Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 25 )


__ADS_3

Di Perusahaan Apple Inc


"Maaf nona, apa aku bisa bertemu dengan tuan muda Reagan?" tanya seseorang yang saat ini sedang berdiri di depan meja resepsionis.


Mendengar perkataan orang yang ada didepannya langsung saja membuat resepsionis itu penasaran. Apalagi saat melihat penampilan dia yang sangat mencurigakan.


"Apa anda sudah buat janji terlebih dahulu?" tanya resepsionis itu dengan sopan.


"Belum," jawab orang itu dengan singkat.


"Kalau begitu anda tidak bisa menemui tuan muda Reagan. Jika anda ingin menemui tuan muda Reagan sebaiknya anda membuat janji dulu baru diperbolehkan untuk menemui tuan muda Reagan," ujar resepsionis yang bekerja di perusahaan Apple Inc.


"Aku mohon nona tolong pertemukan aku dengan tuan muda Reagan. Karena aku benar-benar sangat perlu dengan beliau," ujar orang itu seraya mengatupkan kedua tangannya.


"Siapa nama anda biar aku kasih tahu sama tuan muda Reagan kalau anda ingin menemui dia?" tanya resepsionis itu.


"Dengan Gisela Arumi," jawab Gisela.


Yah, orang yang sedari tadi menayangkan Reagan adalah Gisela Arumi. Dia sengaja datang kesana ingin menemui Reagan agar dia bisa merencanakan rencana untuk menjebak Reagan agar menjadi miliknya. Dia terpaksa datang ke perusahaan ini dikarenakan nomor ponselnya sudah di blokir oleh Reagan. Hanya ini satu-satunya cara agar dia bisa bertemu dengan Reagan.


"Baik, tunggu sebentar," jawab resepsionis itu seraya menghubungi sekretaris Reagan.


Beberapa menit kemudian


"Nona bisa langsung naik ke lantai 65 setelah itu anda bisa langsung masuk ke dalam ruangan Ceo berada," jelas resepsionis itu dengan sopan.


"Baik, terima kasih," ujar Gisela seraya pergi dari sana.


Di Ruang Kerja Reagan


Saat ini Reagan sudah mengantikan posisi ayahnya sebagai Ceo baru di perusahaan Apple Inc. Alex terpaksa menyerahkan perusahaan ini pada anak laki-laki nya untuk mengetes dan melihat apa anak laki-laki nya mampu memimpin perusahaan ini atau tidak.


Ini hanyalah sementara waktu setelah Ara siap memimpin perusahaan ini maka dia akan mengumumkan pada semua orang kalau Ara lah pewaris yang akan mengantikan dirinya sebagai Ceo baru di perusahaan ini. Karena dia lebih aman menyerahkan perusahaan ini pada Ara yang memiliki sifat seperti dirinya dibandingkan pada Reagan yang memiliki sifat lemah dan polos seperti istrinya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Hay Re? Apa kamu sedang sibuk?" tanya Gisela seraya berdiri didepan meja kerja Reagan.

__ADS_1


Mendengar perkataan Gisela langsung saja Reagan menongkak ke atas dan melihat ke arah Gisela. Setelah itu dia langsung melanjutkan pekerjaan nya tanpa memperdulikan keberadaan Gisela.


Melihat tidak ada tanggapan apapun dari Reagan membuat Gisela kesel setengah mati. Dia pikir Reagan akan menyambut dirinya dengan antusias seperti dulu. Tapi, sekarang jangankan menyambutnya melihat ke arahnya saja dia nggak sudi. Gisela yakin ini pasti ada hubungan nya dengan berita dirinya yang viral di media sosial sehingga Reagan tidak lagi respek padanya.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Gisela dengan lembut.


"Bicara saja," jawab Reagan tanpa melihat kearah Gisela.


"Ck! Dasar laki-laki brengsek. Berani sekali dia cuekin aku seperti ini. Lihat saja nanti, jika aku sudah berhasil merebut harta keluarga Lemos. Maka kalian semua akan aku tendang ke jalanan," batin Gisela seraya menahan emosi.


"Sebaiknya kita bicara di restoran saja. Sekalian kita makan siang disana," ujar Gisela.


"Bicara disini saja," balas Reagan dengan tegas.


"Sial. Kenapa sangat susah membujuk laki-laki bodoh ini agar mau ke luar dari sini? Jika dia masih berada di kantor maka aku tidak bisa menjalankan rencana yang sudah aku susun sejak kemarin," batin Gisela dengan perasaan cemas.


"Ayolah Re, hanya sebentar saja," ujar Gisela dengan wajah memelas.


"Baiklah, tapi hanya sebentar. Karena aku masih harus melanjutkan pekerjaan yang sedang menumpuk," balas Reagan.


"Yes, akhirnya sebentar lagi aku pasti berhasil menjebak Reagan agar jatuh ke tangan ku," batin Gisela dengan antusias.


"Tunggu apalagi, ayo kita pergi," ujar Reagan saat melihat Gisela sedang termenung sedari tadi.


β€’


β€’


β€’


Di Apartemen Jennifer


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada apa?" tanya Ara dengan penasaran.


πŸ“ž "Hallo nona muda? Saya mau lapor saat ini tuan muda Reagan sedang pergi bersama dengan seorang wanita," ujar anak buah Ara saat melihat Reagan sedang memasuki mobil bersama dengan Gisela.


Yah, setelah kejadian dimana adiknya sering dimanfaatkan oleh orang lain. Ara langsung menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemanapun adiknya pergi kecuali saat di dalam kantor. Itu sebabnya mereka hanya bisa mengawasi Reagan saat berada diluar saja agar tidak ketahuan oleh adiknya.


πŸ“ž "Siapa wanita itu?" tanya Ara tanpa basa-basi.

__ADS_1


πŸ“ž "Dia adalah nona Gisela Arumi, artis sekaligus model yang saat ini sedang viral di sosial media," jawab anak buah Ara saat melihat ke arah Gisela yang saat ini sudah melepaskan masker yang sejak tadi dia pakai agar tidak ada seorangpun yang tahu kalau dia datang ke perusahaan ini.


Mendengar perkataan anak buahnya membuat Ara menahan emosi. Dia tidak menyangka wanita itu masih berani menganggu adiknya. Kali ini dia tidak akan memberikan ampun pada wanita itu. Dia akan menghancurkan wanita itu sampai ke akarnya agar dia tidak lagi mendekati adiknya.


πŸ“ž "Kurang ajar, ikuti mereka jangan sampai kehilangan jejak. Jika kau sampai kehilangan jejak, aku pastikan kepalamu akan hilang detik ini juga," titah Ara dengan penuh ancaman.


Glek


"Oh Tuhan... Ternyata nona muda benar-benar duplikat tuan Alex. Mereka berdua sama-sama sangat menyeramkan," batin anak buah Ara dengan wajah ketakutan.


πŸ“ž "Ba... Baik nona muda," jawab anak buah Ara dengan terbata-bata seraya mematikan ponselnya.


Bruk


Prang


Pyur


"Kurang ajar. Dasar wanita jaalang. Kau belum tahu siapa Ara sebenarnya. Lihat saja nanti, aku pastikan kau akan menyesal karena sudah berani menganggu keluarga ku." Ara yang sedang emosi saat mendengar perkataan anak buahnya langsung menghancurkan barang yang ada di dalam apartemen Jennifer.


"Astaga, apa yang kamu lakukan Ra? Kenapa kamu menghancurkan barang-barang ku? Kau tahu, aku harus menahan lapar demi bisa membeli semua barang yang aku inginkan ini. Tapi kau dengan seenaknya malah menghancurkan nya," ujar Jennifer dengan kesal.


"Ck! Jangan lebay deh. Nanti aku akan ganti semua barang yang aku rusak ini," ujar Ara dengan kesal saat mendengar perkataan Jennifer.


"Kau serius kan mengantikan semua barang yang telah kamu rusak ini?" tanya Jennifer.


"Kau pikir aku tidak mampu mengantikan barang-barang mu ini?" tanya Ara dengan tatapan tajam.


Glek


"Kenapa nih anak setiap melihat dengan tatapan tajam aku selalu ketakutan? Sepertinya dia sedang ada masalah itu sebabnya dia menghancurkan barang-barang yang ada di apartemen ku. Lebih baik aku diam saja dari pada dia melampiaskan padaku nanti," batin Jennifer seraya menelan ludahnya sendiri.


"Tentu saja aku percaya kalau kamu pasti sangat mampu membayar barang-barang yang telah kamu hancurkan ini," jawab Jennifer sedangkan Ara hanya diam saja tanpa menyahuti perkataan Jennifer.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2