang tidak mau. Kenapa kamu masih tidak mengerti juga sih?" tanya Ara dengan raut wajah kesal.
"Terus kamu mau makan di mana?" tanya Axton dengan lembut. Bagaimana pun, istrinya hamil gara-gara dia juga. Jadi mau tidak mau dia harus bisa sabar menghadapi sifat istrinya yang sangat menyebalkan.
"Sabar Ax... Mau bagaimana pun istri kamu sedang hamil. Mungkin ini ujian untuk kamu agar selalu sabar dalam menghadapi wanita hamil," batin Axton.
"Aku mau kamu yang buatkan nasi goreng untuk aku," ujar Ara dengan antusias.
"Hah... Ta... Tapi, sayang. Kamu tahu, aku tidak bisa masak. Sebaiknya kita beli di restoran aja ya," bujuk Axton dengan lembut, agar istrinya tidak menyuruh dia yang memasak di dapur.
Mana pernah dia masuk ke dapur, apalagi membuat sarapan. Jika dia yang membuat sarapan, Yang ada istrinya bisa keracunan nanti. Tapi kalau dia tidak mau membuatnya, dia malah takut istrinya malah marah padanya. Dia sungguh sebar salah, ternyata menghadapi wanita hamil butuh kesabaran penuh karena salah bicara sedikit saja malah dia yang kenak imbasnya.
"Kenapa kamu tidak mau melakukan itu? Apa kamu tidak sayang lagi sama aku dan calon anak kita?" tanya Ara dengan mata berkaca-kaca.
"Bukan begitu sayang. Tapi aku Benar-benar tidak bisa memasak. Aku takut kamu sama calon anak kita malah sakit perut nanti. Sebaiknya kita makan di luar saja ya sayang," bujuk Axton dengan lembut.
"Kamu jahat... Hiks... Hiks... Aku benci sama kamu. Mulai sekarang aku akan tinggal ke mansion mommy saja. Percuma aku tinggal disini karena kamu tidak mau menuruti keinginan aku. Padahal aku hamil juga gara-gara kamu. Giliran aku ngidam pengen makan masakan ayah dari anak aku. kamu malah nggak mau kabulkan," ujar Ara seraya terisak.
__ADS_1
Yah, mereka saat ini sudah tinggal di mansion nya sendiri karena Axton merasa tidak enak selalu menumpang di mansion mertuanya makanya dia memboyong istrinya agar tinggal di mansion yang sengaja dia beli untuk bisa tinggal berdua saja dengan istri dan anaknya nanti.
Axton yang Mendengar perkataan istrinya. Mau tidak mau dia harus melakukan keinginan istrinya itu. Dia tidak sanggup berpisah dari istri dan calon anaknya.
"Baik sayang. Aku akan buatkan sarapan untuk kamu. Kamu tunggu disini saja, biar aku saja yang turun ke bawah oke," ujar Axton dengan pasrah.
"Aku ikut kamu ke bawah," ujar Ara yang tak mau ditinggalkan sendiri di kamar.
"Ya sudah. Tapi kamu duduk saja, biar aku yang masak untuk kamu oke," ujar Axton dengan lembut.
"Oke," jawab Ara dengan antusias.
•
•
•
Di Dapur
"Sayang... Bagaimana cara membuat nasi goreng? Aku tidak tahu bagaimana caranya sayang?" tanya Axton dengan raut wajah bingung.
Sejak Ara tinggal di Indonesia dia mulai memakan makanan orang Indonesia salah satunya adalah nasi goreng. Padahal sebelumnya dia tidak pernah makan nasi karena dia biasanya hanya memakan makanan ala orang barat tapi sekarang entah kenapa dia pengen makan nasi goreng dan harus suaminya yang buat.
"Kamu benar juga sayang... Aku buka youtube dulu," ujar Axton seraya membuka ponselnya untuk melihat cara membuat nasi goreng.
Tak lama kemudian
Axton akhirnya siap juga membuat sarapan untuk istrinya. Axton yang sudah siap membuat nasi goreng untuk istrinya merasakan perasaan was-was. Bagaimana tidak, dari penampilan nya saja, bisa kita nilai kalau makanan itu tidak layak untuk kita makan. Tapi dia tidak bisa mencegah keinginan istrinya yang ingin memakan masakan buatannya.
"Oh Tuhan... Semoga saja makanan yang aku buat itu, tidak membuat istri aku sakit," batin Axton dengan raut wajah cemas.
"Bagaimana sayang? Apa masakan aku enak?" tanya Axton saat melihat istrinya sedang makan masakannya dengan sangat lahap.
"Enak honey..."
"Ternyata kamu punya bakat untuk menjadi seorang chef," ujar Ara seraya memuji masakan suaminya.
Axton yang mendengar pujian istrinya bukannya dia senang. Tapi dia justru tak yakin kalau makanan yang dia buat itu layak untuk di makan. Sehingga dia ingin mencoba makanan yang dia buat itu apa benar yang di katakan oleh istrinya kalau masakannya enak atau hanya akalan istrinya saja agar dia tidak sedih saat melihat makanan yang dia buat tidak enak.
"Apa aku boleh mencobanya sayang?" tanya Axton dengan hati-hati.
__ADS_1
"Boleh," jawab Ara seraya memberikan nasi goreng buatan Axton untuk di cicipi oleh suaminya itu.
Pada saat Axton memakan nasi goreng buatannya sendiri, langsung saja dia memuntahkan semua isi makanan yang dia makan tadi sampai tak bersisa.
"Honey, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Ara dengan raut wajah khawatir.
"Sayang... Sebaiknya kamu jangan makan makanan ini lagi oke," ujar Axton dengan hati-hati agar istrinya tidak marah dengannya.
"Kenapa honey?" tanya Ara dengan penasaran.
"Makanan ini tidak enak sayang. Jika kamu mau makan nasi goreng, sebaiknya kita beli di restoran saja," jelas Axton dengan lembut.
"Ini enak kok... Mungkin indra perasa kamu sedang bermasalah. Masak makanan enak begini malah bilang tidak enak. Kalau kamu tidak mau makan makanan ini biar aku saja yang makan sendiri," ujar Ara seraya merebut kembali nasi goreng dari tangan Axton.
Mendengar perkataan istrinya membuat Axton melongo. Dia tidak habis pikir dengan istrinya yang mengatakan kalau indra perasa dia bermasalah.
Padahal dia merasa kalau dia baik-baik saja. Justru Axton yang khawatir dengan istrinya, yang makan makanan yang sudah jelas tidak enak. Tapi, istrinya malah mengatakan enak. Sungguh, dia sangat bingung melihat perubahan istrinya.
"Semoga Ara dan calon anak kami tidak sakit gara-gara makanan yang aku buat ini," batin Axton seraya mengelus perut istrinya dengan sayang.
"Ahhh... Aku sudah kenyang. Ayo kita kembali ke kamar. Aku sudah ngantuk banget sejak tadi," ujar Ara seraya mengelus perutnya yang sudah kekenyangan.
Axton yang mendengar perkataan istrinya hanya bisa geleng-geleng kepala. Dia hanya bisa tersenyum saat melihat kelakuan istrinya yang sangat mengemaskan.
"Ya sudah. Kita kembali ke kamar kita sekarang. Sini... Biar aku gendong saja ke kamar," ujar Axton seraya menggendong istrinya ala bridal style.
"Aku bisa jalan sendiri. Cepat turunkan aku," ujar Ara seraya berontak dari gendongan Axton.
"Sebaiknya kamu diam saja sayang. Apa Kamu mau jatuh ke lantai? Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu sama calon anak kita," tegur Axton dengan tegas.
Mendengar perkataan suaminya Ara hanya bisa pasrah, karena percuma dia berdebat yang ada dia tetap kalah dengan suaminya itu.
•
•
•
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1